Mengejar Cintamu

Mengejar Cintamu
Season 2 Chapter 21 Perjalanan Bisnis


__ADS_3

"Saya harap bapak menarik kembali kata-kata bapak.


Presdir memandang Haura sambil mengeleng-gelengkan kepalanya,"Lalu siapa yang ada di walpaper ponselku ini. Haura lalu merebut ponsel itu dan melihat gambarnya sendiri yang pipihnya penuh dengan ilernya itu. Sebelum berbicara, Direktur mengambil kembali ponselnya.


"Direktur!


direktur lalu berlari sementara Haura mengejarnya dari belakang, mereka berhenti saat Dion melihat papan nama dan juga nama perusahaannya di tunjukkan oleh seorang lelaki,"Itu adalah nama perusahaan kita Haura,"Maaf apa anda sudah lama menunggu kami?


"Tidak pak, jawab orang itu,"silahkan anda kejalan ini, saya akan mengantar anda.


"Terima kasih Bli.


Haura masih kesal melihat Direktur, dia berpikir bagaimana cara untuk menghapus gambar yang ada di ponselnya tersebut, dan mengganti wallpaper ponselnya pasti,"Membuat kepalaku pusing saja.


"Haura?


"Iya pak? Lihatlah wajah tak bersalahnya itu, ah tanganku serasa ingin mencekiknya saja batin haura.


"Kamar kamu di sebelah sana,"Ini kuncinya, jangan sampai hilang yah, tepat pukul sembilan kita bertemu di depan kamarku ok.


"Baik pak. Haura lalu masuk kedalam kamar, membuang tasnya, melempar sepatu dan melempar badannya ke kasur, dia lalu memukul-mukul bantal, menggigit selimut, dan teriak kencang di bantal, "aaaaaaaa psikopat! Ah aku tidak ileran, walaupun di foto itu aku seperti itu, tapi aku yakin kamu mengeditnya kan, foto yang sebenarnya tidak seperti itu.


Sementara Direktur sedang membersihkan diri, dia lalu berbaring di atas kasurnya, dia mengambil ponselnya dan menyalakannya, dia lalu tertawa setelah melihat walpapernya,"hahahaha lihatlah mukanya ini, apa tadi dia bilang kalau dia tidur itu seperti putri? Omong kosong yang ada bukan putri tapi putra hahaha...ah perutku sakit, aku tidak bisa tertawa lagi, sebaiknya file fotonya aku pindahkan saja ke laptop dan mengganti wallpaper ponselku. "hahahaha ternyata malah tambah parah lucunya jika disimpan dilaptop, aduh aku sudah tidak tahan lagi. "Ion?


"Suara itu? Krystal? Dion lalu berbalik,"Krystal apa yang kamu lakukan? Krystal mengulurkan tangannya, Dion berusaha meraih tangannya, tapi Krystal terjatuh ke dalam jurang, Krystal! Ha...ha...ha keringat bercucuran dari tubuh Dion, dia lalu mengambil air dan meminumnya,"Ternyata hanya mimpi, kenapa tiba-tiba aku memimpikan Krystal? Dion lalu memegang dahinya dan memukul-mukul kepalanya,"Ini semua salahku, akulah yang telah menyebabkan Krystal meninggal, itulah sebabnya dia muncul dalam mimpiku,"Aku cinta kamu Krystal, aku sangat merindukanmu.


"Pak Direktur? Bangunlah, sekarang sudah pukul sembilan tepat, anda ingat kan kalau malam ini ada rapat? Presdir tok tok tok Presdir? Pintu itu terbuka dan tangan Haura mengetuk kening Presdir,"Maaf pak, saya tidak sengaja.


"Apa yang kau lakukan! Kenapa kau mengangguku!


Haura terkejut karena dion tiba-tiba marah dan membentak Haura,"Memangnya saya salah apa? Hingga bapak membentak dan marah kepada saya? Saya hanya mengingatkan bapak, jika sebentar lagi kita rapat dengan perusahaan batik.


"Lupakan, saya akan bersiap-siap, jadi tunggu saya di lobi. Setelah mengatakan itu, Dion membanting pintu hotel. Sementara haura berdiri di depan pintu kamar hotel dion,"Apa yang terjadi pada psikopat itu? Dia tiba-tiba kasar dan marah-marah tak jelas, itu sebabnya dia itu psikopat, psikopat adalah orang yang memiliki dua kepribadian, dia piker hotel ini miliknya, dia suka sekali merusak sesuatu. Haura kemudian berlalu meninggalkan kamar hotel dion.


Dion segera menemui Haura, Sebelumnya tak ada yang mampu, ringtone ponsel Direktur tiba-tiba berbunyi,"mama? "Assalamualaikum ma, ada apa?


"Kamu sudah sampai di Bali sayang?


"Iya ma, beberapa jam yang lalu, ini aku siap-siap meeting bersama manajer kesayangan mama.


"Ya sudah kalau begitu, mama tutup telponnya.


"Ma? Mama telpon cuman menanyakan itu saja? Halo ma..ma..tuuuuuuuuut,"sudah terputus.


Dion menyusul haura ke lobi, di perjalanan dion menyadari, bahwa dia sudah keterlaluan pada haura, dia seharusnya tidak membentak haura, hanya karena kesalahanku sendiri, dan juga karena moodku yang tidak baik, karena mengingat Krystal aku malah melampiaskannya pada haura. Dion melihat haura duduk di lobi menunggunya, dion lalu mendekati haura,"Haura? Ayo kita berangkat, ini berkasnya, tolong bawakan untuk saya.

