Mengubah Takdir Part II

Mengubah Takdir Part II
Episode 11 : Menempati Tubuh Yang Baru


__ADS_3

Aku mengikuti Wang ke sebuah ruangan yang tersegel, Wang membuka segel itu dan masuk  ke ruangan itu. Aku mengikuti Wang dari belakang dan di dalam ruangan aku melihat sebuah cermin besar, di dalam cermin itu terdapat gambar sebuah pertarungan hebat di dunia manusia


"Bukannya mereka?" tanyaku kaget


"Ya hanya sekumpulan dewa yang saling menyerang"


"Kenapa mereka saling menyerang?"


"Ya itu sudah biasa yang mulia, tapi kalau anda terluka biasanya alarm kerajaan akan berbunyi keras dan kaisar langit langsung turun menyelamatkan anda yang mulia"


"Jadi saat aku diserang raja kegelapan dulu?"


"Ya benar, alarm kerajaan berbunyi dan saat itu yang mulia kaisar langit ada disini jadi ya kaisar langit langsung membantu anda"


"Oh begitu ya..." desahku melihat ke arah cermin itu, di cermin aku melihat Candra dan Alex di serang oleh beberapa iblis di depan mereka


"Tidak terlalu urgent yang mulia" gumam Wang menundukkan badannya


"Tunggu Wang, lihat dengan jelas. Yang menyerangnya bukan dewa tapi iblis" gumamku menunjuk ke arah cermin itu


"Tapi itu nampak seperti dewa yang mulia"


"Bukan, mereka sepertinya iblis tertinggi. Wang aku akan turun ke dunia manusia" gumamku berbalik


"Tapi yang mulia..."


"Tenang saja kamu ikut bersamaku" gumamku menjentikkan tanganku dan aku membawa Wang turun ke dunia manusia


Di depanku aku melihat beberapa dewa sedang bertahan dari serangan iblis itu bahkan kekuatan mereka tidak lebih kuat dari para iblis itu


"Haah... Kalau begini terus kita bisa kalah" desah seorang dewa yang mulai kelelahan


"Ya benar, kaisar langit dan raja kegelapan sedang bertapa sedangkan sang dewi tidak tahu kemana sudah lima abad tidak muncul" gumam seorang dewa lainnya


"Tunggu? Lima abad?" tanyaku bingung


"Ya benar yang mulia, anda sehari berada di kerajaan anda sama saja beberada tahun di dunia manusia. Apalagi anda berjalan di gua itu bisa dihitung 2 abad lamanya"


"Tapi kenapa bisa seperti itu? Di istana langit saja hanya seminggu di kerajaan raja kegelapan juga"


"Ya karena kerajaan anda berada di tengah - tengah seluruh alam jadinya kerajaan anda yang selisih waktunya paling lama"


"Oh begitu ya, tapi bagaimana caraku melawan iblis itu?"


"Gunakan saya saja yang mulia, saya bisa menjadi senjata anda"


"Oh baiklah kalau begitu Wang bantu aku" gumamku mengubah Wang menjadi tongkat dan berdiri di tengah - tengah dewa dan iblis itu


Para dewa terkejut melihat aku yang berdiri di depan mereka dengan wujud dewaku bahkan Candra dan Alex menatapku tidak percaya. Aku berusaha membasmi iblis di depanku dengan seluruh kekuatanku, walaupun iblis - iblis itu terus berkembang dengan cepat tapi karena kekuatanku iblis - iblis itu bisa aku musnahkan dengan cepat


"San... Sani?" gumam Candra terkejut


"Dia Sani?" tanya Alex tidak percaya


"Ya, dari kekuatannya aku bisa merasakan kalau dia Sani" gumam Candra terus menatapku yang sedang berdiri di depannya. Harus memerlukan waktu yang lumayan lama untuk membasmi para iblis itu, tapi setelah bertarung dengan cukup sengit akhirnya aku selesai membasmi seluruh iblis itu.


"Wang kembalilah" gumamku dan wujud Wang ke wujud manusia kembali


"Baiklah Wang kita kembali.." gumamku pelan


"Tunggu..." teriak Candra yang ada di belakangku dan aku menghentikan langkahku


"Senang akhirnya bertemu denganmu... Sani" gumam Candra yang membuat seluruh dewa yang ada disitu terkejut


"Dia dewi penyeimbang?"


"Waah akhirnya bertemu dengan dewi penyeimbang" gumam seorang dewa senang


"Terimakasih sudah membantu kami dewi penyeimbang"


"Terimakasih"


"Terimakasih" ucap dewa - dewa di belakangku dengan senang


Aku menjentikkan jariku dan menghentikan waktu sehingga hanya aku dan Candra yang bisa berinteraksi. Aku membalikkan badanku dan menatap wajah Candra yang tampan itu


"Sani..." desah Candra menatapku terharu


"Aku kira kita tidak akan bertemu lagi" gumam Candra yang terus menatapku tapi aku hanya diam sambil terus menatap matanya


"Sani apa yang kamu lakukan selama lima tahun belakangan?"


