Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Ancaman Leona


__ADS_3

Enzo di buat kalang kabut dengan pasien yang baru datang dengan keadaan yang aneh.


Pasien atas nama Sono yang menderita retak punggung dan pasien yang bernama Situ yang tangannya sudah tidak berbentuk lagi.


Di sela rambutnya juga keluar darah.


Dan keterangan mengapa mereka bisa terluka sangat lah tidak logis.


"Kecelakaan mobil." Jawab mereka, tapi siapa yang percaya.


Jari yang sudah memutar semua karna kecelakaan mobil. Bahkan jari itu terbentuk sangat lah rapi.


Sedangkan Situ sama Sono sengaja tutup mulut atas kejadian yang sebenarnya karna mereka sudah diberi ancaman keras sama Leona.


"Kalian masih ingin hidup bukan?" Tanya Leona waktu itu.


Mereka mengangguk patuh.


"Bagus. Aku akan menelvon ambulan kemari tapi ingat, jangan sampai kalian mengadu sama polisi tentang kejadian ini atau akan ku ambil jantung kalian secara paksa dalam keadaan sadar."


Mereka merinding mendengar ancaman itu, mereka kemudian mengangguk cepat dan berharap tidak bertemu lagi dengan Leona*.


"Dokter, bagaimana cara kita menangani tangan pasien yang berbentuk seperti itu?" Tanya suster kebingungan.


Soalnya kalau di perban, bentuk nya tidak memungkinkan.


Tapi mau di apakan lagi, kalau tidak diperban luka yang terbuka takutnya kena bakteri atau kuman yang bisa membuat luka itu semakin lama sembuh.

__ADS_1


Enzo yang menangani juga agak bingung, akhirnya luka itu di perban pelan dan di potong kecil menyesuaikan bentuk.


Setelah memakan waktu yang lama, akhirnya tim medis membubarkan diri saat waktu pasien istirahat.


"Mengerikan sekali." Enzo bergidik ngeri melihat tangan pasien yang sudah ditanganinya yang tadi sudah membengkak.


Saat mencuci tangan, Enzo teringat dengan gadis kecil yang berhasil memelintir tangannya.


"Apa dia pelakunya?" pikir Enzo.


Pasalnya pakaian kedua pasiennya seperti preman.


"Kenapa juga aku harus memikirkan nya?" Gerutu Enzo, kemudian langsung menuju ruangan nya setelah merasa tangannya sudah bersih.


-


Setelah menyelamatkan wanita itu, Leona dipaksa untuk ikut. Wanita paruh baya itu berdalil.


Ia ingin sekali bisa lebih dekat dengan gadis cantik dihadapan nya ini.


"Baiklah." Leona tidak punya pilihan lain karena ia sudah kasihan sama ibu ini.


"Benarkah? Ayo kalau gitu, ada restoran seafood yang enak sekitar sini. Kita makan disana, ya." Ucap Wanita paruh baya itu.


Leona kemudian menuruti keinginannya.


"Oh ya, nama kamu siapa?" Wanita paruh baya itu bertanya.

__ADS_1


"Leona." Jawab Leona singkat.


"Nama yang cantik. Nama mu mirip seperti anak saya. Jangan-jangan kalian memang jodoh." Ucap Wanita paruh baya itu tertawa garing.


Leona hanya tersenyum paksa menanggapinya.


"Nama ibu siapa?" Tanya Leona basa basi.


"Nama ibu Okta. Kamu masih SMA?" tanya Okta penasaran semua tentang gadis super ini.


"Ya. Aku sekolah di SMA TARUNA 1." Jawab Leona jujur.


"Apa? Kau sekolah disana?"


"Ya."


"Berarti kau juga kenal si jenius Leon?" Tanya Okta berharap.


"Ibu juga mengenalnya?" Tanya Leona tidak percaya.


"Iya. Leon adalah anak ibu." Ucap Okta membanggakan diri kalau anak yang sangat berbakti itu adalah anaknya.


"Apa?" Kini Leona yang dibuat kaget. Mengapa dunia ini sempit sekali?


"Iya. Kamu bisa sering bermain kerumah ibu, siapa tau nanti kamu bisa bertemu dengan Leon." Ibu itu berharap.


"Nanti saya pikirkan." Ucap Leona samvil menyeruput jus yang sudah datang.

__ADS_1


Leona merasa ia butuh energi lebih banyak agar tidak jantungan menghadapi kenyataan.🤭


To be continued


__ADS_2