Mengejar Cintamu

Mengejar Cintamu
Season 2 Chapter 18 Pekerjaan Baru


__ADS_3

"Presdir mengusir saya, dia bahkan belum mewancarai saya.


"Apa? Memangnya sampai kapan dia ingin mencari karyawan, dia selalu menolaknya, hari ini dia tidak boleh menolak lamaranmu, kamu jangan memanggil saya Ibu, panggil aku bibi.


"Baik bibi.


"Namamu siapa?


"Haura bi.


Wanita itu lalu menarik tangan Aura dan mereka membuka pintu ruangan,"Ada apa lagi Haura? Saya sudah memutuskan saya tidak akan...mama? Apa yang mama lakukan di tempat ini?


Haura terdiam saat presdir memanggil wanita yang sedang menggandeng tangannya itu dengan sebutan mama. Jadi wanita ini adalah mama Direktur?


"Mama sengaja datang kemari, mama tahu kamu akan menolak semua calon pelamar kerja, pokoknya hari ini hari terakhir kamu membuka lowogan pekerjaan, mama minta kamu memperkerjakan Haura titik.


"Apa? Tapi ma, perempuan ini sangat berbahaya dan gila, mama tahu gadis ini yang mebuatku terbaring dirumah sakit.


Mama Dion lalu melirik ke arah Haura.


"Iya bibi, saya memang memukulnya, tapi saya tidak tahu jika dia adalah seorang presdir dan bukanlah seorang pembunuh, saya hanya membelah diri saya saja, itulah sebabnya saya melukainya.


"Apa membelah diri? Saya bahkan tidak menyentuhmu sedikitpun!


"Sudahlah nak, kamu tidak usah teriak, Jadi kamu perempuan gila itu? Kamu salah mengira dia pembunuh, karena boneka yang mirip manusia milik keponakan dimas.


"Sepertinya begitu Bibi.


"Tidak masalah jika kamu memukulnya nak, kadang-kadang anak ini memang harus diberi pelajaran, lagipula itu juga tidak menyebabkan kematian.


"Mama!


"Diam! pokoknya mama tidak mau tahu, Haura akan kerja ditempat ini, Haura selamat nak, kamu diterima ditempat ini sebagai? Sebagai apa sayang?


Direktur mendesah kesal,"Manager gudang ma, mama saja tidak tahu.


"Iya itu sayang, kamu boleh pulang dan mulai besok kamu bias bekerja di perusahaan ini, kamu tahu kan tugas manajer gudang?


"Iya Bibi, terima kasih banyak, Direktur terima kasih, kalau begitu saya permisi,"Assalamualaikum.


"Waalaikumsalam, hati-hati dijalan Haura.


Haura meninggalkan mereka berdua,"Ma kenapa mama mempekerjakan perempuan gila itu?


"Mama rasa anak itu punya keahlian yang bagus, mama yakin dia akan lebih memajukan Departement Store Sophie ini, jadi kamu harus baik-baik padanya.


"Terserah mama saja, saya tidak bisa berkata-kata lagi.


"Dion! Kamu sudah makan?


"Belum ma, tapi aku sudah kenyang mendengar perempuan gila itu berbicara, berceloteh seenaknya dan juga kelakuan mama.


"Ayolah dion, jangan begitu, mama lapar nak, kamu mau kan makan bersama mama?


"Iya aku mau, tapi setelah makan, mama harus pulang kerumah, setuju!


"Iya mama janji, mama akan pulang setelah makan bersama kamu dan mama tidak akan menganggumu lagi.


"Janji harus mama tepati.


"Siap.


"Ayo kita makan, mama mau makan apa?


"Terserah Dion saja, mama ikut Dion saja.


Mereka berdua lalu meninggalkan ruangan itu.