"Tidak ada, aku tidak melakukan apapun"

__ADS_1


"Benarkah? Tapi kamu sekarang... Berwujud dewa murni? Kenapa bisa?" tanya Candra terkejut


"Aku ya? Aku tidak melakukan apapun" gumamku, tiba - tiba Candra berlari kearahku dan memelukku erat


"Sani aku sangat merindukanmu, aku takut kita tidak bertemu lagi"


"Kenapa takut?" gumamku dingin


"Ya karena aku takut, tidak ada alasannya"


"Oh benarkah? Apa ada yang ingin kamu katakan Candra?"


"Tidak ada, aku hanya senang bisa bertemu denganmu" gumam Candra pelan sambil terus memelukku


"Hmmm bisa tidak kamu tidak memelukku erat seperti ini" gerutuku kesal


"Tidak aku tidak mau melepaskannya"


"Apa yang terjadi denganmu? Kamu tidak sedingin terakhir kita bertemu?" gumamku pelan


"Maafkan aku Sani karena sikapku itu, aku memang marah saat itu. Aku mohon maafkan aku"


"Hmmm, baiklah aku maafkan tapi bisa tidak kamu melepaskan pelukanmu!!" protesku kesal


"Baik aku akan melepaskan pelukanku" gumam Candra melepaskan pelukannya


"Sani wujudmu dewa terlihat begitu sangat cantik melebihi seluruh dewi yang ada di alam dewi"


"Oh benarkah?" gumamku menyentuh Wang dan Wang tersadar


"Ya... Yang mulia..." gumam Wang menundukkan badannya


"Yang mulia? Sani jangan - jangan kamu sudah?"


"Kamu dewa kebangkitan ya?" tanya Wang menatap Candra srius


"Ya aku dewa kebangkitan, kenapa dengan tubuh Sani?"


"Tubuh yang mulia..." gumam Wang dan aku langsung menghentikan perkataan Wang


"Tidak ada apapun Candra" gumamku serius


"Sani apa yang kamu tutup - tutupi saat ini?"


"Tidak ada, aku hanya ingin melatih tubuhku agar bisa lebih kuat saja" gumamku pelan


"Huufftt lelah juga" desahku menyandarkan tubuhku di kursiku


"Yang mulia bukankah tadi dewa kebangkitan, kenapa yang mulia tidak meminta dewa kebangkitan untuk membangkitkan tubuh pengganti anda?"


"Itu hal yang percuma, dia tetap tidak mau melakukannya" gumamku pelan


"kan belum dicoba yang mulia"


"Aku lebih tahu tentang Candra, butuh bertahun - tahun untuk meyakinkan dia"


"Tapi sepertinya dia sudah luluh yang mulia.."


"Belum, nantilah ada saatnya" gumamku beranjak berdiri dan mengambil tubuh pengganti yang ada di sampingku


"Aku akan mencoba tubuh pengganti ini, bilang ke beberapa pelayan untuk tidak menggangguku di kamar" gumamku dingin dan pergi dari ruangan itu


"Baik yang mulia"


Aku memasuki kamarku dan meletakkan tubuh pengganti itu di sampingku, Aku berusaha ntuk memasukkan kekuatanku ke dalam tubuh itu seperti yang aku lakukan kepada kaisar langit tapi apapun usahaku aku selalu gagal


"Apa ada yang salah ya?" desahku kecapekan


Aku menghela nafasku dalam - dalam dan mencoba membangkitkan arwah wanita ini dengan menggunakan kekuatanku ini. Tidak berapa lama di depanku muncul seorang wanita cantik yang wajahnya mirip denganku berdiri di depanku. Aku membuka mataku dan melihat dia tersenyum kearahku


"Hormat saya dewi penyeimbang" gumam wanita itu dengan sopan


"Kamu mengenalku?"


"Ya tentu, sebenarnya kita sama"


"Sama? Apa maksudmu?"


"Sebenarnya kita sama - sama empat darah campuran, aku bagian darimu"


"Empat darah campuran? Maksudnya?"


"Ya sebenarnya kamu campuran darah dewa, vampir, iblis, dan manusia. Sama sepertiku. Kita sama karena kita kembar dalam rahim yang sama"

__ADS_1


"Tunggu.. Kenapa aku  tidak tahu dan ibuku juga tidak memberitahukannya kepadaku?"


