Mengejar Cintamu

Mengejar Cintamu
Season 2 Chapter 29 Apa Kamu Menyukainya?


__ADS_3

Vovi memandang penuh harap pada Haura,"Kamu kan punya banyak ide, katakan padaku apa yang harus kulakukan?


"Mmm Vovi, dimana barang yang kamu pesan itu?


Mereka bertiga ke ruangan Vovi, di dalam ruangan Haura berlari dan memeluk salah satu kardus yang di bawah Vovi,"Akhirnya pesananku datang.


"Jadi kardus itu milikmu? Tanya Vovi penasaran.


"Haha, iya aku tadi menyuruh Hendri menitipnya di tempatmu. Lupakan itu, di mana pakaian yang sudah kamu rusak itu?


Vovi lalu menunjuk ke kardus yang terbuka dan beberapa pakaian keluar dari kardus itu, Haura memeriksa pakaian itu,"Ini sih bisa di cuci, tapi sudah tidak layak di pajang, Karena pakaian yang sudah di cuci akan terlihat tak baru lagi, tapi aku masih bisa menggunakannya.


"Apa maksud kamu? Tanya Vovi mulai bingung melihat tingkah sahabatnya itu.


Haura mengangkat kardus miliknya dan meletakkannya di antara mereka,"Kardus ini isinya sama persis dengan pakaian yang ada di kardus yang kamu rusak.


Vovi terlihat senang dan memeluk Haura,"Kamu benar? Aku terselamatkan olehmu.


Dimas masih bingung dan menatap Haura,"Bagaimana anda bisa memesan barang-barang ini?


Haura tersenyum,"Aku melihat catatan milik Pak Direktur, ternyata beliau kadang melakukan apa yang aku lakukan, dia memesan barang lebih dari pesanan toko di Perusahaan.


"Apa? Tapi barang-barang yang kamu beli sangat mahal Haura.


Haura kembali tersenyum,"Saya masih bisa membayarnya.


Dimas berpikir jika Haura ternyata adalah anak orang kaya, karena dia bisa membeli barang-barang terbatas.


"Karena masalahnya sudah selesai, lebih baik Pak Dimas segera membawa paket itu ke psiko...maksud saya Pak Direktur.


Dimas melirik ke arah Vovi dan Haura,"Kalau begitu saya pergi dulu katanya pada Haura.


Vovi kembali menatap Haura,"Haura kamu menyelamatkanku, aku senang bisa memiliki sahabat yang kaya raya. Kalau kamu sudah kaya raya, kenapa kamu harus kerja di sini lagi.


"Aku ingin kerja seperti orang-orang pada umumnya.


"Aku sudah tahu, kamu hanya berpura-pura ingin memiliki pekerjaan, sedangkan kamu sudah memiliki segalanya.


"Itu adalah peninggalan orang tuaku Vovi, terkadang aku ingin menghasilkan uang karena hasil keringatku sendiri, dan karena kamu, aku bisa mewujudkannya, terima kasih temanku. Keduanya lalu saling berpelukan. Tapi Haura tiba-tiba melepas pelukan Vovi, dia lalu menatapnya dan mulai mengintrogasi Vovi,"Kau? Apa kau menyukainya?


"Me..men..menyukai siapa?


"Kamu jangan pura-pura, kamu menyukai Pak Dimas kan?


"Ti..ti..tidak aku tidak menyukainya.


"Dasar penipu, aku tahu kamu menyukainya, kamu tidak bisa berbohong padaku.


"Apa aku terlihat menyukainya?

__ADS_1


"Bodoh! Tentu saja, kamu memperlihatkannya dengan jelas, tapi sepertinya Pak Dimas juga tertarik padamu...kata Haura menggoda temannya.


"Ma..mana mungkin Pak Dimas bisa menyukaiku.


Haura menyenggol Vovi,"Tatapannya padamu berbeda saat sedang menatapku.


Vovi tertunduk malu,"Jika memang benar seperti itu, aku sangat senang.


"Jadi, aku benar kan jika kamu menyukai Pak Dimas.


