Mengejar Cintamu

Mengejar Cintamu
Season 2 Chapter 19 Hari Pertama Kerja


__ADS_3

"Pak Direktur, tolong maafkan teman saya pak.


"Kenapa kamu harus mewakilinya meminta maaf, bukankah dia yang harusnya meminta maaf padaku, bukannya kamu yang malah menggantikannya meminta maaf katanya dan melirik ke arah Haura.


"Apa? Untuk apa aku meminta maaf pada bapak? Memangnya saya punya salah? Lagi pula apa saya salah jika menanyakan ini pada sahabat saya? Itu salah bapak, karena bapak menguping pembicaraan kami, jika kami tahu bapak ada di belakang kami, kami juga tidak akan membicarakan bapak.


Vovi menyenggol temannya yang bicara tak sopan pada direktur,"Haura hentikan, kamu sekarang bicara dengan Pak Direktur.


"Sudahlah Vovi,lagipula aku bukan seorang pembunuh."Katakan pada temanmu itu kalau aku tidak akan membunuhnya dan segera katakan padanya aku ingin dia menemuiku diruanganku sekarang juga.


"Baik pak,Haura kamu dengar sendirikan apa yang dikatakan Presdir?


"Ia,aku mendengarnya lagipula telingaku masih bagus,maksudku pendengaranku masih berfungsi. Menghalangi jalan? Memangnya hanya ini jalanan,disana kan masih luas,dasar Psikopat,Pagi-pagi sudah membuatku gila,huuu aku sangat ingin mencekeknya... Batin Haura.


"Sudahlah Vovi temanmu itu memang tidak punya sopan santun, lagipula aku bukan seorang pembunuh seperti tuduhannya,"Katakan pada temanmu itu kalau aku tidak akan membunuhnya dan segera katakan padanya aku ingin dia menemuiku diruanganku sekarang juga.


Presdir lalu meninggalkan Haura dan Vovi, dia memasukkan kedua telapak tangannya di saku celananya. Haura memajukan bibirnya dan mengulang-ulang kata presdir, setelah itu dia lalu mengepal tangannya dan melempar tinjunya kearah Direktur yang tengah berjalan, yang tak melihat apa yang dilakukan Haura.


Vovi lalu menghentikan tingkah dan ulah Haura,"Apa yang kamu lakukan?


"Vovi! Aku benar-benar kesal pada orang itu, apa dia punya otak?


"Sudah Haura, lebih baik kamu segera menemuinya.


"Aku juga tahu, Tapi aku khawatir jika nanti aku melihatnya, aku akan menangis lagi, apa yang akan aku lakukan?


"Menangis? Vovi lalu menggeleng dan mengangkat kedua bahunya,"Kamu urus saja sendiri.


"Apa ini yang namanya teman?


"Ah bodoh amat, pokonya soal menangis atau apapun itu, aku tidak bisa menanganinya, lagipula aku sibuk, aku juga punya pekerjaan, Haura aku duluan yah, di lantai dua ada banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan By and Fighting! Vovi pun masuk ke dalam Lift.


"Vovi jangan pergi begitu saja, bagaimana ini? Apa aku berhenti bekerja saja? Tidak tidak, Aku harus berani.


*****


Haura menemui Direktur melalui asistennya,"Bu Zahra? Saya di panggil pak Direktur ke ruangannya, tolong beritahu beliau jika saya sudah ada.


"Haura? Baik, tunggu di sini, saya akan memberitahu bapak dulu.


Haura hanya mengangguk setuju.


Zahra mengetuk pintu kantor direktur, dan menyuruhnya masuk.


"Pak Direktur!


"Ia Zarah, ada apa?

__ADS_1


"Manajer Haura ingin bertemu pak.


"Haura? Suruh dia masuk.


"Baik pak, Manajer Haura silahkan anda masuk.


"Baik.


Haura lalu membuka pintu, dia melihat punggung Presdir yang sedang berdiri didekat jendela, dengan stelan jas hitam ,rambut jabrik yang berwarna hitam, dan kedua tangannya yang berada didalam saku jas hitamnya itu,"Orang ini sangat tinggi, mungkin dia punya tinggi sekitar seratus delapan puluh lima cm.


"Duduklah Haura, saya memang tinggi sesuai perkiraanmu.


"Anda mendengarnya, maafkan saya. Dia bahkan memiliki pendengaran yang baik batin Haura kesal.


"Tidak apa-apa Haura, saya sudah terbiasa dengan celoteh anehmu.


"Ngomong-ngomong Bapak, kenapa anda memanggil saya?


Presdir lalu berbalik dan duduk dikursinya, sehingga membuat mereka saling berhadapan. Haura tertunduk dan tak ingin melihat wajah Presdir. Presdir lalu membuka sebuah dokumen, dan melemparnya pelan dihadapan Haura,"Haura, Ini adalah dokumen lengkap mengenai barang yang masuk di gudang yang selama ini saya kerjakan, saya ingin kamu melihatnya dan mempelajarinya baik-baik , juga saya ingin kamu melakukannya dengan baik, aku juga akan selalu menemanimu jadi jika kamu butuh sesuatu katakan padaku saja, aku akan membantumu.


Haura membuka lembaran itu,satu persatu, ini sangat tersusun rapi dan tidak memiliki cacat sedikitpun, tapi pak sepertinya bapak salah memberi saya sebuah dokumen.


"Tidak ada yang salah.


"Tapi setelah saya membacanya, dokumen ini adalah milik manajer pemasaran, ini berbeda dengan tugas manajer gudang.


