Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Fakta Baru


__ADS_3

Leon mengusap pelan punggung Serra saat pujaannya itu menangis.


"Aku merindukan kedua orang tua ku, Leon. Aku merindukan mereka." Ucap Serra dengan sesegukan.


Hati Leon tercubit mendengar itu. Sampai saat ini Leon belum berani mempertemukan Serra dengan ibu kandungnya karna ia takut, Serra akan sedih saat tau keadaan ibunya sedang tidak baik-baik saja.


"Mereka meninggalkan ku. Ayah ku sudah tiada saat aku masih bayi, sedangkan ibu ku juga meninggal di karna kebakaran." Ucap Serra masih terisak. Ibunya pasti akan kesakitan sekali.


"Ibu mu meninggal karna kebakaran?" Tanya Leon ingin menguak lebih banyak fakta tentang ibu angkatnya.


"Ya. Aku dan kakak saat itu entah mengapa tidak mengingat apapun. Bahkan kakak selalu menyuruh ku untuk memeriksakan diri kedokter. kakak ku aneh sekali, aku tidak memiliki penyakit apapun tapi kakak selalu menyuruh ku periksa terus dirumah sakit." ucap Serra mengatakan kekesalannya pada kakaknya.


Leon curiga mendengar itu. Apa yang sebenarnya terjadi?


.............................................................


Kedua pria yang terlihat gagah dan berwibawa itu tengah saling pandang dengan tatapan tajam.


"Jelaskan padaku, apa yang terjadi pada hari itu." Tanya Leon mengintimidasi.


"Kau itu aneh sekali, Leon. Kau menculik ku dari rumah sakit hanya untuk kau tanyain hal yang tidak jelas. Maksud mu apa? Hari raya nyepi apa hari velentine?" Ucap Enzo kesal sambil menendang meja di depan Leon.


"Jujur pada ku, kau pernah hilang ingatan?" tanya Leon memastikan.


Enzo memicingkan matanya saat mendengar itu. Apa Leon tau sesuatu? Mendadak firasat Enzo tidak karuan saat mengingat Leon memiliki seseorang yang sangat mirip dengan ibunya.


"Kenapa kau ingin tau?" Tanya Enzo curiga.


"Aku juga sedang hilang ingatan. Dan ternyata ada yang sengaja menyuntikkan sebuah serum berbahaya agar aku melupakan masa kecil ku." Ucap Leon jujur.

__ADS_1


Enzo sangat kaget mendengar itu.


"Kau juga melupakan masa kecil mu?" tanya Enzo refleks berdiri dari duduknya. Enzo kemudian mengusap wajahnya kasar.


"Ya."


Enzo kemudian menceritakan semua yang terjadi pada Leon, termasuk keadaan terkini Serra.


"Saat aku bangun, aku tidak mengingat apapun. Namun aku menemukan berkas tentang diri ku dan Serra juga orang tua ku. Setelah itu kami mendapatkan laporan dari pihak kepolisian kalau ibu ku meninggal dalam keadaan terbakar. Wajahnya sudah tidak terlihat lagi." ucap Enzo sedih mengingat itu semua.


Setelah berbincang dan mengucapkan salam perpisahan, Leon segera pulang dan menyelidiki tentang ini lebih detail lagi.


...................................................


Zila malam itu terbangun dari tidurnya karna haus sekali. Tanpa sengaja Zila melihat lampu kamar Leon yang masih menyala.


Tok... Tok... Tok....


"Kau belum tidur, sayang?" Tanya Zila.


"Belum mom."


"Kau sedang melakukan apa? Tugas dari kampus, ya?" Tanya Zila.


"Bukan, mom." Leon sebenarnya ingin tanya sesuatu tapi ia bimbang.


"Mom, kau ada waktu?" Tanya Leon agak takut kalau ibunya kembali mengantuk dan berniat tidur lagi.


"Ada sayang. Kenapa?"

__ADS_1


"Ayo masuk kekamar ku, mom. Ada yang mau aku tanyakan pada mommy." Ucap Leon.


Kini kedua pasangan ibu dan anak itu sudah berada di dalam kamar dengan Zila di atas kasur dan Leon duduk di kursi belajarnya.


"Kenapa, sayang apa yang kamu tanyakan pada mommy?"


"Mom, kau mengenal Kenan?" Tanya Leon agak takut.


Zila sangat kaget mendengar itu. Apa anaknya sedang di ganggu lagi sama Kenan? Tapi Kenan sudah masuk penjara.


"Kenapa sayang? Apa dia mengganggu mu?"


"Bukan mom. Seseorang bernama Kenan dan Lula sudah menjual ibu dari kekasih ku di tempat pelacuran Nona Feng." Ucap Leon mengungkapkan hasil penyelidikannya tentang Serra.


"APA?" pekik Zila kaget.


"Mom, apa mommy tau sesuatu?" Leon penasaran.


"Leon, saat itu mereka menculik mommy, mereka berniat akan menjual mommy ketempat pelacuran itu, tapi mommy berhasil melarikan diri." Ucap Zila.


Setelah berbincang sebentar, Zila pun kembali ke kamarnya, tak lupa ia menyuruh Leon untuk segera tidur karna sudah larut malam. Tapi, apakah Leon akan tertidur? Tidak!


Leon langsung meretas semua hal yang berkaitan dengan kejadian penculikan mommynya. Leon melihat berita penangkapan Kenan.


Leon meretas sosial media Kenan. Saat sudah mendapatkan nomor WA Kenan, Leon meretas semua chat dan panggilannya.


Leon berdiri dari duduknya dan mengusap wajahnya kasar saat mendapatkan fakta kalau Kenan dan Lula sengaja menculik ibu Serra agar menggantikan posisi Zila yang melarikan diri. Bahkan mereka nekat mencuri Serum buatan Olaf untuk disuntikkan pada Serra juga Enzo.


"Serra, maafkan aku. Semua kesedihan mu berawal dari konflik keluarga ku."

__ADS_1


To be continued


__ADS_2