Vovi mengangguk pelan,"Dia sangat baik padaku, dia selalu membantu dan juga membelaku jika aku punya masalah.


"Baik, kalau begitu tidak bisa ditunda lagi.


Vovi menghentikan Haura,"Apa maksudmu yang tidak bisa ditunda lagi?


"Aku akan memberitahu Pak Dimas, kalau kau menyukainya dan menyuruhnya mengakui kalau dia juga menyukaimu.


Vovi meremas rambutnya,"Aduh apa kamu sudah gila? Ibu Haura, jika anda melakukan itu, anda akan membuat saya dan Pak Dimas malu, dan akhirnya kami berdua akan menjaga jarak.


"Kenapa? Bukankah bagus jika mulai sekarang kalian saling jujur? Maksudku saling mengakui.


"Tidak perlu, aku dan Pak Dimas pasti punya waktu di mana kami akan mengakui perasaan kami masing-masing, tanpa kamu campur tangan.


"Begitu yah. Ya sudah kalau begitu aku akan kembali ke gudang, aku sudah lama meninggalkan gudang.


Haura meninggalkan Vovi, Vovi duduk dan mulai mengingat peristiwa di mana Dimas menolongnya, saat itu penjaga toko sedang sakit perut dan meminta tolong pada Vovi untuk menjaga toko sebentar, lalu beberapa menit kemudian, ada sepasang pelanggan yang datang dan masuk ke dalam toko baju itu, mereka melihat baju dan mencobanya satu persatu. Vovi tidak terlalu memperhatikan pelanggan itu karena lelah, dia hanya duduk di samping menaken dan memijat-mijat kakinya, lalu beberapa menit kemudian salah satu pelanggan keluar dari kamar ganti dan memperlihatkan baju itu pada kekasihnya,"Sayang, bagaimana ini aku tidak menyukai baju ini, tapi di dalam aku tidak sengaja merobeknya.


"Jadi bagaimana sekarang?


Lelaki itu kembali menyerahkan baju sobek itu pada kekasihnya, dia lalu memanggil Vovi,"Mba? Kata lelaki itu.


Vovi bangkit dari tempat duduknya dan berjalan ke arah mereka, lalu dengan cepat lelaki itu menyandung Vovi, vovi lalu sempoyongan dan menarik baju yang di pegang gadis itu, membuat bajunya semakin sobek dan keduanya lalu menyalahkan Vovi,"Mba gimana sih? Saya kan mau beli baju ini, kenapa mba malah merusaknya. Gadis itu lalu melemparkan pakaian itu ke Vovi,"Pokoknya mba yang harus tanggung jawab.


"Vovi melirik ke lelaki itu, Vovi lalu memberikan baju itu pada lelaki itu,"Harusnya mas yang tanggung jawab, mas tadi memanggilku dan menyandungku, mas sengaja kan.


Lelaki itu marah pada Vovi,"Kau mengancamku? Aku tidak pernah menyandungmu, panggilkan saya manajer di sini, cepat!


"sa..Dimas datang dan berdiri di depan Vovi,"Saya manajernya, ada apa?


"Bagaimana anda mengurus karyawan di sini? Dia merobek baju yang akan di beli oleh pacar saya, tapi dia menuduh saya mendorongnya dengan sengaja.


Saya adalah manajernya, tapi kenapa Pak Dimas mengaku sebagai manajer...Pikir Vovi.


"Saya melihat mas memang menyandung karyawan kami dengan kaki anda, dan itu anda sengaja, saya juga melihat ketika pacar mas menyerahkan baju itu dalam keadaan sobek.


"Anda juga sama, anda juga menuduh saya karena dia adalah karyawan anda kan, saya tahu anda pasti pacarnya.


"Mas, saya minta hentikan omong kosong anda, jika memang saya salah lihat, kita buktikan saja dengan CCTV di sini, kami menyimpan beberapa CCTV di toko kami, bagaimana? Tapi jika anda ingin meminta maaf dan membayar baju yang sudah anda rusak itu, maka saya tidak akan membawanya kerana hukum.

