
"Baiklah Haura, aku benar-benar senang bisa bertemu denganmu di tempat ini, lain kali aku akan mentraktir dan mengajakmu jalan. Haura hanya mengganguk membalas perkataan Ben.
Tak selang beberapa menit kemudian, Dion datang dan duduk bersama dengan Haura, seorang pelayan menghampiri mereka,"Nona kemana teman Priamu tadi?
"Oh! Dia sudah pergi Bli, katanya masih ada pekerjaan.
Dion menatap tajam ke arah haura, menegup air mineral yang belum disentuh oleh Haura,"Haura? Kamu punya teman di Bali?
"Ia Pak, dia teman kecil saya.
"Oh begitu yah, aku tadi sempat melihat mereka, aku hanya ingin memperingatkanmu saja, kamu jangan terlalu dekat dengan pria-pria Bali disini, mereka agak sedikit berbahaya.
"Oh yah? Tidaklah, Ben kan sahabatku dari kecil dia tidak mungkin melakukan hal-hal yang tidak-tidak padaku.
"Oke kalau kamu lebih percaya padanya, saya sekedar mengingatkan saja Haura, Kalau gitu saya duluan ke kamar, saya ingin istirahat lebih dulu.
"Baik Pak.
Haura mengecek ponselnya yang berbunyi
Siapa ini? Boy? Oh ini kan teman ben tadi, dia langsung infite aku di FB, dia bahkan mengirimkanku pesan, dia sekarang sedang online batin haura.
**Hai haura?
Hai juga Dave, what happen?
Tidak aku cuman menyapa saja.
Oh kamu bisa bahasa indonesia?
Iya tentu saja, terima kasih untuk ben dia yang mengajarkanku bahasa indonesia.
Oh begitu yah, kamu nggak kerja, bukannya sekarang kamu masih jam kerja?
Iya benar haura, tapi lagi tidak ada kerjaan untukku jadi aku hanya duduk santai sekarang, terus kamu?
Oh aku juga sama, sekarang lagi istirahat. Rapatnya sudah selesai.
Kamu sudah lama kenal sama Ben?
Of course, dia teman aku saat SD dan SMP dulu Dave, dia teman yang baik.
Apa kamu menyukainya?
Tidak, aku sudah menganggapnya saudaraku sendiri, dia juga begitu padaku**.
__ADS_1
**Apa kamu menyukaiku?
Kenapa tidak kamu balas?
Haura**?
"Ada apa dengan bule ini? Membuatku merinding saja, lebih baik aku tidak membalas pesannya saja.
*****
"Pagi haura?
"Pak ada rapat hari ini jam delapan lewat tiga puluh menit pak.
"Ok kamu bawakan saya berkas-berkasnya.
"Baik pak, tapi hari ini saya tidak ikut rapat. Saya dengar ini rapat yang sangat rahasia. Bahkan sekertarispun tak dizinkan untuk masuk.
"Benarkah?
"Iya pak.
"Baiklah, kamu tidak usah ikut. Berkasnya saya bawah sendiri saja. Dion lalu meninggalkan haura di koridor hotel.
"Tumben dia baik padaku, biasanya dia akan meyusahkanku terlebih dulu. Tapi sudahlah, itu berarti, aku bisa istirahat hari ini dan juga menikmati hotel mewah ini.
Bel kamar Haura berbunyi.
"Siapa itu? Apa Psikopat itu? Bukannya dia sekarang lagi rapat? Apa dia membutuhkan sesuatu? Aku sudah tahu tidak mungkin dia akan baik padaku, pasti dia datang dan menyuruhku membawakan barang-barangnya itu dasar! Haura lalu bangkit dari tempat tidur dan membuka pintu kamarnya, haura sangat terkejut ternyata orang yang tiba-tiba membunyikan bel kamarnya itu dan sekarang berdiri didepannya adalah Dave teman ben yang kemarin chat dengannya. Haura hendak menutup kamarnya tapi Dave sigap dan kalah kuat dengannya, dan pintu kamar pun tertutup. Entah apa yang dilakukan Dave, dan mengapa dia bersikap aneh seperti itu pada haura. Haura sangat marah, ia lalu membentak Dave.
"Hei! Apa yang kamu lakukan, berani-beraninya kamu masuk ke kamarku tanpa sepatah kata pun dan menutup pintuku, aku minta sekarang kamu buka pintunya dan keluar dari kamarku sekarang juga. Mendengar kata-kata haura, Dave tak merespon sedikitpun dia hanya melihat haura dengan matanya itu. Saat haura hendak berjalan melewatinya untuk mebuka pintu, Dave menahan langkahnya dia lalu memegang erat tangan haura. Haura benar-benar tak habis pikir dan mulai ketakutan. ?Aaa..ap..apa yang kamu lakukan lepaskan tanganku?
"Haura aku hanya ingin tahu perasaanmu kepadaku, dari kemarin kamu tidak membalas chatku itu membuatku merasa kecewa dan risih kupikir dengan diammu, mungkin kamu juga menyukaiku benarkan?
Apa? Hanya itu yang ingin kamu tanyakan dan memperlakukanku seperti ini?
Dave menambah erat pegangan tanggannya ke tangan haura yang kecil itu, itu membuat Haura semakin kesakitan,"Haura jawab pertanyaanku.
"Lepaskan aku, okey aku akan menjawabnya, aku.....sama sekali tak menyukaimu.