"Itu sebabnya aku sangat memilih karyawanku kali ini, karena di pengumuman aku mencari seorang manajer gudang sekaligus manajer pemasaran dan mengenai dokumen yang rapi dan tak ada cacat sedikitpun, maka dari itu Haura saya meminta kamu melakukannya juga dengan rapi dan tampa ada cacat sedikitpun, kamu mengerti!


"Itulah ulah mama, maksudku itu adalah ulah Ibu Ani dan juga kamu, kalian terus berceloteh semau kalian. Presdir lalu berdiri dan berjalan ke arah pintu, Haura tetap duduk diposisinya,"Haura kenapa kamu hanya terdiam? Berdiri dan ikut denganku, kita akan ke gudang.


"Apa? Sekarang juga?


"Besok! Yah sekarang, ayo cepat!


"Iya pak.


Keduanya lalu keluar dari ruangan,"Sekertaris Dimas, siapkan makanan untukku dan Manajer Haura,"Saya dan dia akan makan bersama di ruangannya.


"Baik Pak.


Dion lalu berjalan menuju lift dan menekan tombol yang membuat pintu lift terbuka, dia lalu masuk. Haura masih berdiri didepan tangga lift,"Haura apa yang kamu lakukan? Cepat masuk.


"Iya Pak. Haura lalu masuk dan berdiri disamping Presdir.


Presdir melirik kearah Haura, Haura merasakan bahwa Presdir sedang memperhatikannya saat ini,"Ngomong-ngomong Haura, berdiri tepat di sampingmu, ternyata kamu sangat pendek, sependek kecambah.


"Apa kecambah! Kenapa anda tiba-tiba membahas soal tinggi badanku saat ini?

__ADS_1


"Tidak ada maksud apa-apa, saya hanya bosan, jadi saya ingin menghibur diri saya saja, dan hal hasil saya cukup terhibur.


Aku bisa gila jika begini terus, dia berceloteh seenaknya, sedangkan aku harus menjaga perkataanku, aaa membuatku frustasi saja.


"Ada apa Haura? Kenapa kamu berbicara sendiri, kamu sedari tadi komat-kamit, apa kamu sedang membaca Mantra pendek?


"Apa pendek?


"Ia kamu memang pendek sependek kecambah, kalau saya boleh tahu, berapa tinggi badanmu Haura?


"Tinggi badan saya seratus lima puluh sembilan.


"Apa? Hahaha kamu memang si kecambah.


Haura lalu melihat kesamping. Dasar psikopat, dia sedari tadi menghinaku, apa aku hanya tinggal diam saja, lebih baik aku diam saja, setidaknya aku tidak membuat masalah.


Haura dan Presdir sampai dilobi, mereka berdua berjalan menuju gudang, semua mata mengarah ke arah Haura,"Siapa perempuan yang sedang berjalan dengan Direktur? Dia bukan zarah, ini pertama kalinya aku melihatnya, siapa dia?


"Wati! Kerjakan saja tugasmu, kamu tidak usah mengurusi urusan Pak Direktur.


"Jadi maksudmu, perempuan itu pacarnya presdir?


Lelaki itu lalu menarik dan menutup mulut Wati,"Kamu jangan asal bicara, saya tidak mengatakan bahwa dia adalah pacarnya.


Wati lalu menepuk tangan lelaki yang masih menyumpal mulutnya,"Anton! jika bukan pacarnya, Kenapa mereka harus berjalan bersama? Jika mereka tidak memiliki hubungan apa-apa harusnya sedari tadi, disamping mereka ada sekertaris Dimas.


"Jadi maksud kamu, hanya karena tidak adanya kehadiran sekertaris Dimas diantara mereka, kamu lalu berargumen bahwa mereka punya hubungan?


"Tentu saja, ini sangat mencurigakan.


"Tapi perempuan yang bersama dengan Direktur, memang sangat cantik.


"Masalahnya yang saya tahu Direktur itu sudah tidak mau pacaran lagi, kamu tahu kan gosip tentang dia, kalau dia itu sangat setia dengan pacarnya dulu, tapi setahuku pacarnya itu sudah lama meninggal.


"Dasar tukang gosip, sudahlah kita kerja saja.


Gosip tentang Haura dan Direktur yang memiliki hubungan tersebar di Perusahaan.


Saat keduanya berjalan ke gudang, semua orang menatap mereka dan berbisik satu sama lain. Haura merasa risih dengan tingkah laku semua orang. Haura duduk bersama Direktur di dalam ruangan Haura dan menatap tajam Direktur. Merasa diperhatikan Direktur lalu berbalik menatap Haura, tapi Haura malah menundukkan kepalanya,"Ada apa Haura? Katakan saja padaku, kenapa sedari tadi kamu memperhatikanku?


"Begini pak, saya merasa semua orang sedang bersikap aneh.


"Bersikap aneh bagaimana maksudmu?


"Apa anda tidak merasakan keanehan itu? Pandangan mereka kepada saya dan juga anda, mereka berbisik-bisik seperti itu saat melihat aku dan anda bersama, itu sangat mengangguku, sungguh.


"Tidak, saya merasa baik-baik saja.

__ADS_1


"Tapi pak, itu malah membuat saya khawatir, bagaimana jika mereka punya cerita jelek tentang kita berdua?


"Haura kau mulai lagi, menjadi wanita gila yang suka berimajinasi tinggi, sepertinya kamu salah dengan bekerja di perusahaan saya, bagaimana jika kamu membuat cerita? Kamu jadilah penulis novel.


__ADS_2