Mengejar Cintamu

Mengejar Cintamu
Season 2 Chapter 26 Menjauhlah Dariku


__ADS_3

Dion mendekati Haura dan berkata,"Haura mulai sekarang jaga jarak denganku!


Kenapa dia tiba-tiba marah lagi, apa dia ada masalah? Kemarin dia tidak seperti ini, dia memang psikopat, suka merubah kepribadiannya...Pikir Haura


"Apa kau mendengarku? Aku minta padamu menjauhlah dariku. Setelah mengatakan itu dia menyuruh Haura meninggalkannya dan segera mengurus pekerjaan yang tertunda selama dia meninggalkan Perusahaan ke Bali.


Haura menutup pintu ruangan Dion, sambil terus berpikir. Kenapa dia menyuruhku menjauh, memangnya aku kotoran?


Haura yang terus memikirkan ucapan Dion, mengabaikan kehadiran Dimas, bahkan Haura tidak mendengar saat Dimas memanggilnya, Dimas pun berteriak pada Haura,"Manajer Haura!


Haura terkejut dan baru menyadari kehadiran Dimas,"Pak Dimas? Ada perlu apa?


"Aku tidak butuh apapun Haura, tapi kau menginjak kakiku.


Haura melihat sepatunya menginjak sepatu Dimas, Haura lalu memindahkan kakinya dan meminta maaf pada Dimas,"Pak Dimas, saya minta maaf, saya tidak menyadari jika bapak ada di sekitar saya.


"Memangnya kamu kenapa? Kamu kurang sehat? Kamu terus saja melamun, bahkan aku sedari tadi memanggilmu tapi kamu tidak merespon kata Dimas penuh Tanya.


"Semua ini karena Pak Direktur.


"Memangnya ada apa dengannya?


Haura baru sadar, jika dia bicara dengan Dimas, dia lalu mengalihkan pembicaraan mereka,"Tidak ada apa-apa, maaf pak Dimas, tapi saya baru ingat kalau saya ada banyak pekerjaan katanya dan meninggalkan Dimas yang menatapnya penuh curiga.


Sementara di dalam ruangannya, Dion berbicara sendiri pada dirinya. Aku sudah tepat menyuruhnya menjauh dariku, benar sampai kapanpun hanya Krystal yang boleh berada di sekitarku...Gumamnya


Dimas mengetuk pintu, meminta untuk bertemu, Dion lalu membiarkannya masuk,"Pak? Apa yang terjadi dengan Bu Haura? Apa bapak memarahinya lagi?


"Memangnya kenapa?


"Dia keluar dan menginjak kakiku, aku memanggilnya tapi dia sama sekali tidak peduli Pak, lalu saat saya bertanya padanya, dia berkata,"Ini semua karena Pak Direktur, tapi saat saya bertanya lagi, dia beralasan kalau dia punya banyak pekerjaan, benar-benar mencurigakan.


Dion jelas tersenyum, walau sepintas tapi Dimas melihatnya tersenyum,"Apa benar jika Haura menginjak kakimu? Tapi dia tidak merasakannya?


Dimas mengangguk dan masih penasaran dengan senyuman Dion,"Iya Pak, saya benar, suara saya sampai serak karena berteriak untuk menyadarkannya.


Dion kembali tersenyum lagi,"Benarkah? Dimas saya minta kamu pesankan saya nasi goreng, saya belum makan, saya lapar.


"Ba..Baik Pak. Aku jelas tidak salah lihat, tadi itu adalah senyumannya, ini pertama kalinya aku melihatnya tersenyum, dia kan selalu terlihat serius...Pikir Dimas. Dimas memesan makanan lewat delivery menggunakan telpon kantor, dia memesan nasi goreng pedas dan juga nasi padang kesukaannya.


*****


Haura sibuk mengecek satu persatu barang yang masuk ke gudang, dia mengecek tanggal kadalwarsa dan mencatat semua barang yang sudah masuk sesuai jadwal pengiriman,"Semuanya sudah benar, aku lelah sekali. Aku ingin makan sesuatu. Apa aku mengajak Vovi saja.


Haura mengunjungi Vovi, Vovi senang melihat Haura datang menemuinya, dia menarik Haura dan membawanya masuk ke dalam ruangannya,"Haura aku lelah sekali, kenapa hari ini banyak sekali pekerjaan, aku bahkan tidak bisa makan siang, aku lapar.


"Bagaimana kalau kita keluar mencari makan? Kata Haura penuh semangat.


Vovi terlihat lesu,"Maaf Haura, kau lihat tumpukan dokumen di atas mejaku ini? Aku harus menyelesaikannya hari ini juga.

__ADS_1


Haura meninggalkan Vovi, dia lalu keluar dan membeli makanan di restoran yang tak jauh dari Perusahaan,"Mba saya pesan satu nasi gorengnya yah.


"Nasi gorengnya pedas atau tidak?


"Boleh, tapi sedikit saja.


"Apa anda akan memakannya di sini?


"Tidak, saya akan membungkusnya saja.


"Baik, tunggu sebentar yah Mbak.


Setelah beberapa menit menunggu, pesanan Haura sudah siap, Haura membayar pesanannya di kasir, setelah itu Haura kembali ke Perusahaan membawa makan siangnya, Haura tidak ke ruangannya, dia malah pergi ke atap Perusahaan, Haura duduk di kursi dan membuka nasi gorengnya, Haura juga tak lupa memesan minuman dingin, jus jeruk yang sudah di bungkus rapi, Haura menyedot minumannya sedikit,"Akh segarnya. Haura memakan beberapa sendok nasi goreng, setelah itu Haura meletakkan makanannya dan menikmati pemandangan dari atap Perusahaan, Haura tiba-tiba mengingat ucapan Dion padanya tadi pagi,"Akhhh!!! Teriaknya kesal


Dion yang datang terlebih dulu terkejut mendengar suara teriakan Haura, Dion kemudian memperhatikan tingkah laku Haura,"Sial! Ada apa sih dengan psikopat itu.


