Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Ternyata Leon


__ADS_3

Serra melangkahkan kakinya cepat, lebih tepatnya mencoba untuk berlari.


Entah mengapa ia merasa begitu takut. Siapa yang mengikutinya.


"Ya Tuhan, aku masih mau mencium Leon, memeluk Leon, dan melakukan banyak hal manis sama Leon. Jangan biarkan aku tertangkap Tuhan." gumam Serra sambil memejamkan mata.


Setelah agak berlari cukup jauh, Serra dikagetkan dengan sebuah sentuhan di bahunya.


Jantung nya berdetak kencang saat merasa kan sebuah tangan besar menimpa pundaknya.


"Ya Tuhan, selamat kan aku!" Serra menangis dalam diam.


Tangan itu menarik tubuh Serra hingga sampai di pelukannya.


Serra sangat kaget tatkala ia sekarang berada di dekapan seorang lelaki. Tapi entah mengapa dirinya tidak memberontak. Bahkan Serra malah merasa sangat nyaman dengan pelukan itu.


@@


Leon melajukan sepedanya dengan dada yang bergemuruh.


Semakin lama ia mengenal Kenzo, Leon menyadari bahwa tatapan Kenzo sangat lah mengganggu pikirannya.


Entah itu memang benar adanya atau hanya halusinasinya saja. Tapi Leon merasa sangat asing dengan pamannya.

__ADS_1


Hati kecilnya merasa tidak ada getaran apapun saat mengingat Kenzo. Seakan menegaskan pada dirinya bahwa Kenzo tiada artinya.


Leon menghembuskan nafasnya pelan.


Saat perjalanan, Leon melihat Serra. Serra sedang fokus menghafal buku kecilnya.


Sesekali Leon tersenyum melihat Serra tertawa sendiri karena lupa apa yang ia hafal.


Leon memutuskan untuk menuntun sepedanya dan berjalan mengikuti Serra dari jauh.


Leon tidak sadar dengan kelakuan anehnya. Buat apa juga ia mengikuti Serra. Tapi entah mengapa hati kecilnya berkata kalau ia harus mengikuti Serra.


Perlahan Leon merasa Serra sedikit waspada, membuat Leon langsung berusaha bersembunyi.


Leon mengimbangi langkah Serra yang agak berlari. Memang sangat mudah bagi Leon untuk mengimbanginya, karna kaki Leon lebih panjang dari Serra.


Sesekali Serra melihat ke segala arah untuk melihat, apakah ada orang yang mengikutinya?


Serra tambah terlihat panik tatkala melihat sosok hitam yang sembunyi, seolah takut tertangkap.


Leon memang memakai jaket hitam, dan memang bersembunyi agar tidak ketahuan. Untuk kali ini ia baru sadar kelakuan bodohnya yang malah mengikuti Serra.


"Ada apa dengan ku! Kenapa aku menjadi penguntit seperti ini?" Umpat Leon pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Melihat Serra yang memejamkan mata, Leon tertawa. Mengapa Serra sangat terlihat menggemaskan jika seperti itu.


Namun Leon menjadi panik dan membulat seketika saat melihat sebuah mobil melaju kencang.


Serra menutup mata karna terlalu takut dan tidak sadar kalau ada Zebra cross didepannya.


Leon langsung membiarkan sepedanya ambruk karna Leon langsung melepaskan pegangannya begitu saja.


Leon langsung refleks berlari agar Serra tidak tertabrak.


Serra sangat kaget saat ia di peluk seseorang. Leon juga tidak kalah kaget karna ia hampir saja kehilangan Serra. Walau bagaimana pun Serra adalah anak kandung ibu angkatnya.


Leon akan sangat menyesal jikalau Serra pergi sebelum mempertemukan mereka.


Nafas mereka masih berdebar. Serra berdebar karna takut kalau yang memeluknya adalah penjahat, Sedangkan Leon takut kehilangan Serra.


Serra menatap wajah pria yang menarik tangannya, dan sangat terkejut saat melihat Leon.


"Leon, apa yang kau..." Sebelum Serra menyelesaikan suaranya sudah dipotong duluan sama Leon.


"Apa otak mu sebodoh itu. Kenapa kau menabrakkan diri?" Bentak Leon tepat didepan wajah Serra karna posisi Serra sedang dipeluknya.


To be continued

__ADS_1


__ADS_2