Mengejar Cintamu

Mengejar Cintamu
Season 2 Chapter 24 Kenapa Harus kamu?


__ADS_3

"Apa yang di katakan mama padamu?


Haura terkejut dengan pertanyaan dion.


"Maksudku, apa yang dikatakan Ibu Ani padamu?


"Bibi mengatakan hal yang aneh.


"Apa?


"Beliau menyuruhku menjaga dan merawat bapak selama di Bali.


"Apa? Kali ini dia melakukan hal yang tidak perlu lagi, dia menitipku padamu? Lucu sekali, padahal yang ada akulah yang menjagamu.


Perawat masuk dan mengobati luka Dion, perawat bertanya apakah lukanya tidak terasa sakit, Dion mengatakan bahwa lukanya tidak terlalu membuatnya sakit, perawat lalu memujinya yang bisa menahan rasa nyeri ketika lukanya dibersihkan dan kembali diberi obat,"Kapan jahitan saya bisa di buka?


"Mungkin sekitar seminggu lagi.


"Apa? Seminggu? Itu terlalu lama, saya tidak mungkin berbaring di sini selama sepekan, saya masih banyak pekerjaan.


"Anda tidak perlu khawatir, anda tidak harus terus berbaring di tempat tidur, kata dokter besok atau lusa anda sudah bisa keluar.


"Syukurlah jika memang seperti itu, itu artinya saya bisa menyelesaikan pekerjaan saya secepatnya.


Perawat selesai mengobati luka Dion, dia lalu berlalu meninggalkan Dion dan Haura,"Pak bagaimana jika saya mengurus pekerjaan bapak kali ini, saya berjanji tidak akan melakukan kesalahan, percayakanlah kepada saya pak.


Dion melirik tak percaya pada Haura, dia berpikir apa sudah tepat jika dia memberi proyek ini pada Haura, tapi dia juga tidak bisa menghadirinya jika bukan besok pagi, dia lalu memutuskan mengirim Haura menggantikannya.


*****


Keesokan paginya sebelum Haura menemui para klien, Haura terlebih dulu memastikan keadaan Dion, Dion juga mengingatkan Haura atas apa yang sudah dia ajarkan padanya tadi malam,"Haura saya mempercayakan semuanya padamu. Haura lalu pergi meninggalkan Dion yang masih mencemaskan Haura,"Semoga saja dia tidak melakukan kesalahan.


Haura sudah berada di ruang rapat, para peserta protes mengapa Pak Wijaya tidak datang menemui mereka, malah mengirim sekertarisnya yang baru pertama kali ditemuinya,"Apa yang anda lakukan? Dimana Pak Direktur.


Haura masih juga berdebar, dia memukul meja untuk menghilangkan rasa takutnya, membuat seluruh peserta rapat terkejut dan diam," Saya mohon perhatian bapak semuanya, baik pak Direktur maupun saya tidak akan ada bedanya, saya di sini mengganti beliau, karena semua sudah mengetahui, jika beliau mengalami kecelakaan, jadi saya mohon perbaiki sikap kalian dan dengarkan saya.


Semua terdiam setelah digertak oleh Haura, haura mulai menjelaskan keinginan Pak Direktur di proyek kali ini, walau ada sebagian yang menolak, tapi kebanyakan dari mereka menyetujui keinginan Haura dan juga Pak Direktur,"Saya harap apa yang saya sampaikan sudah sesuai dengan harapan kalian semua.


Dion menonton berita di stasiun TV Bali, Dion melihat betapa orang-orang sangat memandang rendah pada Manajer Haura, tapi Dion juga tertawa ternyata Haura bisa menekan para peserta rapat, aku tidak tahu jika acara rapat seperti ini juga bisa di liput dimedia,"Selamat siang, berita terkini, pengusaha muda terkenal Dion Wijaya tidak menghadiri rapat proyek kerja sama dengan Perusahaan Batik, karena mengalami penyerangan di kamar hotelnya...

__ADS_1


"Gawat jika mama menonton ini, dia akan terbang segera kemari, dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang akan menyusahkanku dan juga Haura, sepertinya dia tidak akan menonton berita ini, aku yakin.


Haura menarik napasnya dalam, dia kembali ke rumah sakit dan melihat keadaan Dion, setibanya di Rumah sakit Haura melihat Dion tertidur lelap,"Aku sangat lelah, aku bahkan gemetar saat berbicara di hadapan semua orang, beruntung aku bisa menyelesaikan pekerjaan itu tanpa harus membuat malu, hari ini sangat melelahkan bagiku.


*****


Haura masih saja memikirkan presentasinya tadi, dia terngiang-ngiang saat para peserta lain memarahi dan membentaknya. Dion keluar dari kamar mandi kemudian memanggil Haura, tapi haura tidak mendengarkan karena masih memikirkan apa yang terjadi padanya hari ini, sampai dimana Dion berteriak memanggil Haura.


"Setidaknya kamu tulus menjagaku, aku sedari tadi memanggilmu tapi kau tidak menghiraukanku, apa kau sudah tidak mau mengurusku?


"Maaf aku tidak mendengar saat anda memanggilku, aku masih terpikir dengan rapat tadi, pak anda tahu, tadi saat di sana ada banyak media yang merekam kami, apa itu dari tim Perusahaan Batik?


