Mengejar Cintamu

Mengejar Cintamu
Chapter 1 Dilema Dion


__ADS_3

Setelah mendengar permintaan papa dan mama, dion mengurung dirinya di kamar, dia jelas menolak keras permintaan mama dan papanya,"Gila! Aku tidak akan mungkin berlibur di kampung kakek, pokoknya aku menolak keras untuk berlibur kesana, aku akan mogok makan dan mogok bicara, katanya dan tanpa sadar dion tertidur lelap.


Saat dion membuka mata, dion kembali menutupnya karena cahaya matahari menyinarinya,"Silau, jam berapa ini? Dion bangkit dan melihat handphonenya. "Oh Shit! Umpatnya. "Aku terlambat, hari ini kan, aku akan ujian final. Dion segera bersiap-siap dan bergegas ke kampus. Di ruang tengah mama sibuk menyiapkan sarapan, saat matanya menangkap dion yang sudah sangat rapi, mama kemudian menegurnya,"Dion? Bagaimana? Apa kamu sudah memikirkan permintaan mama dan papa? Tanyanya.


Tak ada jawaban dari dion, dion hanya mengerutkan wajahnya mengisyaratkan bahwa dia tidak menyukai pertanyaan mamanya,"Dion? Mama bertanya padamu nak.


Tetap saja tak ada jawaban,"Dion, jika kamu ingin ke kampus, kamu sarapan dulu, mama sudah siapkan nasi goreng kesukaan kamu.


Tanpa berkata apa-apa dion pergi meninggalkan mamanya, mama hanya mendengarkan suara gas mobil dion pergi meninggalkan rumah,"Ada apa dengan anak itu? Apa dia sedang ngambek? Jadi anak itu tidak ingin ke Bandung? Gawat, ayah akan marah jika kita cuman memberinya harapan saja, pokoknya aku harus bisa membuat anak itu ke perkebunan, apapun akan aku lakukan.


*****


Dini berjalan mendekati mobil dion, dion terkejut saat melihat sosok kekasihnya itu tiba-tiba berdiri di dekat pintu mobilnya,"Dini? Sedang apa kau disini?


"Dion? katanya dan bertingkah manja pada dion.


Dion melepas rangkulannya dan kembali bertanya,"Ada perlu apa?


"Kamu kenapa? Kamu sepertinya sedang tidak mood.


"Kamu benar, tapi sebenarnya apa yang kamu inginkan dariku dini?


Senyum licik terukir dibibir dini,"Dion, hari ini aku ada acara reuni dengan teman-teman SMA ku.


"Terus?


"Aku menceritakanmu pada mereka, saat mereka mendengar ceritaku, mereka begitu irih padaku.


"lalu?


"Aku berjanji pada mereka, jika aku yang akan menanggung semua biaya reuni kami, itu sebabnya aku ingin meminta uang padamu, maksud aku, aku akan meminjamnya.


"Begitu, jadi intinya, kamu hanya ingin aku meminjamkanmu uang?


"Iya, soalnya uangku sudah habis, tapi karena sudah terlanjur menyombongkan diri, makanya aku terjebak dengan mereka.


"Baiklah, berapa banyak yang kau mau?


"Lima juta saja.


"Baiklah, ikut denganku, aku akan menarik uang terlebih dulu, aku tidak punya uang tunai saat ini.


"Baik.


Gadis matre itu menunggu disamping atm, dia duduk di kursi fasilitas kampus tepat di bawah pohon besar yang rindang, "Dion lama sekali, apa dia lupa password kartunya?


Tak lama kemudian, dion keluar dari pintu atm dan menemui dini, yang sedari tadi menunggu, karena senang melihat kedatangan dion, dini berdiri dan menghampirinya,"Dion? Gimana? Apa kamu sudah menarik uangnya.


"Tentu saja, ini adalah uangku, apa yang membuatnya tak bisa kutarik, yah walaupun kenyataannya uang itu adalah uang orang tuaku.


Dini tersenyum mendengar ucapan dion," Din, ini uangnya, kamu tidak perlu menggantinya, aku memberinya sebagai hadiah untukmu.


"Benarkah? Terima kasih dion, kamu memang yang terbaik, aku sangat mencintaimu, aku pergi dulu yah, teman-teman sudah menungguku.


"Baiklah. Dion memperhatikan dini meninggalkannya hingga sosoknya hilang dengan sempurna,"Padahal aku ingin curhat padanya, tapi karena terlalu senang melihat uang kesukaannya dia langsung cabut, tanpa menanyakanku terlebih dulu.


Dion yang komat kamit sedari tadi, menyadari jika ada seseorang yang saat ini berdiri di belakangnya, seluit gadis itu terlihat memperhatikan dion, dion berbalik dan melihat gadis itu, dan gadis itu adalah salah satu kekasihnya,"Iga?


"Hai Dion, apa yang kau lakukan disini?


Keringat dingin mengucur dikening dion,"Apa Iga melihatku bersama dini? Gawat, bisa saja aku ketahuan jika aku memiliki banyak pacar batinnya.


