Mengejar Cintamu

Mengejar Cintamu
Season 2 Chapter 30 Kecemburuan Iga


__ADS_3

Iga marah dan kesal, karena Dion mengabaikannya dan malah melirik Haura sambil tersenyum. Apa yang membuat Dion lebih memilih memandanginya dibandingkan dengan aku? Kurang apa aku di mata Dion? Batin Iga kesal.


Haura menyenggol Dion,"Pak kenapa bapak terus tersenyum? Dari tadi perempuan yang berdiri di depan Bapak, mengajak Bapak berbicara...Bisik Haura pada Dion.


"Ah, ada apa Iga? Apa kamu mengatakan sesuatu padaku? Atau kamu butuh sesuatu?


"Tidak, aku tidak mengatakan apa-apa, aku pulang saja katanya dan berlalu meninggalkan keduanya.


Saat Iga menghilang dari pandangan mereka, Dion tertawa sepuasnya, membuat semua pengunjung melihatnya dan fokus padanya,"Pak? Anda kenapa? Bapak tahu semua mata sedang tertuju pada Bapak.


Mata Dion berair karena tertawa riang, dia lalu menyeka air matanya,"Haura kau lucu sekali, baju kok kamu anggap sebagai anak...Dion kembali tertawa.


Hanya karena aku mengatakan bahwa pakaian itu adalah anak-anakku membuat psikopat ini tertawa girang? Dimana letak kelucuannya...Pikir Haura. "Bapak pikir itu lucu?


"Tentu saja, tapi mari kita kembali bekerja. Dion kembali ke mode seriusnya, Haura mengikutinya dari belakang sambil mengeleng-gelengkan kepalanya.


Haura merasa bosan, sedari tadi dia hanya melihat Dion menelpon entah dengan siapa. "Oh yah Haura, kamu tolong periksa barang yang masuk hari ini.


"Bapak menyuruh saya kemari? Cuman memberitahu saya jika saya harus memeriksa barang yang masuk hari ini?


"Iya, betul.


"Tapi Pak, Bapak tinggal memberi saya pesan atau menelpon saya Pak, tanpa Bapak Harus menyuruh saya mengikuti bapak sedari tadi, lagipula Pak barang yang keluar masuk ke gudang sudah menjadi tugas saya memeriksanya.


"Kenapa? Apa kamu keberatan jika saya menyuruhmu mengikuti saya? Baik jika kamu tidak suka, maka saya tidak akan pernah memanggilmu lagi, kamu boleh pergi.


Apa dia marah lagi? Aku kan hanya mengatakan apa yang seharusnya aku katakan, dia menyiksaku seharian karena kelakuan konyolnya, harusnya yang marah di sini aku bukan dia...Batin Haura.


"Kenapa kau masih di sini? Bukannya kamu tidak suka berada di dekat saya.


"Pak, apa Bapak tidak salah? Bukankah Bapak yang menyuruh saya menjaga jarak dengan Bapak?


"Memang benar jika aku menyuruhmu seperti itu, jadi kamu boleh pergi sekarang.


Dasar psikopat...Pikir Haura dan meninggalkan Dion.


*****


Iga berada di rumahnya, dia benar-benar marah, karena sifat Dion, dia memarahi pembantunya,"Apa yang kau lakukan? Cepat bawakan aku jus jeruk katanya, dan segera pembantunya itu membuatkan Iga jus jeruk kesukaannya.


Pembantu Iga berjalan ke arahnya, dia meletakkan jus jeruk di atas meja rias Iga,"Bibi keluar sekarang! Dan tinggalkan aku sendiri.


"Tapi non, Ibu menyuruh saya memantau anda.


Iga mendorong pembantunya,"Memangnya aku anak kelinci yang harus selalu di pantau, cepat keluar dari kamarku. Iga lalu menyeret pembantunya dan menutup rapat pintu kamarnya.

