Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Ketika Setan dan Malaikat Lewat


__ADS_3

Rafa sangat senang dan segera menelvon istrinya.


"Ada apa? Kau bilang sedang banyak urusan hari ini." Tanya Zila galak karna Rafa tidak mau menemani dia pergi jalan-jalan dengan alasan pekerjaan.


"Sayang, ini lebih penting dari pada itu semua. Sekarang masak yang enak untuk menyambut mantu baru kita, Leon akan memperkenalkan calon istrinya pada kita hari ini." Ucap Rafa menggebu.


"Apa? Leon akan membawa calon istrinya pulang? Mommy akan segera menyiapkan segalanya." Ucap Zila.


Leon hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan heboh kedua orang tuanya.


🌷🌷🌷🌷


Serra hanya melamun saat sang dosen dengan menjelaskan materi nya.


"Leon, kau jahat sekali. Kau mematahkan hati gadis polos seperti ku." batin Serra menjerit.


Lamunan Serra buyar saat mendengar suara gaduh dari para penghuni kelasnya.


"Tampan sekali."


"Bukankah itu cowok kemarin?"


"Dia terlihat sangat keren memakai jas seperti itu."


Serra sangat kaget melihat Leon tiba-tiba masuk kedalam kelasnya dan sekarang sedang berbicara dengan dosen yang mengajar di kelas Serra.


Tak lama kemudian dosen itu mengangguk. Leon berjalan kearah Serra.


Serra hanya menatap kesal dan muak dengan segala bujuk rayu Leon. Juga bualan yang ternyata palsu sangat melukai hatinya.


"Aku mencari mu." Ucap Leon.


"Buat apa! Sana pergi, urus saja wanita mu!" Bentak Serra.


Leon tidak menjawab tapi mengangkat Serra dan membawa keluar.


"Tidak! Lepaskan! Kau kenapa pemaksa sekali? Jangan jahat jadi cowok!" Serra meronta dalam gendongan Leon.


Leon segera melangkahkan kaki cepat menuju dimana mobil terparkir.


Leon segera mengunci pintu mobil tatkala Serra masih memberontak untuk keluar.


"Keluarkan aku!" Serra masih berteriak.

__ADS_1


Gendang telinga Leon hampir berdengung karna Serra tidak berhenti berteriak. Leon kemudian mengunci kedua tangan Serra dan membungkam bibir berisik Serra dengan ciuman mautnya.


Serra memberontak dan berusaha lepas dari cengkraman Leon.


Namun Leon tidak mau kalau Serra kembali memberontak lagi, jadi Leon menyekap dua tangan Serra dengan tangan kirinya.


Dan tangan kanan, Leon buat untuk menahan tengkuk Serra agar menurut.


Serra diam saja saat merasa dirinya tidak bisa lolos. Serra hanya menerima lum*tan demi lum*atan yang Leon berikan untuk nya.


Leon masih asik dengan nafsunya yang seakan tidak pernah puas jika hanya sebentar.


"Eugh.." Serra melenguh tanpa sadar dan membalas ciuman panas itu.


Leon mengalungkan tangan Serra yang tadi disanderanya, kini berada di lehernya.


Leon menggigit kecil bibir Serra, dan Serra pun membuka mulutnya, membuka akses untuk Leon agar lebih leluasa memimpin permainan.


Sejenak Serra lupa pada rasa marahnya. Memang benar kalau sifatnya itu plin plan.


Hari ini setan sedang merasuki tubuh Leon, karna tanpa sadar tangan Leon telah meremas pelan bukit kembar punya Serra.


"Akkkhhh...." Serra mendesah pasrah saat menerima kenikmatan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya.


Dalam sekejap, ruang dalam mobil itu terasa sangat panas. Keduanya tidak ada yang sadar dengan kelakuan mesum yang mereka lakukan.


Leon mendudukkan Serra kepangkuannya dan meremas sesuatu di balik benda segitiga Bermuda yang menutupi bukit yang masih kecil yang ternyata sangat memabukkan itu.


"Aaakkhh...." Desah keduanya saat ciuman mereka terlepas.


Leon kemudian menelusuri tengkuk leher Serra dan meninggalkan banyak jejak disana.


Serra meremas kuat rambut Leon saat merasa sudah tidak tahan dengan tangan Leon yang mulai kemana-mana.


Saat tangan Leon hampir membuka seluruh kemeja atas Serra, untungnya malaikat baik lewat dan menyadarkan Leon.


"Sial, aku kebablasan lagi." Pikir Leon kesal.


Leon kemudian mengakhiri cumbuan nya dan mengancingkan kembali kemeja Serra.


"Maafkan aku, aku kelepasan. Hampir saja aku melukai harga diri mu." Ucap Leon sambil merapikan rambut Serra yang berantakan.


Serra sangat malu mendengar nya dan berniat kembali ketempat duduknya, namun tangan Leon menahan pinggang Serra agar gadis itu masih di pangkuannya.

__ADS_1


"Leon, aku mau kembali ketempat duduk ku." Kata Serra malu-malu kucing.


Leon mengecup hidung Serra yang kecil tapi mancung. Tangannya mengelus pipi Serra yang masih gembul walau tidak segembul saat masih sekolah.


"Serra, aku punya saudara kembar. Namanya Leo. Wajah kami sangat mirip. Dan yang kamu lihat tadi pagi adalah saudara kembar ku, bersama istrinya." Ucap Leon sambil mencubit gemas telinga Serra.


"Apa?" Serra kaget sampai tidak bisa berkata apa.


Leon mengambil cincin yang tadi sempat ia ambil dari tangan Leo. Leon memakaikannya ketangan Serra.


Setelah cincin itu masuk sempurna, Leon mencium manis punggung tangan Serra.


"Kau meragukan ku?" tanya Leon dengan wajah berharap.


Serra tersipu mendapatkan perlakuan manis dari pria tampan yang sudah menempati hatinya begitu lama.


Leon mengecup lagi punggung tangan Serra berkali-kali saat Serra diam saja.


"Aku mencintaimu, Serra." Ucap Leon yang mampu membuat Serra meneteskan air matanya lagi.


"Hei, kenapa kau tambah menangis?" Leon panik melihat air mata yang membasahi pipi Serra.


Leon mengelus pipi Serra dan mengecup bibir nya pelan.


"Jangan nangis lagi." ucap Leon pelan.


Serra tidak mampu menahan perasaan bahagia nya lagi, Serra kemudian memeluk erat lelaki yang sudah membuatnya jungkir balik ini.


Leon hanya bisa mengusap punggung Serra, berharap gadis kecil di hadapannya ini tenang.


Serra semakin mengencangkan pelukannya dan menyembunyikan wajahnya di leher Leon.


"Kenapa, hm? Apa aku telah membuat mu bersedih?" Tanya Leon.


Serra menggeleng.


"Lalu kenapa kamu bersedih?" Tanya Leon saat Serra masih menangis.


"Aku menangis bahagia, tau." Serra berkata sambil memukul pelan pundak Leon.


Leon tertawa mendengarnya, rasa khawatirnya sia sia ternyata.


To be continued

__ADS_1


Selamat berbuka puasa bagi yang menjalankan🙏


Ya Allah Leon❤️❤️❤️


__ADS_2