"Dion? Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku?


"A..aa..aku hanya istirahat sejenak disini, tapi apa yang kamu lakukan disini?


"Aku baru saja datang, dan melihatmu berbicara sendiri disini, karena penasaran aku datang dan menegurmu.


"Begitu yah. "Aku pikir dia melihatku saat bersama dini, kali ini aku bisa lolos katanya dalam hati.


"Kamu ada kelas juga hari ini,iga?


"Iya, kalau kamu?


"Aku juga ada, ah sial. Karena terlalu lama disini, aku lupa jika sekarang aku sedang ada ujian, iga aku duluan yah, aku akan menelponmu nanti katanya dan berlalu meninggalkan Iga.

__ADS_1


Iga melihat jam tangannya,"aku juga sebentar lagi akan ada ujian, sebaiknya aku menunggu di kelas.


*****


Akhirnya ujian final Dion hari ini kelar dengan sempurna, walaupun dion dikenal sebagai cowok plaboy , pemalas dan suka bermain, tapi sebenarnya dia sangat pintar. Dion berdiri di depan kelasnya dan terlihat sangat tidak bersemangat,"Aku malas pulang ke rumah, apa aku pergi jalan-jalan saja, tapi sama siapa? Dion masih bingung selama melangkahkan kakinya menuju parkiran mobil, tapi dari kejauhan dion melihat sosok yang sangat dia kenal, tidak salah lagi dia melihat bella sedang bersama seorang lelaki, hanya berdua. Dion lalu mendekati mereka dan menegur bella,"Bella? Apa yang kau lakukan disitu?


Bella yang terkejut saat melihat kedatangan dion, dia lalu mendorong lelaki yang bersamanya, menjauh darinya.


"Bella? Apa yang kau lakukan?


"Diam! Pergi kau!


Lelaki yang marah karena diperlakukan seperti itu, hanya mengertakkan giginya dan meninggalkan bella dan juga dion.


"Dion, aku bisa jelaskan semuanya. Lelaki yang tadi itu, bukan...


"Kamu tidak perlu menjelaskan apapun, aku sudah tahu semuanya, jadi kamu tidak perlu menjelaskan apapun.


"Maksud kamu? Apa jangan-jangan dion tau jika selama ini, aku suka selingkuh dibelakangnya? Batin bella menduga-duga.


"Tidak perlu dibahas terlalu jauh, takutnya jika di bahas, akan terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Apa kamu sibuk?


"Tidak, aku sama sekali tidak sibuk.


"Bagus, kalau begitu, ikutlah denganku. Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat.


"Benarkah? Aku senang, kamu mengajakku jalan-jalan lagi katanya dan merangkul tangan dion sembari berjalan kedalam mobil.


*****


"Dion, aku senang sekali. Kamu tahu tempat yang begitu indah ini, dari mana?


"Jadi, gadis sepertimu juga bisa memuji keindahan?


"Apa maksudmu? Tentu saja aku sangat mengagumi tempat ini, tapi jika kulihat-lihat kamu sangat tidak bersemangat hari ini.


"Kamu terbilang gadis yang peka, aku dilema.


"Dilema? Kenapa?


"Kamu tahu kan, sebentar lagi kita akan liburan semester lima, di liburanku kali ini, aku ingin berlibur keluar negeri.


"Mama dan papaku, mereka mengagalkan rencanaku.


"Apa? Mereka jahat sekali! Mereka tidak seharusnya melarangmu berlibur kan.


"Iya kamu benar, mereka jahat kan. Tapi sebagai gantinya, aku akan berlibur ke perkebunan kakek, di Bandung.


"Apa? Di Bandung? Aku ikut yah, aku ingin sekali ke tempat seperti itu, tapi aku tidak punya teman, maupun sanak keluarga yang bisa ku kunjungi di Bandung.


"Kenapa kamu malah menambah masalahku.


"Apa salahnya, aku hanya ingin ikut, kumohon bawah aku bersamamu.


"Tidak, lagipula aku tidak akan ketempat itu.


"Dion!


"Sudahlah, kamu pulanglah, aku akan mengantarmu.


Dion mengantar bella sampai di depan rumahnya, raut wajah kecewa bella mengantar kepulangan dion,"Sial! Aku bahkan tidak mendapat jawaban atas dilemaku ini, gadis itu malah menambah masalahku, seharusnya tadi aku tidak menceritakan apapun padanya, kuyakin rumor aku akan berlibur ke Bandung akan tersebar di kampus besok, ketika bella mengetahuinya, aku benar-benar sial.


*****


Dion masuk kedalam rumah, mama dan papa dion masih saja mendiskusikan masalah itu, bahkan mereka mengancam jika dion tak ingin ke Bandung,"Dion, kamu sudah datang, duduklah nak mama ingin bicara padamu.


