Mengejar Cintamu

Mengejar Cintamu
Season 2 Chapter 15 Aturan Dion


__ADS_3


Tujuh tahun kemudian


Seorang gadis berdiri di pemberhentian bis,"Aduh! Kenapa di hari yang sepenting ini harus turun hujan? Kenapa tidak disertai dengan kerikil saja! semoga hujan ini membawa keberuntungan, hari ini aku akan interview, semoga hari ini aku akan mendapatkan pekerjaan, benar kata bibi cari kerja dijaman sekarang sangat sulit. Gadis itu lalu mengeluarkan sebuah payung dan berlari menuju Perusahaan Sophie.


Didepan perusahaan Sophie seorang perempuan dengan tubuh yang langsing, rambut sebahu, memakai baju kemeja putih dipadu dengan rok mini juga sepatu Stiletto, sedang melirik jam tangannya itu,"Sudah jam segini, tapi anak itu belum muncul juga, dia serius ingin bekerja atau tidak. Seorang perempuan lalu berlari menuju arah depan Perusahaan Sophie.


"Haura! aku disini, cepat kemari. Ia melambaikan tangannya keseorang gadis.


Gadis itu mendekat dan mengatup payungnya,"Vovi! Maaf, kamu sudah lama menungguku?


"Lumayan lama, sekarang jam berapa? Kamu memang tidak pernah tepat waktu.


"Maafkan aku temanku sayang, sekarang sudah pukul tujuh ,itu artinya aku belum terlambat kan?


"Sudahlah, lupakan soal itu,"Aku menyuruhmu datang lebih awal, ini semua karena Pak Direktur kami adalah orang yang tepat waktu, dia membenci karyawan yang suka datang terlambat.


"Vovi, kamu hanya ingin mengatakan bahwa pemilik perusahaan ini atau apalah namanya, tidak menyukai karyawan yang suka datang terlambat? Aku piker kamu akan membocorkan pertanyaan interview hari ini, aku bahkan berlari dan meninggalkan sarapanku di rumah.


"Kata siapa ini tidak penting? Ini benar-benar penting, kamu tahu pernah ada karyawan yang datang terlambat, dan sungguh kebetulan yang menemukannya adalah Direktur Wijaya.


"Lalu?


"Dia memarahinya di depan umum dan memperingatkannya jika dia datang terlambat lagi, dia akan memecatnya.


"Sepertinya aku tidak akan diterima lagi, aku orang yang sangat susah bangun pagi, ah aku akan cari kerja dimana lagi.


"Haura! Berhentilah, semua orang memandang kita,ngomong-ngomong,sebaiknya kita masuk,sebentar lagi Pak Direktur akan tiba,ayo kita masuk.


"Apa? Pagi buta begini, dia akan datang? Walau hujan sekalipun.


"Betul sekali.


Selain haura dan vovi, karyawan lain juga bergegas berbaris rapi di depan pintu masuk perusahaan, menunggu untuk menyambut Direktur Wijaya. Haura yang merupakan calon karyawan sedikit bingung melihat tingkah laku semua orang.


"Untuk apa semua orang berbaris di sini Vovi?


"Bos akan datang, jadi kita harus menyambutnya.


"Benarkah? Seperti di film-film Korea saja, oh iya aku ingat ,judulnya secret garden, tidakkah kamu pernah menonton film itu? Pemeran utama lelakinya, dia sangat tampan, dia tipe idealku."Tapi ngomong-ngomong dia itu bos atau Direktur?


"Diamlah Haura, sebentar lagi dia akan datang.


"Baik, aku janji aku akan diam, biar aku dapat pekerjaan secepatnya.


"Haura Direktur Wijaya sudah datang, Haura cepat lihat dia.


"Tunggu sebentar kenapa? Dia kan hanya seorang bos,bukan seorang Presiden.


"Iya, tapi di Perusahaan ini dia adalah Pemimpinnya.

__ADS_1


"Kamu benar juga, tunggu sebentar aku sedang mencari sesuatu, akhirnya aku menemukannya.


"Memangnya apa yang kamu cari?.


"Aku mencari permen, aku belum makan apa-apa berkatmu, aku sangat lapar.


Seseorang memberi tahu, bahwa Direktur Wijaya sudah dekat dan akan segera tiba, seluruh karyawan dan staf mulai menyiapkan diri mereka masing-masing.


"Bukankah ini berlebihan? Kenapa harus disambut seperti ini? Oh shit! Jangan-jangan setiap hari jika aku nantinya bekerja di sini, aku akan melakukan hal seperti ini juga?


Direktur Dion Wijaya melakukan inpeksi paginya, semua karyawan membungkuk,"Selamat pagi...Selamat pagi sapa dion pada karyawan yang dia lewati. Dion sangat teliti, memeriksa kebersihan kantor, memeriksa kerapian karyawannya, bahkan dion tidak akan segan membenarkan kancing baju karyawannya, membuat semua karyawan dan stafnya tegang dan semua akan merasa lega ketika dion berlalu meninggalkan mereka.


Dion memiliki satu asisten handalnya, dimas, dimas karakternya lucu dan juga ramah, dia selalu berdiri di samping dion.


Mendengar suara itu, Haura yang tertunduk lalu mengangkat wajahnya,"Vovi..suara itu? Aku seperti pernah mendengar suara itu, tapi dimana yah? Haura memukul kepalanya.


"Ayolah Haura kamu harus menginggatnya.


"Memangnya kenapa, suara itu suara Direktur, kamu mengenal suaranya?.


