
Aku melakukan pertapaanku sudah bertahun - tahun lamanya, sebenarnya selama bertapa aku bisa melakukannya dengan tenang tapi seperi dugaanku diawal kalau si Candra akan mengganggu pertapaanku, bahkan hari ini dia datang di ruangan pertapaanku sambil membawa cemilan kesukaanku dan itu sangat mengganggu. Dia sangat amat cerewet kalau sudah menggangguku tapi mau bagaimana lagi aku harus terus fokus apalagi aku sudah hampir selesai bertapaku dan kemungkinan hari ini aku selesai melakukan pertapaanku, jadi aku mencoba tidak memperdulikan Candra yang dari tadi berbicara di ruangan ini
"Hei Sani, kamu tidak capek apa bertapa terus..." gumam Candra menatapku
"Aku bawakan makanan kesukaanmu nih... Kamu tidak mau? Keripik kentang rasa limited edition loh..." gumam Candra menggerak - gerakkan kemasan keripik kentang kesukaanku
"Kamu tidak mau nih... Ya udah aku makan nih" gumam Candra membuka bungkus itu dan memakan keripik kentang itu
"Mmm kamu rajin banget sih bertapa selama ini, biasanya gak pernah lama tumben lama" gumam Candra sambil melahap keripik kentang di tangannya
"Oh ya Sani, selama kamu bertapa aku tidak pernah memberitahukan siapaun loh termasuk kaisar langit dan raja kegelapan..."
"Dan kamu tahu gak Sani, di kelas ada dewa baru yang masuk ke kelas. Namanya Sasha si Dewa Kesialan, dia cantik sih tapi masih cantikan kamu kok..."
"Karena kecantikannya dan kamu yang bertapa hampir seabad beberapa tahun lagi ini udah membuat banyak dewa yang jatuh cinta loh. Bahkan kaisar langit dan raja kegelapan suka dengannya. Utung aku sendiri tidak sampai suka karena aku setiap hari melihatmu jadi aku tidak punya rasa suka kepadanya"
"Kalau kaisar langit dan desa kegelapan tahu kamu kembali saat mereka berdua kencan dengan Sasha bakal terjadi peperangan gak ya?" gumam Candra mengadu kepadaku. "Hmmm berkencan ya? Liat saja nanti mereka berdua" gumamku dalam hati
"Aaah kamu gak asik Sani.... Aku mengobrol denganmu tahu tapi kamu cuekin aku, aku tidur dulu lah" gerutu Candra memejamkan matanya di sofa depanku
Suara ruangan yang seharusnya sunyi tapi malah tercemar dengan suara dengkuran si Candra yang menyebalkan itu. Waktu bertapaku selesai, aku membuka mataku perlahan dan beranjak dari tempat bertapaku. Aku menatap ke cermin, mataku terlihat sangat merah bahkan wajahku berubah berbeda dengan wajahku yang kemarin, tapi aku masih bingung kenapa Candra tidak menyadari itu ya? Atau jangan - jangan karena dia sering datang kemari untuk menggangguku jadi dia tidak menyadarinya.
Biasanya dewa akan membuat ilusi dirinya agar ilusinya menjaga dia dari siapapun yang mengganggu. Aku sengaja tidak membuat ilusi diriku karena aku tahu Candra akan menjaga tempat itu dan tidak ada yang tahu akan tempat itu kecuali Candra tapi memang Candra penggangguku satu - satunya, udah tahu aku sedang bertapa tapi dia tetap saja menggangguku
Aku mengambil keripik kentang yang sisa sedikit itu dan memakannya. Ya namanya juga lapar pasti ingin makan apapun yang ada di depanku tapi memang rasa keripik ini sangat enak
"Mmm enak juga ternyata" gumamku menghabiskan keripik itu. Aku menatap Candra yang sedang tertidur di sofa, aku mencubit dan menekan pipi dan hidungnya tapi dia tidak bangun - bangun
"Dasar ya pules banget tidurnya" gerutuku mencubit pipi Candra dengan keras
"Aaauuu... Sakit lah!!!" protes Candra terbangun dan menatapku dengan tatapan terkejut
"Eeehh .. Mmmm Hay Sani" gumam Candra cengengesan
"Bagus ya, ada orang bertapa di ganggu mulu.." gumamku menarik tangan Candra dan membawanya ke menara tertinggi di kota. Aku membaca mantra dan membuat Candra melayang di atas jalan raya yang sedang ramai di sekitar gedung itu
"Eeeh... San... Sani Ke.. Kenapa kamu mengajakku kemari?" tanya Candra terkejut
"Ingin membunuhmu"
"Kenapa kamu ingin membunuhku?" tanya Candra terkejut
"Karena kamu mengganggu bertapaku dan juga memakan keripik kentang kesukaanku selama aku bertapa jadi aku tidak akan mengampunimu" gumamku dingin
"Eeeh.. Mmmm aku ada keripik lagi nih ... Ka... Kamu mau" gumam Candra memberiku beberapa keripik kentang kepadaku
"Oh baiklah aku ampuni" gumamku menurunkan Candra dan memakan keripik itu
"Huufftt emang ya kalau wanita lapar menakutkan" desah Candra mengatur nafasnya
"Candra masalah yang kamu ceritakan itu .. Sasha? Siapa dia?" gumamku melahap keripik di tanganku
"Kamu sebenarnya mendengarkan aku ya?"
