Mengubah Takdir Part II

Mengubah Takdir Part II
Episode 19 : Sakit Hati Dengan Sony


__ADS_3

Setelah kejadian di jalur biasa hutan iblis itu Han lebih sering mengunjungiku hanya sekedar bertanya tentang kabar dan bahkan mengajakku makan bersama. Intinya memberikanku perhatian yang lebih seperti aku benar - benar istrinya. Walaupun aku jatuh cinta kepadanya tapi aku belum menyetujui untuk menikah dengan dia atau aku akan menikah dengan Sony


"Hay Sani.." sapa Han di belakangku


"Oh hay Han"


"Aku membawakan makan untukmu"


"Tidak perlu repot - repot setiap hari kamu kesini untuk membawakanku makanan"


"Tidak masalah, memang aku sedang ingin makan denganmu"


"Oh baiklah" desahku mengalah, kali ini Han membawakanku ayam bakar yang aromanya terlihat sangat enak untuk dibau, aku segera memakan makanan itu dengan lahap


"Mmm enak banget ini ayam bakarnya" gumamku pelan


"Ya pastilah, aku yang membuatnya"


"Oh benarkah? Hebat juga kamu Han"


"Aku sudah biasa masak sendiri. Apalagi aku sudah lama hidup berratus - ratus abad" gumam Han memakan makanannya


"Mmm benar juga sih" desahku pelan


"Oh ya bagaimana dengan progres mereka bertiga?" gumam Han melihat ke bawah


"Ya seperti biasalah, tidak ada yang menarik... Mmm boleh aku tambah gak tantangannya, bosan melihat itu mulu"


"Boleh, emang kamu mau memberikan tantangan apa?" tanya Han penasaran


"Kamu akan tahu sendiri" gumamku menjentikkan tanganku dan muncullah seorang laki - laki dan dua orang perempuan yang cantik


"Manusia? untuk apa?" tanya Han terkejut


"Aku akan membuktikan kepadamu kalau seorang kaisar langit dan dewa kegelapan akan tergila - gila dengan wanita cantik" gumamku dingin sambil melahap makananku


"Kamu tahu konsekuensinya kalau melihat ini?"


"Ya, aku tahu" gumamku pelan


"Kamu memancing ya?"


"Ya bisa dibilang seperti itu, aku ingin tahu setelah aku marah apa mereka tetap melakukan itu " gumamku snatai


"Seorang wanita?" gumam Sony terkejut


"Nona kenapa ada di hutan ini?" gumam Sony terkejut


"Saya tersesat tuan"


"Baiklah aku temani ya" gumam Sony berjalan bersama dengan wanita itu


"Benar kan perkataanku" gumamku menatap Han


"Itu wajarlah namanya juga wanita di tengah hutan bagaimana Sony tega coba"


"Liat aja nanti kelanjutannya, bahkan Steven dan Sasha saja juga sama" gumamku santai


"Hmm emang kamu jahil juga ya" desah Han mengelus rambutku dengan lembut


"Salah sendiri bikin masalah denganku" gerutuku kesal


"Hmmm dasar ya wanitaku satu ini" desah Han pelan


Aku melihat apa yang akan mereka lakukan kalau mereka bertemu dengan lawan jenis di hutan belantara seperti itu. Selama berhari - hari aku amati mereka tapi belum ada perubahan yang aku inginkan sampai seminggu lamanya tapi mereka bertiga bertahan untuk tidak melakukan apapun


"Sudah seminggu padahal, tapi kenapa tidak terjadi apa - apa sih" gerutuku kesal


"Sudah dapat yang kamu inginkan?" gumam Han menatapku

__ADS_1


"Tidak, mereka terlalu takut" gumamku pelan


"Mending aku sudahi saja deh" desahku mengangkat tanganku


"Tidak juga, mereka mulai tuh" desah Han menunjuk ke Sasha yang sedang menggoda laki yang aku turunkan dari dunia manusia itu


"Oh baiklah" desahku menatap mereka bertiga


"Baguskan menjadi referensi survivalmu" gumamku menatap Han


"Mmm ide bagus sih" desah Han menjentikkan tangannya pelan


"Apa yang kamu lakukan?"


