Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Leon yang di kira Leo


__ADS_3

"Boy, apa Leona ada bersama mu?" Tanya Rafa penasaran.


"Tidak, dad." Jawab Leon.


Leon memang tidak bersama dengan Leona sejak kecil, tapi dia sudah bertemu dengan Leona.


Sepertinya Leon harus menyelidiki hal ini lebih lanjut.


🌷🌷🌷🌷


Setelah melalui berbagai bujukan, akhirnya Leon mau untuk ikut mereka pergi kerumah untuk bertemu dengan Zila.


"Kau tidur dulu saja, besok baru bertemu dengan Mommy mu, karna dia udah tidur." Ucap Rafa setelah mengecek Zila sedang pulas dalam kamar.


"Ya, Dad." Ucap Leon menyetujui, ia juga lelah.


"Kak, kau harus tidur bersama ku, kita bergadang sampai pagi. Gimana?" Leo menawarkan. Ia sudah sangat merindukan kakak nya dan ingin berbagi cerita dengan kakaknya.


"Hm..."


"Kak, bagaimana kalau kita beri mommy kejutan? Besok kau saja yang nongol di meja makan." Ucap Leo bersemangat.


Ibu nya pasti sangat kaget karena anak pertama nya sudah kembali.


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Seperti biasa, Zila akan memasak sendiri untuk para kesayangan nya.


Menu hari ini adalah daging. Zila sudah merebus daging dulu, baru memotong makann yang lain.


Leon kemudian menghampiri orang yang baru ia tahu kalau ternyata mommy nya.


"*Sangat mirip dengan Leona. Jika memang Leona adalah saudara ku...." Gumaman Leon sedikit terjeda mengingat sesuatu.


"Ya! Bukankah aku dan Leona memiliki darah yang sama? Kami juga sama, tidak mengingat saat masih kecil! Sepertinya,...." Leon terdiam.


"Aku harus menyusul Leona dan bertanya apa yang terjadi pada nya*." gumaman Leon berakhir dan segera menghampiri ibunya.


"Aku juga ingin mendapatkan kasih sayang." pikir Leon dalam hati.


"Selamat pagi." Ucap Leon canggung.


"Em... Mau bantu.. Mommy." Leon mengucapkan dengan kikuk. Lidah Leon terasa asing berkata seperti itu.


Zila curiga dengan nada bicara Leon yang dia kira Leo, tumben banget Leo gugup kayak gini.


Zila menatap Leon dengan tatapan mengintimidasi. Leon semakin gugup di tatap seperti itu.


"Kau tidak sedang melakukan kesalahan bukan?" Tanya Zila galak.


"Ti.. Tidak." Ucap Leon terbata. Entah mengapa sekarang ia menjadi seekor tikus yang takut di jadikan santapan kucing betina galak ini.

__ADS_1


Zila mengacungkan pisau yang ia pakai untuk memotong sayur dan berkata.


"Mommy tidak akan memaafkan mu, kalau kau melakukan sesuatu yang tidak mommy sukai."


Zila menancapkan pisaunya ke tempe berukuran besar yang ada disana dan berlalu pergi untuk mencuci sayur lainnya yang belum di potong.


"Galak sekali." Leon bergidik ngeri melihat nya.


Padahal Leon berniat mau membantu tapi malah di marahi.


"Mommy dan Daddy tempramen nya buruk sekali." kesan pertama Leon bertemu mereka.


🌷🌷🌷🌷


Saat di meja makan, Leon duduk di antara mereka. Sedangkan Leo masih leyeh-leyeh di kamar.


Zila kemudian mengambil kan nasi dan lauk untuk Rafa, tak lupa Zila juga mengambil kan nasi untuk Leon yang Zila masih mengira Leo.


"Kau harus makan yang banyak ya sayang. Kau tidak kerja hari ini?" Zila bertanya karna Leon memakai pakaian biasa, bukan pakaian kantor.


Karna tidak ada jawaban, Zila menatap manik mata anaknya. Zila sangat kaget saat melihat tahi lalat di hidung bawah anaknya.


Bukankah Leon yang memiliki tahi lalat di sana?


Hanya itu yang membedakan Leo dan Leon karena wajah mereka sangat mirip.

__ADS_1


To be continued


__ADS_2