Mengejar Cintamu

Mengejar Cintamu
Season 2 Chapter 23 Balas Budi


__ADS_3

Setelah menunggu beberapa jam di depan ruang operasi, seorang lelaki mendekati haura.


"Mba haura?


"Iya dokter? Bagaimana keadaan Pak Wijaya?


"Syukurlah Beliau baik-baik saja, beliau hanya kehilangan banyak darah, tapi anda tidak perlu khawatir pasien baik-baik saja sekarang. Silahkan anda boleh melihat keadaannya sekarang.


Haura berdoa di samping Dion yang sudah di rawat inap, dia berdoa agar Dion cepat bangun dan akan berjanji melakukan apa saja yang di perintahkan dion padanya, tanpa protes terlebih dahulu, "Gara-gara aku, aku membuat bekas luka di tubuh bapak, padahal bapak sangat membenci jika tubuhmu lecet, bahkan sedikit. Maafkan aku Pak, ini semua salahku. Kalau saja aku mendengar kata-katamu waktu itu, aku tidak akan mengalami hari ini, kumohon bangunlah dan maafkan aku. Aku janji kalau presdir sadar dan cepat sembuh aku akan menurut dan tidak nakal lagi...aku ngomong apa sih, pokoknya Bapak harus bangun sekarang jika proyeknya gagal gara-gara aku, aku tidak puya uang untuk menganti kerugian ini.


Dion membuka matanya dan menyuruh haura mengecilkan suaranya,"Haura kamu berisik sekali, bahkan saat aku terluka kamu masih saja memikirkan untung dan rugi. Kamu tenang saja, ini bukan salahmu lagipula aku sendiri yang memutuskan untuk meninggalkan rapat itu, jadi semua itu adalah tanggung jawabku kamu tidak ada hubungannya dengan semua ini, aku malah bersyukur karena bukan kamu yang tertusuk, tapi aku, bayangkan saja jika aku terlambat datang menolongmu, aku akan merasa bersalah seumur hidup.


"Syukurlah Bapak sudah sadar, terima kasih Tuhan. Bapak tidak perlu menghiburku, aku tahu aku yang salah. Tapi bapak saja yang tanggung jawab.


"Hahaha...aduh sakit, sepertinya bekas jahitannya mempengaruhiku saat aku tertawa.


"Benarkah? Bapak sakit di bagian mana? Apa perlu aku memanggilkan bapak dokter?


"Tidak perlu, kamu terlalu berlebihan, saya hanya mengatakan jika saya merasa sakit, tapi tidak sampai harus memanggil dokter.


"Apa Bapak butuh sesuatu?


"Saya ingin makan sesuatu yang pedas, kamu bisa mencarikan saya makanan pedas?


"Apa anda ingin saya pesankan nasi goreng pedas?


"Nasi goreng? Bagaimana kamu tahu makanan kesukaan saya?


"Saya baru tahu jika bapak suka nasi goreng, karena saya juga sangat menyukai nasi goreng.


"Kebetulan sekali, kesukaan kita sama.


"Bapak tunggu di sini, saya akan memesan nasi goreng untuk bapak.


"Jangan membuat saya menunggu terlalu lama.


*****


Keesokan paginya, Dion terbangun, dia melihat seorang gadis masih saja menemaninya,"Apa kamu merasa bersalah padaku haura? Jika kamu tertidur, dunia serasa sepi.


"Bapak sudah bangun?


"Ii..iiy..iiya aku terbangun karena kepalamu menindis telapak tanganku, sebenarnya kepalamu berisi apa? Soalnya kepalamu sangat berat.


"Bapak, pagi-pagi sudah menggoda saya, walau bagaimanapun kepala saya berisi ide-ide yang akan memajukan perusahaan bapak.


"Benarkah? Saya pikir kepalamu berisi imajinasi-imajinasi liar.


Di luar ruang perawatan dion terdengar kebisingan, ada beberapa orang berjas yang ingin menemuinya,"Haura ada apa di luar sana? Kenapa berisik sekali.


"Bapak berbaring saja, saya akan menemui mereka, mungkin mereka orang-orang yang sudah menunggu anda di rapat kemarin, tapi bapak tidak datang.


"Siapa yang memberitahu mereka?


"Saya, kemarin mereka tidak berhenti menghubungi ponsel bapak, karena kesal saya mengangkatnya, dan mengatakan kejadian yang menimpa bapak.


"Kamu mengingatkan saya pada Bella.


"Bella? Siapa dia?


"Lupakan saja, sebaiknya kamu menemui mereka, dan biarkan mereka menemui saya.

__ADS_1


"Baik pak, haura keluar dan menemui mereka, mereka memaksa ingin menemui Pak Direktur, mereka sama sekali tidak membahas masalah bisnis, mereka mengkhawatirkan kondisi Dion, haura mempersilahkan mereka masuk, sesuai perintah dion,"Bapak boleh masuk.


"Pak, kami turut prihatin dengan apa yang menimpa bapak.


"Pak Gunawan tidak perlu khawatir, saya baik-baik saja, ini tidak mengancam nyawa saya pak.


"Ada gunanya kami datang kemari, kami bias tahu keadaan bapak.


Setelah memberi buah, mereka semua pamit dan meminta haura menjaga dion, mereka tidak keberatan mengenai rapat kemarin, mereka malah mengharap jika dion sudah sehat kembali, dion bisa mengatur kembali pertemuan mereka, setelah para pebisnis meninggalkan rumah sakit, kini Ben dan teman-temannya juga datang berkunjung, dion tidak menolak, dia menyuruh haura membawa temannya menemuinya.


"Anda adalah atasan Haura?


