Mengejar Cintamu

Mengejar Cintamu
Season 2 Chapter 33 Apa? Bandung?


__ADS_3

Dion kembali menutup lift.


Dimas tersenyum. Aku sudah tahu jika kalian berdua memiliki perasaan yang sama. Sementara staf yang melihat saling menatap dan mulai bergosip,"Bagaimana ini, aku tidak salah lihat kan? Aku melihat Pak Direktur bergandengan tangan dengan Manajer Haura.


"Ini berita heboh, bukankah ada rumor yang mengatakan jika Pak Direktur tidak akan menyukai wanita lagi, karena kutukan dari kekasihnya yang sudah meninggal, tapi yang kulihat Bapak mengandeng Haura dengan penuh kasih sayang.


Dion menutup mulut staf yang berbicara seperti itu,"Kamu jangan asal bicara, Pak Direktur tidak pernah bilang seperti itu.


Dion terus menarik tangan Haura, dan seorang klining servis tanpa sengaja menumpahkan air pel pada Haura, karena dia tidak melihat kedatangan Dion dan Haura yang tiba-tiba. Keduanya berhenti, Haura tidak marah pada klining servis itu melainkan pada Dion, dia menatap tajam pada Dion. Dion tidak peduli dan terus menarik tangan Haura keluar dari Perusahaan.


Di lobi Satria melihat Dion menarik Haura bersamanya ke dalam mobil,"Bukankah dia Haura? Satria lalu berlari mengejar Haura, tapi Haura dan Dion sudah jauh meninggalkan Satria,"Sial! Aku sudah duga jika lelaki itu menyukai Haura saat tadi bertemu dengannya, dia menunjukkan kecemburuannya saat dia melihatku bersama Haura.


Dion menyetir mobilnya sementara Haura duduk di sampingnya,"Pak? Sebenarnya kita mau ke mana?


"Pakaian Kamu kan basah, kamu harus mengganti pakaianmu.


"Tapi kita bisa menggantinya di kantor saja Pak, di sana kan banyak di jual pakaian.


"Sudah kamu diam saja.


Aneh? harusnya aku marah karna dia membawaku paksa...Pikir Haura,"Ya ampun Kak satria. Haura lalu mengeluarkan ponselnya.


"Kamu menelpon siapa?


"Kak Satria, tadi aku sudah janjian sama Kak Satria, tapi Bapak menarikku dan membawaku pergi, pasti sekarang dia menungguku di sana.


"Tidak, jangan menelponnya.


"Kenapa?


"Dilarang menelpon saat di dalam mobil.


"Bukannya yang benar itu, jangan menelpon saat menyetir?


"Kamu cerewet sekali, kamu mengganggu konsentrasiku.


Haura menaruh kembali ponselnya di dalam tasnya. Dasar semena-mena.


Haura dan Dion tiba di depan rumah Dion, Dion membukakan pintu untuk Haura dan menariknya keluar. Ani terkejut melihat Dion mengandeng dan membawa wanita ke dalam rumahnya,"Ya ampun Haura? Kenapa baju kamu basah sayang?


Dion terus menarik Haura dan membawanya ke kamar tamu, Dion memberikan baju kepada Haura untuk menggantinya dan juga sebuah handuk,"Kamu, gantilah bajumu itu.


Ani berjalan ke arah kamar tamu, dia bertemu dengan Dion, Dion tidak bicara dengan mamanya, dia langsung masuk ke dalam kamarnya. Sementara Ani menunggu haura di luar pintu.


Tak lama kemudian Haura keluar sambil memakai baju Krystal, Ani lebih terkejut ketika mengetahui baju satu-satunya peninggalan Krystal kini di pakai oleh Haura, sebelumnya Dion sangat marah jika Ani menyentuh baju itu, sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, Haura malu saat menyadari jika Ani menunggunya di depan pintu,"Bibi? Maaf saya tidak menjawab pertanyaan Bibi tadi, soalnya saya sudah sangat kedinginan.


Ani menyapu pundak Haura,"Tidak apa-apa sayang, ayo kita ke bawah Bibi akan membuatkanmu teh panas.


"Terima kasih Bibi, tapi Pak Direktur ada di mana?


"Dia ada di kamarnya, apa kamu mau Bibi panggilkan?


"Tidak, tidak perlu.

__ADS_1


Ani dan Haura duduk di ruang tengah, Ani terus memperhatikan Haura, sedangkan Haura menikmati teh hangat buatan Ani,"Bibi makasih minumannya, aku suka.


"Iya sayang, kamu sudah makan?


"Be..belum Bi.


"Anak itu bagaimana? Masa dia tidak memberimu makan terlebih dulu, kamu tunggu di sini, Bibi ambilkan makanan untukmu.


"Tidak Bi, biarkan saya mengambilnya sendiri.


"Jangan, sudah seharusnya Bibi menjamu tamunya, kamu tunggu di sini.


Kenapa dia baik sekali, aku jadi tidak enak, harusnya Iga yang merasakan semua ini...Batin Haura.


Ani datang membawakan makanan untuk Haura,"Ayo sayang makan.


"Bibi, maaf sudah merepotkan.


"Tidak apa-apa.


Haura memakan makanan yang di siapkan Ani untuknya, Ani terus meperhatikan Haura menyantap masakannya dengan lahap, merasa di perhatikan Haura menatap Ani,"Bibi kenapa melihatku terus? Apa ada sesuatu di wajahku?


"Tidak, Bibi hanya senang melihatmu, tapi kalau Bibi boleh tahu, kenapa kamu bisa basah begini?


"Tadi Pak Direktur menarikku dan kami menabrak cleaning servis, jadi air pelnya menumpahi bajuku.


