Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Cita-cita Leon


__ADS_3

"Leo, kau kenapa memberi tahi lalat di hidung mu? Kau mau menyerupai kakak mu? Jangan membuat mommy sedih, ya." Ucap Zila memarahi karena ia mengira Leo menaruh tahi lalat disana karena merindukan Leon.


"Boy, kau hanya sendiri?" Tanya Rafa menyela agar Zila tidak tambah melantur.


"Leo masih ada di kamar nya dad." Ucap Leon yang langsung memakan sarapannya dengan lahap.


Leon sebenarnya sangat terharu dengan rasa baru yang terasa sangat nikmat di lidah nya.


"Kalian ini bicara apa sih?" Tanya Zila bingung. Namun sesaat kemudian,


"A.. Apakah?" Tanya Zila tidak mampu melanjutkan lagi pertanyaan nya.


Rafa faham dan mengangguk.


"Leon!" Ucap Zila sambil menahan tangis.


Leon menghentikan tangannya yang mau memasukkan nasi dalam mulutnya.


Leon menatap orang yang ternyata adalah mommy nya.


"Leon!" ucap Zila lagi.


Zila kemudian memeluk erat putranya yang sudah bertahun-tahun menghilang.


"Leon.. Leon.." Zila sudah tidak mampu berkata apa lagi, ia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan putranya sekarang.


"Leon, dimana Leona? Apa kalian kembali bersama? Apa dia masih ada di kamar nya?" Tanya Zila bertubi.

__ADS_1


Zila kemudian mencari di kamar yang dulu Leona tempati.


Kamar ketiga kembar nya sudah Zila ganti Ranjangnya. Yang dulu cukup untuk anak umur 7 tahun, sekarang sudah di ganti besar yang cukup untuk orang dewasa.


Leon sangat iba melihat mommy nya seperti orang gila.


"Kemana Leona? Kenapa dia tidak ada di kamar nya?" Tanya Zila.


Rafa juga menatap Leon, pasalnya Leon juga bilang kalau ia tidak bersama Leona.


"Leona sedang ada di Jepang. Aku akan menjemput nya." Ucap Leon menenangkan.


"Ayo, ayo kita kesana sekarang. Mommy juga ingin melihat anak bungsu mommy." Ucap Zila histeris. Zila ingin sekali melihat anak perempuan nya.


"Mom tenanglah." Leo baru datang dari kamarnya dan menenangkan mommy nya saat mendengar gaduh dari luar.


"Bagaimana mommy bisa tenang. Mommy selama ini di hantui ketakutan. Mommy selalu memikirkan apakah anak mommy yang berada di luar sana sudah makan? Bagaimana kondisi mereka saat tidak ada mommy di sisi mereka?" Zila menangis.


"Leon, apa yang terjadi nak? Apakah selama ini ada yang nakal pada mu? Apakah kau masih sama? Tidak pernah menangis kan?" ucap Zila. Pasalnya anaknya ini tidak pernah menangis sejak kecil.


Bahkan saat baru lahir pun tidak menangis. Untung nya bernafas.


"Zila, kenapa kau bertanya seperti pada anak kecil." Rafa protes. Pasalnya anaknya sudah dewasa.


"Bagi mommy kalian tetap lah anak mommy yang lucu, dan masih butuh banyak perhatian dari mommy." Ucap Zila sambil mengelus pelan kepala anaknya yang sangat ia rindukan.


Leon menatap manik mata mereka yang seakan sangat senang dengan kehadiran nya.

__ADS_1


Leon merasa mereka jujur, dan tidak ada alasan untuk tidak percaya pada mereka.


"Aku akan menjemput Leona." Ucap Leon.


"Kau tinggal di mana selama ini sayang?" Tanya Zila.


"Aku besar di Jakarta. Aku pindah ke Jepang bersama Leona dan baru saja kembali." Jawab Leon menikmati tangan ibunya yang terasa sangat hangat di kepalanya.


"Kau selama ini ada di Jakarta?" Tanya Leo kaget.


"Ya."


"Tapi kenapa aku tidak pernah menemukan mu?" Leo heran.


"Aku sekolah di SMA Garuda. Kau dimana?" Tanya Leo lagi.


"SMA TARUNA 1" Jawab Leon.


"Ck, padahal sekolah kita tidak terlalu jauh. Tapi mengapa kita tidak pernah bertemu. Oh ya kak. Kau harus masuk ke perusahaan." Ucap Leo.


"Tidak mau. Aku punya perusahaan sendiri." Leon menolak.


Leon sebenarnya tidak terlalu suka mengurus perusahaan, selama ini Leon mempercayakan majunya perusahaan di tangan Troy.


Troy yang mengelola semuanya dan Leon tinggal menerima uang nya.


Leon juga mempunyai banyak saham di banyak perusahaan ternama.

__ADS_1


"Ck, kau pernah bilang pada Daddy kalau kau tidak mau jadi pengusaha." Ucap Rafa menggoda Leon.


To be continued


__ADS_2