Mengubah Takdir Part II

Mengubah Takdir Part II
Episode 32 : Rapat Pencarian Kaum Hilang


__ADS_3

Aku dan Steven berpindah ke depan bangunan yang besar dan tinggi. Aku menatap Steven dan menatap bangunan itu. Aku bingung akan ada pertemuan apa bisa sampai seminggu dan itu membuatku bingung


"Kenapa kamu menatapku?" gumam Steven dingin


"Emang kita akan pertemuan apa?"


"Kamu baru tanya?" gerutu Steven kesal


"Ya, soalnya aku baru kepikiran"


"Baru kepikiran? Hmmm, dasar..." desah Steven kesal


"Ya ... Maaf"


"Hmmm baiklah, ini pertemuan raja setiap tahun.. Pertemuan ini membahas permasalahan yang terjadi di alam lain selama beberapa waktu ini"


"Oh begitu ya..Mmm Steven bentar ya aku mau ke kerajaanku dulu" gumamku melangkahkan kakiku kembali ke kerajaanku, aku merubah wujudku dan mencari Wan


"Selamat datang dewa" ucap Wan menundukkan badannya


"Maaf Wan baru bisa pulang"


"Tidak apa dewa. Apa yang dewa perlukan?"


"Coba ceritakan apa yang terjadi di alam lain sebelumnya?"


"Mari dewa saya akan tunjukkan" gumam Wan masuk ke ruang pengendali tiga alam


"Jadi beberapa abad ini dewa iri dengki membuat kekacauan dewa, dia menghasut seluruh raja tapi hanya raja peri yang terkena hasutan dewa iri dengki yang membuat raja peri iri terhadap kerajaan yang lainnya dan mempunyai niatan untuk menguasai alam lain" gumam Wan menunjuk ke salah layar yang ada di depanku


"Raja peri dan keluarga kerajaan peri juga terkena hasutan dan ingin menguasai alam lain dengan mencuri pusaka peninggalan setiap kerajaan"


"Pusaka peninggalan? Maksudnya kristal itu?" gumamku terkejut


"Ya benar dewa"


"Jika raja peri mendapatkan pusaka itu maka mereka bisa mengambil alih kerajaan lain dan jika itu terjadi akan muncul peperangan hebat dewa"


"Mmm Wan kalau aku membujuk raja peri itu apakah bisa?"


"Bisa saja dewa. Dia memang penasaran dengan raja vampir yang sesungguhnya, kalau dia tahu kalau raja vampir itu anda dia akan mendengarkan perkataan anda. Tapi hal itu membuat dewa iri dengki menjadi marah dan iri karena anda mengambil hati raja peri dan mungkin itu menjadi cara agar anda bisa menghukum dewa iri dengki dewa..."


"Oh ya benar juga. Terimakasih Wan atas masukannya" gumamku tersenyum


"Tidak masalah dewa"


"Baiklah aku akan kembali ke alam lain. Tolong jaga kerajaan Wan" gumamku berpindah kembali ke alam lain


"Baik dewa"


Di depan bangunan itu aku melihat Steven yang menatapku dengan wajah kesalnya sambil bersandar di bawah pohon besar di belakangnya


"Kurang lama Sani. Kurang lama!!" geruru Steven kesal


"Ditinggal beberapa menit doang"


"Aku sudah menunggumu lima jam tahu!!" gerutu Steven kesal


"Ya maaf kakak"


"Kakak lagi.. Panggil aku sayang saja"


"Iih ogah. Ku panggil kakak seharusnya kamu berterimakasih" gerutuku merubah wujudku menjadi vampir


"Dasar wanita menyebalkan" gerutu Steven menjentikan tangannya dan muncul beberapa vampir di sekitar kami


"Kenapa kamu panggil mereka?"


"Ya lah, semua raja juga gitu tahu biar mereka menjagamu dan tempat kita tahu"


"Oh aku mengerti. Ternyata kamu perhatian ya kepadaku" desahku melangkahkan kakiku masuk ke bangunan itu


"Dasar wanita yang menyebalkan" gerutu Steven berjalan di sebelahku


Di dalam bangunan itu aku melihat banyak penjaga dari beberapa kerajaan yang berlalu lalang. Di depan aku melihat tetua vampir dan tetua iblis yang sudah menungguku


"Kakek? Nenek?" gumamku terkejut


"Aah cucuku sudah besar ternyata" gumam tetua iblis memelukku erat


"Nenek sehat?"


"Sehat cucuku. Cucuku sekarang jadi cantik banget ya"


"Tidak juga nenek, Sani tetep seperti dulu" gumamku pelan


"Oh ya nenek kenapa nenek memberikanku kristal itu?"


"Ya agar kamu simpan bersama dengan milik kaum vampir"


"Tapi kan ada Nana nenek, dia seorang dewa juga"


"Haish tidak, dia iblis yang sangat ceroboh. Dulu saja hampir hilang kristal itu saat di bawa Nana, kalau hilang lagi... Sudahlah tamat kerajaan Iblis"


"Mmm ya Nana seperti itu nenek"


"Oh ya kata Nana dan kakekmu sekarang kamu sudah menikah dan punya anak ya?"


"Iya nenek. Anakku dan suamiku ada di kerajaan vampir..."


"Aku sudah bertemu dengan mereka kok cucuku"


"Mmm tapi kenapa kakek ada disini? Bukannya kakek dengan Alan ya?" tanyaku menatap tetua vampir


"Alan sedang tidur dengan dewa agung jadi ya aku tinggal sebentar"


"Oh maaf kakek nanti kalau Alan menyusahkan kakek"


"Tidak cucuku, dia sangat pintar dan penurut sama sepertimu"

__ADS_1


"Tapi dia sering bertengkar dengan ayahnya kek"


"Tidak apa, hal itu wajar saja.."


