Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Cemburu pada teman baru


__ADS_3

Sekarang Nacita sedang berada didepan gerbang sekolah, karna memang bel baru berkumandang.


Nacita menatap kepergian bus yang sudah membawa Serra pulang.


"Hei, beb. Kau sendirian saja." Ucap Ara dari belakang Nacita.


Nacita sangat kaget mendengar suara melengking itu.


"Kau mengagetkan ku saja." Nacita memukuli pelan dada bidang Ara karna kesal.


"Sudah. Hei hentikan! Sakit tau!" Ucap Ara dengan manjanya.


Dengan otot yang kekar dan tubuh yang atletis, tentu saja pukulan kecil seperti itu tidak lah sakit.


Nacita memukul kali ini lebih kencang lagi.


Plakkkkk


Membuat Ara memekik kesakitan karena yang terakhir benar-benar sakit.


"Kamu ini kenapa sih, terakhir hari ini sukanya marahin aku terus." gerutu Ara kesal dengan tindakan konyol Nacita.


"Aku lagi bete sama Serra. Semenjak memutuskan untuk belajar, Serra terus saja mengabaikan ku. Aku gemes banget. Pengen main sama tuh anak tapi dia sibuk melulu. Aku kangen keluar bareng sama dia. Aku kangen jalan berdua lagi sama dia, tapi lihatlah.. Dia sudah lama tidak nongol. Bahkan batang hidungnya ngumpet di lubang semut. Gemes kan aku sama tuh anak. Pengen tak jitak kepala anak nyebelin itu." Gerutu Nacita mengeluarkan seluruh keluh kesah nya yang selama ini ia pendam.


"Tenang lah.." Ara mencoba memahami Nacita yang kini kesepian.


"Tenang bagaimana! Aku mau main. Tapi ngga ada temen. Ngga seru sekali!" Nacita masih marah.

__ADS_1


Dan korbannya adalah tangan Ara yang diplintir kesana kemari.


"Aw... Sakit... Sakit sekali." Teriak Ara.


Sungguh, Nacita bisa menjadi binatang buas hanya dengan membuatnya kesal.


Dan selanjutnya adalah perut Ara yang dicubit asal sama Nacita.


"Aw.. Aw.. Aw..." Bukan kesakitan, Ara malah menikmati cubitan perut itu.


Nacita yang mengetahui pikiran mesum Ara langsung menjitak dahi Serra dengan keras.


Ttak...


"Aduuuuuuh!" Teriak Ara.


Wajah cantik nya akan ternoda gara-gara dahinya yang sakit.


Kali ini Nacita berencana untuk menemui Serra dirumahnya karna ia sudah sangat kangen sama anak tolol bin bodoh itu.


Namun saat sampai di sana, Nacita mengurungkan niatnya karena melihat keakraban teman baiknya itu bersama teman baru, Leona.


Saat mereka mau bubar, Nacita bersembunyi di belakang tempat sampah.


"Serra, kau tidak punya waktu untuk aku, tapi kau punya waktu untuk bersantai bersama dia." gumam Nacita sambil menghapus air mata yang sudah terlanjur jatuh mengenai pipinya.


"Baiklah. Kita lihat saja besok. Kalau kau masih mengabaikan ku dan lebih memilih bersama dia, maka terimalah pembalasan ku!" guman Nacita lagi.

__ADS_1


Nacita tidak mau kehilangan teman polos yang apa adanya seperti Serra.


Flashback


Serra kala itu sedang memakan es krim coklat kesukaannya. Saat itu masih tahun ajaran baru dan Mereka masih kelas satu.


Karna keasikan makan es krimnya, Serra tidak melihat kalau ada seseorang di depannya.


Bruk


Mereka pun bertabrakan dan es krim yang tadinya ditangan Serra sekarang harus nempel dibaju indah Nacita.


"Kau ini. Bisa tidak kalau jalan itu pakai mata, bukan pakai dengkul!" Nacita sangat marah.


Yang ia pakai adalah baju yang masih baru. Warnanya juga putih. Pasti akan sulit menghilangkan bekas noda itu.


"Maaf, Maafkan aku." Sesal Serra, dia benar-benar tidak sengaja.


Nacita kemudian mengerjai Serra. Serra disuruh untuk memutar lapangan dan menjadi asisten nya selama seharian. Tak lupa pijatan yang selalu Nacita dapatkan.


"Enak, aku memaafkan mu." Ucap Nacita saat di pijat oleh Serra.


Akhirnya setelah perjuangan keras, Serra berhasil mendapatkan maaf dan semenjak itu mereka menjadi teman.


Flashback end


To be continued

__ADS_1


__ADS_2