"Menurutmu? Telingaku sampai capek tahu mendengar obrolanmu tidak penting selama berpuluh tahun" gerutuku kesal
"Ya aku tidak punya teman mengobrol, kamu tahu sendiri kan aku orangnya pendiem di kelas."
"Ya aku tahu, jadi ceritakan"
"Ya yang seperti aku katakan tadi ada mahasiswa baru, namanya Sasha dia dewa kekesialan. Dia sangat cantik dari pada kamu bahkan saking cantiknya banyak dewa yang suka kepada dia dan mengagungkan dia. Dan saat ini kaisar langit dan dewa kegelapan sedang berebut memperbutkan dia seperti saat memperebutkanmu"
"Oh begitu ya? Sangat menarik. Aku jadi penasaran dengan wajah si Sasha itu" gumamku membakar kemasan keripik kentang itu dengan apiku
"Eeeh kalau marah jangan di tempat ini tahu"
"Aku tidak akan marah di tempat ini kok" gumamku santai
"Sani, kenapa kamu jadi berubah seperti itu? Tapi kamu semakin cantik Sani" gumam Candra dengan wajah memerahnya
"Haish apaan sih, aku sama saja kali"
"Aku serius kamu berbeda dan juga kamu terlihat sangat kuat, aku sebagai dewa kebangkitan saja merinding berada di depanmu"
"Hmmm... Bagaimana aku bisa mempergoki kaisar langit dan dewa kegelapan di saat mereka berdua kencan dengan Sasha itu?"
"Mmm oh ya hari ini ada acara khusus para dewa bahkan dewa tertinggi juga datang"
"Dewa tertinggi? Bukannya kaisar langit ya?"
"Bukan... Dewa tertinggi itu dewa agung, walaupun kaisar langit merupakan salah satu dari ke enam dewa tertinggi tapi di atas kalian ada dewa lebih tinggi namanya dewa agung. Dia yang menghukum para dewa yang melakukan kesalahan dengan cara melenyapkan dewa - dewa itu, dan itu juga berlaku kepadamu... Dewa agung tidak melenyapkanmu dan memberimu kesempatan hidup untuk kedua kalinya karena derajatmu setara dengan dewa agung"
"Kenapa bisa seperti itu?" tanyaku terkejut
"Kamu dewa penyeimbang yang menyeimbangkan alam sedangkan dewa agung atau bisa dibilang dewa hakim agung jadi kalian berdua setara dan kamu menjadi salah satu kunci keseimbangan tiga alam. Jadi walaupun dewa agung tidak akan lenyap selamanya tapi tanpa adanya dewa penyeimbang dia tidak bisa melaksanakan tugasnya dengan baik apalagi dengan kekacauan dewa kehancuran pada akhirnya tiga alam akan hancur" jelas Candra serius
"Oh begitu ya? Kapan acara itu dimulai?" gumamku serius
"Sebentar lagi, saat matahari... Tenggelam" gumam Candra dan langit berubah menjadi hitam kelam karena matahari sudah tenggelam di ufuk barat
"Oh baiklah. Kata kamu, kamu mau lihat pertunjukan kan... Nanti lihat lah pertunjukan yang sangat bagus" gumamku dingin dan merubah pakaianku, aku menggunakan penutup kepala agar tidak di ketahui siapapun termasuk dua orangya yang menyebalkan itu, ditinggal bertapa aja banyak ulahnya dan perilaku yang menyebalkan lagi
"Baiklah ikutlah denganku" gumam Candra menggandeng tanganku dan berpindah ke suatu taman yang indah, banyak para dewa yang memakai pakaian bagus dan terlihat sangat mahal. Aku melepaskan genggaman Candra dan melihat disekelilingku
"Dimana mereka?"