Mendengar kata psikopat, Dion menunjuk dirinya,"Apa dia sedang memakiku sekarang?


"Apa tadi yang dia katakan padaku...Haura lalu meniru Dion,"Haura mulai sekarang jaga jarak denganku, apa kau tidak dengar? Aku menyuruhmu menjauh dariku. Dasar sombong, dia memanggilku hanya untuk mengatakan omong kosong, dia bukan hanya sekedar psikopat, dia itu juga sangat narsis, akh aku membencinya.....setelah mengatakan kata-kata sampah, haura kembali menyantap makanannya, saat tersadar jika Dion ada di depannya, Haura menjatuhkan sendoknya,"Pak sejak kapan bapak ada disini? Apa bapak mendengar semua ucapanku?


Dion terdiam dan berkata,"Tidak aku tidak mendengar apapun.


Karena malu Haura membereskan makanannya dan hendak meninggalkan Dion,"Kau mau kemana?


"Saya akan pergi mencari tempat makan lain, bukannya tadi bapak menyuruhku untuk menjauh dari bapak? Tanyanya polos.


Haura pun berlalu meninggalkan Dion, Dion masih terlihat bingung,"Kenapa dia mengatakan hal seperti itu, apa aku keterlaluan menyuruhnya menjauh dariku? Masa bodoh, aku akan mengabaikannya kali ini, tapi selanjutnya saya akan memberinya pelajaran.


*****


Di rumah Dion, Ani dan Prana sedang duduk bersama, sepertinya Ani mulai mencemaskan sesuatu,"Pa, apa papa tidak khawatir pada Dion?


"Khawatir apa ma? Dion kan tidak sakit atau gila.


"Pa, Dion itu sudah berumur dua puluh tujuh tahun pa.


"Terus?


"Pa!


"Kamu kenapa? Kamu membuatku terkejut.


"Pa, Dion pernah bilang, dia tidak akan menikah, karena Krystal.


"Iya, papa pernah dengar soal itu.


"Terus, kenapa papa begitu santai.


"Ma, Dion itu laki-laki. Terkadang lelaki itu tidak terlalu perduli dengan perkataannya, dia akan kesepihan jika tetap memilih Krystal, jadi papa percaya cepat atau lambat Dion akan menyadari itu dan mulai membuka hatinya.

__ADS_1


"Pa, Dion tidak seperti itu, mama sangat kenal dengan anak itu, jika dia sudah berjanji, dia tidak akan mengingkarinya. Pokoknya mama akan mencarikan Dion jodoh.


"Jika mama melakukan itu, papa yakin Dion akan marah.


"Papa memang tak pernah ada solusi, kata Ani dan pergi ke kamar meninggalkan suaminya sendiri.


"Memang gawat jika anak itu tidak ingin menikah, jika dia tidak punya keturunan, siapa yang akan meneruskan Perusahaan Sophie nantinya. Terserahlah, saya lebih baik menonoton pertandingan bola saja...kata Prana dan mulai menyalakan TV.


*****


Seorang gadis berdiri di depan cermin, dia berapa kali memperbaiki rambutnya, dia juga terus mengganti baju yang akan dia gunakan, tapi tidak ada satu pun yang dia sukai,"Bi? Apa tidak ada baju lain yang bisa kugunakan, semua yang ada di dalam lemariku, sudah ketinggalan zaman.


"Sudah tidak ada Non, saya sudah mengeluarkan semua baju non dari lemari.


"Sial! Teriaknya kesal.


Mendegar teriakan dari dalam kamar anaknya, perempuan tua itu berlari dan membuka kamar putrinya,"Ada apa sayang? Kamu kenapa marah-marah?


Gadis itu melirik ke arah bajunya yang berserakan, ibunya juga melihat ke arah pakaian putrinya,"Ya ampun kenapa pakaiannya berantakan seperti ini Bi?


"Maaf bu, non sedari tadi mencoba semua bajunya, karena tidak ada yang disukainya dia lalu membuang semua bajunya.


Wanita itu kembali mendekati putrinya, dia membelai rambut anaknya,"Ada apa sayang? Kenapa kau tidak menyukai bajumu?


"Ma, aku tidak suka baju itu, aku mau beli yang baru.


"Tapi, bajumu itu baru kita beli seminggu yang lalu sayang.


"Aku sudah bosan.


"Bagaimana kalau kita belanja baju lagi.


Gadis itu tersenyum dan berkata,"Iya, aku mau belanja lagi.


"Iya, kita akan belanja ke...belum selesai bicara, gadis itu menyelah ibunya.


"Ma, kita belanja di Sophie Mart saja.


"Sophie Mart?


"Iya, aku yakin di sana ada banyak baju yang kusukai.


"Kenapa kamu tiba-tiba ingin belanja di sana?


"Aku ingin saja. Gadis itu terus memohon pada ibunya.


"Iya, boleh. Tapi jangan hari ini yah sayang, mama ada keperluan di luar.


Gadis itu mengangguk setuju. Setelah gadis itu tidak marah lagi, ibunya meninggalkan dia bersama pembantunya, gadis itu kembali menatap wajahnya di depan cermin,"Sudah lama aku ingin menemuinya, tapi selalu saja aku tidak punya alasan, tapi sekarang aku tahu alasannya, aku tidak sabar lagi bertemu dengannya, dia pasti merindukanku, apa kamu masih mengenaliku Dion Wijaya?

__ADS_1


__ADS_2