"Oh itu sebabnya anak itu menyeretmu kemari?


"Iya, padahal di kantor, saya masih bisa menggantinya di sana.


Dion dan Haura kembali berada di dalam mobil,"Pak, apa Bapak tidak keterlaluan? Bagaimana bisa Bapak membentak Bibi seperti tadi.


"Maaf Haura, tapi bisakah kamu tidak mengajakku bicara sekarang? Kumohon.


Haura diam, sepanjang jalan Haura memperhatikan pemandangan yang dia lewati, dia bahkan tidak mencoba bertanya pada Dion, kemana dia membawanya, hingga Haura tertidur.


Dion menghentikan mobilnya, dia membangunkan Haura, Haura menunggu Dion yang menitip mobilnya di pinggir Desa, yang belum pernah Haura kunjungi,"Pak? Kita ada di mana?


"Kita ada di Bandung.


"Apa? Bandung?


"Iya, aku akan membawamu mengunjungi makam seseorang, tapi sebelum itu kita bertemu dulu dengan kakekku.


"Kakek?


"Iya.


Haura mengikuti Dion menyusuri jalan berbatu,"Pak apa rumah kakek Bapak masih jauh?


"Kenapa? Apa kamu sudah lelah?


Haura menggeleng kemudian tersenyum,"Tidak, aku hanya sangat menikmati jalan dan menikmati udara segar yang ada di sini, terima kasih Bapak sudah membawa saya ke tempat ini.

__ADS_1


Dion tidak menjawab dan melanjutkan perjalan mereka. Dion berhenti di depan rumah besar yang banyak tanaman bunga mawar di depan halaman rumahnya,"Indahnya, aku sangat suka bunga mawar. Haura masuk ke dalam taman dan mencium bunga mawar yang berada disana.


"Apa kamu sangat menyukai bunga mawar?


"Iya.


Dion menekan bel pintu rumah Krystal, Bibi membukanya dan senang melihat kedatangan Dion, tapi sayang Dion tidak masuk ke dalam rumah, dia hanya ingin menyapa Bibi kemudian dia kembali menarik Haura dan membawanya menemui kakek.


Dari kejauhan Dion melihat Kakek duduk di depan teras rumahnya, Dion lalu mendekatinya,"Kakek?


"Ka..ka..kamu siapa?


"Ini Dion kek.


"Dion? Kakek senang kamu datang berkunjung, lalu siapa gadis yang bersamamu itu.


"Dia teman kerjaku kek.


"Kakek. Haura berlari dan memeluk Kakek Faiz, lalu haura melepas pelukannya dan bayangan yang sudah lama tidak pernah muncul kembali muncul di mata Haura,"Akh! Haura memegang matanya, Dion memegang Haura,"Kamu kenapa?


"Aku tidak apa-apa. Abaikan saja aku. Haura kembali memeluk Kakek Faiz.


Dion seperti melihat Krystal, Dion tersenyum dan kembali serius. Kek saya mau ke makam dulu, apa saya boleh pergi sekarang?


"Iya boleh.


Dion kembali menarik Haura dan membawanya ke makam Krystal, sesampainya di makam Krystal, Dion memandangnya dari jauh, dia tidak berani mendekatinya, Dion hanya menunjukkan makam itu pada Haura, walau sampai saat ini Haura tidak mengerti apa-apa, setelah menunjukkan makam Krystal, Dion lalu membawa Haura ke tebing, saat mereka tiba di tebing, Haura melepas tangan Dion dan berlari sampai di pinggir tebing,"Indah sekali kata Haura senang.


Dion terdiam dan kemudian berkata pada Haura.


"Apa kamu tahu kenapa aku membawamu ke sini?


Haura berhenti tersenyum dan menatap Dion,"Tidak.


"Di desa ini adalah tempat pertemuan pertama kalinya aku dengan kekasihku.


Haura kaget dan seluruh badannya memanas. Apa Pak Direktur membicarakan Iga? Batin Haura.


"Dia adalah gadis yang sangat baik, dia sangat suka menceramahiku, dia juga yang mengajarkanku mengerti akan arti sebuah cinta.


"Apa Bapak membicarakan Iga?


"Iga? Tentu saja bukan, Iga adalah mantan pacarku Haura. Kamu mau mendengar sebuah cerita?


"Cerita apa?


"Kamu mau dengar?


"Iya, saya akan mendengarkan.


"Dulu ada seorang lelaki yang sangat playboy, dia memiliki banyak wanita, dia melakukan itu untuk bersenang-senang dan menghabiskan waktu yang membosankan baginya, hingga suatu hari dia bertemu dengan seorang gadis yang mengubahnya. Dia mengajari lelaki itu arti sebuah cinta, dan pada akhirnya lelaki yang sama sekali tidak percaya akan cinta itu mulai jatuh hati pada gadis itu dan menyedihkannya ternyata gadis itu sudah bertunangan, lelaki itu begitu kecewa dan putus asa, tapi dorongan untuk lelaki itu begitu banyak dan membuatnya merebut gadis itu, tapi kenyataan pahit yang harus di terima lelaki itu adalah jika gadis yang sangat di cintainya itu berbohong jika dia bertunangan demi agar lelaki itu tidak menyukainya, gadis itu juga ternyata sangat mencintai lelaki itu, tetapi karena penyakitnya gadis itu berbohong.


"Berbohong untuk apa? Harusnya dia senang karena lelaki yang sangat di cintainya itu juga mencintainya.

__ADS_1


Dion tidak menjawab dan berjalan mendekati Haura,"Dia tidak ingin lelaki itu menderita karenanya.


__ADS_2