Mendengar jawaban haura, seolah-olah Dave tak menerima jawaban itu,"Tidak...tidak mungkin, aku yakin kalau kamu menyukaiku...you love me. dave bertingkah aneh.
"Gila? Hanya itu yang terpikir oleh Haura. "Apa yang harus aku lakukan? Pak Direktur tolong aku.
Dave lalu menarik haura tepat dihadapannya, dia lalu menatap tajam pada haura. "Kamu menyukaiku kan?
__ADS_1
"Tidak Dave, aku tidak menyukaimu, bagaimana aku menyukaimu kita baru berkenalan dua hari yang lalu.
Dia menarik haura dan mengambil gelas dan melemparkannya kelantai. Itu membuat haura semakin ketakutan,"Haura bisa saja kamu menyukaiku, seperti aku, aku langsung menyukaimu saat pertama kali kita bertemu, ingatkan kamu?
Haura hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Dave semakin marah saat haura hanya mengeleng-gelengkan kepalanya.,"Ayo jawab aku!
"Aku tidak sepertimu, ben juga semua orang berbeda dalam menyukai seseorang Dave, bahkan kalaupun kamu menyukaiku belum tentu aku juga menyukaimu kan, kumohon berhentilah Dave, kamu membuatku takut.
"Kamu diam! Aku tidak akan menyakitimu. Dia mendorong haura di tempat tidur. Haura lalu bangun dan berlari kearah pintu, tapi Dave memegang tangannya lagi. Kamu mau kemana haura?
"Dave? Apa yang akan kamu lakukan padaku? Apa salahku?
"Salahmu? Kamu tidak menyukaiku, Haura aku akan berbuat baik padamu, aku hanya akan tidur sebentar denganmu.
"Apa? Haura lalu menampar wajah Dave, kurang ajar! Kamu fikir aku wanita apa?
"Yayaya kamu wanita indonesia, aku tahu wanita indonesia itu adalah wanita yang sangat mulia. Karena kamu menolakku berarti tidak ada harapan lagi, jika aku tak bisa memilikimu aku bisa memilikimu dialam sana.
Dave lalu mengeluarkan pisau dari saku celananya, itu jelas membuat ketakutan haura memuncak.
"Dave kamu mau membunuhku? Hanya karena aku bilang kalau aku tidak menyukaimu?
"Sudah diamlah! Tak ada yang akan menolongmu, aku tidak akan membuatmu terlalu sakit, Selesai denganmu aku juga akan menyusulmu, kita akan bersama-sama ke surga.
"Kamu benar-benar gila Dave! Aku membencimu.
"Katakan apa yang akan kamu katakan. Dave lalu mengangkat tangannya dan mengarahkan pisau itu ke punggung haura, dia ingin menusuk ke dada haura dengan pisau. Tapi seseorang datang, dia lalu menarik haura dan menempatkan punggungnya ke arah pisau yang ditujukan ke haura. Haura hanya menutup matanya dan memeluk erat orang yang menolongnya itu, orang itu mendengar detak jantung tak karuan dari haura, tangan kecil itu memegangnya erat tapi gemetar. Dave bangun dan mengayungkan pisaunya lagi kearah orang itu, tapi orang itu lalu berbalik, menahan tangan Dave yang memegang pisau, pisau itu terjatuh lalu orang itu mulai meninju muka Dave keras dan menendang perutnya itu membuat Dave tersungkur kedinding kamar hotel, hidung Dave mengeluarkan darah segar dan pisau itu dibuang ketempat sampah,"Siapa kamu? Tanya Dave.
Orang itu tak mengatakan sepatah katapun, dia lalu mengangkat Dave dan menghajarnya lagi, Dave benar-benar bonyok. Untung saja petugas hotel datang dan melerai mereka.
"Pak!
"Jangan pernah biarkan dia lolos, masukkan saja dia ke penjara, orang itu membuatku jijik.
Petugas hotel lalu membawa Dave dan meninggalkan haura dan orang itu berdua di kamar hotel. Darah bercucuran dari lengan baju orang itu, dia tak perduli dengan luka yang disebabkan oleh Dave, dia mendekati haura, saat ini dia hanya khawatir pada haura. Dia mendekati haura, yang hanya menutup matanya sedari tadi.
"Haura? Sudah bangunlah dan buka matamu, sudah aman sekarang, kamu tidak usah takut lagi.
Haura membuka matanya,"Pak Direktur? Yah orang yang menolongnya adalah Dion. Haura tersenyum tapi di matanya masih ada rasa takut, dia lalu memeluk Dion dan menangis keras. Dion membalas pelukannya itu, dan mengelus rambut haura.
"Sudahlah kamu jangan takut, aku ada disini menolongmu.
Haura lalu menarik badannya, dia merasa ada sesuatu yang hangat dan basah saat memegang punggung Dion, dia lalu melihat tangannya,"Darah? Pak anda tidak apa-apa?
Apa maksudmu? Tentu saja aku baik-ba....... Dion lalu jatuh pingsan, haura lalu menahannya. Haura meletakkan badan Dion di lantai dengan pelan,dia lalu berlari ke telepon dan menelpon ambulance. Mobil ambulance datang dan membawa mereka ke rumah sakit.
__ADS_1
Semua ini adalah salahku, andai saja aku mendengar perkataan Pak Wijaya, dan terlebih dulu bertanya, dan tidak begitu saja membuka kamarku, Pak Wijaya tidak akan terluka, pak kumohon bertahanlah, aku tahu bapak kuat.