__ADS_1


"Ba..baik Pak, tapi bukankah ini terlalu banyak? Dia bahkan tidak meminta maaf karena terlambat dan juga sudah membentakku.


Dion berbalik pada Haura,"Ada apa? Apa yang barusan kamu katakan?


"Tidak, tidak ada apa-apa pak. Dia benar-benar sudah berubah, tapi berkasnya banyak sekali, aku tidak kuat membawanya.


"Maaf Haura, biasanya Sekertaris Dimas yang membawakannya untukku, tapi dia tidak ikut, dan secara tidak langsung kamu menggantikan posisinya, aku terbiasa menyuruhnya melakukan itu untukku. Sambil menunjuk berkas yang dibawah Haura.


"Oh yah. Jawab Haura. Tapi ini tidak biasa buatku.


"Sini aku bantu kamu, sepertinya kamu kelelahan, aku baru sadar kalau kamu adalah seorang gadis, berikan padaku biar aku yang membawa semuanya.


"Tidak apa-apa Presdir, lagipula ini memang sudah menjadi tugasku kan, sebagai seorang bawahan, aku tidak berhak untuk meminta lebih.


"Haura biar saya saja yang membawanya, santai saja aku malah merasa tidak enak melihatmu membawa barang-barang berat sementara aku masih bisa membawanya. Dion lalu mengambil berkas yang berada ditangan Haura dan membawanya.


"Terima kasih Pak, tanganku sudah pegal membawanya.


"Kamu tidak usah berterima kasih, lagipula aku akan melakukan hal yang sama jika seorang gadis sama diposisimu saat ini.


"Baiklah anda memang baik hati, tapi setidaknya saya mengucapkan terima kasih, siapa tahu jika gadis lain yang sedang diposisiku saat ini, tidak mengucapkan terima kasih.


"Baik, kamu memang pandai berbicara, aku yakin jika kamu sedang beradu argument dengan pacar kamu, kamu akan menang.


"Apa? Kenapa dia harus membahas pacar disaat-saat seperti ini?


"Tidak ada apa-apa pak, saya hanya bicara pada diriku sendiri.


"Begitu? Aku pikir kamu mengajakku bicara.


*****


Lelaki itu sedari tadi memperhatikan Haura yang sedang menikmati makan siangnya seorang diri, lelaki itu mulai mendekat, dan lebih dekat menghampiri Haura,"Haura?


Haura terdiam, kemudian dia kembali melihat lelaki itu, memperhatikannya sedemikian mungkin,"Kamu siapa?


Lelaki itu lalu duduk tepat didepannya,dia melirik Haura,dan lalu tersenyum pada Haura."Haura? kamu sudah lupa padaku yah?


"Ben? Ben Anugrah?


"Oh kamu ingat denganku? Ben lalu melambai-lambaikan tangannya didepan mata Haura.


Haura lalu menghentikan tangan Ben,"Stop Ben.


"Haura! Saya turut senang Haura, sekarang kamu bisa melihat, kamu tahu Haura aku kangen dengan senyum manismu itu kawan, ayo tersenyum lah.

__ADS_1


Haura lalu tersenyum,"Ben, kamu belum berubah sama sekali, masih sama seperti yang dulu, tapi bagaimana kamu bisa tahu?


"Sudahlah, saya kan pengemar kamu Haura, jadi saya tahu, oh yah padahal yang dulu itu lebih bagus loh, kenapa tiba-tiba kamu merubahnya?


"Tidak, hanya saja aku ingin kehidupan baru saja dengan itu. Sembari menunjuk matanya.


"Mmm...mungkin kamu benar, tapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan padamu Haura?


"Apa itu Ben?


"Gimana caranya kamu mengenaliku? Padahal kamu tidak mengenali wajahku, dan kita sudah lama tidak saling bertemu, kira-kira terakhir kita ketemu saat pengumuman kelulusan SMP kan?


"Iya memang benar jika aku tak mengenali wajahmu karena mataku, tapi telingaku masih normal dan tidak cacat juga, jadi aku mengenalimu dari suaramu itu.


"Benar juga, Haura aku senang berjumpa lagi denganmu, sampai sekarang hatiku masih berdegup saat bertemu denganmu.


"Hahaha...Ben ben kamu bisa saja, kamu sudah lama di Bali?


"Tentu Haura, semenjak lulus dari SMP.


"Jadi ayahmu dipindah tugaskan di Bali yah?


"Benar, Aku dengar kamu ke Amerika.


"Iya, tapi aku kembali.


"Kenapa?


"Karena aku dan kedua orang tuaku mengalami kecelakaan.


"Aku juga dengar soal kabar itu, aku turut berduka cita. Bagaimana jika kita membicarakan hal yang lain saja. Tunggu sebentar yah, aku akan memperkenalkan kamu dengan teman-temanku yang ada di Bali.


Ben lalu pergi meninggalkan Haura dan memanggil semua temannya, temannya lalu menghampiri Haura,"haura kenalin ini teman aku namanya Boy, yang tampan itu namanya radit dan yang bule itu namanya Dave.


"Hai senang berkenalan dengan kalian, namaku Haura.


"Hai, Im Dave, nice to meet you, you really beatifull, what you girlfriend Ben?


"Nice to meet you too, oh no im just friend not girlfriend.


"Stop it Dave.


"Im sorry Ben, Just Kidding okey.


"Okey Haura, sepertinya saya dan teman-temanku pamit dulu, kami ada pekerjaan sebentar lagi, ini jam istirahat makan siang saja.

__ADS_1


"Okey Ben.


__ADS_2