Mengejar Cinta Mr Arogan

Mengejar Cinta Mr Arogan
Introspeksi diri


__ADS_3

Dalam hidup ini, kita akan berjumpa dengan orang yang baru. Dan nanti, ada kalanya kita akan berpisah.


Datang akan pergi, lewat kan berlalu, setiap yang bernyawa pasti pernah mengalami kehilangan.


Entah kehilangan pasangan, keluarga, harta, dan yang paling menyakitkan adalah kehilangan kepercayaan dari masyarakat sekitar kita.


Serra.


@@@@@@@@@@@@


Saat ini Serra sedang berada di danau yang letaknya tak jauh dari rumah kecilnya.


Ia ingin merenung. Leon adalah salah satu alasan mengapa ia giat belajar. Kini semangatnya kembali turun tatkala patah hati.


Serra menghirup udara segar sebanyak mungkin, berharap pikiran nya kembali fresh dan bisa ia pakai belajar lagi.


"Ayolah Serra! Kamu bisa kamu pasti bisa!" gadis bodoh itu menyemangati dirinya sendiri.


Namun tidak semudah itu.


"Bener ya, kalau kita sedang memulai sesuatu, pas awal memang penuh tekad dan ambisi untuk mendapatkan nya."

__ADS_1


"Kalau sudah di tengah jalan, pasti akan ada saja rintangan yang bisa saja membuat kita down dan bahkan sampai ada yang melupakan mimpi mereka karna menganggap mimpi itu sangat lah mustahil untuk di dapatkan."


"Dan aku... Aku seperti nya salah langkah. Aku terlalu menyombongkan diri tanpa menilai betapa tidak mungkin aku bisa meraih juara, dengan otak udang yang aku miliki. Aku.. Aku mengaku kalah."


Serra berkata sendiri di danau itu. Ia sengaja menyendiri untuk introspeksi diri.


Serra merenungkan apa saja yang sudah ia capai selama menjalani hidup. Dan hasilnya adalah 'NOL'.


"Ya Tuhan.. Aku menyesali semua perilaku ku yang menyusahkan orang lain, terutama kakak ku, pak satpam dan juga Nacita."


"Ternyata sampai aku sebesar ini, bahkan sampai mau lulus. Aku telah menyia-nyiakan waktu ku yang ternyata sangat lah berharga. Aku menyesal Ya Tuhan... Lebih suka bermain dari pada belajar."


Serra menangis meratapi kebodohan yang ia lakukan selama bertahun-tahun.


Mengapa ia tidak menyadari semua dari awal?


Jika saja Serra bisa sedikit membanggakan Enzo dari awal. Pasti Serra tidak akan merasa tidak berguna. Setidaknya Serra bisa sedikit membanggakan diri.


Walau usahanya untuk belajar tidak lah seberapa, dibandingkan dengan perjuangan kakaknya yang banting tulang berjuang untuk membahagiakan nya.


"Sepertinya aku sudah tidak punya harapan lagi. Ujian Nasional sudah mepet. Dan aku belum belajar soal SBMPTN agar dapat beasiswa."

__ADS_1


Serra memejamkan mata setelah berucap. "Ternyata perjuangan untuk sukses sangatlah panjang." pikir Serra.


Tanpa Serra sadari, ada seorang gadis cantik yang mendengar kan seluruh keluh kesahnya.


"Kau sangat lah tidak keren!" Ucap Leona setelah sampai didepan Serra.


Serra langsung membuka matanya mendengar itu.


"Kau, kenapa kau bisa ada disini?" Tanya Serra gelagapan.


Ia seperti tertangkap basah mencuri. Padahal ia hanya takut kalau Leona mendengar apa saja yang ia katakan.


"Ini adalah bumi. Seluruh bumi adalah milik Tuhan, dan dimana pun aku berada terserah aku. Yang penting Tuhan mengizinkan." canda Leona.


Leona ingin mendekati Serra agar bisa membalas kelakuan tidak sopan Leon padanya. Karna sepertinya Serra gadis yang cukup pemberani untuk melawan Leon, walau otak udang.


"Kau... Apakah kau..." Serra menjeda pertanyaan nya, karna ia agak kurang siap mendengar jawabannya.


"Aku mendengar semua keluh kesah mu." Ucap Leona sambil mengambil putung rokoknya dan menyalakan korek.


Serra sangat kaget melihat gadis cantik itu merokok.

__ADS_1


"Leona, kau.. Kau merokok?"


To be continued


__ADS_2