
Lola dan Dion kembali ke Jakarta, keduanya mengunjungi perusahaan, mereka bermaksud membagikan undangan pernikahan mereka kepada orang-orang di perusahaan. Banyak karyawan yang tidak tahu dengan hubungan mereka, dan tiba-tiba mereka mendapatkan undangan pernikahan dari keduanya,"Selamat yah Pak Dion dan juga Bu Haura, semoga lancar sampai hari pernikahannya ucap seorang pegawai terhadap keduanya.
Lola tersenyum dan mengelus perut karyawan itu,"Saya juga mendoakan semoga persalinannya lancar dan dedenya sehat.
*****
Saat berada di koridor keduanya tidak sengaja bertemu dengan Iga, Iga memancarkan sinar tak suka melihat Lola dan Dion bergandengan tangan. Kenapa mereka mesra sekali? Bukankah mereka harusnya bubar, kok ini malah adem-adem ayam...Pikir Iga.
Lola dan Dion menghentikan langkahnya saat tepat berada di depan Iga, Lola menyodorkan sepucuk surat, Iga menatap lekat-lekat surat undangan itu,"Ini apa? Tanyanya ketus.
"Lihat saja, kamu juga akan tahu jika sudah melihatnya jawab Lola juga ketus. Sementara Dion, hanya geleng-geleng melihat tingkah laku keduanya. Semoga saja tidak terjadi perang dunia kedua...Pikir Dion
"Ini bukan surat biasa, malah seperti sebuah undangan.
"Memang undangan, lebih tepatnya undangan pernikahan.
Mata Iga berembun, dia dengan pelan membalik surat undangan pernikahan yang sangat elegan itu, dan Iga merasa jika sesuatu menamparnya dengan keras, Iga melihat surat undangan pernikahan atas nama Dion Wijaya dengan Lola Haura Dinata, Iga kembali menatap Lola saat sudah mengetahui undangan pernikahan ini milik siapa,"Ka..ka..kalian akan menikah? Lalu bagaimana denganku?
Lola memutar bola matanya,"Maksud kamu apa? Memangnya ada apa denganmu?
Iga hendak mendekati Dion, tetapi dengan sigap Lola menghentikannya,"Apa yang akan kau lakukan dengan lelaki yang akan segera menikah, kau lupa jika calon istrinya saat ini berada di depanmu, apa kamu tidak malu?
Iga menjambak rambutnya,"Iya, aku sama sekali tidak malu. Dion kau itu cuman milikku dan hanya akan menikah denganku, jika kau tidak bisa menikah denganku, maka dia juga tidak bisa.
Iga mencoba melukai Lola, tapi bukan Lola namanya jika hanya tinggal diam, dia langsung menampar Iga tepat di pipinya, Iga merasakan darah segar keluar dari pinggir bibirnya,"Kamu sama sekali tidak berubah, kamu akan melakukan segala hal untuk mendapatkan apa yang kau inginkan, bahkan bisa melenyapkan nyawa orang lain, kau adalah seorang wanita, apa kau tidak punya harga diri sama sekali? Iga kau itu cantik, cobalah untuk tidak menilai penampilan orang lain dan merendahkannya, berubahlah jika kamu ingin menemukan seseorang yang tulus menyukaimu, dan sudah pasti itu bukan Dion, Dion bukanlah sebuah barang yang bisa kau miliki, jadi cobalah berpikir ke arah yang lebih baik. Lola dan Dion meninggalkan Iga sendiri, Iga berlutut dan menangis sedih,"Apa yang harus aku lakukan? Kenapa aku begitu menyedihkan.
Wakil direktur baru saja menjalankan tugasnya, tapi dia merasa jika dia mendengar suara tangisan yang begitu menyeramkan, dia lalu menurunkan kaca matanya dan mulai mencari sumber suara,"Apa rumor yang dikatakan karyawan jika ada hantu perawan yang gentayangan di tempat ini? Tapi masa iya begitu.
__ADS_1
Wakil direktur terkejut saat melihat sosok wanita sedang duduk dan memeluk kedua lututnya yang terus menangis tanpa henti, dia memberanikan dirinya mendekati wanita itu dan berkata,"Apa kau manusia atau hantu? Dan apa yang kau lakukan di tempat sepi seperti ini?
Iga mengangkat kepalanya, eyelinernya luntur memenuhi pipinya,"Kata siapa aku hantu!
Wakil direktur tersenyum, melihat wajah Iga,"Rupanya bukan hantu tapi wanita cantik yang sangat galak.
Mendengar perkataan Wakil direktur, malah membuat Iga semakin menangis.
*****
Hari Pernikahan
Vovi melihat Lola sedang di hias, oleh penghias pengantin,"Lola...kamu cantik sekali, Dion pasti tidak akan melepas pandangannya padamu, kamu tahu sedari tadi Dion menelponmu, aku jadi parno jika mendengar ponselmu berbunyi.
Lola tersenyum, membuatnya terlihat semakin manis,"Oh yah? Mungkin Dion sudah tidak sabar bicara denganku.
"Namanya juga sepasang kekasih yang di mabuk cinta, semenit serasa setahun Vovi, kamu kan juga begitu jika bersama dengan Dimas.
Vovi tersenyum dan menggaruk kepalanya,"Kamu ada benarnya juga sih. Mba, aku juga tolong di hias juga yah, biar aku nggak kalah cantik dari pengatin wanitanya.
