
Aku menyandarkan tubuhku di dinding, menatap bulan purnama di temani secangkir darah segar membuat malam ini terasa sangat nikmat. Aku terus menatap bulan itu, bulan yang bersinar terang di langit.
Tiiiiiinnnggg
Tiba - tiba handphoneku berbuyi keras, aku membuka pesan dari Nana, pesan yang terlihat kalau Nana sedang panik
Saaaanniiii ~Nana
Wooyy Saniii ~Nana
Gawat Sani!!! ~Nana
"Gawat? Ada apa sebenarnya?" gumamku terkejut, aku segera mengirimkan pesan kepada Nana
Gawat kenapa? ~Sani
Bulannya berubah menjadi merah...~Nana
Tunggu... Merah? Mana ada? Di sini tidak merah kok? ~Sani
Di alam lain bulannya menjadi merah... Semua kaum terkejut!!~Nana
Kayak gimana merahnya? Coba foto...~Sani
Nana mengirim foto bulan yang berwarna merah darah berbeda dengan bulan merah yang pernah aku lihat sebelumnya
"Bulan merah?" gumamku bingung
Aku menatap bulan yang bersinar terang di atasku, bulan yang berwarna putih terang yang menyinari langit alam manusia ini. Bulan merah? Kenapa bisa bulan menjadi warna merah?...
"Apa yang kamu pikirkan Sani?" gumam Steven di sebelahku
"Kata Nana di alam lain bulan merah"
"Bulan merah kan udah biasa dan kamu udah pernah lihat kan"
"Ya mungkin sih, tapi..." gumamku menunjukkan foto itu
"Bulan merah darah?" teriak Steven terkejut
"Ya itu masalahnya, kan berbeda dengan bulan merah sebelumnya"
"Ya benar tapi kenapa bisa ya?" gumam Steven bingung
"Apa lagi aku gak tahu..." gumamku pelan
"Tapi..." desahku menatap bulan yang sedikit meredup
"Tapi apa?"
"Tapi bulan disini juga ikut meredup" gumamku pelan, Steven menatap bulan di depan kami
"Yaaah benar apa yang kamu katakan..." desah Steven pelan
"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumamku bingung
"Raja vampir terdahulu telah kembali hidup..." gumam Win di belakangku
"Tunggu!! Apa?" teriakku terkejut
"Ya, raja vampir terdahulu adalah raja tertinggi di antara vampir senior dan vampir junior. Dia pemegang kekuasaan kita Sani..." tetua vampir berjalan ke arahku dengan tatapan dingin
"Dia raja terhebat dan terkuat sepanjang sejarah vamapir"
"Raja terhebat? Kalau dia raja terdahulu bukannya dia sudah lama mati kah?" tanyaku bingung
"Tidak, raja tertinggi hanya akan mati kalau dia di bunuh oleh dewa, Tidak ada yang berani menentang dia, bahkan Han pun tidak berani berurusan dengan dia" gumam tetua vampir serius
"Kenapa?" tanyaku menatap Han
"Ya karena kekuatannya lebih kuat dariku, apalagi dewa penyeimbang terdahulu terlalu lemah dan tidak memiliki darah vampir sama sekali. Dia itu licik, sama halnya raja peri tertinggi" jelas Han pelan
"Raja peri tertinggi? Emang ada?"
"Ada... Dulu kaum vampir dan peri hanya punya satu nama yaitu kaum vampir pusat dan kaum peri pusat. Dulu tapi karena raja vampir dan peri terdahulu punya dua anak dan ingin mempunyai kerajaannya sendiri jadi dua anak dari kaum peri dan kaum vampir ini bertengkar dan saling menyakiti sesama saudara kandung.. Karena raja vampir tertinggi dan raja peri tertinggi tidak mau anak - anaknya bertengkar, maka di buatlah vampir senior dan vampir junior serta peri senior dan peri junior" jelas tetua vampir pelan
"Karena anak pertama dari raja vampir yaitu raja vampir senior terdahulu itu kuat makanya raja vampir senior di hormati oleh semua kaum yang ada di alam lain. Karena di hormati itulah raja peri senior sampai sekarang selalu iri dengan vampir senior" gumam tetua vampir serius
"Kakek, apa raja tertinggi itu jahat?"
"Tidak, dia sangat baik. Tapi kalau di bohongi atau di khianati raja vampir tertinggi akan marah dan murka bahkan kekuatanmu tidak ada apa - apanya dibandingkan dia. Dan bulan merah darah ini pertanda kalau raja vampir tertinggi dan raja peri tertinggi sudah bangun dari tidur panjangnya"
"Mmmm kalau begitu tidak akan masalah kan kalau dia bangkit lagi?"
