Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Tiga Kembar Beda Generasi


__ADS_3

"Leon!"


Leon menoleh kearah suara orang yang sudah memanggil namanya.


Leon sangat kaget melihat seorang pria seusia dengan nya memiliki wajah yang mirip dengan wajahnya.


Juga lelaki paruh baya yang juga duplikat nya.


Begitu pun dengan Rafa dan Leo, mereka tidak menyangka. Ternyata yang mendatangi markas Rafa adalah Leon.


Pantas saja Leon dapat menemukan keberadaan markas yang sangat tersembunyi itu.


🌷🌷🌷🌷


Ruang rahasia milik Rafa menjadi mencekam saat Leon menunjukkan tatapan tajam pada dua orang dihadapannya.


Mereka bertiga memutuskan untuk bicara bertiga.


Leon masih ingat kata Kenzo, kalau orang tuanya telah menelantarkannya.


Leon sangat kesal. Ternyata saudara kembarnya mendapatkan kasih sayang yang melimpah dari orang tuanya. Malah dia hidup sebatang kara.

__ADS_1


Suasana yang tadinya menegangkan menjadi buyar tatkala Rafa menangis sesenggukan.


Bahkan tak jarang keluar ingus yang langsung di lap pakai baju nya.


"Dad, kau jorok sekali!" Pekik Leo langsung berdiri dari duduknya, otomatis Leo langsung berdiri di samping Leon. Karna memang itu arahnya.


"Biarlah boy. Daddy sangat tidak menyangka bisa bertemu dengan kembaran mu lagi. Setiap malam daddy tidak pernah bisa tidur nyenyak memikirkan kemana perginya dua anak daddy yang lain. Daddy..." Rafa menghentikan ucapannya dan menghapus ingusnya lagi.


"Daddy yang salah. Jika saja daddy mendengar kan saran dari kakek kalian untuk membangun pertahanan yang tidak bisa di tembus musuh dari awal. Daddy pasti bisa melindungi kalian. Kau tidak akan kehilangan saudara mu." Sesal Rafa masih terisak.


Masih teringat dalam benaknya ketika Zila selalu mengingau menyebut nama si kembar sambil menangis setiap malam.


Rafa akan terbangun dan memenangkannya.


Siapa juga yang tidak sedih kehilangan anak kandung nya?


Leo percaya ucapan Daddynya itu, Leo sering melihat daddy nya menangis setiap malam.


"Kenapa kau tidak pernah mencari ku, kalau aku benar anak mu? Sangat terlihat jelas sekali kalau kau tidak menginginkan aku. Kau fikir aku akan mempercayai bualan mu. Apa waktu mu begitu penting untuk urusan mu yang lain, dari pada mencari ku?" Tanya Leon sarkas hatinya masih terluka.


Ayahnya orang yang hebat dan kaya, tapi menemukannya saja susah.

__ADS_1


Rafa sangat sedih saat Leon tidak mempercayai nya, bahkan memarahinya.


"Boy, kau lupa? Daddy pernah kesulitan menemukan keberadaan Mommy mu karna kau yang menyembunyikan nya. Dan kau juga melindungi data mu sedemikian rupa. Daddy tidak bisa menembusnya." Ucap Rafa jujur, memang itu yang sedang terjadi.


"Mengapa kau bersembunyi boy?" Tanya Rafa.


"Siapa yang bersembunyi?" Teriak Leon.


Leon tidak mau disalahkan. Mengapa malah di yang si sudut kan.


"Lalu apa yang terjadi boy? Kalau kau tidak bersembunyi, mengapa kau bisa lupa arah jalan pulang? Bukankah kau keturunan paling jenius kebanggaan daddy? Kemana kejeniusan mu?" Entah mengapa Rafa malah emosi.


"Kau menyalahkan ku?" Ucap Leon sambil menggebrak meja.


Selama ini ia sudah cukup menderita menjalani hidup sendirian tanpa ada warna dalam hidupnya.


Leo langsung tanggap dan memeluk Leon yang memang berada di dekatnya.


"Kak maaf kan Daddy, Daddy yang salah. Kakak jangan pergi lagi. Ayo pulang me rumah kak." Leo membujuk Leon.


Leo sudah sangat merindukan kakaknya ini, ia tidak mau kehilangan lagi.

__ADS_1


"Dad, tenangkan dirimu! Kenapa kau malah memarahi kak Leon? Bukankah disini kau yang salah? Kau tidak tau, apa saja yang dilalui kakak selama ini. Jadi jangan menyalahkannya!" Teriak Leo yang masih memeluk erat Leon yang mau pergi.


To be continued


__ADS_2