"Iya benar, apa kamu adalah teman masa kecil Haura?


"Benar, saya benar-benar minta maaf atas apa yang dilakukan teman saya pada anda dan juga padamu Haura, saya tidak menyangka Dave akan melakukan hal segila ini.


"Iya, Ben benar Haura, kami juga tidak tahu, jika Dave sebejat itu, tapi syukurlah kamu baik-baik saja kata Boy menimpali.


"Saya benar-benar terkejut, saya tidak menyangka dia akan senekat itu mendatangiku di hotel. Aku tidak tahu Ben, jika Pak Direktur tidak menolongku, mungkin aku sudah di bunuh oleh Dave, dia sangat menakutkan.


"Maafkan aku Haura, aku seharusnya tidak memperkenalkanmu padanya.


"Aku tidak apa-apa Ben, aku senang bisa bertemu dengan teman lamaku.


"Haura kalau begitu kami pamit, soalnya sebentar lagi kami akan bekerja.


"Iya Ben, aku akan menghubungimu jika aku kembali ke Jakarta.


Ben mengangguk setuju, dia juga pamit pada dion.


"Haura, hari ini kita kedatangan banyak pengunjung.


"Lupakan soal mereka, bagaimana jika sekarang aku kembali ke hotel dan menyelesaikan semua pekerjaan yang tertunda.


Haura melirik kesal pada dion, dia lalu mendekat padanya dan menekan luka jahit dion, dion lalu berteriak kesakitan,"Apa yang kau lakukan?


"Aku memberitahu bapak, kalau bapak tidak seharusnya bersikap kuat, dan menyadarkan bapak, kalau bapak itu masih dalam keadaan terluka juga masih butuh istirahat dan perawatan.


"Beginikah caramu memberitahuku?


"Kenapa? Apa bapak keberatan?


"Aa..aa..aku akan mendengarkanmu.


"Sudah seharusnya bapak berbuat baik dan menurut, hanya untuk kali ini, karena ini adalah kesalahanku, maka aku yang harus menebusnya.


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan tentang itu, saya selalu bilang kan kalau aku akan melakukan hal yang sama walau bukan kamu.


"Tetap saja, aku akan merasa bersalah. Kenapa dia bisa berkata seperti itu, dia bahkan baru mengenalku, tapi dia langsung begitu baik dan mengorbankan keselamatannya demi aku, walau dia tidak ingin mengakuinya...pikir haura.


*****


Sementara di Jakarta kedua orang tua dion sedang menikmati liburannya di rumah. Papa menikmati secangkir kopi sembari membaca koran harian, sedangkan mama asyik menonton gosip selebriti.


"Ma, bagaimana pekerjaan dion di Bali?


"Kenapa papa tiba-tiba menanyakan dion, biasanya papa percaya pada Dion.


"Tidak, papa hanya khawatir saja.


"Papa terlalu memikirkannya saja, oh ya pa, papa tahu nggak, waktu mama ke perusahaan, mama ketemu perempuan yang mengingatkan mama pada Krystal.

__ADS_1


"Krystal? Mama jangan asal bicara, jika dion mendengar mama akan kena marah oleh Dion. Papa tidak akan ikut campur.


"Pa, perempuan yang bertemu mama dia mempunyai mata yang mirip dengan mata Krystal.


"Aduh ma, zaman sekarang mata itu bisa dirubah-rubah, mereka bisa pakai soft...soft apa yah namanya?


"Softlens pa, tapi anak itu beda pa, mama rasa dia dan Krystal saling terhubung, bahkan mama yang pertama kali melihat saja, mama langsung menyukainya.


"Ma, Dion akan marah jika mama menyamakan Krystal dengan gadis lain.


"Papa, sama sekali tidak membantu. Mama dion lalu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Mama ingin menelpon siapa?


"Dimas, mama ingin dia memberi nomor Haura pada mama, mama mau bicara dengannya.


"Mama terlalu bersemangat.


"Halo? Dimas?


"Iya Bu, ada apa?


"Dimas, ibu bisa minta nomor ponsel Haura?


"Boleh bu. Dimas lalu menutup telepon, dan segera megirimkan nomor Haura pada Mama Dion.


Mama dion sudah mendapatkan nomor haura, dia lalu menghubungi haura secepatnya.


Bunyi dering ponsel haura terdengar nyaring, haura lalu mengangkat telponnya,"Halo? Maaf ini dengan siapa?


"Haura?


"Iya, saya haura, anda siapa?


"Saya, mama Direktur.


"Oh bibi?


Mendengar kata bibi, dion melirik ke arah haura,"Siapa yang menelponmu?


Haura menutup telponnya dengan telapak tangannya,"Ini mama bapak, apa yang saya katakan jika beliau bertanya keadaan anda?


"Katakan saja jika saya sedang tidur.


Haura mengangguk setuju, dia kembali berbicara dengan Ibu Ani,"Maaf bi, ada apa?


"Haura, apa kau sekarang bersama dengan anak itu?


Anak itu? Apa maksudnya pak direktur? Tanya haura. "Bapak sedang beristirahat di kamarnya bi, apa perlu saya panggilkan?


"Tidak, saya tidak mencarinya, saya ingin bicara denganmu.


"Dengan saya? Kenapa?


"Bibi minta, kamu mau menjaga anak bibi selama dia berada di Bali bersamamu.


"Baik bi, lagipula itu sudah menjadi tugas saya.


Setelah mengatakan hal yang tidak terlalu penting, ibu ani menutup telponnya. Aneh kenapa mama direktur tiba-tiba menitip anak kesayangannya padaku? batin haura


"Apa yang dikatakan mama padamu?

__ADS_1


__ADS_2