Mengejar Cintamu

Mengejar Cintamu
Season 2 Chapter 16 Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Salah seorang lelaki menegur Haura,"Anda kenapa? Anda baik-baik saja? Apa anda kurang sehat dan tak bisa menahan sakit, sehingga anda menangis? Tanyanya serius menunggu jawaban dari Haura yang masih diam mematung dengan pipinya yang basah oleh air matanya.


Sebelumnya tak ada yang mampu (Sherina Munaf cinta pertama dan terakhirku) terdengar ringtone handphone seseorang,memecah suasana,"Maaf kalian lanjutkan saja interviewnya saya akan menerima telepon. Direktur berlalu meninggalkan ruangan.


Haura lalu menghapus air matanya, ketika Direktur meninggalkan ruangan,"Maafkan kesan saya diawal perjumpaan kita, wakil presdir dan juga sekertaris presdir, saya siap menjawab pertanyaan anda.


"Baik, jika anda baik-baik saja ,saya akan mengajukan pertanyaan,"Saudari Haura, dari biodata anda yang saya baca, anda sama sekali tidak punya riwayat pengalaman kerja, bagaimana anda akan menjelaskan ini?


"Sebenarnya saya memang tidak pernah punya pengalaman kerja, itu semua karena dulu saya adalah seorang gadis yang cacat.


"Cacat? Tapi yang kami lihat sekarang anda baik-baik saja dan sehat, kalau boleh tahu dulu anda sakit apa?


"Dari kecil hingga aku berumur dua puluh lima tahun,"aku seorang gadis buta, hingga akhirnya ada seorang yang baik hati yang mendonorkan matanya secara sukarela kepadaku.


"Maaf atas pertanyaan saya, baik pertanyaan saya yang terakhir, apa alasan anda melamar kerja diperusahaan ini?


"Alasan saya adalah karena saya suka di bagian perdagangan, terutama di bagian pemasaran, saya yakin saya punya ide yang menarik untuk memasarkan barang-barang agar para konsumen tertarik dan mendapatkan perhatian pada barang dagangan tersebut.


""Yah alasan anda sangat menarik, saya menyukai jawaban anda, tapi saya tidak punya kuasa menerima anda bekerja disini, harus ada persetujuan dari Direktur, mungkin cukup dari saya.


Direktur kembali kedalam ruangan tapi dia tidak kembali ketempat duduknya,dia mendekati Haura,"Kamu! suaramu itu? Ah benar kamu yang waktu itu, aku sudah lama mencarimu. Haura dan Dion saling menunjuk.


Haura terdiam dan mengingat kejadian itu.


Beberapa hari yang lalu.........


Hari itu dion kesal, supir pengganti yang dia panggil tak kunjung datang, sedangkan dimas, dia mengurus urusan perusahaan di tempat lain, karena kesal menunggu lama, dion yang tak sabaran membatalkan pesanan supir penggantinya dan malah petaka pun terjadi.


*****


Saat malam datang, hujan turun dengan deras, haura keluar bersepeda untuk membeli obat untuk bibinya yang sedang sakit. Haura sangat menyukai hujan, tapi bukanlah hujan deras yang seperti ini, dia menyukai gerimis, katanya hal yang dia sukai dari gerimis adalah ketika gerimis itu menyentuh pipinya, rasanya dia bisa merasakan kehangatan dari belaian kedua orangtuanya, tapi jika hujan deras menyentuh pipi Haura, rasanya sangat menyakitkan, rasanya seperti ditampar seseorang, dia mengatakan itu karena sudah pernah mencobanya. Haura berhenti saat dia melihat apotek.


Dion yang sudah terlanjur kesal ngebut dan juga bingung, dion tidak menghapal jalan di Jakarta saat malam hari, hujan sangat deras dan ban mobilnya selip,"Mobil bodoh, dion mulai menendang ban mobilnya.


Ditengah perjalanan pulang, Haura terhenti karena dia melihat seorang lelaki memakai mantel berwarna hitam yang menendang-nendang ban mobil.

__ADS_1


Dion kembali ke dalam mobil dan menghubungi dimas,"Mas? Ban mobilku selip, kamu bisa mengirim montir memperbaiki mobilku?


