
"Kakak." Serra memeluk erat kakaknya.
"Lepaskan, kau membuat ku sesak nafas Serra." Enzo
"Kak, aku dapat nilai yang bagus. Aku berhasil kak!" Ucap Serra bahagia.
Enzo sebenarnya juga senang mendengarnya, namun Enzo hanya menunjukkan raut biasa saja.
"Benarkah itu nilai mu? Kau tidak sedang menipu kakak bukan?" Tanya Enzo keheranan.
"Aku tidak menipu kakak! Ini asli kak! Bagaimana bisa kakak bilang kalau ini adalah tipuan?" Sungut Serra kesal mendengar tuduhan kakaknya yang tidak berdasar.
"Ya, kau memang hebat." Ucap Enzo mengusap pelan rambut Serra dan berlalu pergi ke ruang pasien, karna Enzo harus memeriksanya.
Serra menatap kepergian Enzo kemudian berteriak.
"Kak, kau harus merayakan keberhasilan ku." Teriak Serra sebelum kakaknya menghilang dibalik pintu.
Enzo hanya mengacungkan jempol nya dan berlalu pergi.
"Serra, kau sudah berjuang selama ini. Dan perjuangan mu tidak sia-sia. Tinggal satu langkah lagi, aku hanya perlu berjuang di bangku kuliah. Dan setelah itu..." Ucapan Serra terhenti dan membayangkan kalau nanti ia menuju pelaminan sama Leon.
Kita menikah dan hidup bahagia.
" Ck, apa sih yang kau fikir kan, Serra. Bukan kah kau sudah memutuskan untuk melupakannya? Lalu mengapa kau mengharapkan dia lagi!" Serra memarahi diri sendiri.
π·π·π·π·
Leon, setelah di nyatakan sembuh dari rumah sakit, Leon langsung menjual apartemen lama nya dan membeli apartemen baru di dekat perusahaan miliknya.
Leona dan Leon menjadi sangat dekat karna mereka selalu konsultasi bersama kedokter.
Sering Serra melihat mereka tertawa bersama saat Serra mengunjungi Enzo di rumah sakit.
__ADS_1
Serra sebenarnya cemburu melihat pemandangan itu tapi tidak bisa berbuat apa-apa, hanya bisa gigit jari.
π·π·π·
3 Tahun Kemudian...
Leon dan Leona memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya ke Jepang, mereka melakukannya agar bisa berobat.
Serra, sudah terbiasa tanpa Leon. Sekarang ia sudah menjadi mahasiswa dan satu tahun lagi akan lulus.
"Serra." Nacita memanggil.
"Hei, bagaimana kandungan mu?" Tanya Serra.
Nacita sudah menikah dengan Ara.
Banyak hal yang terjadi, termasuk Ara yang berubah menjadi pria tulen untuk mendapatkan Nacita.
"Dedek baik, selama ini dedek tidak merepotkan ibunya. Cuma waktu pagi saja, dedek akan rewel." Ucap Nacita.
"Syukurlah kalau begitu. Proses belajar mu tidak akan terganggu." Ucap Serra.
"Ya kau benar. Tapi sepertinya akhir tahun ini aku harus mengajukan cuti." Sesal Nacita.
Ia tidak mau meninggalkan Serra, seseorang yang sudah menyadarkannya akan keegoisan nya.
"Aku akan membantu mu apapun yang terjadi nanti. Jadi jangan sedih, kau pasti lulus walau harus di tunda." Ucap Serra.
"Ya, Terima kasih ya, Serra. Kau sudah membantu ku dalam suka dan duka." Ucap Nacita tulus.
"Kita teman bukan, justru Tuhan mempertemukan kita agar kita saling melengkapi dan mendukung satu sama lain." ucap Serra.
Nacita terharu mendengar itu, ia hampir saja menangis.
__ADS_1
"Maaf kan aku Serra, yang pernah egois." Nacita menunduk.
"Hey, kenapa kau menangis? Ayo hapus air mata mu itu, nanti dedek nya sedih." Ucap Serra menenangkan.
Nacita, sekarang mau melanjutkan kuliah karna dukungan dari Serra.
Dulu, bisnis online Nacita mengalami kerugian, karna mobil yang membawa barang pesanan terbakar di tengah jalan.
Saat itu menjelang hari raya idul Fitri. Dan pesanan jumlah banyak itu hangus di lahap si jago merah.
Nacita langsung rugi puluhan juta. Bahkan ruko kecil yang masih kontrak pun di tutup.
Nacita sempat terlilit hutang, tapi Alhamdulillah ada Serra dan Ara yang membantu Nacita menyelesaikan masalahnya.
Serra memang sedikit membantu mendapatkan uang, tapi motivasi dan kata bijak dari Serra lah, Nacita kembali bersemangat menjalani hidup.
Dan yang melunasi semua sisa nya adalah Ara. Ara sekarang harus bekerja kepada orang tuanya agar mengembalikan uang yang sudah Ara minta secara kontan puluhan juta.
Ara memang anak orang kaya, tapi orang tuanya merasa sudah sangat memanjakannya. Jadi sekarang Ara harus belajar untuk berjuang sendiri.
Apalagi Ara sudah memutuskan untuk menikahi Nacita. Otomatis Ara yang akan menjadi kepala keluarga.
"Kau itu sebenarnya tampan sekali!" Gerutu ayahnya Ara saat melihat penampilan Ara sudah berubah menjadi pria lagi.
Untuk pembaca :
Untuk episode 54 sampai selesai kayaknya bakal aku tulis biasa dan aku percepat, takut kalian bosan.
Terima kasih ya, yang masih mendukung karya Author yang masih belajar ini. Semua kritik kalian akan aku jadikan pegangan agar lebih memperbaiki lagiπ
To be continued
Di episode ini ada adegan yang tidak senonoh atau pornografi gk seh? Soalnya aku kok di tegur sama pihak nt yang ada di bab iniπ€
__ADS_1