*****
Akhirnya aku resmi menjadi seorang istri, sekarang aku adalah Nyonya Dion, aku merasa aneh jika ada yang memanggilku dengan sebutan itu, tidak ada yang berubah saat aku menikah atau belum, hanya saja saat malam hari ada yang menemaniku tidur dan di pagi hari ada seseorang di sampingku yang tersenyum saat kami tak sengaja bertatap mata saat terbangun di pagi hari, setelah menikah Dion terlihat berbeda, dia semakin dewasa dalam bersikap dan selalu mengalah padaku, sementara aku malah berbalik watak dengan Dion, aku malah menjadi kekanak-kanakan setelah menikah, yang lebih menyenangkannya lagi, Mama dan Papa Dion sangat menyayangiku seperti anak kandungnya, mereka sangat memanjakanku, itu mungkin penyebabnya aku menjadi kekanak-kanakan.
Pernikahanku dengan Dion memasuki usia dua minggu, tidak ada yang berubah, Dion sangat menyayangiku begitupun papa dan mama, tapi aku merahasiakan sesuatu pada mereka, aku akan memberitahu terlebih dulu pada Dion setelah itu, kami berdua akan memberitahu mama dan papa.
Saat pulang dari kantor, Dion langsung mencariku, aku menunggunya di ambang pintu, Dion mendekatiku dan menatapku penuh curiga,"Kamu kenapa? Apa kamu melakukan kesalahan lagi?
__ADS_1
Lola menggeleng,"Tidak, tapi aku punya kabar bahagia untuk kamu.
"Kabar bahagia?
"Iya, tapi sebelum itu kamu harus menunduk lebih dulu, soalnya kamu terlalu tinggi, aku akan membisikkan sesuatu padamu.
Dion mengikuti permintaan Lola, dia mendekatkan telinganya di bibir Lola,"Dion selamat kamu akan menjadi seorang ayah, aku hamil.
Dion tidak percaya dengan ucapan Lola, Dion menatapnya dan berkata,"Kamu serius? Kamu hamil?
Lola berjalan ke arah meja dan mengambil secarik kertas,"Jika kamu tidak percaya lihat hasil tes kehamilan aku di rumah sakit.
Dion tidak membaca surat itu, tapi berlari ke arahku dan memelukku,"Terima kasih, kamu sudah membuatku bahagia.
Setelah itu aku dan Dion memberitahu papa dan mama, keduanya sangat gembira terutama mama, dan setelah mama tahu soal kehamilanku, dia semakin menjadi-jadi dalam menjagaku, dia seperti mendapatkan bayi lagi, semua apapun yang aku lakukan akan dilakukan mama, aku jadi tidak enak padanya, tapi aku hanya bisa mengikuti keinginannya saja.
Dion pernah bercerita padaku soal surat yang di tinggalkan Krystal untuknya, aku membacanya dan sangat sedih, aku juga menangis tersedu-sedu, aku menyesal sudah meminta Dion memilih diantara kita berdua, nah sekarang aku akan bercerita padamu Krystal, Krystal kamu tahu sekarang aku dan Dion sudah menikah, aku sedang menunggu kelahiran anak pertama kami, kata dokter saat melakukan USG, dokter bilang anak kami kembar, yang satu laki-laki dan satunya lagi perempuan, Dion, mama dan papa sangat senang katanya dalam satu kali pertandingan Dion mencetak dua gol. Krystal kemarin Dion pulang lama, lagi-lagi aku melakukan drama, aku menunggu Dion di depan rumah, saat dia turun dari mobil, dia langsung mendekatiku dan mendekatkan telinganya keperutku, saat itu aku langsung mengetuk kepalanya dan berkata,"Kamu kemana saja? Kenapa kamu pulangnya malam sekali? Apa di luar kamu bertemu dengan klien wanita, apa wanitanya cantik atau jangan-jangan kau selingkuh?
Dion memijat keningnya saat melihatku berceloteh omong kosong padanya, tapi dia tidak mengeluh dan menganggap jika apa yang kulakukan semata-mata karena bawaan kehamilanku, tapi aku memang aneh yah.
Krystal aku punya sahabat namanya Vovi, dia juga akan segera menikah dengan Dimas, Dimas juga sama sialnya dengan Dion, habisnya kelakuan aku dan Vovi bagai pinang di bagi dua, sama-sama menyebalkan.
Oh yah Krystal apa kamu ingat dengan Iga? Kamu pernah menolongnya saat setelah memutuskannya bukan, nah sekarang Iga menjalin hubungan dengan Wakil direktur, wakil Direktur seperti seorang pelayan bagi Iga, dia terus saja menyiksanya, tapi mereka juga akan menikah setelah Vovi dan Dimas. Krystal terima kasih untuk donor mata yang kau berikan padaku, aku tidak akan pernah bisa membalasnya, aku janji padamu, aku tidak akan pernah membuat Dion bersedih.
*TAMAT*
Hai readersku, gimana ceritanya? Apa happy ending? Apa kalian suka dengan akhir kisah Dion dan Lola? Pasti suka dong, walaupun kisah Dion dan Lola sudah berakhir jangan berhenti untuk mengundang teman kalian yang belum memberi dukungan, bintang, like, faforit, vote dan commentnya untuk aku yah. Aku sayang kalian! Sampai ketemu di karya baru aku selanjutnya yah! By by
__ADS_1