"Kamu salah Sani. Kalau raja peri juga bangkit maka akan ada peperangan seperti dulu. Apalagi masih ada dewa sifat yang menjadi musuh utama di seluruh alam..." gumam Han pelan
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" desahku pelan, aku sangat bingung. Urusan dengan dua pasangan dan dewa sifat itu belum selesai sekarang ada permasalahan baru. "Ingin rasanya aku lenyap saja" gumamku dalam hati
"Kamu tidak boleh lenyap istriku!!!" protes Han kesal
"Haish aku lupa kalau ada kamu" desahku pelan
"Ya aku suamimu! Aku tahu apa yang kamu pikirkan!!" gerutu Han mencubit pipiku
"A... Aduh sakit lah!!" protesku mengusap pipiku
"Makanya jangan berpikiran aneh - aneh!!!"
"Ya maaf" desahku pelan
"Oh ya.. Kita harus pergi sekarang Sani" gumam Han mengubah wujudnya menjadi dewa
"Hmmm baiklah" desahku pelan
"Tunggu... Tuan Han itu dewa.."
__ADS_1
"Ya benar, tapi jangan di beri tahu siapapun tentang identitasku... Paham" gumam Han memotong pembicaraan Bi
"Baik dewa saya mengerti"
"Oh ya Sani, setelah urusanmu disana selesai. Kamu segera ke kerajaan vampir senior ya. Takutnya raja vampir tertinggi menunggumu" gumam tetua vampir serius
"Baik kakek" desahku pelan
"Mari istriku" gumam Han menjentikkan tangannya dan kami berdua pindah ke sebuah bukit yang sangat indah
Bukit yang sangat tinggi bahkan aku tidak bisa melihat jurang di bawahku hanya melihat awan yang berwarna putih dan merah saja. Aku menatap Han dan Han menatapku bingung
"Ada apa?"
"Kenapa awannya ada dua?"
"Ya puncak ini berada di tengah - tengah surga dan neraka" gumam Han pelan"
"Ooh lalu... Itu arwah siapa?" gumamku menunjuk beberapa arwah di tengah - tengah kedua awan
"Itu arwah seluruh dewan pengawas"
"Lalu arwahmu mana?"
"Kan udah aku bilang, arwahku lenyap. Arwahku belum utuh lagi jadi aku belum menggantikan arwahku yang lenyap itu"
"Oh ya, rubahlah wujud dewamu.." gumam Han menggandeng tanganku
"Hmmm..." desahku mengubah wujudku dan mengikuti Han menuju ke sebuah bangunan yang ada di depanku
Di dalam bangunan aku melihat ada enam dewa yang sedang duduk di kursi mereka masing - masing. Wajah mereka sangat tampan dan tatapan mereka sangat tajam membuatku sedikit merinding
"Ijin membawa dewa penyeimbang kemari" gumam Han sedikit menundukkan badannya
"Ooh ini ya dewa penyeimbang yang sangat hebat itu?" gumam seorang laki - laki sedikit terkejut
"Mmm sangat terlihat kalau di hebat"
"Ya benar aku juga setuju denganmu" gumam seorang laki - laki yang pelan
"Sangat cantik bolehkah aku meminangmu" gumam seorang laki - laki tampan yang penuh dengan pesonanya
"Hei dia istriku!!" protes Han kesal
"Dia milikku!!"
"Gak bisa dia istriku!!" protes Han kesal
"Haish kalian berdua selalu saja bertengkar" desah seorang laki - laki berambut coklat
"Dia yang memulainya!!" teriak Han dan laki - laki itu bersamaan
"Sudahlah kalian berdua!!!" teriak laki - laki tua di depanku dengan kesal dan kedua orang itu terdiam
"Baik dewa" gumam Han terduduk di kursinya
"Hmmm baiklah, silahkan perkenalkan dirimu" gumam laki - laki tua itu menatapku dingin
"Mmm, namaku Sani Shin... Aku dewa penyeimbang" gumamku sedikit membungkukkan badanku
"Oh Sani ya, aku Al dewa alam semesta ini" gumam Al sedikit tersenyum
"Hormat saya dewa" gumamku membungkukkan badanku
"Apa kamu ingin mengenal seluruh dewa yang ada disini?"
"Ya dewa, biar lebih kenal" gumamku pelan
"Oh baiklah, silahkan dewa" gumam Al menatap dewa yang duduknya paling ujung
"Aku Bima, dewa hutan"
"Aku Caca, dewa matahari"
"Aku Disa, dewa langit"
"Aku Eri, dewa Bulan"
"Aku Sam, dewa daratan"
"Dan aku, kamu sudah tau sendiri" gumam Han dingin
"Udah jelasin aja napa?" gerutu Sam kesal
"Berisik..." gerutu Han kesal
"Samuel, udah jelasin aja kenapa" gumam Al melirik Han dingin
"Hmmm... Aku Samuel dewa lautan dan sekaligus dewa agung" desah Han pelan
"Kamu sudah tahu kan nama - nama dewa disini... Hanya kamu yang berani menerima permintaan perkenalan itu, dewa penyeimbang sebelumnya tidak berani..."
"Eemmm ma.. Maaf kalau saya lancang dewa..."