"Baik pak, memangnya bapak ada di mana?


"Aku...dion menjauhkan handphonenya saat dia membuka kaca mobilnya dan melihat ke sekeliling, aku ada di persimpangan jalan ke perusahaan.


"Kalau begitu kita tidak perlu montir, saya akan ke lokasi bapak sekarang, tunggu saya sekitar tiga puluh menit dari sekarang, pak jika bapak tidak keberatan, saya minta tolong, bapak bukalah bagasi mobil dan keluarkan alat perkakas, alat perkakasnya ada di dalam tas kain hitam, bapak hati-hati, karena bapak terburu-buru meminta mobil, aku lupa mengeluarkan boneka keponakanku yang berbentuk manusia, bapak jangan sampai merusaknya.


"Untuk apa kamu memasukkan barang-barang aneh ke dalam mobilku.


"Maafkan saya pak, saya tidak akan mengulanginya lagi.


"Lupakan soal itu, cepatlah datang kemari.


"Baik pak.


Tak lama kemudian dion kembali keluar dari mobilnya, dia lalu membuka bagasi mobil itu, dion berusaha mengeluarkan tas perkakas, tetapi kainnya tertahan sesuatu, tapi dion tetap memaksa menarik tas perkakas, membuat cat merah milik dimas tumpah dan mengenai kepala boneka milik keponakan dimas dan jika diliat secara sepintas seperti korban pembunuhan, dion kembali kesal, apalagi ini, dion marah dan menarik keluar boneka tersebut dan membuangnya, dengan begitu dion bebas mengeluarkan tas kain berisi alat perkakas, dion juga mengeluarkan sekop.


Haura yang menyaksikan semua dari kejauhan lantas terkejut dan ketakutan, Ya Allah sepertinya orang itu adalah seorang pembunuh, dia ingin mengubur mayat yang telah dia bunuh, jadi lelaki pembunuh itu akan menghilangkan bukti sedangkan orang yang dibunuhnya itu tidak mendapat keadilan, aku harus mengagalkan rencana busuknya itu, tapi bagaimana caranya? Bisa-bisa aku akan menjadi korban selanjutnya, benar biasanya orang yang melihat rahasianya juga akan dibunuh oleh pembunuh itu,seperti yang aku lihat di drama Korea sebelumnya,bagaimana ini?


Haura masih berada diposisinya, dia terus mengawasi lelaki itu, saat Haura melihat lelaki itu duduk didepan mobilnya, Haura lalu berjalan pelan kearah lelaki itu, dia mengangkat sekop lelaki itu, dan Haura sambil memegang sekop itu, ia berdiri tepat didepan presdir, presdir yang baru menyadari bahwa ada seorang yang sekarang berdiri didepannya,"Astagfirullah teriaknya "siapa kamu? Kamu mengagetkanku,aku pikir kamu adalah hantu, apa itu kamu sekertaris Dimas? Apa yang membuatmu lama? Dan mana mobil yang kamu bawa, kenapa kamu diam saja? Dan bisakah kamu menurunkan sekop itu? Apa kamu akan memukulku dengan itu?


Dion berdiri dan haura melihat dion yang seluruh wajahnya tertutup mantel, diiringi petir dan hujan yang berjalan kea rah haura, saat ini dion terlihat seperti seorang pembunuh tanpa senjata.


Haura yang mengira jika dion akan mencoba mengambil sekop yang dia rebut dan akan mencoba membunuhnya, padahal dion mendekatinya karena dion pikir dia adalah dimas. Haura bersiap dan memukuli dion habis-habisan dengan sekop.


Dion kaget dan berteriak pada gadis itu," Apa kamu gila? Apa yang kamu lakukan? Kamu ingin membunuhku?.


"Tidak,aku tidak akan membunuhmu, aku hanya akan memberimu pelajaran dan agar kamu tidak bisa pergi kemana-mana, hingga polisi datang menangkapmu, dasar pembunuh, psikopat.