"Sebentar lagi datang"
"Oh... Mmm ngomong - ngomong itu apa?" tanyaku menunjuk sebuah kursi yang sangat bercahaya di depan taman itu
"Itu singgasana dewa agung"
"Lalu di sebelahnya?" gumamku menunjuk kursi yang bercahaya di sampingnya
"Itu kursimu"
__ADS_1
"Kursiku?"
"Ya, kan seperti yang aku bilang tadi kamu setara dengan dewa agung, jadi kamu akan duduk di kursi itu. Tapi karena mereka berfikir kamu tidak akan datang jadi kursi itu dibiarkan kosong"
"Tunggu emang ini pesta apa?" tanyaku bingung
"Ini adalah pesta ulang tahun dewa agung dan juga pesta pembukaan survival bagi para dewa
"Survival? Apa itu?" tanyaku bingung
"Survival itu seperti kamu melakukan pertarungan di hutan iblis yang bertempat di alam iblis. Jadi kamu punya tugas membunuh para iblis yang tidak bisa berinkarnasi lagi"
"Mudah banget" gumamku santai
"Ya bagimu, tapi bagi kami itu tidak mudah"
"Jadi bersemangat aku" gumamku snatai
"Kamu tidak akan ikut Sani"
"Apa? Kenapa? Apa kaisar langit juga?"
"Kamu pengawas bersama dengan dewa agung. Tapi karena kaisar langit suamimu itu tergantung keputusanmu mengikutsertakan kaisar langit atau tidak"
"Oh biar aku pertimbangkan, aku mau melihat perilakunya dulu" gumamku pelan
Tidak lama kemudian, aku melihat Sony dan Steven sedang berjalan bersama dengan wanita cantik di tengah - tengah mereka. Seumur hidupku dan seumur aku menjadi dewa aku belum pernah bertemu dengan dia. Ya wanita itu sangat cantik pantas saja banyak mata yang memandanginya
"Itu namanya Sasha" gumam Candra menunjuk wanita yang sudah aku duga dari awal
"Oh baiklah, kamu nikmatilah pertunjukannya" gumamku mengambil sebuah minuman di sampingku dan berjalan kearah mereka bertiga
"Hari ini kamu sangat cantik Sasha" gumam Sony memandangi Sasha
"Ya kamu sangat cantik" gumam Steven sambil terus memandangi Sasha
"Aah kalian berdua membuatku malu saja" gumam Sasha malu
"Andaikan kami bisa menikahimu Sasha" gumam Steven dengan muka memerah
"Heeeh? Menikahi? Ya sudah nikahilah kalau begitu!!!" gerutuku dalam hati dengan sangat kesal
Aku sengaja berjalan menabrak Sasha dari arah depan seperti seseorang yang terburu - buru dan menumpahkan minuman yang ada di tanganku ke arah Sasha
"Aaaaaaa..." teriak Sasha terkejut karena wajah dan bajunya basah
"Hei kamu berhenti!!!" teriak Steven kesal, aku menghentikan langkah kakiku
"Berani - beraninya ya kamu menumpahkan minuman itu ke Sasha!!" protes Sony kesal
"Lalu kenapa? Apa masalahnya?" gumamku dingin
"Dia wanita kami aku tidak terima kalau kamu memperlakukan dia seperti itu!!!" teriak Sony kesal dan mereka berdua menyerangku tapi dengan cepat aku menepis serangan mereka berdua
"Heeh... Hanya ini kemampuan kalian? Dasar dewa tidak berguna!" gumamku membalikkan badanku dan menyerang mereka berdua
"Sudah lah kalian kenapa mau meladeni dewa rendahan seperti dia sih!!" protes Sasha kesal
"Dewa rendahan ya? Kamu tidak ngaca masa dewa kesialan malah dapat kesialannya sendiri di pesta mewah ini" gumamku dingin
"Berani - beraninya kamu menghina Sasha, siapa kamu sebenarnya?" protes Sony kesal
"Mmm Siapa aku? Aku hanya dewa rendahan kok" gumamku membuka penutup kepalaku dan menatap tiga orang itu dengan tatapan dingin
