
Satria memegang kedua bahu Haura,"Apa kamu serius? Tapi kamu masih sakit.
"Tapi sebentar lagi pesawat kita akan berangkat, aku tidak ingin terlambat, Bibi juga sudah menyiapkan barang-barangku, kumohon ayo kita pergi.
Satria menghirup napas panjang, dia simpati melihat bibir Haura yang pucat, dia memeluk Haura dan mengajaknya pergi,"Ayo kita pergi menjauh darinya.
Satria merasakan balasan pelukan Haura yang terasa lemah, mereka berdua memaksa keluar dari rumah sakit dan segera ke bandara, di sana ada bibi, Vovi, dan juga keluarga Satria, sebelumnya Satria sudah memberi tahu kedua orang tuanya dan juga adiknya, walaupun adiknya tak bisa hadir karena jadwal sekolahnya. Melihat Haura datang, ibu dan juga ayah Satria memeluk Haura,"Kamu dari mana saja selama ini?
Haura menangis dan membalas pelukan Ibu Satria,"Bibi, maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu.
"Sudahlah, kamu jangan bersedih kata Ayah Satria.
Haura menoleh ke belakang, Haura mengharapkan seseorang datang mengantar kepergiannya, tapi tetap saja, Haura tidak melihat kedatangan Dion.
*****
Mobil Dion melaju dengan kecepatan tinggi menuju arah bandara,"Dimas, apa yang membuatmu lamban, injak gasnya.
"Aku tidak ingin mati konyol Pak.
"Tapi jika seperti ini, kita akan terlambat, dan Haura akan pergi sekarang!
"Tapi kata Vovi, mereka masih bersama sekarang.
"Kalau begitu tunggu apalagi, tancap gasnya.
__ADS_1
Dimas terpaksa mengambil kekuatan pembalap terkenal Rio Haryanto, seketika Dimas seolah kerasukan arwah pembalap muda itu dan menyetir mobil secara anarkis. Dan yang biasanya jika ke bandara akan menempuh tiga puluh menit menjadi lima belas menit, saat berada di depan bandara, Dion langsung membuka pintu mobilnya dan berlari ke dalam bandara, Dion menoleh ke kanan dan ke kiri, tapi tak menemukan sosok Haura ataupun Satria,"Kumohon, biarkan aku bertemu dengan Haura, aku ingin mengatakan sesuatu padanya.
Sementara Haura sudah berada dalam ruang tunggu, dan mendengar jika pesawatnya akan berangkat dan di mohon agar para penumpang menaiki pesawat dengan nomor penerbangan G-1234 di pintu nomor tiga, saat Haura sudah berada di depan pintu masuk pesawat Haura mendengar Dion berteriak,"Haura!
Haura menoleh dan mencari sumber suara,"Apa aku salah dengar? Aku mendengar suaranya memanggilku.
"Mba? Silahkan masuk.
Suara lembut pramugari membangunkanku dari lamunanku,"Maaf. Aku kembali melangkahkan kakiku masuk ke dalam pesawat yang menyisahkan satu luka di hatiku,"Setidaknya dia datang menemuiku agar aku percaya, jika dia tidak benar membenciku.
Sementara di tempat lain, Dion jatuh berlutut setelah frustasi memanggil Haura, karena tidak bisa menemukannya di manapun.
Dion berjalan keluar dan bertemu dengan Dimas,"Pak dimana Haura? Kata Dimas mencari-cari sosok Haura di belakang Dion.
"Kita datang terlambat, pesawatnya sudah berangkat. Aku tidak bisa menghentikannya Dimas, mungkin aku dan dia tidak bisa bersama, aku minta kamu mengantarku ke rumah sekarang...Kata Dion menepuk bahu Dimas kemudian menunduk dan berjalan putus asa.
"Iya, aku baik-baik saja.
