Mengejar Cintamu

Mengejar Cintamu
Season 2 Chapter 20 Mereka Pikir Kita Berpacaran


__ADS_3

Bagaimana jika kamu membuat novel saja?


"Tapi pak, saya serius.


Direktur dan Haura saling menatap, awalnya Haura tidak merasakan apa-apa, tapi Haura mulai membesarkan bola matanya, dan Presdir jelas melihat mata Haura,"Memangnya apa yang mereka bisikkan jika aku dan kamu bersama? Tanya presdir. Haura masih melotot pada presdir.


"Haura apa matamu tidak akan sakit, jika kamu melihatku dengan cara seperti itu. Setelah mengatakan hal itu Direktur lalu terdiam saat melihat mata Haura. Haura yang sedari tadi tidak menjawab apa-apa, dia lalu berdiri dan pergi meninggalkan presdir sendiri di dalam gudang. Presdir lalu memegang dadanya, dia merasakan hati dan juga jantungnya berdegub kencang,"Ada apa denganku, ini pertama kalinya aku merasakan hal seperti ini, setelah Krystal meninggalkanku,"Sepertinya hatiku akan meledak, tidak aku tidak boleh goyah, hanya karena mata Haura biru seperti warna mata Krystal, entah kenapa aku membencinya.


Haura, dia terhenti tepat didepan pintu gudang, dan lagi kenangan itu melintas, membuatnya mengeluarkan air mata lagi,"Setidaknya, aku tidak menangis tepat di hadapannya, pasti akan sangat canggung dan memalukan jika saya menangis dihadapannya. Seseorang mendekati Haura,"Manajer Haura, barang-barang ekspor dari Eropa sudah tiba, tolong anda dan Direktur memeriksa barang-barang tersebut. Haura mengganguk dan kembali kedalam gudang,"Pak Direktur, barang yang dari Eropa sudah datang, katanya anda dan saya harus segera memeriksanya.


"Baik Haura.


Saat Haura dan Dion sedang berduaan ditempat barang ekspor itu tiba, mereka berdua terdiam dan sibuk dengan tugas mereka masing-masing, keduanya kelihatan canggung karena peristiwa didalam gudang itu," Hmmm...Haura sekarang jam istirahat, saya akan pergi terlebih dahulu. Haura hanya menganggukkan kepalanya. Presdir lalu meninggalkan Haura.


"Astaga! Apa aku harus secanggung ini pada psikopat itu? Haura lalu berbalik,"Astagfirullah Pak Direktur? Ada apa? Kenapa anda kembali? Bukannya anda sudah pergi tadi?


"Aku mendengar semuanya, psikopat? Terserah kamu saja Haura, setelah istirahat aku ingin kamu menemuiku diruanganku. Aku kembali karena handphoneku ketinggalan, gadis gila.


Setelah meninggalkan Haura, haura terlihat kesal,"Dasar Psikopat gila,gila,gila,gila. "Semoga besok kamu tidak masuk kerja karena kamu akan melakukan pekerjaan diluar kota atau apapun asalkan kamu tidak ada diperusahaan ini, menyebalkan!


*****


"Pak, maaf saya menerobos masuk, di luar Bu Zahra tidak ada, jadi kenapa anda memanggil saya....Sekertaris Juan? Apa saya datang terlalu cepat? Maaf, saya di sini karena...mungkin sebaiknya saya menunggu diluar dulu.


"Tidak perlu Manajer Haura, saya disini hanya sebentar, saya hanya ingin membacakan jadwal perjalanan bisnis direktur bulan ini.


Apa? Perjalanan bisnis? Kalau begitu, dia tidak akan ada di perusahaan beberapa hari ini? Yes yes yes yes yes, ini anugerah yang sangat besar untukku, Ya Allah terima kasih, aku sangat mencintaimu Ya Allah.


Manajer Haura, sekeras apapun Dimas, memanggil Haura, Haura tetap saja tidak menjawab, sekertaris Dimas lalu menepuk bahu Haura dan membuatnya terbangun dari lamunannya. Direktur dan Sekertaris Dimas melirik Haura heran, mereka heran karena sedari tadi, Haura tersenyum-senyum sendiri. Haura menyadari jika dia melakukan kesalahan,"Maaf,saya tidak sengaja melamun..