"Tidak, cuma sedikit kagum saja. Apalagi kamu sangat ramah berbeda dengan dewa penyeimbang sebelummu"
"Siapa dulu suaminya!" ucap Han bangga
"Hilih..." desah Sam kesal
"Apa sih, dasar tukang iri" gerutu Han kesal
"Haish kalian berdua bisa gak untuk serius" desah Al kesal
"Maaf ya Sani, mereka berdua memang seperti itu..." desah Disa pelan
__ADS_1
"Iya gak apa dewa.."
"Oh ya kebetulan sekali Sani ada disini. Kita akan membahas permasalahan yang terjadi di tiga alam, kamu tahu kan apa yang terjadi?" gumam Al serius
"Ya saya tahu dewa..."
"Jadi apa yang kamu ketahui?"
"Yang pertama kaisar langit yang terus bertengkar dengan dewa kesialan, yang kedua dewa sifat berulah semua, yang ketiga raja vampir dan raja peri tertinggi terbangun dari tidur panjangnya" gumamku serius
"Apa hanya itu yang kamu tahu?"
"Ya dewa, masih masalah itu yang saya tahu"
"Kamu gak tahu kenapa bulan merah?" gumam Al serius
"Karena raja vampir dan peri tertinggi terbangun dari tidurnya"
"Sejak kapan bulanku terpengaruh dengan banngunnya raja sialan itu coba!!" gerutu Eri kesal
"Eehhh... Bukankah? Lalu apa?" tanyaku terkejut
"Ini karena bangkitnya salah satu dewa yang menyebalkan" gerutu Han kesal
"Dewa yang menyebalkan?" tanyaku terkejut
"Moi Bram.. Kamu tahu itu kan" gumam Han dingin
"Tunggu dewa kehancuran itu?"
"Ya benar, dia sudah bangkit. Selain itu, bulan merah menandakan akan terjadi peperangan antara kaum lain..." gumam Al dingin
"Peperangan apa?" tanyaku terkejut
"Peperangan yang terjadi di ratusan ribu abad yang lalu antara raja vampir dan raja peri. Kamu tahu kan asal mulanya kenapa raja peri sangat membenci raja vampir?" gumam Han menatapku
"Oh... Ya aku mengerti" desahku pelan
"Ya kamu sebagai raja vampir senior pasti kamu tahu apa yang akan kamu lakukan untuk mencegah peperangan itu kan?"
"Belum, aku masih belum memikirkannya. Lagi pula aku belum bertemu dengan raja vampir tertinggi" gumamku pelan
"Untuk masalah itu kamu bisa diskusikan dengan suamimu, yang terpenting sekarang kamu pikirkan bagaimana kamu mengatasi dewa sifat yang menyebalkan itu" gumam Al serius
"Ya saya mengerti dewa, saya sedang mencari kelima dewa itu..." gumamku pelan
"Kelima dewa itu tersebar di alam manusia dan alam lain. Dan pasti kamu menguasai wilayah itu kan"
"Ya dewa, saya mengerti"
"Oh baguslah kalau begitu. Aku serahkan tugas berat itu kepadamu dewa penyeimbang"
"Ya saya mengerti dewa..." gumamku pelan
"Baiklah pembahasan kali ini sudah selesai, kamu bisa kembali..." gumam Al pelan
"Baik dewa... Saya undur diri" gumamku membalikkan badanku dan berjalan pergi
"Sani tunggu sebentar!!!" teriak Han memegang tanganku
"Ada apa Han?"
"Mungkin beberapa minggu kedepan aku masih disini jadi jangan khawatir ya"
"Oh ya gak apa Han, aku juga harus ke kerajaan vampir. Nanti Lyla dan Alan biar di jaga Wan" gumamku pelan
"Oh... Mmmm baiklah. Jaga dirimu sayang, kalau ada apa - apa pangillah aku"
"Ya Han aku mengerti" gumamku melangkahkan kakiku ke kerajaan dewa agung
"Hai ibu" gumam Lyla berdiri di depanku
"Oh hai nak... Kemana Alan?"
"Alan sedang bermain dengan paman Wan"
"Antarkan ibu ke mereka"
"Baik ibu..." gumam Lyla berjalan menuju sebuah ruangan
"Paman Wan di cari ibu" teriak Lyla yang mengagetkan Wan
"Eehh Hormat dewa" gumam Wan menundukkan badannya
"Wan, tolong jaga mereka berdua ya. Aku mau ke kerajaan vampir, ada suatu urusan"
"Baik dewa..."
"Ibu mau kemana?" gumam Alan memegang tanganku
"Ibu ada urusan sayang, jangan nakal - nakal tahu!"
"Alan anak yang baik kok ibu..."
"Bagus lah, tugas sekolah udah selesai?"
"Sebentar lagi mau dikerjakan ibu"
"Jangan di tunda - tunda tugasnya anakku"
"Ya siap ibu.."
"Ya udah ibu pergi dulu" gumamku meninggalkan kerajaan dewa agung dan berpindah di kerajaan vampir
Di dalam kepalaku, apa yang harus aku lakukan, apa yang bisa ku lakukan, dan apa aku bisa melakukannya. Tugas yang sudah lama tidak aku lakukan dan sekarang malah berlipat ganda tugasnya membuatku sedikit pusing
__ADS_1