
Dion Wijaya, anak dari pasangan Prana Wijaya dan Ani Wijaya, kedua orang tua Dion salah satu pemegang perusahaan besar di Indonesia. Dion yang dari lahir sudah menikmati kekayaan orang tuanya, semakin menambah daya tariknya untuk memikat gadis-gadis cantik, selain memilik kekayaan. Dion memiliki paras yang rupawan, dan sangat playboy, dia sangat terkenal diantara gadis-gadis cantik yang mengincar pacar sempurna, diusianya yang kini beranjak dua puluh tahun. Dion kini tengah berkuliah semester lima di universitas yang terkenal di Indonesia. Dengan julukannya sebagai playboy, sudah wajar jika seorang Dion memiliki banyak pacar. Bahkan memiliki ciri khas tersendiri yang membuat dion bingung menentukan pilihan.
Carla merupakan pacar pertama dion yang tomboy. Setiap kencan dengan Dion, lokasinya pasti dekat tempat gadis itu latihan karate. Suatu hari mereka bertemu sepasang kekasih yang lagi bertengkar karena si cowok selingkuh. Ketika mendengar kata selingkuh, Carla langsung menendang perut si cowok hingga pingsan. Dion hanya terpaku menatap kekasihnya. Ada rasa takut yang hadir tiba-tiba. Apalagi setelah menghajar si cowok, Carla kemudian mendatangi Dion sambil berkata,
"Kalau kamu selingkuh, aku bakal patahin kamu seperti ranting ini." Ucapnya sambil mematahkan ranting di depan Dion yang pucat.
Aduh,
Dion merinding serasa tubuhnya benar-benar dipatahkan oleh Carla.
Dini pacar kedua.Meski terkesan simple tidak banyak tingkah tapi gadis ini luar biasa matre. Tidak memilah-milah siapa yang hendak dia porotin, bahkan dia pernah morotin cowok yang baru dikenalnya.Kasihan cowok yang menjadi korban kebohongannya.
Pacar ketiga, Vania. Katanya profesinya artis tapi yang selama ini terlihat dilayar kaca hanya kaki,tangan dan bagian belakang tubuhnya saja. Hal yang wajar karena perannya hanya sebagai pemeran pengganti. Tapi Vania tidak peduli. Saat ke kampus, stylenya seperti artis yang terkenal.
Dion kadang merasa malu jika mereka jalan bersama di kampus. Dia harus siap melihat tatapan aneh, atau mendengar pembicaraan yang menyebut Vania hanya artis pengganti tapi lagaknya seperti artis papan atas. Namun Vania tidak peduli atau mungkin karena rasa malu sudah hilang dari hatinya. Gadis itu tak merubah penampilannya, justru makin menambah style keartisan pada dirinya. Akhirnya Dion menyerah dan terpaksa mendukung sikap Vania karena tidak ingin mematahkan semangat kekasihnya itu. Ternyata Dion tipe pengertian juga.
Rani anak pengacara.Jika berbicara maka yang keluar dari mulutnya selalu tentang hukum.Jika Dion terlambat menjemput, maka Rani akan berkata seperti ini,
"Dion, kok kamu kelamaan sih?Kamu tahu orang yang nggak tepat waktu bakal dapat hukuman dari mama!"
Dion hanya bisa mengamati Rani yang masuk ke mobil dengan wajahnya yang cemberut.
Apa hubungannya telat dengan hukuman mamanya? Pikir Dion.
Di antara beberapa gadis yang pernah singgah dihati Dion, Aisyah yang paling istimewa. Gadis ini putri dari seorang kyai di pondok pesantren. Wajar jika ilmu agamanya sangat kuat.
Dion pernah mengajak Aisyah jalan-jalan. Gadis itu setuju tapi syaratnya....
"Tapi aku bawah teman yah." Dion terpaksa menerima.
__ADS_1
Dan kembali Dion harus merasa kecewa ketika mereka telah berada didalam mobil.Aisyah memilih dudukdibelakang bersama temannya.
"Emang aku supir? Aku kan pacar kamu, Syah?Seharusnya kamu duduk didepan temani aku." Protes Dion.
"Kita kan nggak pacaran Dion?Kita cuma ta'ruf."
"Ok."
Dion tersenyum.
Katanya Ta'aruf tapi kalau ada gadis lain yang mendekati aku, cemburu juga..
Cintya sangat mandiri. Dia sudah bekerja hingga jarang minta uang pada orang tuanya. Malahan dia yang mengirim uang setiap bulan. Di antara pacar-pacar Dion, Cintya yang paling tua usianya.
Gadis berikutnya yang sering membuat Dion kewalahan adalah Bella. Bella sangat centil. Seringkali meski sedang bersama Dion, dia malah main mata dengan cowok lain. Dion bukan tak mengetahui tabiat kekasihnya. Jika disarankan putus, Dion tidak mau. Sebenarnya dia tidak peduli dengan sikap Bella. Bagi Dion, yang penting dia happy bersama Bella.
Gita pacaran dengan Dion hanya untuk memanfaatkan cowok itu saja secara Dion anak orang kaya. Gita bisa bebas minta dibelikan apa saja. Ketika berjalan-jalan di mall, dia bisa beralasan lupa bawa dompet hingga Dion dengan sukarela membayar semua barang yang telah dibeli. Akalnya sungguh licik.