Haura berjalan dilorong ruangan Dion menuju tangga eskalator, saat berada di tangga itu Haura tersenyum-senyum sendiri,"Apa aku benar diterima kerja ditempat ini, tidak bisa dipercaya. Haura lalu mecubit kedua pipinya,"Aduh sakit! Itu artinya aku tidak mimpi,aaaaaaaaaaakh! Yes akhirnya aku dapat pekerjaan, ahahaha yes yes yes! Ngomong-ngomong vovi ada dimana, katanya dia akan menungguku, tapi dia meninggalkanku, aku hubungi saja dia. Haura lalu menelpon vovi,"Kamu ada dimana sekarang?


"Haura? Maaf, tadi wakil Direktur mengajakku makan bersama, kamu ada dimana sekarang? Aku akan menemuimu.


"Aku ada di Lobi, cepat kamu kemari aku akan pulang.


Vovi berlari menuju perusahaan, jarak rumah makan dan perusahaan sophie tidak terlalu jauh, dan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk segera berada diperusahaan itu, Haura melihat vovi yang berlari kearahnya,"Apa ini? Bukannya kamu ingin menemaniku sampai wawancaraku selesai?


"Maaf habisnya, kamu dan Direktur, ah benar! Apa yang terjadi antara kamu dan Direktur, apa kamu dimakan hidup-hidup olehnya, ah seharusnya kamu tidak melakukan itu Haura, aku sudah mendengar semua cerita tentangmu dan Direktur malam itu, aku sempat mempertanyakan dirimu, kamu memang agak sedikit tidak waras, tapi lupakan itu, jadi apa kamu diberi pekerjaan?


"Aku tahu, aku bahkan meminta maaf pada Direktur, tapi psikopat itu! Semua orang yang berada dilobi melihat kearah Haura saat dia mengatakan Psikopat.


"Hentikan, semua orang melihatmu, tapi biarkan saja mereka, lalu apa yang dikatakan Direktur padamu? Aku sangat penasaran, cepat ceritakan padaku. Vovi lalu menguncang-guncang tubuh Haura.


"Psikopat itu, karena aku bersikap manis padanya, dia tidak menerima maafku walau hanya sedikit, dia bahkan langsung menyuruhku keluar dari ruangannya.


"Oh jadi kamu tidak diterima kerja ditempat ini? Padahal aku berharap kamu bekerja ditempat ini, aku senang jika kita bisa bekerja sama-sama disatu tempat, ah sayang sekali, kamu bahkan mengagalkannya Haura.


"Yah itu bukan berarti aku tidak diterima kerja ditempat ini.


"Apa sih maksud kamu, kamu ditolak atau diterima? Kamu jangan membuatku binggung Haura.

__ADS_1


"Kamu kenal mama Direktur?


"Maksud kamu nyonya besar?


"Nyonya besar apa? Dia menyuruhku memanggilnya bibi.


"Apa? Dia menyuruhmu memanggilnya bibi, kamu sangat beruntung, coba aku pegang tangan kananmu, siapa tahu aku ketularan keberuntunganmu.


"Yah hentikan itu, memangnya apa yang salah jika aku memanggilnya bibi?


"Haura aku katakan padamu, dia adalah mama Direktur, apa orang baru atau yang kerja ditempat ini bisa seenaknya memanggilnya Bibi? Kamu pikir nyonya besar adalah saudara ayahmu itu penjelasan detailnya.


"Tapi, bibi menyuruhku memanggilnya begitu.


"Itulah Haura yang aku sebut dengan keberuntungan, ngomong-ngomong ada apa dengan nyonya besar?


"Ah kamu tahu, dialah yang membuat aku kerja ditempat ini, aku sangat menyukai bibi itu Vovi.


"Kamu serius, nyonya besar yang membuatmu bekerja di sini?


"Iya, aku tidak suka berbohong Vovi.


"Ini aneh, nyonya besar belum pernah berlaku baik pada orang lain, apalagi pada seorang perempuan.


"Kenapa?


