Mengejar Cintamu

Mengejar Cintamu
Chapter 2 Aku Akan Ke Bandung


__ADS_3

Keesokan harinya dion menemui papa dan mamanya, dia mengatakan jika dia akan bersedia ke Bandung dan akan berada di tempat kakeknya selama masa liburan semesternya, "Ma, aku sudah putuskan, aku akan ke kampung kakek.


"Benarkah nak?


Dion mengangguk,"Tapi kembalikan dompet dan juga mobilku.


"Baik, ini ambillah.


Dion mengambil dompet dan juga kunci mobilnya, dengan raut wajah malunya.


Setelah dion meninggalkan kedua orang tuanya, mereka saling memandang dan mama dionlah yang memulai percakapan,"Pa? apa ancaman kita berhasil? Karena kita menyita dompet dan juga kunci mobilnya, dia langsung mengatakan iya.


"Papa rasa ada sesuatu, yang membuatnya berubah pikiran.


"Apa itu?


"Papa tidak tahu, papa hanya menduganya saja.


*****


Di kampus, gosip soal dion akan berlibur di Bandung tersebar luas, teman-teman dion bahkan langsung meminta oleh-oleh khas dari Bandung, mendengar itu dion hanya senyam-senyum menanggapi perkataan teman-temannya, saat dion sendiri, dion sungguh menyesali pertemuannya kemarin dengan Bella,"Sial, mulut bella sangat ember, kenapa juga dia ceritakan semua yang aku katakan padanya.


Tak lama kemudian dion mendapat telpon dari para pacar dion, mereka merengek ingin menemani dion ke Bandung, dion bingung bagaimana mungkin hanya seorang bella yang mengetahui bahwa dirinya akan ke Bandung, bisa terdengar di telinga pacar-pacar dion. Ternyata dionlah yang membocorkan sendiri niatannya ke Bandung, dion lupa jika semalam karena galau dia mengunggah status di social media miliknya, tentu saja para pacar dion akan melihat statusnya dan mengingikan agar mereka ikut menemani dion berlibur,"Ternyata bukan hanya bella yang bercerita tapi ini semua adalah kesalahanku sendiri. Tapi bukan dion namanya jika dia tidak bisa meredam keinginan pacar-pacarnya. Label playboy tak sia-sia melekat pada dirinya yang sudah pasti menyiapkan berbagai alasan agar terhindar dari masalah. Salah satunya rani.


"Halo dion?

__ADS_1


"Iya ran, ada apa?


"Kemarin, aku lihat status kamu, kamu benar ingin ke Bandung?


"Iya, benar, kenapa?


"Dion, aku ikut yah, please!


"Jangan, kamu tahu, aku ke Bandung untuk menjenguk kakek dan sekaligus merawatnya, kamu bersedia menuntun kakekku ke kamar mandi jika dia ingin buang air kecil? dan ran kamu tahu, di tempat kakek, tidak ada mobil ataupun motor yang bisa mengantar kita ke rumah kakek, tapi jika kamu masih tetap ingin ikut, kamu hanya perlu berjalan kaki sejauh satu kilo dan jalanannya itu becek dan juga menanjak, kamu tetap ingin ikut?


"Aku tidak bisa, aku tidak kuat jalan terlauh jauh, apalagi jika jalanannya menanjak dan berbecek, aku menyerah.


"Jadi, kamu tidak ingin ikut denganku?


"Aku sudah tahu, gadis sepertimu pasti membenci hal-hal yang melelahkan dan membutuhkan tenaga batin dion,"Baiklah, aku akan menemuimu jika liburanku selesai.


Saat dion selesai berbicara dengan Rani, Dion dengan lihai menjawab dan menghadapi satu persatu telepon dari pacar-pacarnya, dan mencari berbagai alasan, dimana saat terakhir pembicaraan, para pacar dion menolak untuk ikut bersamanya ke Bandung. Tapi ada satu hal yang harus dion hadapi, saat dion hendak kembali ke rumah, dia dengan tidak sengaja bertemu dengan bella. Gadis yang sulit di hadapi dion. Dion berusaha untuk menghindar, tetapi bella terlanjur melihat keberadaan dion, itu artinya dion harus siap menghadapi bella.


"Dion, aku dari tadi mencarimu. Bagaimana? Kamu mau membawaku bersamamu ke Bandung kan?


"Apa? Kamu ingin ikut ke Bandung?


"Iya, aku ingin ikut, aku kan pernah bilang padamu, jika aku sangat ingin pergi ke Bandung, hanya saja aku tidak punya sanak saudara disana, tapi setelah kamu mengatakan jika kamu ingin mengunjungi kakekmu, saat itu aku berpikir jika aku akan mempunyai alasan untuk berjalan-jalan ke Bandung, aku senang sekali, apalagi aku akan pergi bersamamu.


"Tapi bella, di sana jalanannya tidak bagus, bahkan kamu harus berjalan jauh untuk mencapai rumah kakekku.

__ADS_1


"Tidak masalah, aku suka tantangan.


"Sial, ini yang aku takutkan, cewek satu ini akan nekat ikut denganku, bisa runyam masalahnya jika dia ikut denganku, aku harus mencari alasan agar dia tidak jadi ikut denganku,"Bella, kamu tahu kakekku sedang sakit di Bandung.


"Benarkah? Terus apa masalahnya?


"Masalahnya kakekku tak bisa berjalan, dan aku jadi senang jika kamu ikut, kamu bisa membantuku menuntunnya jika beliau ingin ke kamar mandi.


"Apa? Maksud kamu, aku harus menyentuh kakekmu dan membawanya ke kamar mandi?


Dion mengangguk pasti.


"Apa aku bisa menuntun kakeknya dion? Bagaimana jika aku menjatuhkannya di kamar mandi? Bagaimana kalau aku tertular penyakitnya? Jika beliau terjatuh dan terjadi sesuatu padanya, dion pasti akan marah padaku, tapi aku sangat ingin ke Bandung, tidak..tidak aku tidak ingin beresiko mencelakai kakeknya dion, iya sudah kupastikan aku tidak akan ikut dengan dion.


"Bel? Kamu kenapa terdiam?


Dion membuyarkan lamunan bella,"Aku tidak apa-apa, dion sepertinya aku tidak jadi ikut denganmu.


"Kenapa?


"Aku baru ingat, jika aku ada janji dengan ibuku, kalau gitu aku duluan yah, sampai ketemu semester depan katanya dan berlalu meninggalkan dion.


Senyum kemenangan terpancar diwajah dion, akhirnya dion bisa mengatasi semua permintaan pacarnya. Akhir bulan pun tiba, dion sudah menyelesaikan semua ujian final semester limanya, dia tinggal menunggu hasil dari ujiannya, jika membicarakan mengenai akhir bulan itu artinya dion akan segera berangkat ke kampung kakeknya di Bandung. Tak lagi ada masalah yang di timbulkan pacar-pacar dion, kini dion akan berangkat ke Bandung tanpa ada beban lagi, dion berharap apa yang dikatakan lola padanya terjadi, semoga dia benar-benar menemukan pengalaman baru dan juga semoga kepergian dion menggantikan kedua orang tuanya menemani kakek di kampung dapat membuat hubungannya dengan kakek lebih baik dan tidak seperti orang asing lagi, karena ini adalah pertama kalinya dion mengunjungi kakeknya di Bandung.


*****

__ADS_1


__ADS_2