Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Malu


__ADS_3

Selalu Update setiap jam 18 : 00


Insya Allah Updatenya banyak mulai hari ini 🙏


Semoga kalian terhibur ya🙏


"Kau.. Kamu ada masalah apa sama Leon? Kenapa kau ingin melawan dia? Apa dia melakukan sesuatu yang merugikan mu? Mengapa kau tidak mencoba untuk berdamai saja dengan Leon?" Tanya Serra bertubi-tubi.


Serra memang gitu orangnya, kepo an. Terus cerewet juga.


"Bukan merugikan, lebih tepatnya ia sudah mengganggu kesenangan ku, dan aku tidak suka ada yang mencampuri urusan ku." Ucap Leona diperjalanan pulang.


"Dia mengganggu mu?" Tanya Serra tidak percaya, pasalnya Leon adalah tipe yang dingin dan tidak pernah perduli dengan masalah orang lain.


"Ya. Aku tidak suka di usik." Jawab Leona sambil mematikan rokoknya yang sudah habis.


"Benarkah? Leon pasti punya alasan tersendiri mengapa ia melakukannya. Karna dia tidak pernah mengganggu orang lain sebelumnya." Ucap Serra sambil tersenyum mengingat betapa Arogan nya seorang Leon.


Leona bergidik ngeri melihat Serra yang senyum-senyum sendiri. Leona kemudian menempelkan telapak tangannya kedahi Serra.


"Tidak panas." Ucap Leona pelan.


Serra langsung menampik tangan Leona yang masih nempel di dahi nya.

__ADS_1


"Kenapa kau menyentuhnya!" ucap Serra merajuk, kelihatan dari bibirnya yang monyong kedepan.


"Kamu sepertinya sudah gila." Ucap Leona sambil geleng kepala.


"Ya aku sudah kehilangan kewarasan ku semenjak bertemu dengan pujaan hati ku, Leon." ucap Serra jujur.


Kemudian tiba-tiba Serra berhenti di tengah perjalanan.


"Kenapa?" Tanya Leona heran karena tiba-tiba saja Serra tidak melanjutkan perjalanan nya.


"Anu.. Itu loh. Kamu tadi kenapa terlihat dekat sekali sama Leon?" Tanya Serra pelan. Pasalnya ia takut kalau jawabannya adalah karena memang mereka dekat, apalagi kalau sampai ada hubungan.


"Oh.. Itu. Bu Husna memberi kami tugas dan kami kerjakan bersama. Itu saja." Jawab Leona. Karna memang itu yang terjadi.


"Em.. Leona." panggil Serra.


Leona yang dipanggil pun menoleh kearah Serra lagi dan menunggu hal apa yang akan dibicarakan.


"Kamu tadi makan bekal Leon?" Tanya Serra dengan muka merah padam.


Sebenarnya Serra sangat malu menanyakan nya tapi ia sudah terlalu penasaran. Jadi ia memberanikan diri untuk bertanya.


"Ya. Aku memang di kasih makan sama Leon. Tunggu, jangan-jangan kamu cemburu, ya." Tanya Leona penuh selidik.

__ADS_1


"Ti.. Tidak!" Teriak Serra gugup.


Bahkan tanpa sadar tangannya gemetar hebat karena merasa sudah terciduk.


"Ha ha ha..." Leona tertawa keras sekali saat tau mengapa Serra sangat marah.


"Kau.. Berhenti tertawa." Ucap Serra berharap Leona tidak menertawai nya lagi karena sesungguhnya ia sangat malu sekali.


"Oho.. Tidak perlu malu." Ucap Leona masih dengan tawanya.


"Sudah aku bilang jangan tertawa." Ucap Serra kesal.


Leona mencoba untuk mengendalikan dirinya dan menepuk kedua pundak Serra dengan tangannya.


"Jangan bersedih. Aku sama sekali tidak ada hubungan apapun sama Leon. Malah aku tidak mau lagi terlibat dengannya. Jadi kau jangan khawatir. Calon kekasih mu aman." Ucap Leona tergelak.


Serra sangat malu sekali mendengar penuturan itu. Serra kemudian melangkah kedepan dengan cepat agar bisa menghindar dari teman barunya itu.


"Minggir sana! Aku bisa pulang sendiri!" Serra mendorong Leona masih mengikutinya.


"No! Aku mau bareng kamu." Leona masih ingin menggoda Serra.


"Nggak mau! Sana pergi, jangan dekati aku!" Kini Serra dalam mode galak karena dia sudah sangat malu sekali.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2