*****
Dion membuka pintu kamar tamu di rumahnya, di kamar itu adalah kamar yang pernah di tempati dua gadis yang begitu berarti untuknya, Krystal yang merupakan kekasih yang sangat di kasihinya dan Haura yang sangat di cintainya,"Krystal? Apa Jika Haura kembali ke Jakarta, apa dia dan Satria sudah memiliki anak? Apa mereka memutuskan memiliki banyak anak dan datang menemuiku? Sepertinya tidak, Haura mengatakan jika dia tidak akan kembali, karena jika dia kembali dia hanya akan terluka karenaku, ini semua salahku Krystal, itu sebabnya Haura meninggalkanku karena kebodohanku. Dion meraba-raba bantal yang tersusun rapi di atas ranjang,"Aku bahkan tidak membiarkan Haura menyentuh bantal ini dan tidur di atas kasur ini, itu sebabnya saat aku membawanya kemari, aku menariknya dan membawahnya ke Bandung, agar dia tidak berbaring di tempatmu. Kebiasaan Dion yang selalu menjulurkan tangannya ke bawah bantal pun sepertinya menemukan sesuatu di dalam sarung bantal,"Apa ini? Sepertinya sebuah kertas, tapi kertas apa?
Dion membuka sarung bantal itu dan mengeluarkan sepucuk surat,"Ini bukannya surat, ada tulisan di depannya, untuk Dion dari Krystal? Krystal!
Hati Dion berdegup, seluruh badannya bergetar hebat, Dion berhasil membuka surat itu dan membaca isinya.
__ADS_1
Jika kamu berhasil mendapatkan surat ini, itu berarti aku sudah tidak ada lagi di dunia ini, apa kamu sudah meninggalkan kebiasaan tidur pagimu?
Dion tertawa dan juga bersedih secara bersamaan,"Kamu salah, aku sudah tidak tidur pagi lagi. Dion kembali melanjutkan membaca surat Krystal.
Aku yakin kamu tidak akan semudah itu berubah menjadi lelaki setia, aku yakin setelah kepergianku kamu akan menggila dan semakin mencari banyak wanita, atau dugaanku salah?
"Kamu salah lagi, aku menjadi pria dewasa setelah kepergianmu. Dion kembali fokus pada lembaran surat yang di genggamnya.
Maafkan aku, aku sengaja berbohong padamu soal Dokter Panji, aku tidak ingin kamu menderita karenaku, walaupun aku sedih saat aku katakan padamu jika aku sudah bertunangan padahal, kamu adalah orang yang paling kucintai, walaupun kedengaran konyol, awalnya Dokter panji menolak, tapi aku menyakinkannya dan dia menerimanya dengan penuh kebodohan, Dokter Panji sudah seperti kakak kandung bagiku, semoga kalian bisa menjadi teman dan selalu akur, kamu pasti merasa sepi? Maafkan aku Dion, apa menurutmu aku jahat padamu?
Tidak terasa Dion meneteskan air matanya,"Dasar gadis bodoh! Aku tidak tahu jika kamu melakukan semua ini untukku, betapa beruntungnya aku. Dion kembali membaca kelanjutannya.
Dion apa kabar dengan Kakek Faiz, Bibi dan juga Paman? Apa mereka tidak saling mengabaikan lagi? Mereka sudah akur kan? Paman selalu mengunjungi Ayahnya kan? Aku yakin paman akan melakukannya, Paman itu orang yang baik, aku merindukan kalian, sungguh bodoh mengatakan ini, jika waktuku sudah tidak lama lagi.dion apa yang harus aku lakukan? Aku tidak ingin mati, aku ingin tetap hidup dan terus bersamamu.
Dion kembali terisak dan menghentikan membaca surat Krystal,"Maafkan aku Krystal! Kamu pasti sedih sendiri saat itu.