"Lupakan soal itu, aku ingin tahu apa jabatan kamu diperusahaan ini?


"Aku diterima sebagai manajer gudang, iya itu yang Direktur dan bibi katakan padaku.


"Haaaaaaaa...Mendengar ucapan Haura, Vovi menutup mulutnya dan hampir terjatuh, tapi Haura langsung mencegahnya.


"Vovi kamu kenapa? Kamu membuatku takut.


Vovi memegang kedua bahu Haura dan menguncangnya keras,"Haura kamu serius? Sekarang kamu akan menduduki posisi itu?


"Iya itu yang mereka katakan padaku.


"Kamu hebat, kamu tahu Haura,"sangat banyak yang mengincar jabatan itu, tapi aku tidak menyangka sahabatku ini yang berhasil menduduki jabatan itu.


"Memangnya kenapa dengan jabatan itu, aku rasa jika menjadi manajer gudang yang aku kerjakan kan hanya memeriksa barang yang masuk ke dalam perusahaan saja.


"Kamu pikir pekerjaan ini gampang , jika terjadi sesuatu pada saat keluar masuknya barang dari gudang, kamu akan dalam masalah besar Haura, ini bukanlah pekerjaan yang gampang, kamu harus kerja semaksimal mungkin, pekerjaanmu ini sebelumnya diambil alih oleh Pak direktur sendiri selama lima tahun jabatannya itu, jadi kamu bisa pikir begitu pentingnya pekerjaan ini, sampai-sampai direktur sendiri yang turun tangan, sebenarnya dulu aku juga sangat mengincar pekerjaan ini, tapi aku rasa hanya kamu yang pantas mengerjakan ini Haura, aku rasa kamu adalah orang special dengan ide-ide menarik darimu, aku mengatakan ini semua karena tiba-tiba kamu dipekerjakan ditempat ini, selama dalam lima tahun ini, pekerjaan ini dibiarkan kosong dan dibawah pengawasan Direktur, dan aku yakin kamu akan selalu menjadi bayang-bayang Direktur.


"Bayang-bayang apa maksudmu Vovi?


"Kamu masih tidak mengerti maksudku, maksudku kamu akan selalu bekerja dengan Direktur, bahkan Sekertaris Dimas tidak pernah diberi pekerjaan ini, intinya kamu akan bekerja sama dengan Direktur setiap hari.


"Jadi kamu mau apa? Kamu mau aku menemui Direktur dan mengatakan seperti ini? Pak Direktur, Haura adalah sahabatku dia sangat membenci menangis, tapi entah kenapa jika dia melihat wajah anda, Haura akan menangis jadi bisakah anda tidak bekerja dengannya? Itu yang ingin kamu aku lakukan?


"Vovi bisakah kamu lakukan itu?


"Iya bisa, dan besok aku tidak akan bekerja disini lagi, karena dipecat akibat kekonyolanku,"Kamu ingin melihatku hancur dan kemudian menjadi pengangguran Haura?


"Tentu saja tidak, sahabat macam apa yang ingin melihat sahabatnya hancur menjadi pengangguran?


"Yah aku akui kamu memang sahabatku yang paling baik.


"Ya sudah, aku pulang saja, aku akan memutuskan aku akan mengambil pekerjaan ini apa tidak, aku pulang yah Vovi,"Taksi!


Vovi melambaikan tangan ke arah Haura,"Haura hati-hati dijalan, sampai ketemu besok.


Diperjalan pulang Haura memikirkan semua perkataan Vovi, tentang pekerjaan yang akan dia lakukan itu, dia berpikir apa betul sebegitu pentingnya pekerjaannya ini? Tapi ditengah-tengah pikirannya tentang pekerjaan itu, tiba-tiba terlintas bayangan Direktur saat dia sedang bersamanya tadi, dan lagi bayangan yang tidak pernah dia lalui terlintas dan menyakiti retinanya itu,"Aduh! sakit.


