Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Kelakuan Aneh Leon dan Leo


__ADS_3

Saat ini Leona sedang berada di sebuah Cafe milik mommynya, Zila.


Leona berada di Cafe itu atas perintah dari dua kakaknya yang entah mengapa, tiba tiba ingin mentelaktirnya di sini.


Leona hanya menatap acuh pada kedua kembar yang mendekati tempat di mana ia duduk.


"Kenapa baru datang?" Ucap Leona kesal dan meminum air putih yang sudah di pesannya dengan nada yang keras seakan ia sedang marah.


"Maaf, dek. Kami harus menyiksa dulu para penjahat itu." Kata Leo, Leo langsung menatap kearah Leona.


Leon juga, menatap Leona seakan ada perasaan rasa bersalah menyelimuti seluruh wajah nya.


"Ada apa dengan kalian berdua?" Leona bertanya karna mendapatkan tatapan aneh dari para kakaknya.


Kedua orang yang duduk di seberang Leona masih membisu memikirkan hari berat yang pasti di lalui oleh adik mereka.


Leona kesal saat tidak di respon sama sekali oleh mereka berdua.


Leona kemudian menggebrak meja!


Brak!!!

__ADS_1


"Kalian ini menyebalkan sekali! Sedang main drama atau apa? Kenapa kalian seperti seorang pria yang sedang patah hati!" Teriak Leona kesal dan berniat mau pergi dari tempat itu, namun di saat yang bersamaan Leona menabrak seorang karyawan yang sedang membawa makanan dan minuman untuk pelanggan.


Leon juga Leo langsung memarahi karyawan itu.


"Kamu itu kalau jalan pakai mata! Kenapa kau dengan seenaknya menabrak Leona! Lihat, bajunya jadi kotor gara gara kamu." Teriak Leo.


"Kamu harus lebih berhati-hati, kau merugikan orang lain." Leon menambahi.


Sedangkan Leona hanya bisa mengelus dada, "Kenapa dengan kelakuan para kakak ku?"


Leon juga Leo sebenarnya hanya ingin menghabiskan waktu bertiga bersama Leona. Mengisi waktu yang selama ini sudah terbuang lama, karna tidak di pertemukan.


Tapi mereka malah bertengkar dengan karyawan disana.


Tak jauh dari tempat mereka berada, Rafa juga Zila melihat adegan itu.


"Mereka adalah duplikat mu, sangat arogan, sombong dan suka marah." Ucap Zila sambil mengelus tangan Rafa yang berada di perutnya.


"Kau hanya menyebutkan yang buruk saja. Aku ini banyak sifat baiknya." Rafa membela diri.


Zila hanya diam tidak merespon sama sekali dengan ucapan Rafa.

__ADS_1


.


.


.


.


Leona berjalan paling depan bagai ratu, dan Leo juga Leon adalah bodyguard yang dengan setia mengikuti kemana langkah Leona.


Leona bersiul sambil memainkan permen karetnya. "Aku sudah seperti tuan putri dengan dua penjaga. Ganteng ganteng pula. Iyalah, ganteng, titisannya daddy Rafa." pikir Leona tergelak dengan pemikirannya sendiri.


Alhasil ketiga kembar itu tidak jadi menghabiskan waktu seperti kebanyakan orang lainnya, yang saling berbagi kisah dan saling memahami karakter.


Tapi mereka menghabiskannya dengan jalan jalan saja tanpa satu kata pun terucap. Mungkin mereka akan menjadi salah satu saudara yang akan terlihat sangat akur kalau sedang bertengkar.


🌺🌺🌺🌺


Satu bulan pun berlalu, para orang yang pernah melukai keluarga Sarfaraz pun sudah mendapatkan ganjarannya.


Sudah satu bulan lebih mereka di siksa, jadi Leon juga Leona memutuskan untuk memaafkan mereka dan memulai hidup baru tanpa dendam dan mereka memutuskan untuk menjemput bahagia mereka.

__ADS_1


Hati yang dipenuhi dendam tidak akan pernah merasa tenang, jadi mereka memutuskan untuk rela melepaskan segala kesedihan yang pernah mereka alami.


To be continued


__ADS_2