"Hormat kami dewi penyeimbang" gumam seluruh dewa menundukkan badannya kearahku
"Sa... Sani Lan?" teriak Sony dan Steven terkejut
"Oh kalian berdua masih mengingatku ya?" gumamku dingin
"Sa... Sani akhirnya aku bisa bertemu denganmu, aku sangat senang istriku" gumam Sony senang
"Oh benarkah? Istri ya? Bukannya kamu bilang wanita ini adalah wanita kalian berdua " gumamku dingin
"Sa.. Sani bukan itu maksudku"
"Lalu?" gumamku dinging
"Hei siapa kamu!!! Berani - beraninya kamu dewa rendahan yang mencari ketenaran saja!!!" protes Sasha kesal
"Oh benarkah? Ya memang aku dewa rendahan lalu apa maumu" gumamku dingin
"Lawan aku!!" teriak Sasha kesal
"Heeh dengan senang hati" gumamku dingin
Kami berdua saling menyerang ya walaupun Sasha bukan tandinganku tapi aku akui dia sangat berani untuk menjaga harga dirinya
"Uukkhh..." rintih Sasha saat terkena seranganku
"Haah? Hanya ini kekuatanmu..." gumamku memandang rendah Sasha
"Kamu!!!" teriak Sasha kesal
"Sudah cukup kalian berdua!!" teriak seorang laki-laki di belakangku
"Hormat dewa agung" gumam seluruh dewa menundukkan badannya, aku segera berbalik dan memberikan hormatku
"Hormat dewa agung" gumamku menundukkan badannya
"Oh kamu dewi penyeimbang ya?" gumam dewa agung pelan
"Benar dewa agung"
"Jangan terlalu formal kepadaku, panggil aku Han saja" gumam dewa agung membantuku berdiri
__ADS_1
Aku terkejut menatap wajah yang sangat tampan di depanku, laki - laki yang terlihat sangat berwibawa dan juga sangat gagah. Ini pertama kalinya aku melihat seorang laki - laki yang sangat sempurna
"Mmmm maaf hamba lancang..." gumamku tersadar dari lamunanku
"Tidak apa, kita baru bertemu juga aku tidak akan mempermasalahkannya"
"Oh ya selamat ulang tahun dewa agung"
"Terimakasih..." jawab dewa agung tersenyum
"Mohon maaf dewa agung saya tidak membawa hadiah untuk anda" gumamku menundukkan kepalaku
"Tidak apa, kehadiranmu saja sudah menjadi kado terindah untukku. Apalagi dari dulu aku memang ingin sekali bertemu dengan dewa penyeimbang"
"Mmm tapi, maaf sudah membuat pesta anda berantakan dewa agung"
"Tidak masalah, tidak aku sangka kamu akan datang dewa penyeimbang" gumam Han tersenyum kepadaku
"Ya dewa agung, mmm saya baru selesai bertapa"
"Oh begitu ya... Baiklah duduklah di kursimu" gumam dewa agung merangkulku dengan lembut dan mengajakku ke kursi yang sudah tersedia di depan
Aku terduduk di kursi itu dengan dewa agung di sampingku Han sang dewa agung terduduk dengan memancarkan aura wibawanya, dia berdiri dan tersenyum kepada seluruh dewa yang hadir di tempat ini
"Selamat malam semua... Terimakasih sudah hadir di acara kecilku ini..." ucap dewa agung senang
"Aku juga berterimakasih kepada dewi penyeimbang yang sudah berkenan datang di acara ulang tahunku ini sekaligus pembukaan survival para dewa"
"Peraturan permainannya sudah kalian dapatkan jauh hari jadi aku tidak perlu menjelaskan kembali... Untuk itu hari ini akan langsung dimulai saja survival ini." gumam Han menatapku yang sedang menatap Sony dengan tatapan kesal
"Dewi penyeimbang..." gumam Han menatapku
"Eeeh... Mmm maaf dewa agung"
"Untuk juri kali ini apakah kaisar langit akan kamu jadikan juri atau akan kamu ikutsertakan juga" gumam Han menatapku
"Itu terserah dewa agung baiknya bagaimana?"