Mendengar teriakan kesakitan penumpangnya itu,supir taksi terkejut,"Nona ada apa? Apa anda baik-baik saja?


"Pak supir, aku tidak baik-baik saja mataku sakit, pak bawah saya ke rumah sakit sekarang.


"Tentu saja, saya akan membawa anda ke rumah sakit.


Mereka lalu melajuh kencang ke arah rumah sakit, supir taksi lalu memanggil pihak rumah sakit, perawat lalu membawa haura dan menaruhnya di atas kereta dan membawanya keruang Ugd, supir taksi turut menemani Haura,"Pak apa yang terjadi pada pasien ini?


"Saya juga kurang tahu, tapi dia baik-baik saja tadi, lalu tiba-tiba dia mengerang kesakitan dan memegang matanya, saya rasa dia mengatakan kalau matanya sakit.


"Terima kasih informasinya, anda sebaiknya mengisi biodata pasien.


"Tapi, saya bukan walinya.


Perawat tidak mendengar ucapan supir taksi, supir taksi itu mengikuti haura dan menunggunya di depan UGD.


Seorang perawat yang menangani Haura, masuk kedalam ruangan dokter,"Dokter Panji, ini darurat ada seorang pasien yang harus anda tangani sekarang juga.


"Siapa? Apa itu Dion lagi?


"Bukan dokter, pasien penderita penyakit mata.


"Apa dia ada di UGD sekarang, ada apa memangnya dengan pasien ini?


"Dia terus saja kesakitan dokter, katanya matanya memunculkan bayangan yang tidak pernah dia lalui sebelumnya dan itu membuat matanya perih dan sakit, itu yang dia katakan sedari tadi.

__ADS_1


"Sepertinya ini masalah serius. Mereka tiba ditempat Haura terbaring, dokter lalu memeriksa matanya, dan memberinya obat peredah nyeri dan al hasil itu membuat mata Haura kembali stabil,"Pasien? dokter lalu melihat nama pasiennya itu.


"Haura?


"Ia dokter.


"Apa sebelumnya kejadian seperti ini sering terjadi pada mata anda?


"Tidak dokter selama dua tahun ini saya merasa mata ini baik-baik saja.


"Sudah kuduga, apa kamu sudah melakukan tranfusi mata?


"Ia dokter, tapi dokter hal ini baru pertama kalinya terjadi, ini dimulai hari ini, saat saya melihat seseorang, lalu muncul bayangan aneh dan ketika aku melihat wajah orang itu, mata ini secara spontan merespon wajah itu dan mengeluarkan air matanya, tanpa memberiku peringatan.


"Kemungkinan orang yang kamu lihat itu, adalah pemicu rasa sakit yang kamu rasakan.


"Apa mata saya baik-baik saja dokter?


"Iya, mata kamu baik-baik saja, saran saya usahakan kamu tidak melihat orang itu, atau kamu jangan sampai memandangnya. Dan kamu juga jangan terlalu memikirkan apa yang diperlihatkan oleh mata ini, kamu mengertikan? kamu boleh pulang sekarang.


"Terima kasih banyak dokter.


Haura keluar dari ruangan itu, dia melihat supir taksi itu masih duduk menunggunya dengan cemas, Haura mendekati supir taksi itu,"Pak? Maaf sudah menganggu pekerjaan anda.


"Tidak, anda sama sekali tidak menganggu saya, Nona? Apa anda baik-baik saja? Tidak terjadi sesuatu kan?


"Tidak apa-apa pak, terima kasih sudah menunggu saya.


"Tidak ini sudah tugas saya, silahkan anda jalan terlebih dahulu saya akan mengantar anda kerumah anda.


"Terima kasih,sekali lagi terima kasih banyak.


"Sama-sama.


Di dalam taksi haura sedang melihat pemandangan yang dia lewati, lalu hp Haura berbunyi, dia melihat dan mengangkatnya,"Halo, ada apa Vovi?