*Dion aku ingin meminta maaf padamu, waktu kamu tertidur saat bersama dengan Bibi, kamu meninggalkan ponselmu di meja makan, dan kamu pergi karena mata kita bertemu, tidak sengaja aku membukanya, karena kamu tidak mengunci ponselmu, aku membaca setiap pesan yang kau kirimkan untuk seorang gadis bernama Lola, aku membaca s**etiap pesan yang kau kirim untuknya, mungkin jika kamu lebih dulu bertemu dengannya, kamu tidak akan menyukaiku, aku sempat cemburu membaca pesanmu dengannya, aku baru pertama kali merasa memiliki saingan, bahkan aku sudah bertemu dengan para kekasihmu, tapi aku sama sekali tidak merasa cemburu, tapi entah kenapa pada Lola, aku merasa aku sedang cemburu pada gadis itu, karena kulihat kamu sangat mengaguminya, menyukainya dan selalu mendengar ucapannya, aku merasa aku tidak ada apa-apanya di bandingkan dengannya*.
Dion kembali memikirkan tulisan Krystal, memang benar orang pertama yang kusukai adalah sosok Lola, gadis Indonesia yang menetap di Amerika karena penyakitnya, sosok gadis yang belum pernah kutemui, kulihat wajahnya sebelumnya, kami hanya mengenal satu sama lain, karena keisenganku mengacak nomor waktu itu dan jatuh cinta karena mendengar suara merdunya, dan aku berpikir jika dia gadis yang sangat cantik, dia ramah dan tidak pernah menganggapku sebagai lelaki gombal yang suka memainkan wanita, Dion membalik lembaran surat yang di genggamnya dan membaca isinya kemudian.
Aku ingin menceritakan suatu hal padamu, sesuatu yang kurahasiakan darimu, sampai aku mati, tapi aku meninggalkan surat ini untukmu, yang berarti aku tidak sepenuhnya menyembunyikannya darimu karena pada akhirnya dan cepat atau lambat kau akan mengetahuinya. Ini terjadi saat aku membaca pesanmu dengan Lola,setelah aku membaca semuanya, dan aku merasa begitu cemburu padanya, aku memakai ponselmu dan memintanya untuk bertemu dengannya, dengan memakai namamu, aku tahu dia berbohong jika dia menetap di Amerika.
"Apa maksudnya, kenapa Krystal mengatakan jika Lola tidak berada di Amerika? Karena penasaran Dion kembali melanjutkan membaca lembaran surat Krystal.
Ada kejanggalan di setiap kau meminta mengunjunginya ke Amerika, dia menolak habis-habisan karena ada sesuatu yang ditutupinya, jika kau menanyakan alasannya apa, pasti sama dengan alasanku menolak memberitahumu penyakitku, lalu waktu yang tepat, aku kembali menghubunginya untuk bertemu di Mall menggunakan ponsel yang lagi-lagi kamu anggurkan di meja, awalnya dia menolak, tapi saat aku mengatakan jika dia berbohong soal tinggal di Amerika, dia menyetujui untuk menemuimu. Kebetulan waktu itu, kamu ada kelas, dan aku punya waktu untuk menemui Lola, saat bertemu dengannya pertama kali, aku menegurnya, dan dia ramah dalam menjawab pertanyaanku, kami berkenalan dan anehnya saat aku mengulurkan tanganku untuk menyalaminya, dia mengulurkan tangannya tapi tidak menyentuh tanganku, aku mengangkat sebelah tanganku dan kulambaikan tepat di depan wajahnya, tapi dia tidak merespon, saat itu aku menyimpulkan, alasannya tidak mau menemuimu adalah karena dia adalah seorang gadis buta!
__ADS_1
Hai para readersku, kalian masih penasaran dengan kisah cinta Dion dan juga Haura yang penuh dengan Drama? nah jangan lewatkan updatetannya yah, terus ikuti kisah mereka, jangan lupa juga dukungan,vote, comment, bintangnya, like dan masukkan cerita ini ke list faforit kalian yah...dukungan kalian adalah semangat untukku agar lebih semangat dalam menulis. terima kasih untuk dukungan kalian