"Tidak apa-apa Manajer Haura, saya ulangi lagi yah, besok anda dan Direktur akan melakukan perjalanan bisnis selama seminggu di Bali. Bagaimana? Apa anda senang?


"Iya saya sangat senang, Apa! Ma..maaa..maaksud anda, saya akan keluar kota bersama dengan psiko...maksud saya bersama Direktur?


"Iya, anda direkomendasikan langsung oleh nyonya besar untuk mendampingi Direktur keluar kota.


"Apa? Ini tidak mungkin terjadi, sekertaris Dimas mungkin maksud bibi, yang akan pergi bersamanya adalah anda, bukan saya, iya kan?


"Cukup...cukup...sekarang gadis gil...maksud aku Manajer Haura, sebaiknya anda pulang ke rumah anda untuk menyiapkan barang-barang yang akan anda butuhkan di Bali, sekarang anda boleh pergi.


Haura keluar dari ruangan Direktur,"Sial!!! Aku sangat senang jika dia tidak ada diperusahaan ini, tapi tidak dengan aku harus tidak ada diperusahaan juga, aduh apa yang harus aku lakukan? Handphone haura berbunyi di saat dia sangat kesal dengan kenyataan yang harus dia jalani,"Halo, Vovi kamu ada dimana? Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.


"Haura aku sekarang ada dirumah kamu, pokoknya kamu tidak usah pusing tentang persiapan ke Bali, aku sudah menyiapkan barang-barang yang akan kamu bawa, semuanya sempurna.

__ADS_1


"Jadi, kamu tahu soal ini?


"Iya, tadi Sekertaris Dimas mengatakannya padaku, jadi aku buru-buru ke rumahmu, soalnya sebentar sore kamu akan berangkat ke Bali.


"Apa? Sore ini juga, Vovi!


"Sudah kamu tidak usah berisik, pokoknya sekarang kamu ke rumah dulu, cepat aku menunggumu yah, aku tutup telponnya.


"Tapi masalahnya,,,Vovi? Halo Vovi. Aaa dasar dia sudah menutup telponnya. Sebaiknya aku pulang dulu.


*****


"Neng Haura?


"Bi? Vovi ada dimana?


"Dia di atas, dikamar kamu. sambil menunjuk kearah atas,"Memangnya ada apa neng? Tadi bibi lihat, neng Vovi buru-buru, seperti di kejar setan saja.


"Bibi sebentar saja Haura ceritakan, yang pastinya saya akan keluar kota hari ini.


"Apa? Keluar kota? Dengan siapa kamu akan kesana?


"Bibi ingat, yang aku ceritakan waktu itu, yang waktu aku belikan bibi obat, aku ketemu sama..


"Mmmm...iya bibi, aku naik keatas dulu bi, besok-besok saja Haura cerita lagi, ok. Haura berlari menaiki tangga menuju kamarnya,"Vovi!


"Astagfirullah! Haura kamu mengagetkanku, tapi lupakan soal itu,"Tada...surprise...gimana kamu senang kan? Aku sudah membantu kamu Haura.


Haura mendekati Vovi,dan menarik tangannya,"Vovi! kamu tahu aku sangat membenci orang itu, aku berusaha menjauh darinya, karena mata ini, sangat tidak menyukai dirinya, aku...lelah Vov, aku lelah harus mengeluarkan air mata setiap kali harus melihat dirinya, dan aku tahu kamu mengerti perasaanku, okelah kamu sekarang senang karena aku akan ke Bali, tapi Vov...aku kesana bukan untuk liburan, tapi untuk kerja dan melakukan hal yang paling tidak aku suka, dan aku yakini kamu tahu maksudku.


"Iya tentu, maksud kamu menangis kan, iya sebagai sahabat terbaikmu, aku sangat mengetahui itu, tapi Haura dengan perjalanan ini cobalah untuk melatih mata itu, agar terbiasa melihatnya dan tidak menangis lagi ok.