"Haura kamu dimana sekarang, kamu masih di rumah sakit? kamu baik-baik saja kan? Ada pak tua yang menelponku, dia memberi tahuku, jika kamu masuk rumah sakit, karena tiba-tiba matamu sakit, aku khawatir.


"Dia supir taksi, dia memegang handphoneku saat turun dari taksinya, saya baik-baik saja, mata saya hanya nyeri, tapi sekarang sudah membaik, maaf tadi tanpa sengaja aku menekan nomor telponmu saat aku tak tahu harus menghubungi siapa.


"Syukurlah, aku hampir mati penasaran dan khawatir denganmu, aku bahkan tidak bisa berbuat apa-apa sementara aku sedang bekerja dan tidak bisa meninggalkan pekerjaan, baiklah, aku sennag mendengarmu tidak apa-apa, sekarang kamu pulang dan beristirahlah.


"Baik. Vovi menutup telponnya.


"Pak berhenti, kita sudah tiba di rumah saya.


"Ini rumah anda? Rumah anda sangat besar.


"Bukan, ini adalah rumah peninggalan ayah dan ibu saya pak.


"Sama saja nona,ini tetap saja berstatus rumah anda.


Haura hanya tersenyum mendengar uapan supir taksi itu,"ini biaya taksinya, makasih sudah mengantar saya pak.


"Ah Iya,sama-sama.


*****


Kriiiing! Alarm Haura berbunyi, Haura bangun dengan kesal, dia bahkan melempar jam weker itu di dinding kamarnya, setelah tersadar atas apa yang dia lakukan,"Oh Shit! Umpatnya,"Bagaimana ini, aku tidak bisa memperbaiki jam weker.


"Haura! Bangunlah teman.


Mendengar suara itu, Haura terkejut,"Itu? Bukankah suara itu terdengar familiar?


"Surprise!


"Surprise?


"Harusnya kamu senang, aku memberimu kejutan. Ia lalu memeluk Haura dan membisiknya,"Temanku sayang selamat atas diterimanya dirimu di Perusahaan, dan hari ini aku dan kamu akan berangkat bersama.


"Hanya itu?


"Jadi kamu sama sekali tidak tersentuh dengan surprise yang kubuat sedemikian sempurnanya.


"Bukannya aku tidak tersentuh, tapi kejutan ini,aaaaaaaaaaaaaaaaaa teriaknya,"Aku sangat menyukainya teman, sampai-sampai aku tidak tahu harus mengatakan apa? Vovi temanku yang paling baik, terima kasih banyak, aku sayang kamu teman.


"Syukurlah kalau kamu menyukainya, aku juga sama. "Aku juga sangat sangat menyayangimu teman, tapi sebelum itu kamu harus meniup lilin di atas cake ini, lalu kita berangkat bekerja bersama-sama.


*****


Vovi dan haura sudah berada di dalam perusahaan, keduanya berjalan menuju kantornya masing-masing.


"Vovi hari ini, aku sangat takut.


"Takut? Apa yang kamu takutkan?


"Kamu tahu kan, jika Direktur itu punya dendam abadi padaku, dan nanti jika aku dan dia sedang bersama dalam satu ruangan, apa dia akan membunuhku?


Seorang lelaki sedari tadi mengikuti mereka dari belakang, karena kesal di cerita oleh kedua karyawannya, dia pun menyapa keduanya,"Aku tidak akan membunuhmu. Sambil menggelengkan kepalanya,"Kalian berdua sangat berisik, semua orang mendengar kalian, dan kalian juga menghalangi jalanku.

__ADS_1


Kedua wanita itu terkejut mendengar suara Direktur dan dengan penuh rasa takut dan malu keduanya berbalik, Haura berusaha untuk tidak melihat wajah Presdir,"Pak Direktur, tolong maafkan Haura.


__ADS_2