Dion tersenyum dan mendekati Haura, dia mengusap kepala Haura,"Kamu tidak perlu memikirkan hal itu, kamu sudah bekerja keras hari ini, terima kasih karena kamu sudah membantuku katanya dan kembali berbaring di tempat tidurnya.


Kenapa jantungku berdebar, hanya karena dia mengusap kepalaku dan mengatakan kata-kata manis dari mulutnya...Pikir Haura.


*****


Dimas yang begitu penasaran dengan keadaan Pak Direktur kemudian memeriksa TV di Bali, Dimas tahu jika rapat itu pasti akan di tayangkan di stasiun TV Bali, dan Dimas pun terkejut saat mengetahui jika Dion tidak menghadiri rapat melainkan Haura karena Dion mengalami penyerangan, dengan cemas dia lalu menghubungi Dion.


Dion yang pura-pura tidur membuka matanya dan memerhatikan Haura tertidur lelap di sofa rumah sakit,"Dia pasti sangat lelah dan tertekan, sepertinya ini adalah pengalaman pertama baginya. Tiba-tiba ponsel Dion berbunyi, Dion lalu mengangkatnya cepat agar Haura tidak terbangun,"Halo Dimas ada apa?


Dion menjauhkan ponsel itu dari telinganya, suara Dimas terlalu besar dan hampir merusak gendang telinganya,"Pak! Apa yang terjadi pada anda! Kenapa anda tidak memberitahu saya jika bapak terluka.


"Untunglah, pokoknya ketika bapak pulang, bapak harus menceritakan semua yang terjadi.


"Mengerikan, kenapa kamu harus tahu.


"Jika bapak tidak mau cerita saya akan memberitahu Ibu Ani.


"Kamu memang menjengkelkan, iya saya akan menceritakannya padamu, aku tutup telponnya, aku lelah, aku ingin tidur.


"Baik, anda harus banyak istirahat.


Kini Haura yang bangun dari tidurnya, sementara Dion masih tertidur lelap, Haura kembali ke hotel dia membersihkan badannya dan setelah itu dia kembali ke rumah sakit, saat masuk ke kamar dion, Haura terkejut karena Dion sudah tidak memakai baju pasien dan tempat tidurnya sudah di bereskan,"Apa yang bapak lakukan?


"Kenapa? Apa kamu lupa, kemarin kata perawat saya sudah bisa keluar dari rumah sakit hari ini, dan berkat kamu, kita bisa jalan-jalan dulu baru kembali ke Jakarta.


"Tapi luka bapak belum pulih.

__ADS_1


Dion mendekati Haura dan merangkulnya,"Kamu sudah janji padaku, kalau apapun yang kuminta kamu akan melakukannya, tanpa harus berkomentar terlebih dulu.


Haura ingat beberapa hari yang lalu dia berdoa dan mengatakan jika dia akan mengikuti semua perintah Dion, tanpa protes dan akan jadi penurut,"Baiklah, tapi bapak tidak boleh pergi terlalu jauh.


Dion menatap Haura, begitupun sebaliknya, keduanya terkejut saat mata dan wajah mereka bertemu, Dion segera melepaskan rangkulannya, dan bersikap santai. Sementara Haura masih kikuk dengan kejadian tadi,"Ayo kita pergi.


"Tapi pak, kita belum mengurus surat kepulangan bapak dan biaya administrasinya.


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan soal itu, saya sudah mengurus semuanya. Jadi ayo kita pergi sekarang.


Saat berada di depan rumah sakit, Haura terkejut karena Dion sudah menyiapkan sebuah mobil dan juga seorang Bli yang akan mengantar mereka mengelilingi Bali hari ini. Haura menikmati pemandangan sepanjang perjalanan, dia terpana saat melihat laut. Dion memperhatikan mata Haura yang bertaburan bintang saat melihat ke arah pantai.


"Hei gadis gila?


Haura berbalik dan terlihat ketus mendengar Dion memanggilnya gadis gila,"Ada apa?


"Apa kau ingin melihat Pantai?


Raut wajah haura yang ketus berubah menjadi bahagia,"Bisakah?


"Tentu saja, kau tidak perlu sungkan mengatakan apa yang ingin kau kunjungi, aku bukanlah atasan yang membosankan.


"Pak direktur terima kasih, anda baik sekali.


"Tentu saja aku baik, katanya dengan nada sombong.


"Bli? Pantai ini namanya apa?


"Ini adalah pantai Kuta.


"Pesona dan keeksotikan di pantai Kuta tidak bisa di ragukan lagi Bli, saya sangat menyukainya.


"Apa anda ingin menggunakan motor atau berjalan di spot-spot tertentu, ada yang bisa anda lakukan juga selain itu.


"Apa itu Bli?


"Anda bisa berjemur, atau bermain voli pantai dan berselancar.


Haura hanya tersenyum,"Mungkin aku hanya akan berjalan-jalan saja dan mengambil foto untuk aku pamerkan di sosial media milikku Bli.

__ADS_1


"Apa pembicaraan kalian begitu menyenangkan? Sampai kalian lupa jika aku berada diantara kalian? Kata Dion menyelah.


Bli tersenyum, sementara Haura tidak merespon sekalipun perkataan Dion.


__ADS_2