
Lola melepas genggamannya, dia bangkit dari sisi tempat duduk Dion, Lola mundur mencoba menjauh dari Dion,"Aku tidak tahu, apa aku bisa memaafkan kesalahanmu, kamu tegah sekali padaku.
Dion bangkit dan berjalan mendekati Lola, Lola menghentikannya, dia tidak ingin Dion mendekatinya. "Apa karena masalah ini, apa kita akan berakhir seperti ini? Tanya Dion.
Lola berbalik seolah tak ingin melihat wajah Dion,"Aku juga bingung Dion, sekarang aku ingin menanyakan sesuatu lagi padamu, jika saja aku, kamu dan Krystal bertemu, apa kamu akan tetap memutuskanku?
Dion tidak menjawab, dia hanya terus memandang punggung Lola.
"Kamu tidak bisa menjawabnya? Tapi aku sudah tahu jawabannya. Aku ingin kamu mengatakan padaku, kamu jika saja kita di takdirkan bertemu bertiga, apa kau tetap memilih Krystal di banding denganku? Apa kamu lebih mencintaiku di banding dengan Krystal?
Dion tetap tidak menjawab.
Gerimis turun beberapa saat menyentuh lembut di tanganku, dengan diamnya Dion malah membuat suasana hatiku menjadi sakit dan hancur, aku tidak tahu bagaimana bisa dia masih ragu menjawab pertanyaanku, aku jadi berpikir apa aku ini memang hanyalah sebuah kompromi bagi seorang Dion? Apa benar di hatinya, hanya ada bagian kecil untukku sisanya adalah Krystal? Apa aku ini bodoh atau egois? Bagaimana aku bisa cemburu pada sosok Krystal yang sudah tidak ada di dunia ini.
Sebelum meninggalkan Dion, Lola mengatakan,"Jika kamu terus diam, itu menjelaskan keraguanku padamu, tidak memberiku jawaban akan membuat keadaan kita semakin memburuk.
Dion melihat sosok Lola menghilang di tengah gerimis, Dion menatap ke langit, matanya menyipit mencoba menghindari gerimis memasuki matanya,"Apa yang harus aku lakukan? Aku sangat mencintai Lola begitupun Krystal, seandainya apa yang di katakan Lola padaku terjadi, keputusan apa yang akan aku ambil?
*****
Lola bukannya kembali ke rumah kakek, dia sekarang berada di pinggir tebing kesukaan Krystal, Lola terus berjalan hingga mendekati pinggir tebing, Lola duduk dan bersimpuh, air matanya tumpah tak tertahankan,"Ke..ke..kenapa kamu harus mendonorkan matamu padaku Krystal? Bertemu kembali dengan Dion membuatku semakin menderita, yang ada hanya rasa iri dan ketidaksukaan ku padamu, aku binggung kenapa aku harus mempermasalahkan masalah sekecil ini, aku juga heran kenapa nasib kamu sama dengan nasibku, hanya saja aku selalu beruntung.
*****
Dion kembali ke rumah kakek, kakek sedang membaca koran di teras rumahnya, Dion mendekati kakek,"Kek, apa Lola ada di dalam?
Kakek menurunkan koran yang di bacanya,"Lola? Kenapa kamu bertanya pada Kakek? Bukannya kamu pergi dengannya tadi?
Dion bingung dengan ucapan kakek,"Jadi maksud kakek? Lola belum pulang sedari tadi?
Kakek menggeleng,"Tidak ada siapapun yang datang, di dalam hanya ada bibi.
Dion menghela napas,"Dia kemana? Aku pikir dia akan kembali ke rumah kakek.
__ADS_1
Kakek memegang bahu Dion,"Memangnya apa yang terjadi pada kalian berdua? Apa kalian bertengkar lagi?
Dion mengangguk,"Ini semua karena dia bertanya padaku kek, dia menyuruhku menjawab, apa aku memilih dia atau Krystal jika saja kami bertiga bersama-sama.
Kakek mengelus janggutnya,"Ini memang pertanyaan menjebak, kamu harus hati-hati menjawab, jika kamu salah berkata, kamu akan memperkeruh keadaan.
Dion kembali menghela napas,"Boro-boro menjawab kek, yang ada aku hanya terdiam, Dion tidak tahu harus menjawab apa, Dion memang sangat mencintai Lola begitupun dengan Krystal kek.
"Kakek mengerti, tapi saat ini, hanya ada Lola, Krystal sudah tidak ada Dion, setidaknya indahkanlah permintaan Lola yang saat ini bersamamu, kakek ingin kamu jujur dengan perasaanmu, bukannya berkompromi.
"Jadi kakek pikir aku sedang berkompromi saat ini?
Kakek mengangguk.
"Sebenarnya kalau harus berkata jujur, dulu sebelum bertemu dengan Krystal, aku sangat mengidolakan sosok Lola, walaupun aku tidak pernah bertemu dengannya, tapi suara merdunya selalu membuatku membayangkan betapa cantiknya wanita ini, di setiap ada masalah, Lola selalu menasehatiku dan mengambilkan keputusan untukku, dan benar semua perkataannya adalah benar dan aku selalu mengikuti permintaannya, jujur kek saat itu aku memutuskan memilih Lola sebagai pacar yang sangat aku cintai, tapi saat bertemu Krystal, dia menyadarkanku bahwa aku seorang pria, seharusnya aku tidak boleh mempermainkan wanita, pada Krystal aku tidak menyembunyikan apa-apa, aku selalu terbuka padanya dan karenanya aku bisa seperti sekarang ini.
