Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Hukuman 2


__ADS_3

Ruangan itu sangat mencekam. Bulu roma meremang tatkala Leon menatap tajam pada mereka semua.


Olaf masih berteriak kencang karena rasa sakit dari serum yang di suntikkan masih bekerja.


Kenzo ingin sekali berlutut meminta maaf dan memohon ampun untuk di bebaskan, tapi saat melihat Leon yang seakan tidak ada ampun itu, Kenzo mengurungkan niatnya.


"Kenapa kalian melihat ku seperti itu? Aku manusia sama seperti kalian, kita sama sama makan, dan juga bakal keluar lagi jadi kotoran. Buat apa kalian seakan ketakutan melihat ku." Kata Leon dengan suara beratnya.


Mendengar itu, mereka jadi tambah merinding.


Leon kemudian memukul keras kepala Kenzo, meninju, dan menendang Kenzo bagai bola. Leon sudah tidak tahan dan ingin melampiaskan segala kekesalannya pada Kenzo.


"Teganya kau memperlakukan aku seperti budak mu, kau puas, hah? Aku tidak akan mengampuni mu. Seluruh air mata yang tumpah, semua kesedihan dari keluarga ku adalah asal dari keserakahan mu, baj*ngan! Menjijikan kau, enyah saja kau dari dunia ini." Leon berkata sambil memukuli Kenzo tiada ampun.


Leo yang ada di sana pun menghentikan aksi Leon yang sudah sangat bruntal.


"Jangan kak, nanti dia bisa mati cepat. Aku akan menyuntikkan serum buatan Leona yang lain. Dan kita lihat hasilnya seperti apa." Kata Leo mencoba mengingat kan kakaknya.


Leon hanya bisa menghela nafasnya panjang dan mengakhiri kesadisannya dengan menendang kuat perut Kenzo.


Kenzo langsung terpental dan muntah darah.


Leo kemudian menyuntikkan serum itu, serum langsung bekerja dan membuat Kenzo merintih kesakitan. Entah mengapa Kenzo merasa sangat haus darah.


Kenzo melukai tangan nya sendiri dan menghisap darahnya, mirip seperti pecandu narkoba.

__ADS_1


"Leona menaruh apa dalam serum itu?" Pikir Leo heran.


"Entahlah, panggil Haruka dan suruh memberi suntikan lain yang bisa bikin Kenzo tetap lama hidup. Biarlah mereka hidup dalam kesakitan." Kata Leon bengis.


Kenan yang masih ada di sana langsung ketakutan dan histeris.


"Maaf kan lah aku, aku tidak pernah berurusan dengan kalian. Urusan kalian hanya dengan Kenzo. Jangan hukum aku seperti itu, bunuh aku! Bunuh aku!" Teriak Kenan putus asa.


"Kau itu berisik sekali! Kau juga akan dapat giliran, jadi tunggu saja!" Kata Leon kesal saat telinga nya terasa berdengung mendengar teriakkan itu.


"Maaf, maafkan aku.." Kenan meminta, ia sudah sering di siksa Marcel saat di sekap, kini ia sudah tidak mau lagi mendapatkan siksaan.


Karna kesal dengan ocehan Kenan, Leon menyuntikkan serum buatan Leona langsung ketubuh Kenan.


Kenan langsung kejang dan meronta, entah apa isi dari serum itu, Kenan tidak tau. Tapi satu hal yang membuat Kenan mau langsung ingin mati saja tanpa merasa kesakitan akibat efek serum itu.


"Kak, apa Leona memberi obat perangsang dalam serum itu?" Tanya Leo heran melihat Kenan yang blingsetan.


"Kurasa bukan hanya obat perangsang saja." Kata Leon biasa saja, tidak kasihan sama sekali.


"Kau benar kak, kayaknya serum untuk Kenzo juga Kenan kurang keren. Nanti minta Leona lagi yang memiliki efek samping seperti Olaf biar pada kapok." Kata Leo sambil tertawa.


Lula tertawa terbahak seperti orang gila, melihat penyiksaan di depan nya.


"Kalian memberi hukuman tidak lah seberapa!" Kata Lula penuh kemenangan tanpa rasa takut.

__ADS_1


Selama ini Lula sudah seperti psikopat, dan Leona pernah melihat kebruntalan Lula dalam menghabisi musuh. Bahkan Leona sampai hampir gila melihat itu.


"Kau nenek Lampir! Diam kau!" Gertak Leo tidak suka di tertawa kan.


Namun Lula masih saja tertawa, "Ha.. Ha.. Ha.. Kau tau, aku sudah pernah mencincang kecil tubuh seseorang dan meminta Leona untuk membuang nya kelaut agar di makan para hiu." Kata Lula masih dengan tawanya.


"APA!" kedua kembar itu kaget mendengar itu.


"Bahkan aku sudah merusak mental Leona sebelum aku menyerahkan nya pada Olaf." Leo sudah tidak bisa menahannya lagi.


Tidak perduli ia wanita, Leo memukuli Lula dengan membabi buta, tak terbayang apa yang terjadi pada Leona saat melihat perlakuan yang begitu kejam dari psikopat bengis seperti Lula.


"Dasar wanita jahanam. Kau tidak pantas di sebut sebagai wanita! Mati saja kau! Mati saja!" Leo mengumpat dengan segala sumpah serapah.


Entah Lula masih hidup atau tidak, Leo tetap memukulinya dengan membabi buta.


"Gila!" Teriak Leo terakhir kali dan menendang kuat kepala Lula.


Leon hanya bisa memejamkan matanya, sebagai kakak tertua, ia merasa sangat bersalah dengan semua kesedihan yang terjadi dalam keluarganya.


"Bangun kan dia, Leo. Dia harus mendapatkan suntikan juga." Kata Leon langsung mengambil serum yang tersisa dan menyuntikkannya dalam tubuh Lula.


Lula langsung kepanasan, keluar darah dari hidung dan telinga nya, tubuhnya membiru penuh ruam. Sudah seperti mayat hidup yang sesungguhnya.


Si kembar itu kemudian pergi meninggalkan tempat itu dan menyuruh penjaga untuk menyuntikan lagi serum buatan Leona setiap hari sampai mereka di perbolehkan mati.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2