"Tadi kamu bilang Apa! Polisi? Psikopat? Dan pembunuh? Kamulah pembunuhnya, aku akan menuntut atas apa yang kamu lakukan padaku, ini adalah tindak pidana!


"Menuntutku? Aku pembunuh dan tindak pidana? Apa? rasakan ini. Haura lalu memukul belakang lelaki itu,dengan tangannya.


"GAdis gila! Berhenti memukulku,kamu tidak tahu siapa aku?

__ADS_1


"Untuk apa aku tahu siapa kamu? Kamu adalah pembunuh berdarah dingin.


"Apa! Pembunuh berdarah dingin?,kamu adalah pembunuh yang sebenarnya, jika kamu memukulku terus, kamu akan membunuhku.


"Dasar penjahat, kalau aku membunuhmu itu artinya kita adalah orang yang sama.


"Kenapa kamu selalu memanggilku pembunuh?


Haura lalu membuang sekop kearah lelaki itu,"Ini buktinya, sekop ini adalah alat yang kamu gunakan untuk membunuh seseorang kan, aku punya bukti kejahatanmu, dan dia adalah mayat yang akan kamu buang kan? Sambil menunjuk ke arah boneka milik keponakan dimas,"Kamu memang psikopat.


"Sepertinya kamu memang perempuan gila, aku tidak membunuh siapapun, aku tidak melakukan apa yang kamu pikirkan dan tuduhkan padaku.


"Penipu, tentu saja kamu tidak akan mengakuinya, jika penjahat seperti kamu mengakui perbuatanmu, jelas penjara akan penuh dengan orang-orang sepertimu.


"Ah! Sial, kamu tunggu disitu, aku akan menangkapmu, kalau kamu ingin membuat cerita dan kekonyolan ini, aku katakan padamu untuk menghentikan imajinasimu itu.


Sebuah mobil berhenti tepat di hadapan mereka berdua, seseorang keluar dari mobil,"Apa itu kamu sekertaris Dimas? kemari dan bantu aku, kamu juga harus menahan perempuan gila ini.


"Ada apa ini? Apa orang yang baru datang ini bukan polisi? Tapi melainkan adalah rekannya, jika aku tetap berada ditempat ini, aku bisa dibunuh oleh mereka, sebaiknya aku kabur dan menyelamatkan diriku sendiri. Haura lalu mendorong dan memukul kepala dion dan sukses membuat dion pingsan, haura bergegas pergi dengan mengayuh sepedanya secepat mungkin.


Dimas mengangkat dion ke dalam mobil dan menunggunya siuman, saat siuman dion berteriak,"Perempuan gila, kamu jangan kabur, dasar pengecut, aku akan mencarimu kemanapun kamu sembunyi, walau keneraka sekalipun aku akan mengejarmu dan menghukummu, aduh! Sakit.


"Direktur? apa yang terjadi pada anda? Apa anda terluka?


"Apa yang membuatmu lama! Aku hampir saja meninggal gara-gara perempuan gila itu, tentu saja aku terluka, dia bahkan membuatku pingsan, sekertaris dimas aku minta kamu cari perempuan kurang ajar dan gila itu,mengerti!


"Iya Pak.


"Cepat bawa aku kerumah sakit,aku bisa mati jika tetap berada disini.


Saat mereka tiba dirumah sakit, Direktur lalu bertemu dengan dokter, dokter lalu memegang dan menekan luka yang ada di tubuh Direktur, Direktur lalu teriak histeris,"Dokter! itu sangat sakit, jangan anda menyentuhnya terlalu keras itu membuatnya tambah sakit.


"Maaf, apa sebenarnya yang terjadi padamu Dion?


"Dok, aku bertemu dengan perempuan gila dipinggir jalan dimana ban mobilku selip, dia lalu berdiri di dekatku, aku bahkan tidak tahu dia muncul dari mana dan dia mulai memukuliku sampai pingsan dengan sekop, lalu hal yang paling gila yang dikatakan perempuan itu, dia menyebutku pembunuh, penjahat dan psikopat, mengingatnya saja membuatku marah, jadi saya mohon dokter tidak usah membahas perempuan gila itu, jika aku bertemu dengannya aku akan.......

__ADS_1


__ADS_2