"Tapi jika saja Lola tahu jika kamu seperti itu dan jujur padanya, apa yang terpikir olehmu saat ini?
Dion memandang kakek, dia mencoba memahami perkataan kakek,"Kalau saja aku jujur pada Lola, dia akan melakukan apa yang di lakukan Krystal padaku, dia juga akan menyadarkanku.
"Baik kek. Dion kembali memakai sepatunya dan mencari Lola.
*****
Tidak terasa Lola ketiduran di bawah pohon, saat melihat ke sekeliling Lola menyadari jika malam sudah meyelimuti hutan,"Aku ketiduran, bagaimana aku kembali ke rumah kakek? Aku bahkan lupa membawah ponsel untuk kujadikan sebagai penerang. Lola merasa lebih dingin jika angin berhembus melewatinya.
Sementara Dion, dia masih saja mencari keberadaan Lola,"Aku harus mencari Lola kemana lagi? Hari sudah gelap, bagaimana jika terjadi sesuatu padanya. Dion kepikiran sesuatu, Dion baru ingat, kalau dia pernah mengajak Lola ke tebing tempat kesukaan Krystal. Dion berlari menyusuri jalan ke tebing.
Napas Dion tak beraturan saat dia menyenderkan telapak tangannya di batang pohon,"Ha..haa..begitulah suara yang Dion keluarkan. Dion kembali melangkah dan memanggil nama Lola,"Lola? Kamu ada di mana?
Lola muncul di balik pohon,"Apa itu kamu Dion?
Dion mengarahkan senternya ke wajah Lola, Dion berlari mendekati Lola dan memeluknya erat.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan? Kamu membuatku sesak.
Dion melepas pelukannya dan menatap Lola,"Apa yang kau lakukan di tempat ini?
"Aku tidak sengaja ketiduran.
Dion kembali memeluk Lola,"Aku dari tadi mencarimu, kamu tahu aku hampir mati karena khawatir mencarimu.
"Aku pikir sepanjang hari, kamu terus mengurus makam Krystal.
Dion semakin mempererat pelukannya,"Aku akan menjawab pertanyaanmu.
"Tidak perlu, aku seharusnya tidak mengatakan apa-apa padamu, maaf sudah menanyakan hal seperti itu padamu, aku baru menyadari jika aku sama sekali tidak mengenalmu sedalam Krystal mengenalmu, aku tidak seharusnya seegois ini, aku memang sangat naïf.
"Tidak, aku harus mengatakan sesuatu padamu, dulu waktu pertama kali berbicara padamu membuatku berdebar, aku bahkan masih mengingat ucapanmu, waktu itu kamu mengatakan hal ini padaku,"Halo kamu mencari siapa, dasar gombal, anda salah sambung, maaf tapi aku sama sekali tidak tertarik, walaupun kamu terus menolak, tapi pada akhirnya kamu menerimaku. Aku selalu mendengar ucapanmu, mengikuti saran-saranmu, mengagumi, mengidolakanmu, dan aku bahkan berpikir jika aku akan menikahimu pada saat itu. Dan saat aku bertemu dengan sosok Krystal, dia menyadarkanku dari lelaki yang suka mempermainkan wanita menjadi pria setia, dia terus mengkritikku sepertimu, menasehatiku sepertimu, aku merasa jika dia adalah wanita kedua yang bisa mengerakanku setelahmu, tapi di balik semua itu satu hal yang aku sadari, jika saja aku jujur padamu, aku yakin kamu akan melakukan hal yang sama yang dilakukan Krystal padaku, jadi dari awal dan sampai akhir ini aku hanya mencintaimu, baik aku bertemu dengan Krystal atau siapapun aku akan tetap memilihmu, bagiku kamu adalah satu-satunya. Lola aku sangat mencintaimu, jadi kumohon maafkan aku dan menikahlah denganku.
Lola terisak, dia mencoba berbicara,"Aa...aa..aku bahagia mendengar pengakuanmu, aku sadar sungguh berat bagimu memutuskan, aku tahu kalau sebenarnya kamu juga mencintai Krystal.
"Kamu juga harus tahu, aku mencintainya karena aku melihat sosokmu pada diri Krystal.
"Maaf sudah bersikap egois tanpa memikirkan perasaanmu.
Dion mengelus kepala Lola,"Kamu tidak perlu meminta maaf, jadi kamu tidak marah lagi padaku bukan?
Lola mengangguk pasti.
"Lalu bagaimana dengan ajakanku? Apa kamu mau menikah denganku?
Lola membalas pelukan Dion,"Tentu saja aku akan menikah denganmu.
Keduanya tertawa di tengah malam yang dingin.
****Hai readersku, gimana kabar kalian? Ku harap kabar kalian baik-baik saja, jangan bosan untuk mendukung, vote, comment, like, faforitkan "Mengejar Cintamu" yah. Gimana nih ceritanya? Apa sudah mulai membosankan bagi kalian?
__ADS_1
Kalau penasaran dengan kelanjutan kisah Dion dan Lola, makanya jangan ketinggalan dengan satu chapter terakhirnya yah...By by...aku mencintai kalian terima kasih juga atas dukungan kalia*n*.