Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Di Kejar Cinta 2


__ADS_3

Serra hampir pingsan saat mendengar kata 'Sayang' yang keluar dari bibir sexy Leon.


Namun Serra mencoba kembali menyadarkan diri.


"Jangan terbuai Serra, ingatlah Leon adalah buaya darat sekarang, jadi ia pandai menggombal." Serra mencoba menenangkan jantungnya yang sudah berdebar kencang.


Karena tidak mau terlihat kalah, Serra pun pergi meninggalkan Leon. Tapi Leon berhasil mengejarnya dan melangkahkan kakinya sama dengan langkah Serra yang kecil, karna memang kaki Serra pendek.


Serra cuek saja dan melangkah lagi, namun Leon tidak bisa diam saja dan mencuri ciuman lagi di bibir Serra.


Serra sangat kesal dan menendang kaki kiri Leon dengan kuat.


Leon hanya meringis karena tendangan itu tidak terlalu sakit bagi kakinya yang sudah seperti baja, tahan banting.


Leon dengan iseng kembali mencuri ciuman bibir lagi saat Serra lengah.


Serra sangat kesal dan memukuli Leon dengan tas yang tadi menggantung di bahunya kini Serra menjadikan tas itu sebagai alat untuk memukuli Leon.


Pukulan itu tidak membuat Leon kesakitan malah tertawa kencang.


Serra sedikit kaget, Leon tidak pernah tertawa sebahagia ini sebelumnya. Serra baru melihat nya.

__ADS_1


Begitu pun dengan Leon, ini adalah tawa terlebar yang pernah Leon lakukan.


"Kau membuat ku kesakitan!" Sentak Leon berdusta. Pasalnya tubuhnya tidak terasa sakit.


"Kau yang memulai duluan, tidak seharusnya kau mencium paksa aku!" Sungut Serra.


"Lalu kalau aku minta izin apakah kau akan mengizinkan nya?" Tanya Leon sambil mendekati wajah Serra.


"Tentu saja tidak!" Bentak Serra sambil mundur kebelakang. ia takut di cium paksa lagi sama Leon.


"Kenapa, hm?" Ucap Leon setelah berhasil mengurung Serra dengan tangannya, karna Serra tidak bisa mundur lagi karna menabrak pohon belakangnya.


"Kau, bisa tidak kau jangan dekati aku. Minggir, ini terlalu dekat." Ucap Serra takut.


Serra memukul dada Leon keras karena ia tidak mau dicium lagi.


Tapi Leon tidak bergeming, malah memperdalam pungutan nya. Serra sampai kualahan mengimbangi permainan Leon.


Serra menetes kan air matanya. Leon yang merasa pipinya basah pun mengakhiri ciuman nya.


"Kenapa?" Tanya Leon sambil menghapus air mata yang mengalir di pipi Serra.

__ADS_1


"Kenapa gadis ini menangis?" Pikir Leon.


Serra tidak menjawabnya, hanya menampar pipi Leon.


Leon merasa pipinya sangat panas, bahkan tangan Serra masih ngecap disana.


"Kau menampar ku?" Tanya Leon tidak percaya.


"Ya! Kau lelaki gila yang melakukan seenaknya saja! Kau fikir aku wanita murahan yang dengan mudah kau permainkan? Kau fikir dirimu sekeren itu sehingga kau mudah menaklukkan wanita mana saja!" Bentak Serra disertai tangisannya.


"Hei, apa maksudmu?" Leon tidak faham.


Kenapa Serra menuduh nya macam-macam?


"Jangan sok tidak tahu! Setelah kau jalan dengan seorang wanita cantik, kau merayuku. Kamu kemudian bermesraan dengan Leona semalam dan sekarang kau dengan seenak jidat mengejar ku, bahkan mencium ku secara paksa! Kau fikir aku boneka yang bisa kau mainkan sesuka hati mu, huh? Kau jahat Leon, kamu tidak pernah bisa mengerti perasaan seorang wanita! Kau jahat!" Teriak Serra seperti orang gila.


Serra kemudian mengacak rambutnya yang sudah berantakan menjadi semakin berantakan.


Leon sangat kaget mendengar tuduhan itu, tapi kemudian Leon tersenyum lagi saat sadar kalau gadis di depannya ini sedang cemburu.


To be continued

__ADS_1


Bab lanjutan menyusul nanti malam. Kalau tidak jam 10, ya jam 11.🙏🙏🙏🙏


__ADS_2