"Kamu memang gampang mengatakan itu Vovi, tapi melakukannya itu Vov yang sangat susah.


"Tidak susah kok Haura, berusaha lah untuk merubah mata itu, karena mata itu adalah milikmu, bukan milik Direktur.


"Entahlah Vov, aku lelah, sekarang aku harus ke bandara.


"Ok, aku akan mengantarmu kebandara.


"Terima kasih.


"Kamu jangan cemberut dong Haura, aku merasa tidak enak, aku melakukan ini semua untuk mendukung dan membuat matamu itu tidak merespon Direktur lagi.

__ADS_1


"Terserah kamu saja Vov, kita lihat saja apa akan manjur, atau aku akan mati menangis disana.


Haura dan Vovi bergegas ke Bandara, Direktur dan Sekertaris Dimas sudah berada di bandara soekarno Hatta, "Vovi?


"Iya sekertaris Dimas, sesuai pesananan, saya sudah menyiapkan barang-barang keperluan Haura di Bali.


"Manajer Haura? Semoga kamu dan Direktur menikmati perjalanan ini dan memenangkan kontrak dengan pihak di sana.


Haura hanya tersenyum tipis mendengar ucapan sekertaris Juan,"Iya semoga saja perjalanannya menyenangkan.


Sekertaris mendekati Haura dan memberinya sebuah tiket,"Ini tiket anda, pesawat akan segera berangkat, sebaiknya anda mengikuti Direktur.


"Baik, terima kasih Sekertaris Dimas, tiketnya. Vov,aku pergi.


"hati-hati yah.


Mereka berdua berada di dalam pesawat, Haura menunjukkan tiketnya kesalah seorang pramugari,"Silahkan tempat duduk anda disini.


"What? Apa aku harus duduk dengannya juga, terima kasih untuk Vovi dan sekertaris Dimas, berkatnya aku bisa duduk bersama psiko ini.


"Kurang kecil Haura, aku mendengar semuanya, sudah kamu jangan banyak tingkah, kamu duduk saja di tempatmu, lagipula aku juga tidak suka duduk dengan gadis gila sepertimu, tapi aku terpaksa. Direktur lalu memakai Earphone dan mendengarkan musik.


"Apa? Wah! Dasar Psiko...cepat atau lambat aku akan mendorongmu dari atas pesawat, biar kamu lenyap selamanya.


Presdir berbalik kearah Haura dan membuka earphone yang digunakannya itu,"Ada apa gil? Apa kamu mengatakan sesuatu, maaf aku tidak mendengarnya.


"Tidak ada apa-apa psiko. Haura lalu berbalik badan membelakangi Direktur dan mulai tertidur.


"Aneh? Perasaanku mengatakan dia memang mengatakan sesuatu padaku, cuman butuh pembuktiannya saja.


"Pak? Seorang Pramugari membangunkan Direktur,"Pak pesawat sudah tiba di Bali pak. Dia lalu membangunkan Haura,"Nona? Pesawatnya sudah tiba di Bali,bangunlah.


"Biar saya saja yang membangunkannya, terima kasih sebelumnya.


"Ia pak. Pramugari itu lalu meninggalkan mereka berdua.


Presdir menendang-nendang kaki Haura,"Hei Gila! Bangun kita sudah ada di Bali, jam sembilan malam nanti kita ada rapat, ayo cepat bangun, apa kamu akan menghancurkan rapatnya juga.


"Oh! Aduh! Badanku sakit, apa kita sudah ada di Bali?


"Tidak, kita masih di Jakarta,"Ayo cepat, aku yakin orang yang menjemput kita di kedatangan, sudah lama menunggu, itu semua karena kamu, kamu jika sedang tidur seperti orang mati, ngorok, ileran, susah dibangunkan, pokonya sempurna deh.


"Apa yang anda katakan? Aku tidak seperti itu, kalau aku tidur itu seperti putri, ngorok dan ileran itu tidak pernah aku lakukan, sungguh, "Jadi tarik kata-kata bapak itu.

__ADS_1


__ADS_2