"Aku melakukan di jalur biasa juga"


"Iiih ikut - ikut"


"Biarlah, aku juga bisa melihat siapa yang masih pantas menjadi dewa" gumam Han santai


"Oh.... " desahku pelan sambil meletakkan alat makanku


Aku melihat pergerakan mereka bertiga, ide gilaku ini sungguh berjalan seperti yang aku inginkan dan juga sangat menganggetkanku. Mereka bertiga masuk ke dalam perangkapku, aku melihat Sasha yang sedang bercumbu dengan laki - laki itu bahkan Sony dan Steven sama - sama melakukan hal yang serupa. Aku melihat Sony mencium wanita itu dengan penuh gairah, bahkan sampai dia lupa kalau dia sedang dalam misi dan itu membuatku sedikit kesal


"Sepertinya berhasil tuh" sindir Han dan aku hanya tertunduk menyaksikan adegan yang sama seperti saat aku bertapa, aku mengingat Sony pernah melakukan itu dengan Sasha bahkan Steven juga melakukan hal yang sama dengan Sasha dan itu membuatku kesal. Petir merah menyambar di atas mereka, tapi mereka tidak memperdulikannya sama sekali


"Kamu yang memberikan umpan jadi jangan marah!!" gumam Han merangkulku


"Aku hanya ingin melihat apa yang aku lihat saat bertapa itu benar atau tidak tapi ternyata semua itu benar" gumamku kesal


"Lalu apa kamu masih bersedia menjadi istri kaisar langit, Sani" bisik Han di telingaku


"Menjadi istrinya, tidak maulah!!!" protesku kesal


"Kalau begitu jadilah istriku Sani" gumam Han menciumku dengan lembut


"A... Apa maksudmu?" tanyaku terkejut


"Tapi kamu berbeda Sani, kamu jatuh cintakan kepadaku? Aku tahu apa yang kamu rasakan loh... Apalagi kamu sudah tahu kan konsekuensinya kalau kamu memancing mereka... Kamu akan sakit hati" gumam Han terus mencium bibirku dengan lembut


"Ya aku tahu konsekuensinya" gumamku pelan


"Jadilah istriku Sani..." gumam Han terus menciumku


"Ta.. Tapi... " desahku bingung, aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan, siapa yang aku pilih?


"Apa kamu mau menjadi bekas dari kaisar langit?" gumam Han menatapku


"Enggak mau lah..!!!" protesku kesal


"Lalu kamu tidak mau bersedia menjadi istriku?" bisik Han memelukku dengan lembut


"Aku akan memikirkannya" gumamku pelan


"Apapun jawabanmu aku akan terus menerima wanitaku" bisik Han lalu mencium dahiku dengan lembut


"Kalau begitu nikmatilah tontonan yang kamu inginkan ini" gumam Han melepaskan pelukannya dan bersantai di sampingku


"Han tidak melakukan hal yang sama dengan mereka bertiga? Padahal kan dia laki - laki kalau melihat seperti itu dia pasti akan berkeinginan melakukannya" gumamku dalam hati


"Memangnya kamu kira aku dewa rendahan seperti mereka apa? Aku dewa agung, walaupun ada rasa inginku untuk melakukannya bersamamu tapi kita belum menikah dan juga aku sangat ingin menjagamu. Apalagi dewi penyeimbang memang ditakdirkan untukku sejak awal dan Tuhan memang berkehendak seperti itu" gumam Han pelan


"Kamu ini ya suka saja melihat pikiran orang lain" desahku pelan


"Ya dari pada kamu nanti berfikiran aku bukan dewa yang normal seperti dewa cinta mending aku mengatakannya kepadamu"


"Dewa cinta? Seorang dewi yang cantik itu?"


"Ya benar dewa cinta ada dua, laki - laki dan perempuan. Mereka berdua suka menjodohkan manusia tapi mereka sendiri tidak tertarik dengan cinta"

__ADS_1


"Oh benarkah? Aku baru tahu" gumamku pelan


"Ya karena kamu tidak terlalu akrab dengan dewa lainya yang tidak bersekolah di sekolah dewa ya pantas saja kamu tidak tahu" gumam Han


"Sekolahku itu? Sekolah dewa?"


"Ya lebih tepatnya sekolah untuk tiga alam"


"Oh begitu ya" desahku pelan dan melihat kembali perilaku Sony di bawahku


"Apa - apaan ini!!!" teriakku terkejut saat melihat Sony melakukan hal yang tidak aku duga akan lebih parah seperti ini


Aku segera berdiri dengan wajah kesal melihat kelakuan tiga orang itu apalagi kelakuan Sony yang melakukannya dengan santai seperti itu, dia suamiku sekarang walaupun kami belum menikah tapi aku belum memutuskan ikatanku dengan kaisar langit


"Kamu mau kemana Sani?"