__ADS_1


"Hal seperti ini, kenapa harus di bawah di rana hukum, memangnya saya mencuri.


"Anda memang tidak mencuri, tapi merusak dan berusaha menyalahkan orang lain, itu artinya anda sudah merusak nama baik karyawan kami, yang sama sekali tidak bersalah.


"Ma..ma..maafkan saya mba. Kata lelaki itu, dan menyuruh kekasihnya juga meminta maaf karena melemparkan baju itu ke Vovi. Setelah itu keduanya membayar ke kasir dan meninggalkan toko.


Vovi mendekati Dimas,"Pak Dimas terima kasih sudah menolong saya.


"Tidak perlu berterima kasih, saya juga tahu Ibu Vovi akan mengurusnya, tapi saya rasa saya perlu turun tangan.


"Pak Dimas, tidak perlu memanggil saya Ibu. Panggil saja saya Vovi.


"Kalau begitu kamu juga panggil saya Dimas saja. Keduanya lalu tersenyum dan tertunduk malu. Begitulah awal mula Dimas membantu Vovi dan membuat keduanya akrab satu sama lain.


Sementara di gudang, Haura masuk dan terkejut melihat Dion sudah berdiri di dalam gudang,"Kamu dari mana saja?


"Aku dari makan siang, ini kan jam makan siang Pak.


"Iya, beberapa menit yang lalu, sekarang sudah masuk jam kerja.


"Apa bapak perlu sesuatu? Kenapa lagi sih psikopat ini, dia tidak berhenti mengangguku...Pikir Haura.


"Saya minta kamu mencari barang yang di rusak Dimas.


"Bapak tidak perlu khawatir soal itu, sebaiknya bapak kembali ke ruangan bapak.


"Kenapa?


"Soalnya, Pak Dimas sudah mendapat barang yang sama persis dengan barang yang dia rusak.


"Benarkah, cepat juga dia memperbaiki kesalahannya.


"Pak, sebenarnya yang merusak pakaian itu adalah teman saya Vovi, tapi Pak Dimas mengakuinya karena dia takut jika bapak memarahi Vovi.


"Aku tidak tahu soal itu, tapi saya akan melupakan masalah ini, karena masalah sudah selesai katanya dan segera menuju ke ruangannya.


*****


Pesanan sukses terjual habis, gadis-gadis kaya raya datang dan bertanding memiliki baju tersebut, salah satunya Iga. Iga tengah berdiri sendiri di depan toko, sepertinya dia sedang menunggu seseorang datang, ucup di cinta ulang pun tiba, Dion datang dan melewati toko tersebut, Iga ingin menyapa, tapi saat ingin menyapa, Iga melihat jika Dion tidak berjalan sendiri tapi dia berjalan bersama gadis yang kemarin dia temui yaitu Haura, Iga kesal dan marah melihat Haura berjalan dengan Dion, setelah keduanya dekat dengan Iga, Iga pun menyapa Dion,"Dion?


Dion melirik ke arah Iga,"Iga? Apa yang kau lakukan di sini?


"Aku sedang belanja, aku mendengar kalau baju keluaran terbatas akan di jual di sini.


"Jadi? Apa kamu dapat bajunya?


Iga tersenyum dan memperlihatkan paper backnya,"Iya, aku dapat walau hanya satu saja, soalnya ada banyak pesaing memperebutkan pakaiannya.


Haura melirik ke paper back Iga. Baju-bajuku, itu adalah milikku, anak-anakku maafkan mama sayang...Bisik Haura pada dirinya, tapi Dion yang tak terlalu jauh dari Haura mendengar ocehan konyolnya dan itu membuat Dion tersenyum.

__ADS_1


"Kamu kenapa tersenyum Dion?


Dion melihat ke arah Haura dan tersenyum lagi, Iga kesal, marah dan juga cemburu sedangkan Haura bingung karena Dion memandanginya sambil tersenyum. Apa ada sesuatu di wajahku? Kenapa psikopat ini tersenyum setiap dia melihatku? Batin haura. 


__ADS_2