
Leona yang sedang menunggu Leon di kaget kan dengan seorang dokter yang baru datang, ternyata dokter itu adalah Enzo.
"Kau!"
"Kau!"
Mereka memekik kaget secara bersamaan. Namun itu hanya sebentar karna Enzo langsung berbicara.
"Em, kau di panggil oleh dokter Han yang sudah ada di ruangan nya." Enzo mengungkapkan niatnya mengapa ia datang kesana.
"Ya."
🌷🌷🌷🌷
...Ruang Dr. Han...
"Leona, apa kau pernah mengalami sesuatu yang bisa saja mengganggu kesehatan mu?" Dr. Han bertanya.
"Kenapa Dokter berkata seperti itu?" Leona ingin tau lebih lanjut.
"Dalam darah mu terlihat aneh dan sepertinya ada sesuatu di sana. Leon juga, darah kalian sudah tercampur oleh sesuatu." Ucap Dr. Han heran. Pasalnya ia menemukan banyak zat tidak di kenal dalam darah pasien yang sedang di tanganinya.
"Kau punya penyakit apa sebelumnya? Apa mungkin kau salah minum obat?" Tanya dokter itu hati-hati.
"Dulu saya tidak memiliki uang yang banyak, jadi saya membeli obat murah untuk menyembuhkan penyakit saya." Leona berdusta.
Pasalnya ia sengaja di suruh minum obat untuk percobaan apakah obat yang sudah Olaf buat ampuh atau tidak.
Memang obat-obatan itu ampuh dan membuat sehat kembali, namun dalam waktu dekat akan ada banyak penyakit yang menyerang si peminum obat.
Leona yang sudah keseringan minum, jadi seperti Monster.
__ADS_1
"Saya akan memeriksa kondisi mu juga, sepertinya kamu juga tidak sedang baik-baik saja." Ucap Dokter Han.
"Ya, dokter."
"Saya kenal salah satu ilmuwan terbaik yang sekarang sedang berada di Jepang. Kalau kau mau, saya akan menyuruh nya untuk meneliti lebih lanjut."
"Benarkah?" Tanya Leona berbinar, ia sudah tidak sabar ingin menjadi manusia normal seperti semula.
Akhirnya Leona menyetujuinya dan berniat akan memeriksakan diri.
Leona kemudian pergi ke kamar rawat Leon dengan wajah berbinar.
"Kau sudah bangun?" Tanya Leona.
Leon tidak menjawab, hanya mendesis pelan karena kepalanya terasa sangat lah sakit.
"Jangan banyak gerak dulu." Ucap Leona.
"Terima kasih." Ucap Leon.
"Jangan berterima kasih, aku tidak bisa menangkap pria bertopeng itu. Jadi aku minta maaf." Ucap Leona ketus.
Leona masih ingat ia pernah di lirik tajam sama Leon. Dan itu sangat menakutkan sekali.
🌷🌷🌷🌷
Semenjak kejadian Leona menolong Leon, banyak hal yang sudah berubah.
Leona lebih banyak menghabiskan waktu bersama Leon untuk berkonsultasi tentang keadaan mereka.
Serra di sibukkan dengan kegiatan nya sendiri. Serra menyerah berjuang untuk Leon, karna merasa kalah saing dengan Leona.
__ADS_1
Namun Serra tetap melanjutkan perjalanan panjang nya untuk menjemput mimpinya.
🌷🌷🌷🌷
Serra sekarang sedang berada di depan ruang guru. Tempat dimana hasil ujian di tempel kan.
Setelah jungkir balik, akhirnya hari pengumuman pun tiba, dan Serra sangat gemetar melihat hasilnya.
Setelah mengumpulkan semua keberanian nya, Serra melangkah gugup ke dinding pengumuman.
Dan...
Peringkat 50, Serra Safira Dwi Adinafa!
"APA!" Serra berteriak kaget. Tak lama kemudian Serra histeris menunjukkan kebahagiaan nya.
Serra langsung menyobek kertas tempelan itu dan berlari ke rumah sakit.
Kelas 12 memang bebas karena sudah tidak mendapatkan pelajaran lagi.
Serra mencari taksi dan segera ke tempat kakaknya bekerja.
Setelah berlarian akhirnya Serra menemukan dimana kakaknya berada.
"Kakak!" Serra memanggil dan kemudian langsung memeluk kakaknya erat.
To be continued
Nasib Kenzo nanti dulu, ya. Soalnya saya mau mempertemukan Leon sama Leona kepada orang tuanya.
🙏🙏🙏
__ADS_1
Terima kasih yang sudah memberi Vote dan Hadiah, juga meninggalkan jejak Like dan komen 🙏