"Tidak tidak... Kamu yang harus menentukannya"
"Mmm..." desahku pelan
"Kaisar langit sudah membuat sang dewi marah pasti dia akan diikutkan" gumam salah satu dewa pelan
"Tidak, kaisar langit itu suaminya. Pasti kaisar langit akan dijadikan juri" gumam salah satu dewa pelan
"Bagaimana dewa penyeimbang?" gumam Han menatapku
"Baiklah karena dia sudah melakukan kesalahan selama aku bertapa, biarkan kaisar langit, dewa kehancuran, dewa kesialan dan raja kegelapan ikut di jalur yang berbahaya" gumamku dingin dan kilat merah sedang bergemuruh diatas pesta yang menjadi pertanda aku benar - benar serius
"Sani!!!" teriak Sony dan Steven terkejut
"Apa kamu yakin?" tanya Han sekali lagi
"Ya, tapi buat mereka berpencar... Aku mau lihat bagaimana ketiga dewa itu biasa mempertahankan gelar 6 dewa tertinggi..." gumamku dingin
"Kenapa aku ikut - ikut!!" protes Moi kesal
"Utang kita belum selesai Moi..."
"Oh benarkah? Kalau begitu di alam iblis kamu yang akan menjadi lawanku bagaimana?"
"Tidak masalah, aku ingin melihat seberapa hebatnya kamu" gumamku dingin
"Sani, kalau Moi dia tidak akan ikut" gumam Han menatapku
"Kenapa?"
"Dia dewa kehancuran, kalau dia ikut nanti akan di hancurkan lagi"
"Oh benar juga, ya sudah kamu tidak perlu ikut Moi" gumamku menatap Moi yang sedang mengasah senjatanya
"Yaaah... Padahal aku sudah bersemangat ingin bertarung denganmu" gurutu Moi kesal dan menghilangkan senjatanya
"Heei... Tunggu...Kamu siapa sebenarnya? Berani - beraninya membuat keputusan yang menyebalkan seperti itu!!!" protes Sasha kesal
"Kamu tidak tahu siapa dia?" tanya Han terkejut
"Mohon maaf dewa agung, dia masih baru menjadi dewa"
"Oh begitu ya pantas saja" desah Han terduduk di kursinya
"Coba kenalkan diimu dewa penyeimbang" gumam Han menatapku
"Aku Sani Lan seorang dewa penyeimbang, dewa tertinggi di seluruh alam dan juga derajatku setara dengan dewa agung. Jadi apapun keputusanku itu juga keputusan dewa agung" gumamku dingin
"Ya benar, karena dewi penyeimbang sudah bilang begitu kalian bertiga masuk di jalur berbahaya sedangkan dewa lainnya masuk di jalur biasa. Aku harap kalian bertiga bisa kembali hidup - hidup" desah Han mengalah
"Sani!! Apa kamu gila?" teriak Steven kesal
"Ya? Memang kenapa? Itu hukuman kalian karena sudah menyakitiku" gumamku dingin
"Sani kita bisa bicara baik - baik" gumam Sony membujukku
"Kita akan bicara baik - baik kalau kalian sudah melewati hukuman dariku, atau kalau kalian para dewa tidak ingin melakukannya dewa agung akan..."gumamku dingin
"Melenyapkan kalian semua" gumam Han melanjutkan perkataanku
"APA? Kami juga dewa agung?" teriak seluruh dewa terkejut
"Ya kalau kalian gagal atau tidak ingin mengikuti survival ini" gumam Han menatap seluruh dewa dengan tatapan dingin yang menakutkan berbeda dengan tatapan mata tadi yang sangat lembut saat bertemu denganku, sepertinya dewa agung punya rencananya sendiri melakukan survival ini
"Baiklah kalau begitu..." desah Dewa agung membaca mantra dan terbuka berbagai macam portal di depan mereka masing - masing
"Survival akan diadakan sekarang, jadi jaga diri kalian baik - baik" gumam dewa agung dingin
__ADS_1
Semua dewa masuk ke dalam portal itu dan kaisar langit juga memasukinya, aku menatap Sony dengan wajah menyesalnya, sepertinya dia sangat menyesal sudah membuatku marah tapi itu salah dia sendiri berselingkuh saat aku tidak ada di sampingnya