Dion masih cemberut dan terpaksa duduk bersama kedua orang tuanya,"Ada apa ma, pa? apa ini mengenai liburan ke rumah kakek lagi? Jawabanku tetap sama, aku tidak akan ke kakek, aku akan ke Amerika, mama dan papa sudah janji padaku.


"Baik, jika kamu tidak ingin pergi ke kakek, terpaksa mama dan papa menarik semua fasilitas kamu, kartu kredit dan juga mobil.


"Apa? Mama dan papa sedang mengancamku? Baik, ambil saja mobil dan dompetku. Setelah mengatakan itu, dion meninggalkan dompet dan kunci mobilnya di meja tepat di depan mata kedua orang tuanya dan bersegera lari kedalam kamarnya dan Brak! Terdengar suara keras pintu yang di banting oleh dion.


Kedua orang tua dion terkejut dan saling bertatapan melihat tingkah anak semata wayangnya itu.


"Kapan anak itu dewasa? Kata mama dion memulai percakapan.

__ADS_1


"Semua ini karena kamu terlalu memanjakan anakmu.


"Siapa yang menuduh memanjakan? Kamulah yang terlalu memanjakan anakmu tuan Prana.


Dion yang kesal karena ancaman kedua orang tuanya, sepertinya terlihat menyesal atas apa yang dilakukannya,"Apa harusnya tadi aku tidak meninggalkan kunci mobil dan kartu kreditku di meja? Akh! Bagaimana aku bisa ke kampus besok, bahkan aku tak punya uang seperserpun, kalau sudah seperti ini, aku akan tenang jika berbicara dengan Lola. Sebelum menelpon lola, terlebih dulu dion memberi kabar lewat pesan padanya, terkadang lola marah jika dion, tiba-tiba menelponnya tanpa memberi tahunya lebih dulu. Dion lalu mengirimkan pesan pada lola, dan isi pesannya adalah.


"Selamat malam la..apa kamu sibuk?


"Tidak, aku sedang santai sekarang, ada apa?


"Aku ingin bicara denganmu, apa boleh?


"Tentu saja.


Setelah melihat pesan yang dikirim lola padanya, dion tersenyum dan segera menghubungi lola.


"Halo?


"Halo, dion Ada apa?


"Bagaimana kabarmu?


"Aku baik, kamu?


"Tidak, sebaik dirimu.


"Kenapa?


"Lupakan saja, Lola, aku ingin cerita sesuatu padamu.


"Apa? Katakan saja, aku akan mendengarkan, kamu tahu aku pendengar setia.


"Lola, aku saat ini sedang dilema.


"Dilema kenapa?


"Kamu tahu, liburan semester ini aku ingin berlibur ke suatu tempat, tapi papa dan mamaku mengagalkan semuanya.


"Maksud kamu? Mereka tidak mengizinkan kamu ke tempat itu? Kenapa?


"Karena aku harus menggantikan mereka mengunjungi kakek, kamu tahu dia adalah ayah dari papaku.


"Oh, kurasa tidak masalah jika kamu mengunjungi kakekmu dion, apa kamu akrab dengan beliau?


"Kenapa kamu malah membela mereka? Aku tidak terlalu dekat dengan kakek, terakhir ketemu waktu aku kelas tiga SMA. Saat kakek datang ke rumah kami di Jakarta.


"Aku bukannya membela mereka, hanya saja ada kalanya kita sebagai anak mengikuti kemauan orang tua, siapa tahu jika kamu ke tempat kakekmu, kamu akan mendapat kenangan yang belum pernah kamu rasakan, jika aku diposisi kamu, aku akan mengunjungi kakekku, dengan begitu kamu akan membuat senang kedua orang tuamu dan juga kakekmu, aku benar kan?


"Padahal, aku akan ke Amerika dan menemuimu.


"Apa? Kamu akan datang kesini?


"Iya, tapi kamu malah menyarankan untuk ke kampung kakek.


"Dion? kamu ingin datang kemari, tapi kamu sama sekali tak memberi tahuku terlebih dahulu?


"Aku bermaksud memberimu kejutan.


"Dion, kamu tahu kan, aku tidak sedang berlibur disini, sekarang aku sedang menjalani perawatan di Amerika, sudah pasti kita tetap tidak akan bisa bertemu.


"Setidaknya aku bisa menjengukmu.


"Sudahlah dion, kamu dengarkan aku, kamu harus berkunjung ke kampung kakekmu sesuai keinginan kedua orang tuamu, kamu harus berjanji padaku.


"Baiklah, aku tidak bisa menolak permintaanmu.


"Ya sudah, aku tutup teleponnya.


Tiit..tiit..tiit...suara telepon terputus kini yang terdengar dari handphone dion,"Baik sudah ku putuskan, aku akan ke Bandung, lagipula percuma juga jika aku ke Amerika tapi aku tak punya kartu kredit.


Hy Sobat...


Untuk readersku jgn cuman bca doang yah


aku butuh dukungan kalian, biar aku tambah semangat buat nulis ceritax.

__ADS_1


Jdi jgn lupa like, comment, vote juga yah.


Sarangae 😘😘


__ADS_2