"Ya pastilah karena ibu tidak tahu kalau anaknya kembar, bisa dikatakan aku Sani yang lain atau kamu bisa memanggilku kakak"


"Kakak? Tunggu kenapa aku selama hidupku tidak pernah bertemu denganmu?"


"Karena sewaktu kecil ibu menyegel kekuatanmu dengan nyawanya sehingga aku yang merupakan kembaranmu di lain juga ikut tersegel di dalam tubuhmu, tapi aku pernah sekali keluar saat kamu mengeluarkan seluruh kekuatan vampirmu itu. Kamu pasti tidak ingat kenapa kamu bisa lebih kejam sampai melukai teman - temnamu kan?"


"Iya aku ingat, saat itu aku dibully tapi aku tidak ingat apa yang telah aku lakukan" gumamku pelan


"Itu karena aku menguasai tubuhmu bisa dibilang aku sifat lain darimu yang lembut dan perhatian ini"


"Berarti seperti raja kegelapan?"


"Ya benar... Seperti itulah"


"Jadi kalau kamu kembaranku kenapa kamu bisa mati?"


"Aku mati saat kamu mati di masa lalu tapi sayangnya aku tidak di ikut berinkarnasi denganmu"


"Oh maafkan aku"


"Tidak, kamu tidak salah kok"


"Hmm" desahku pelan, aku tidak menyangka sebenarnya tubuh yang aku ambil ini adalah tubuh kembaranku yang tidak aku ketahui sebelumnya


"Jadi kenapa kamu memanggil arwahku kemari adikku?"


"Aku menemukan tubuhmu di suatu toko di perbatasan situ, katanya ini tubuh empat darah campuran dan mati karena tubuhmu tidak kuat menahan empat darah campuran sekaligus"


"Ya benar, karena tubuhku lemah tapi kekuatanku kuat makanya aku ikut tersegel di tubuhmu itu. Sebenarnya tubuh kita sama, cuma kekuatan yang aku punya lebih kuat dari pada kekuatanmu jadi bisa dibilang karena kekuatanku yang sangat besar itu maka tubuhku tidak bisa menerimanya"


"Mmm jadi apa karena itulah aku memasukkan kekuatanku ke dalamnya juga tidak bisa?"


"Tidak juga, kamu bisa menjadikan tubuh itu sebagai tubuh pengganti tapi harus ada sedikit arwahku di dalamnya"


"Kenapa harus seperti itu?"


"Karena memang harus seperti itu, harus ada arwah dari tubuh asli yang menjaga tubuhnya"


"Kalau begitu apakah kakak bersedia meminjamkan tubuhmu untukku?" gumamku memohon


"Tubuh ini milikmu adikku, kamu tidak perlu meminjamnya kepadaku"


"Benarkah?"


"Ya tapi ada konsekuensinya?"


"Apa konsekuensinya?"


"Mungkin sifatmu akan berubah tidak seperti dulu dan juga kekuatanmu bisa lebih besar dari yang dulu"


"Tidak masalah kak. Baiklah mungkin ini sedikit sakit kak" gumamku membaca mantra dan memasukkan kembali arwah wanita itu ke dalam tubuhnya dan memasukkan seluruh wujud dewaku ke dalam tubuh pengganti itu


Aku membuka mataku dan melihat wajahku yang tetap sama seperti wajahku yang dulu bahkan lebih cantik dari wajah asliku


"Memang kakak secantik ini ya" desahku senang


Tookkk... Tookkk... Ttookkk


Tiba - tiba terdengar suara ketukan di depan pintu kamarku dengan keras


"Masuklah" gumamku dingin


"Yang mulia ada surat untukmu" ucap Wang menyerahkan sekertas suat kepadaku


"Oh terimakasih" gumamku membuka kertas itu


"Mmm Yang mulia sudah berhasil melakukannya?"


"Iya benar.."


"Tapi sepertinya yang mulia sedikit berubah?"


"Ya memang ini konsekuensinya jadi jangan kaget Wang" gumamku dingin


"Iya yang mulia"


"Mmm..." desahku membaca surat dari kaisar langit, surat itu mengatakan kalau dia tahu aku ada di kerajaanku dan memintaku untuk kembali ke dunia manusia segera


"Apa ada sesuatu hal yang mulia?"


"Tidak ada, aku harus kembali ke dunia manusia. Tolong jaga kerajaan ya Wang" gumamku membakar kertas itu

__ADS_1


"Baik yang mulia" gumam Wang keluar dari kamarku, aku menjentikkan tanganku dan berpindah ke dunia manusia


Aku tidak tahu kenapa Sony ingin bertemu denganku dan juga apa Sony dan Steven sudah selesai bertapanya, apa yang sedang terjadi sebenarnya?


__ADS_2