Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Aku Anak yang tidak di inginkan?


__ADS_3

Di apartemen elit di Jakarta, seorang anak SMA tampak keluar dari lift dengan langkah gontai.


Pikirnya masih melayang tentang kejadian hari ini. Hari dimana ia masih merasa ada yang kurang.


"Serra." Ia bergumam lagi.


Leon yang sadar ia mulai tidak waras pun segera memasuki apartemen miliknya setelah menekan kata sandinya.


"Loh, lampunya masih menyala? Tapi, bukankah aku sudah mematikannya?" Batin Leon merasa heran.


"Kau sudah pulang?" Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul seperti Jalangkung, datang tak di undang pulang tak diantar.


"Paman, Kau mengagetkan ku!" Leon memekik kesal karena pamannya ini sudah mengagetkannya.


"Kenapa kau jadi marah sama paman!" Kenzo menjadi tambah marah saat Leon membentaknya.


Leon menghembuskan nafasnya pelan. "Maaf paman. Kenapa paman sering sekali kemari, tidak seperti biasanya?" tanya Leon heran.


"Kau mencurigai paman?" Ucap Kenzo tidak suka.


"Bukan begitu paman." Jawab Leon walau dalam hati memang benar ia sedikit curiga sama Kenzo.

__ADS_1


Mereka terdiam sejenak tapi saling memasang tatapan curiga.


"Ingat ini Leon, jika saja kau berani menyembunyikan sesuatu dari paman. Paman tidak akan pernah memaafkan mu. Dengar ini baik-baik atau kau akan menyesalinya." Kenzo menggertak.


Kenzo sedikit curiga kalau ada yang Leon sembunyikan darinya. Yang Kenzo takutkan adalah Leon menyelidikinya.


Kenzo kemudian pergi meninggalkan Leon yang masih menatap kepergiannya.


"Kau tidak pernah bersikap hangat padaku. Apakah kita benar keluarga? Atau ada sesuatu yang kau sembunyikan pada ku?" batin Leon.


Leon merasa ia adalah sosok yang menyedihkan karena sudah tidak dianggap oleh orang tuanya.


Tapi sepertinya sekarang pamannya sudah berubah.


"Apa kah aku harus mencari tau dimana orang tuaku ? Ayah, ibu, kalian dimana? Apa salah Leon pada kalian? Mengapa kalian meninggal kan ku?" batin Leon menjerit.


Air mata mengalir di pipinya dan pandangan nya masih ke arah pintu yang tadi digunakan pamannya.


"Aku terluka. Aku bukan lah siapa-siapa. Aku anak jenius dan pintar. Seharusnya aku adalah anak yang bisa di banggakan bukan? Lalu, mengapa mereka meninggalkan ku? Pasti ada alasan nya. Aku harus mencari tau." Ucap Leon dalam hati.


Leon kemudian membersihkan diri sambil memikirkan Serra.

__ADS_1


"Ck, aku pasti sudah gila!" Leon mengacak rambutnya kesal karena ia terus kepikiran sama gadis kecil yang suka mengganggunya.


🌷🌷🌷🌷


Sedangkan di depan apartemen Kenzo masih berdiam disana.


"Bocah ingusan itu tidak akan melawan ku bukan? Walau pun dia tau semua yang terjadi, dia tidak akan bisa berbuat apa-apa. Semua saham yang dia punya atas nama ku. Dan dia tidak punya kekuatan apa-apa. Aku bisa menghancurkannya dengan sekejap. Jadi aku tidak perlu takut kalau seandainya semua terbongkar." Gumam Kenzo pelan.


Kenzo mencoba memberi pemikiran positif agar dirinya tidak terbelenggu rasa ketakutan akan kejadian yang bisa saja terjadi nanti.


Dengan kejeniusan yang Leon miliki, tidak menutup keyakinan kalau Leon akan dengan mudah mendapatkan bukti kejahatannya.


Apalagi sekarang Rafa sudah memiliki koneksi dan gangster terkuat yang setara dengan nya.


"Sepertinya aku kebanyakan berfikir yang tidak tidak. Lebih baik aku memuaskan diri ku dengan para wanita." Ucap Kenzo pelan sambil pergi meninggalkan apartemen ke Club langganan nya.


Apakah benar Leon tidak mempunyai kekuatan?


Sepertinya Kenzo kurang mengenal Leon dengan baik.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2