__ADS_1


Pembantu Iga sangat khawatir,"Dia lalu menghubungi Ibu Iga dan menyuruhnya segera kembali ke rumah.


"Akh! Teriak Iga kesal, dia lalu melempar semua barang yang ada di atas mejanya. Dia lalu kembali memungutnya dan membuat jarinya terluka. "Kenapa! Kenapa setelah wanita itu mati, kenapa aku tetap tidak bisa bersama Dion, kenapa! Teriaknya lagi.


Ibu Iga sudah tiba, dia terkejut saat mendengar anaknya teriak histeris dan juga menangis,"Iga? Sayang? Kamu kenapa nak? Kamu jangan membuat mama takut sayang.


"Mama pergi, mama jangan masuk, jika mama masuk aku tidak akan bicara lagi dengan mama.


"Tidak sayang, mama takut kamu melakukan hal yang akan melukaimu lagi.


"Tidak, mama jangan kemari.


Ibu Iga, tidak ingin menunggu lebih lama lagi, dia memanggil satpam rumahnya dan menyuruhnya mendobrak pintu kamar Iga, Ibu Iga berlari dan memeluk anaknya,"Ya Allah anakku, apa yang kau lakukan? Semua barang di dalam kamar Iga hancur berantakan. "Ada apa denganmu nak? Kenapa kamu melakukan hal seperti ini? Ibu Iga melihat jari anaknya terluka dan berlumuran darah,"Lihat, kamu membuat luka di jarimu sayang, bagaimana kamu bisa mengatakan kalau mama tidak boleh masuk ke kamarmu nak, Ibu Iga menangis dan kembali memeluk anaknya.


Iga tersenyum di pelukan Ibunya. Aku tahu apa yang akan kulakukan, jika aku tidak bisa mendapatkan Dion, itu artinya gadis yang bersamanya juga tidak boleh bersamanya...Batin Iga.


*****


Keesokan paginya, Haura berangkat bekerja, seperti biasa Haura lebih suka naik angkot, tepat di depan Perusahaan Haura turun dan Iga menunggunya. Dari kejauhan Haura seperti mengenal wanita yang sedari tadi memandangnya. Bukankah wanita itu adalah pacar Pak Direktur? Yang kata Bibi adalah orang yang sangat berharga baginya, walaupun perilaku psikopat pada wanita ini tidak sesuai dengan yang di katakan Bibi...Pikir Haura.


Iga melirik tajam ke arah Haura,"Kau.


"Mba Iga?


Sepertinya psikopat dan gadis ini sama-sama mempunyai sifat yang membuat orang kesal padanya, mereka memang pasangan sempurna...Batin Haura,"Ada apa Bu?


"Saya ingin kamu melayani saya di toko.


"Tapi Bu, itu bukan bagian dari pekerjaan saya.


"Saya akan katakan pada Dion, bahwa hari ini kamu akan bekerja dengan saya, ayo ikuti saya.


Haura mengikuti Iga, Vovi melihat Haura bersama dengan seorang gadis, Vovi tidak sadar jika sedari tadi Dimas berdiri di belakangnya,"Vovi? Kamu melihat siapa?


Karena terkejut Vovi hampir terjatuh, beruntung Dimas masih bisa menangkapnya,"Kenapa kamu selalu terjatuh saat bersamaku Vovi?


"Maaf, Dimas. Itu karena kamu muncul tiba-tiba.


"Aku memanggilmu sedari tadi, tapi kamu tidak memperdulikanku, memangnya kamu melihat siapa?


"Haura, dia berjalan dengan siapa?


Dimas melihat ke arah Haura,"Bukankah dia Iga, teman Pak Direktur. Kenapa dia bisa bersama Haura?


"Untuk apa dia bersama Haura?

__ADS_1


"Sepertinya ini tidak baik, saya akan memberitahu Pak Direktur.


"Baik. Semoga tidak terjadi apa-apa pada Haura.