"Iya, sepertinya baru-baru ini, aku mendengarnya, tapi dimana?


"Tidak mungkin, beliau orang yang sibuk, tidak mudah untuk bertemu dengannya.


"Sial! Harusnya tadi aku melihat wajahnya, ia lalu mengangkat alisnya dan berpikir panjang.


"Haura, apa kamu ingin bertemu Direktur?


"Baik aku bisa melakukannya, Haura ikut denganku.


"Vovi, kita mau kemana?


"Keruangan Direktur


"Apa? Ruangannya? apa kamu sudah gila?


"Diam dan ikut saja denganku, saat ini sedang berlangsung interview untuk karyawan baru, ruangan beliau pasti terbuka, sebelum ke ruang interiew, jadi kamu bisa melihatnya.


"Vovi, kamu pintar sekali, Haura lalu menepuk kedua tangannya dan mengangkat ibu jarinya."


*****


Haura dan vovi sudah berada di depan pintu kantor Dion dan benar kata vovi, saat ini ruangan dion terbuka lebar,"Haura itu dia ruangannya,sekarang kamu lihatlah beliau.


"Aku tidak bisa melihatnya, yang kulihat sekarang hanyalah punggungnya saja,aku tidak bisa mengenalinya, Haura lalu menundukkan wajahnya.


"Haura lihatlah dia sekarang! beliau menghadap kemari, kita bisa dengan jelas melihat wajahnya,"Haura Direktur memang sangat tampan, Haura bagaimana menurutmu?


"Benarkah? Haura lalu melihat kearah dion dan melihat jelas wajahnya.


"Bagaimana Haura? Dia? apa kamu mengenalnya? kenapa kamu hanya diam dan mematung saja, jawab aku.

__ADS_1


Haura tidak menjawab dan terus melihat wajah Dion, sebuah bayangan yang samar-samar tiba-tiba muncul di pandangan Haura, bayangan itu, jelas bayangan seorang lelaki, lelaki itu menangis, tersenyum dan menangis lagi, Haura lalu mengeluarkan air matanya, ia terbawa suasana dan mencoba menutup mata dengan kedua tangannya.


Melihat Haura meneteskan air matanya, Vovi terkejut melihat temannya itu menangis,"Haura kamu baik-baik saja? Kenapa kamu menangis? Aa..ap..apa kamu mengenal Direktur?


Haura menjatuhkan dirinya, air matanya terus mengalir tanpa henti bagai badai, Haura lalu mulai berbicara dengan nada yang terdengar terbata-bata."Vo..vo..vovi dia...apa sebelumnya aku mengenalnya, entah kenapa aku seperti bernostalgia saat melihatnya, dan ada bayangan seorang lelaki tiba-tiba terlintas dimataku ini, apa bayangan samar lelaki itu, adalah bayangan Direktur? vovi aaa..ak..aku...


"Tenangkan dirimu Haura, kamu tunggu disini, aku akan mengambilkanmu air mineral. Vovi lalu meninggalkan Haura


"Sebenarnya apa yang terjadi padaku? Wajah Direktur sangat. seorang lelaki berjalan kearah Haura


"Permisi, apa kamu baik-baik saja? Kenapa kamu duduk di lantai? Apa kamu sedang sakit?


"Suara itu, itu suara Direktur? Bagaimana ini? Haura tak berani menatap apalagi menjawab petanyaan Direktur, dia hanya memegang tasnya erat.


Vovi melihat Pak Direktur berdiri tepat dibelakang sahabatnya itu, ia lalu berlari kearah mereka,"Pak Direktur!


"Iya, bukankah kau vovi?


"Iya pak, saya vovi karyawan di bagian marketing.


"Apa dia itu teman kamu?


"Iya, maafkan teman saya, jika dia mengabaikan bapak, teman saya sedang tidak enak badan.


"Baik, kalau begitu saya permisi. Direktur lalu masuk kedalam ruangannya.


"Haura kamu baik-baik saja? Vovi, menyodorkan botol Aqua pada Haura, ini minum dulu airnya dan tenangkan dirimu.


"Vovi? Apa Direktur sendiri yang akan mewancaraiku nanti?


"Iya, siapa lagi? Tapi aku masih binggung, kenapa kamu menangis ketika melihat wajah Direktur?


"Entahlah Vovi, aku sendiri bingung, air mata itu jatuh tanpa peringatan dan tak mau mendengarku agar berhenti mengeluarkan air mata.


"Apa kamu akan tetap melakukan interview ini?


"Tentu saja, aku hari ini harus dapat kerja, apapun rintangannya aku akan tetap dan harus mendapatkan pekerjaan ini.


"Haahah, kamu memang Haura yang aku kenal, pantang menyerah, tenang saja Haura aku akan menunggumu sampai kamu selesai interview, aku akan mendoakan kamu.


"Vovi, terima kasih, kamu memang sahabatku yang terbaik.


Seorang wanita keluar dari ruangan Direktur,"Haura Dinata?


"Iya,itu adalah nama saya.


"Mari ikutlah dengan saya.


Haura lalu memasuki ruangan, sambil menundukkan pandangannya, dia lalu duduk kini dia bertatapan langsung dengan Direktur. Haura terpaku lagi dan menangis lagi. Bagaimana ini? Kenapa aku menangis jika melihat wajah orang ini? Mereka pasti menganggapku tak waras, apa mereka akan mengusirku? Apa yang kau pikirkan Haura, sadarkan dirimu. Katanya dalam hati.


*****

__ADS_1


__ADS_2