Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Salah Faham Lagi 2


__ADS_3

Sekarang Fanny tengah hamil baru 2 minggu, Leo yang sekarang sudah menjadi suami idaman pun segera memenuhi segala keinginan ibu hamil tersebut.


Seperti sekarang, Leo tengah memenuhi ngidam istri nya, mau makan makanan pedas dari pedagang kaki lima, juga harus dimakan dipinggir jalan.


Keinginan yang aneh bukan? Apalagi pagi sekali begini sangat susah mencari makanan pedas.


Karna lelah berputar-putar sendari petang, Leo menelvon salah satu anak buahnya untuk membuatkan makanan pedas dan menjual makanan disekitar sana.


Leo menelvon diam-diam saat Fanny menggerutu pengen segera makan.


Dan disinilah mereka sekarang, disebuah tenda biru dengan menu Pecel Lele dan Mie Ayam.


Itu adalah ide jualan paling simple dan paling cepat yang di putuskan para anak buah Leo.


"Bagaimana? Kau suka?" Tanya Leo pada istrinya yang terlihat sangat girang mendapatkan makanan yang ia inginkan.


Fanny tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya.


🌷🌷🌷🌷


Serra pagi itu seperti biasa, berangkat ke kampus nya masih dengan bis. Enzo sebenarnya sudah memaksa agar Serra mau ia antar kan dengan mobil, tapi masih kekeuh mau berangkat pakai bis.


Sepanjang jalan Serra menatap cincin yang sudah Leon berikan padanya.

__ADS_1


"Ouhh... Kekasih ku romantis sekali." gumam Serra mengingat kejadian semalam.


Namun Serra mendadak sedih saat mengingat ucapan kakaknya semalam.


Malam *itu Serra tidak sengaja memecahkan gelas berisi kopi yang sudah Serra buatkan untuk Enzo.


"Serra, kau kenapa ceroboh sekali!" Pekik Enzo.


Serra hanya pasrah dan menerima ceramah panjang lebar dari kakaknya*.


"*Serra, bagaimana kuliah mu?" Tanya Enzo setelah mereka sudah membereskan kekacauan yang sudah dilakukan Serra.


"Baik kok, kak." Ucap Serra.


"Tapi kak, kan sudah dari sononya kayak gini kak." Serra membela diri.


"Kau mengambil jurusan farmasi, mau jadi apa? Ingat Serra, segala hal yang berurusan dengan rumah sakit, berurusan dengan nyawa seseorang. Kakak hanya khawatir kecerobohan mu merugikan orang lain." Ucap Enzo khawatir*.


Kata bijak dari kakaknya membuat Serra berfikir, bagaimana cara mengatasi sifat ceroboh yang sudah melekat dalam diri nya.


Serra menatap kedua tangannya dan menghembuskan nafasnya berat.


Serra kemudian melihat-lihat sekitar dan pandangan nya tidak sengaja melihat kearah dimana keberadaan Leo dan Fanny.

__ADS_1


Dengan cepat Serra berlari kedepan meneriaki supir bus agar segera memberhentikan bus nya.


Supir bus kaget dan berhenti secara mendadak. Serra pun berlarian turun dari bus tersebut.


Mobil yang berada di belakang bus tersebut membunyikan klakson mereka karna tindakan si bus yang bisa saja merugikan pengendara lainnya.


Bagaimana jika terjadi kecelakaan?


Serra berlari menerobos jalan dimana masih banyak pengendara motor yang melaju. Serra mendapatkan berbagai umpatan tapi ia tidak memperdulikan nya.


"Leon!" Teriak Serra saat sudah sampai didepan Leo sama Fanny.


Pasangan suami istri itu menatap Serra.


"Kau jahat Leon. Setelah semalam kau melamar ku, kau bermesraan dengan wanita lain!" Ucap Serra marah saat melihat Leo menyuapi istrinya.


"Aku tau kalau aku hanya lah gadis bodoh yang memang mendamba cinta dari pangeran sempurna seperti kamu! Tapi tidak seharusnya juga kau mempermainkan ku seperti ini." Serra berkata dengan amarah.


Serra kemudian melepas cincin yang melingkar indah di jarinya dan melemparkan nya ke wajah Leo.


Otomatis Leo memegang cincin yang jatuh ke tangannya.


"Mulai sekarang kita putus! Jangan temui aku lagi!" Teriak Serra berderai air mata.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2