Jika Cica suka tertawa sendiri, lain hal dengan Dilla. Gadis ini suka usil mengerjai orang. Dia pernah mengirim sms ke Dion mengabarkan Jika dia kecelakaan dan sedang berada di rumah sakit. Karena panik, Dion bergegas ke rumah sakit. Tapi betapa kagetnya Dion ketika tiba di parkiran rumah sakit, nampak Dilla tengah tertawa menunggunya.
"Kamu kena deh.." Teriaknya saat Dion keluar dari mobil.
"Kenapa kamu ada disini? Bukankah tadi kamu sms lagi dirawat?" Tanya Dion masih belum paham jika Dilla sedang bercanda.
"Aku cuma mengantar teman."
Dilla tertawa sementara Dion hanya terpaku kesal dengan tingkah kekasihnya.
Dasar cewek gila, umpatnya dalam hati.
__ADS_1
Lola. Dia gadis yang sangat baik. Dia selalu menasehati Dion. Dion juga sangat percaya dan sering curhat masalah pribadi atau masalah keluarga pada Lola. Diantara gadis-gadis yang pernah jadi kekasih Dion, Lola yang paling dekat dihati dan pikiran Dion. Cowok itu sangat sayang pada Lola.
Ada yang lebih lucu lagi. Winda suka berbohong jika diajak jalan sama dion. Ada saja alasannya untuk menolak setiap ajakan Dion. Termasuk salah satu alasan yang membuat Dion merinding. Katanya jika cowok dan cewek berduaan, maka yang ketiga adalah setan.
Nah, jika soal horor, gadis yang bernama Sari sangat pas. Dia sangat takut sama hantu. Saking takutnya, pernah saat nonton berdua dengan Dion di bioskop, saat adegan hantu muncul, Sari berdiri terus berteriak. Penonton lain sontak menegurnya. Namun Sari malah balik memarahi penonton hingga terjadi keributan. Ujung-ujungnya Sari dan Dion diusir dari ruangan karena Sari menolak minta maaf. Akhirnya Dion yang meminta maaf sebelum menarik Sari keluar dari ruangan.
Franda seorang guru Tk. Dia sangat suka bergaul dengan anak-anak. Ketika bersama dengan anak-anak, pikiran segar dan tak ada beban. Masalahnya Dion bertolak belakang dengan dirinya. Dion tidak suka anak-anak karena menurutnya, anak-anak TK itu reseh, bawel dan nakal. Itu juga yang menjadi alasan hingga Dion malas menjemput Franda di sekolah TK.
Iga cewek yang paling cantik dan banyak juga yang naksir dirinya. Tapi Iga hanya suka pada Dion karena gagah, baik dan perhatian pada dirinya. Meski sosoknya dewasa namun Iga tergolong sensitif dan mudah menangis. Pernah sekali, Dion memarahinya di tempat umum, Iga langsung menangis dan membuat orang yang lalu lalang melihat mereka.
Mawar gadis yang mandiri. Dia memiliki usaha butik yang dikelolanya sendiri. Dia juga sering mengadakan fashion show dan menjadikan Dion sebagai modelnya. Wajah Dion yang tampan dengan tubuh atletisnya sangat menarik untuk menjadi ikon butiknya.
Jika Dion menjadi model di butik Mawar, maka berbeda dengan Tasya salah satu pacarnya. Tasya sangat suka foto selfie. Dimana saja, tak peduli tempat itu layak jadi latar selfie atau tidak. Entah lagi di kampus, di mobil, lagi makan, belajar atau bahkan ketika sedang memasak. Semua kegiatannya di upload di media sosial. Dion kadang kesal karena Tasya lebih senang selfie daripada bersama dengan dirinya.
Nah itulah pengenalan nama dan sifat pacar Dion. Beragam karena sifat orang berbeda-beda. Tapi walau dion sangat suka bermain dengan wanita, dia tetaplah memiliki sifat yang baik, dia sangat bertanggung jawab, sopan, cerdik dan suka menolong. Hingga suatu hari ketika dion pulang dari kampus, mama dan papa dion menunggunya dan menginginkan dion melakukan sesuatu untuk mereka. Sebagai anak yang memiliki tanggung jawab, dion mendengarkan permintaan mama dan papanya.
"Dion, putraku. Mama tahu jika bulan depan kau akan libur semester.
"Benar, aku akan berlibur dan terbang keluar negeri untuk menghabiskan masa liburanku, dan meninggalkan sejenak kehidupan kampus yang sedikit mulai membosankan.
"Maaf nak, tapi sepertinya kali ini, kamu tidak bisa keluar negeri.
"Whats? Jangan bilang mama ingin pergi denganku, tidak ma, aku tidak ingin mama ikut. Akan membosankan jika mama selalu membuntutiku selama berada diluar negeri.
"Bukan sayang, bukan karena itu.
"Lalu? Mama ingin membicarakan apa? Papa, kenapa papa diam saja? Katakan sesuatu.
"Dion, papa dan mama ingin liburanmu kali ini, kamu pergi ke Bandung, temui kakekmu di sana, kami sudah memberitahu kakek soal kedatanganmu, karena papa sibuk, dan mama tidak mungkin meninggalkan papa di sini, karena mama juga punya urusan, itu sebabnya kamu menggantikan papa dan mama kesana.
__ADS_1
"Apa?