Mengejar Cintamu

Mengejar Cintamu
Season 2 Chapter 38 Pernyataan Cinta


__ADS_3

"Haura aku ingin mengatakan sesuatu padamu, mungkin ini bukan waktu yang tepat, tapi aku tidak tahu kapan akan mengatakannya, jika bukan hari ini.


"Kenapa Kakak tiba-tiba serius seperti ini? Kakak menakutiku.


"Haura aku serius, sebenarnya aku sudah lama menyukaimu.


"Apa? Apa kakak serius?


"Iya, tapi sepertinya saat itu sampai sekarang aku tidak berani mengatakannya, mungkin karena aku takut, kamu akan mengatakan tidak padaku.


"Kenapa Kakak baru bilang sekarang?


"Maaf Haura, aku menganggu kesenanganmu, aku akan pulang, mungkin aku juga tidak akan berkunjung lagi.


"Kenapa Kakak bicara seperti itu? Aku merasa bersalah jika Kakak tidak mau menemuiku lagi.


"Jika kamu ada di posisiku sekarang, apa kamu akan tetap datang ke rumah orang yang kamu cintai, tapi dia bersama orang lain?


"Kakak, tetaplah menemuiku.


Satria tertawa dan mengatakan jika dia hanya bercanda,"Kakak cuman bercanda.


Haura memukul-mukul Satria,"Aku sampai takut karena perkataan Kakak.


"Aku hanya bercanda Haura, tapi aku serius mengatakan jika aku menyukaimu, jadi kapanpun jika lelaki itu melukaimu dan mencampakkanmu, datanglah padaku, aku akan membawamu pergi jauh darinya.


"Dia tidak akan melakukan itu Kak.


"Hahaha, aku hanya mengatakan jika saja dia melakukan itu padamu, datanglah kapanpun itu, aku akan selalu menunggumu. Haura kakak akan pulang, kamu makan saja ayam gorengnya sendiri agar kamu tambah besar katanya dan mengelus poni Haura,"Aku pulang.


"Kakak juga teruslah berkunjung ke rumahku.


Satria hanya melambaikan tangannya dan menghilang dari pandangan Haura.


Kak satria tidak tahu, jika dulu sekali, aku juga menyukainya, bahkan kakak tidak tahu jika bagiku, kakak adalah cinta pertamaku, sepertinya perkataan Kak Satria benar jika kami tidak punya waktu yang tepat. Semua orang punya kenangan buruk maupun kenangan baik mereka masing-masing, begitu pun denganku, tapi aku sadar sekarang aku hanya harus menatap masa depan, demi kebahagiaanku, walaupun aku kehilangan cinta pertamaku, tapi aku menemukan cinta yang baru.


*****


Ani dan Prana bingung melihat tingkah Dion, semenjak pulang dari Perusahaan Sophie,"Pa? kenapa dengan anak itu, sedari tadi dia terus bersenandung, apa ada hal yang membahagiakan di Perusahaan?


"Dia selalu puas dengan hasil di Mall, jadi Papa yakin ada hal lain yang membuatnya senang.


"Aku juga menduganya seperti itu Pa, tapi apa yah?


"Kenapa mama tidak bertanya langsung saja pada orangnya?


"Papa ini bagaimana, saya dan Dion kan masih saling diam, bagaimana mama bisa bertanya padanya Pa. papa saja yang bertanya pada Dion kata Ani dan menyuruh suaminya menemui Dion.


Prana menolak dan membelakangi Ani,"Mama saja, Papa malas ke atas.


Ani memukul belakang Prana, membuat Prana mengerang kesakitan,"Dasar Papa, tidak bisa di andalkan kata Ani dan menarik selimutnya menutupi wajahnya.

__ADS_1


Di atas Dion sedang berada di kamar mandi, dia bercermin, menyisir rambutnya, dan bersiul ria, sesekali dia tersenyum saat mengingat kebersamaannya dengan Haura hari ini,"Aku tidak menyangka, jika aku bisa berakhir dengan Haura, dia suka mengurui seperti Krystal, Mama dan Kakek benar, dia mengingatkan kami pada Krystal, dia selalu membuat keluargaku tersenyum bahagia ketika dia ada di rumah, sama seperti Krystal pertama kali datang ke sini, mama dan papa berubah menjadi orang lain, karena mungkin aku tidak pernah mau berbicara akrab dengan mama maupun papa, kalaupun aku bicara pasti aku hanya akan membahas Perusahaan saja, aku memang anak yang payah.


*****


Dion mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada Haura.


Kamu sudah tidur?


Belum


Aku bisa menceritakan sesuatu padamu?


Tentu saja aku akan membacanya


Aku sudah beberapa hari ini tidak bicara dengan Mama


Apa? Tapi kenapa?


Ada masalah yang membuatku marah pada Mama


Seharusnya sebagai anak, Bapak minta maaf terlebih dulu pada Bibi


Kamu benar, aku seharusnya mengatakan itu, terima kasih sarannya, kamu tidurlah


Iya sama-sama, baik aku akan tidur. Selamat tidur Pak.


*****


Ke esokan paginya, benar jika Satria tidak lagi menunggunya di depan pintu gerbang, bahkan ponselnya juga mati,"Apa aku ke rumahnya saja? Tapi apa Pak Direktur mau mengantar saya menemui Kak Satria? Tidak, tidak...yang ada mereka akan bertengkar.


Di dalam mobil Haura tidak mengatakan apapun,"Kamu kenapa? Apa ada masalah?


"Tidak ada apa-apa.


"Baiklah jika kamu tidak mau cerita, aku juga tidak harus tahu semua masalahmu katanya dan tersenyum pada Haura.