"Menurutmu aku akan berbuat apa dewa agung" gumamku menatap Han dingin


"Oh kamu mau menunjukkan dirimu ya?"


"Ya benar..." desahku pelan


"Baiklah aku akan menemanimu" desah Han pelan


Awan yang kami tempati bergerak turun, Aku berdiri dengan tatapan kesal karena mereka tidak menyadari kehadiranku. Aku bergerak maju sambil menatap mereka bertiga. Aku mengangkat tanganku dan bertepuk tangan dengan keras


Plloookkk... Pplloookkk.... Pplloookkk


Suara tepuk tanganku sangat keras dan membuat mereka berenam terkejut dengan kehadiranku dan Han di sebelahku


"Bagus banget ya kalian bertiga" gerutuku kesal dan menjentikkan tanganku yang membuat ketiga manusia itu menghilang


"Sa... Sani.." teriak Sony dan Steven terkejut


"Jadi ini kelakuan kalian saat aku bertapa hampir seabad  dengan Sasha ya?" gumamku dingin


"Sani dengarkan aku dulu!!!" teriak Sony menatapku


"Apa yang harus aku dengarkan? Aku masih penasaran, apa yang dipikirkan oleh dewa penyeimbang sebelum aku yang tergila - gila dengan seorang kaisar langit yang diagungkan itu" gumamku dingin


"Sani dengarkan aku dulu kumohon!!" teriak Sony menatapku


"Apa!!!" teriakku kesal


"A... Aku kesepian Sani" gumam Sony pelan


"Kesepian ya? Emang kamu kira kamu bertapa berabad - abad lamanya aku tidak kesepian apa? Tapi aku tidak pernah melakukan apapun tahu!!!" teriakku kesal


"Dewa Agung berbaik hati kepada kalian agar aku yang mengamati kalian dan menilai kalian, bahkan aku membantu kalian mengalahkan iblis sempurna yang bukan tandingan kalian padahal itu melanggar aturan tapi aku lakukan buat kalian. Tapi saat aku beri tantangan seorang lawan jenis kalian melakukan seperti itu... Tidak menghargaiku sama sekali!!!" teriakku kesal


"Apalagi kamu kaisar langit sudah tahu kamu suamiku tapi kamu malah melakukan hal yang sangat menyakitkan hatiku lebih dalam..." gumamku pelan


"Sani..." desah Sony menatapku dengan perasaan bersalah


"Aku bersumpah... Mulai sekarang dan dewi - dewi penyeimbang selanjutnya akan membenci dan menganggap kaisar langit, raja kegelapan, dewa kesialan sebagai... MUSUH SELAMANYA!!!" teriakku kencang. Mataku disekitar bola mataku berubah menjadi warna merah, perubahan warna selalu terjadi jika aku sangat amat marah seperti saat aku dibully di masa lalu


Angin bertiup kencang, petir merah dan biru bersahutan di langit dan gelombang laut naik beberapa meter. Sony, Sasha dan Steven menatapku dengan tidak percaya


"Sani... Apa kamu hanya bercanda?" tanya Sony terkejut


"Sani tarik kembali ucapanmu Sani!!!" protes Steven terkejut


"Hei yang benar saja!!!" protes Sasha kesal


Aku hanya menatap ketiga dewa itu dengan kesal dan menjentikkan tanganku, tiba - tiba muncul beberapa iblis yang sebelumnya aku bantu mengalahkannya. Aku kembalikan lagi iblis - iblis itu dan membalikkan badanku


"Mulai hari ini dan seterusnya dewa penyeimbang bukan jodoh kaisar langit lagi...!!!" teriakku keras dan petir menyambar kembali


"Aku harap kita tidak akan pernah bertemu..." gumamku kesal

__ADS_1


"Selanjutnya biar dewa agung yang menilai kalian, aku sudah muak dengan semua ini" gerutuku kesal dan melangkah pergi dari tempat itu, aku berpindah ke dalam kamar di kerajaanku menyegel kerajaanku agar kaisar langit dan dewa - dewa lainnya tidak bisa datang ke kerajaanku lagi


Aku sangat kesal, aku menangis sekencang - kencangnya di dalam kamar. Aku membanting seluruh barangku yang ada di sekitarku dengan kesal. Tega - teganya Sony melakukan hal seperti itu kepadaku... Kesepian? Hanya aku tinggal tidak ada seabad saja dia seperti itu padahal aku tidak pernah melakukan apapun selama aku tidak bersama dengan Sony. Aku sangat marah kepada ketiga dewa itu.


__ADS_2