Haura memandu Iga mengelilingi Perusahaan, mulai dari Lotte, Matahari, dan lain-lain, Haura bahkan membawakan paper back berisi barang-barang yang sudah di beli Iga,"Haura tolong kamu bawakan ini untukku...katanya lagi setelah membeli sepatu yang dia inginkan. Kini Haura layaknya manekin yang membawa banyak belanjaan. Aku sudah lelah, jika saja aku tidak mementingkan pekerjaanku, aku pasti sudah melempar semua barang milik nenek sihir ini, dia mau belanja berapa banyak lagi? Aku sudah pegal membawa barang belanjaannya...Batin Haura.


Sementara Dimas, dia segera memberitahu Dion, jika saat ini Haura sedang bersama dengan Iga,"Pak saya melihat Bu Iga berjalan bersama Haura.


"Apa? Kacau, bisa-bisa Iga melakukan suatu hal yang buruk pada Haura, mungkin Iga berpikir jika Haura adalah saingannya.


"Saingan apa Pak.


"Kamu tidak perlu tahu, dimana mereka sekarang, saya akan menemui mereka.


"Kata Bu Vovi, dia baru saja keluar dari toko sepatu.


"Baik, saya akan segera menemuinya.


Haura tidak kuat lagi, dia lalu duduk di samping kasir, sementara masih menunggu sepatu yang akan dia bawa untuk Iga,"Apa yang kamu lakukan?


"Saya capek Bu, saya ingin istirahat sebentar saja.


Iga lalu tersenyum gembira. Sekarang kamu akan tahu posisimu, kamu tidak bisa mendapatkan Dion, dia itu milikku...Pikir Iga.


"Baiklah, aku akan menunggu di sana, kata Iga hendak meninggalkan Haura dengan semua barang belanjaannya, tapi Iga terdiam saat seorang lelaki tinggi, tampan dan juga kharismatik berjalan ke arahnya, Iga lalu memasang wajah lugu dan juga senyum manisnya, tapi lelaki itu melewatinya dan berlari menolong Haura yang jatuh karena keberatan dengan barang-barang belanjaan milik Iga.


"Kamu baik-baik saja? Kenapa kamu membawa barang sebanyak ini? Tanyanya penuh cemas.


"Terima kasih. Haura lalu menatap lelaki yang membantunya itu,"Pak Wakil Direktur? Bapak kemana saja selama ini? Tanya haura.


"Aku senang melihatmu tersenyum gembira Haura.


Iga lagi-lagi kesal melihat lelaki yang tampan itu lebih tertarik pada Haura di banding pada dirinya,"Haura! Ayo cepat, saya masih ingin membeli barang yang lainnya.


"Ba..ba..baik Bu. Wakil Direktur memegang Tangan Haura dan membuat Haura berhenti berjalan,"Apa yang Bapak lakukan?


"Letakkan barang-barang itu Haura, memangnya kamu ini kuli? Kamu itu seorang Manajer di sini, ini bukanlah pekerjaanmu.


"Iya Pak saya Tahu, tapi Bapak tidak perlu khawatir, saya dengan sukarela membantu Bu Iga.


"Kamu seharusnya menolak pekerjaan yang diminta pelanggan Haura.


"Tapi, saya tidak merasa keberatan kok Pak, saya ini wanita kuat.


Lagi-lagi Wakil Direktur menahan Haura, Lalu dari arah berlawanan, Dion datang dan menarik tangan Haura, tapi Wakil Direktur sama sekali tidak ingin melepas tangan Haura, Dion Lalu melepas tangan Wakil Direktur dan mengambil semua belanjaan Iga dan memberikannya pada Iga,"Kamu jangan pernah menyuruh Haura melakukan hal-hal pribadi lagi untukmu, dia bukan pelayan pribadimu, tapi dia adalah manajerku, ingat itu. Mereka berdua berjalan di mana keduanya masih saling bergandengan tangan meninggalkan Iga dan juga Wakil Direktur.

__ADS_1


__ADS_2