Aku tidak akan mengatakan apa-apa pada Pak Direktur, lebih baik aku menanggungnya sendiri...Pikir Haura.


Dion mengenggam tangan Haura, membuat haura terkejut dan membuyarkan lamunannya,"Kamu memikirkan apa?


"Bukan apa-apa, sepertinya saya masih mengantuk.


"Apa? Bukankah semalam aku sudah menyuruhmu tidur lebih cepat.


"Aku beda dengan Bapak, selama bekerja di Mall Sophie aku sangat berusaha bangun di pagi hari, karena memaksakan aku malah mengantuk kata Haura frustasi.


Dion menyenderkan kepala Haura di bahunya,"Tidurlah, aku akan menyetir sedikit lebih lama, agar kamu bisa beristirahat, lagipula Perusahaan juga masih jauh.


Haura senang karena Dion begitu perhatian padanya,"Terima kasih Pak.


Dion hanya mengangguk dan kembali fokus menatap ke depan. Dion sudah tiba di depan Mallnya, dia ingin membangunkan Haura, tapi ketika Dion memperhatikan Haura, timbul rasa tak tegah membangunkan kekasihnya di tengah tidur pulasnya, lalu tiba-tiba ingatan di masa lalu menyelimuti Dion, dia mengingat saat habis menemui mawar, Krystal juga tidur pulas seperti yang dilakukan Haura saat ini, karena begitu terbawah suasana, Dion lalu mengecup kening Haura,"Aku tidak tahu, jika kamu sedang tertidur kamu sangat cantik dan terlihat seperti anak-anak.

__ADS_1


Karena merasakan sesuatu yang basah dan lembut menempel di keningnya, Haura tersenyum menikmati.


Dion yang melihatnya berpikir negatif,"Apa yang dimimpikan gadis ini?


Haura bangun dan membersihkan air liurnya,"Kita sudah sampai Pak? Kenapa Bapak tidak membangunkanku?


"Bagaimana aku membangunkanmu? Kamu tidur sangat pulas, kamu juga senyum-senyum.


"Benarkah? Aku mimpi jika Bapak menciumku, apa Bapak melakukan sesuatu padaku? Katanya dan memeluk dadanya.


"Apa? Inikah caramu berterima kasih padaku?


"Kenapa Bapak marah? Aku kan cuman bertanya, bukan menuduh.


"Sudah cukup, ayo turun. Karena menunggumu bangun sendiri, aku jadi terlambat.


Keduanya lalu turun dan satpam yang bertugas menghampiri mereka dan memindahkan mobil Dion ke parkiran. Dion menatap Haura dan mengandeng tangannya masuk ke dalam Mall, semua memandang ke arah mereka, sementara Haura membisikkan sesuatu pada Dion,"Pak? Lepaskan tanganku.


"Tidak akan kulepaskan, jika kulepaskan aku takut ada yang mengambilmu dariku, jadi tetaplah bersamaku.


"Tapi ini tempat kerja Pak.


"Memangnya kenapa? Bahkan ada banyak pasangan yang bergandengan berkeliaran di Mall Sophieku kata Dion menyombongkan.


Haura kalah debat, ini pertama kalinya, Haura lalu menunduk dan menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Ini sangat memalukan dan menganggu, apa dia sengaja melakukan ini padaku, aku tahu dia menyukaiku tapi tidak sampai seperti ini juga...Batin Haura.


"Pak? Sekarang lepaskan tangan saja, kantor saya ada di sebelah sana, kata Haura dan melirik ke arah gudang.


"Tidak, kamu harus ikut bersamaku ke ruanganku.


"Apa? Tapi aku ada banyak pekerjaan Pak.


"Lupakan saja, maksud aku tunda saja dulu, aku juga ada pekerjaan penting untukmu di ruanganku, jadi jangan banyak bicara dan ikut denganku.


Haura pasrah saat Dion menariknya masuk ke dalam lift, Haura merasa tercekik, seolah dia memiliki pacar protektif,"Kenapa? Kamu tidak suka aku memperlakukanmu seperti ini? Tanya Dion penasaran.


"Tidak Pak, aku menyukainya.


Dion tersenyum dan menatap Haura,"Benarkah kamu menyukainya?


"Iya.


Dion semakin mempererat genggamannya.


Haura dan Dion terkejut saat masuk ke dalam ruangan, ada seseorang yang menunggunya di dalam, dan orang itu adalah Iga, orang yang berusaha melenyapkan Haura dengan membayar pembunuh bayaran.


Dion menahan amarahnya, saat mendengar suara pintu terbuka, Iga tersenyum dan membalikkan badannya, tapi raut wajahnya berubah saat dia melihat Dion mengandeng tangan seorang gadis dan semakin membuatnya kesal saat dia melihat wajah gadis yang bersama Dion adalah gadis yang sangat dia kenal, dia adalah Haura. Apa yang dilakukan ****** ini di sini? Bukankah aku sudah membayar geng Nara untuk menghabisinya? Masalah sepele ini saja mereka tidak becus melakukannya...Pikir Iga dan mulai mengepal kedua tangannya.


"Apa yang kau lakukan di kantorku sepagi ini Iga? Kata dion berjalan melewati Iga dan masih menggandeng tangan Haura.


Amarah Iga semakin memuncak dan berusaha menahannya agar dia tidak kelepasan,"Aku ingin menemuimu.

__ADS_1


"Untuk apa? Kau lihat aku dan juga pacarku ingin menghabiskan waktu berdua saja.


Mata Iga menatap Haura seolah ingin menerkamnya,"Ka..ka..kalian sudah berkencan?


__ADS_2