"Cucuku kamu masuk saja ke ruangan itu dahulu lalu masuk ke ruangan itu ya. Steven akan mengarahkanmu" gumam tetua vampir menunjuk ke sebuah pintu


"Oh ya kami masuk dulu ya. Kamu nanti jangan lupa menyusul" gumam tetua iblis tersenyum kepadaku


"Baik kakek nenek" gumamku sedikit menundukkan badanku dan menatap Steven


"Steven, kenapa kakek nenek ada disini?"


"Ya seluruh tetua dan pejabat kerajaan datang, itulah sebabnya kenapa aku membawa pengawal kesini"


"Oh begitu ya?"


"Ya udah kita ke ruangan itu dulu" gumam steven berjalan mendahuluiku untuk masuk ke ruangan yang berada di depan kami


Di dalam ruangan itu aku melihat banyak sekali vampir yang ada di dalam ruangan itu. Saat aku masuk ke dalam ruangan itu, para vampir itu membungkukkan badannya ke arahku


"Selamat datang yang mulia" ucap seluruh vampir serempak


"Ya, bangunlah" gumamku pelan


"Yang mulia ini bahan pertemuan kali ini" gumam seorang vampir memberiku setumpuk kertas


"Dan ini sejumlah rencana pelaksanaan pencarian kaum hilang beberapa hari kedepan yang mulia"


"Pencarian kaum hilang? Siapa yang hilang?" tanyaku terkejut


"Petinggi setiap kerajaan hilang saat mencari pemilik kristal ungu yang sampai sekarang tidak tahu pemiliknya"


"Kristal ungu? Ntar jangan - jangan milik kerajaan lain"


"Tidak ada yang punya kristal ungu di masing- masing kerajaan"


"Apa kamu yakin?" tanyaku menatap Steven


"Ya, di alam lain hanya ada delapan kerajaan. Kerajaan vampir senior, kerajaan vampir junior, kerajaan iblis, kerajaan siluman serigala kerajaan siluman rubah, kerajaan peri senior, kerajaan peri junior, dan kerajaan setan. Udah itu aja gak ada yang lain" jelas Steven serius


"Oh... Wan... San kemarilah..." gumamku dan muncul Wan di depanku


"Saya disini dewa..." gumam San menundukkan badannya


"Saya disini dewa" gumam Wan sedikit menundukkan badannya, kehadiran Wan membuat seluruh vampir terkejut


"San tolong berpura - puralah menjadi vampir dan tangkap Sandy"


"Dan Wan ... Tolong cari tahu pemilik kristal ungu itu siapa?"


"Baik dewa" gumam Wan dan San menghilang dari hadapanku


"Dia bawahanmu?"


"Dia penjaga kerajaanku" gumamku santai


"Kenapa kalian terkejut?" gumamku menatap seluruh vampir


"Dia dewa sama seperti aku, makanya dia dipanggil dewa juga" jelas Steven dingin


"Oh baiklah kami mengerti"


"Jangan beritahu siapapun identitasku, kalau hal itu terjadi kalian akan mendapat hukuman dariku" gumamku dingin


"Ba... Baik yang mulia" gumam seluruh vampir menundukkan badan mereka


"Mmm mari yang mulia, rapat akan dimulai" gumam salah satu vampir berjalan mendahuluiku dan diikuti oleh vampir yang lainnya


"Mmm baiklah" desahku mengikuti para vampir di depanku


"Baiklah, raja vampir senior memasuki ruangan" teriak seseorang di dalam ruangan itu dengan keras dan aku beserta vampir lainnya masuk ke dalam ruangan itu


Di dalam ruangan itu aku melihat banyak warga alam lain dan juga seluruh raja menatapku dengan terkejut, di sebelah seorang raja tampan aku melihat seorang wanita cantik dan aku menduga kalau dia adalah Nia si dewa iri dengki.


"Silahkan yang mulia" gumam seorang laki - laki menarik kursiku dan aku duduk di kursi yang berada di tengah- tengah para raja


"Steven siapa nama raja peri itu?" gumamku pelan


"Dia kakaknya Sandy. Namanya Gio"


"Oh namanya Gio ya..." desahku pelan


"Lalu apa wanita itu dewa iri dengki?" gumamku pelan


"Ya emang itu orangnya" gumam Steven dan aku hanya terdiam mengerti


"Baiklah karena seluruh raja telah hadir dan raja vampir senior hadir secara perdana pada hari ini maka kami akan memulai...." gumam seorang laki - laki di depan kami


"Apakah boleh aku mengusulkan sesuatu tetua?" gumamku mengangkat tangan kananku memotong pembicaraan laki - laki itu


"Silahkan yang mulia"


"Sebelum rapat membahas masalah yang telah terjadi di alam lain, kita membahas masalah kaum yang hilang itu dan mencari strategi untuk menyelamatkan mereka. Kalau kita sudah menemukan mereka kan kita bisa mengevaluasi di rapat itu agar alam lain menjadi tenang dan aman seperti dulu" gumamku serius


"Mmm ya benar ide yang bagus" gumam laki - laki itu mengangguk mengerti


"Bagaimana semua?"


"Ya kami setuju" teriak seluruh kaum senang


"Ya benar kalau ditunda - tunda lagi pencariannya nanti kita akan kehilangan jejak" teriak salah satu iblis membelaku


"Ya benar ..."


"Baiklah kalau begitu kita bahas masalah strategi itu sekarang..." gumam laki - laki itu terduduk di kursinya


"Wan bagaimana sudah mendapatkan info?" gumamku dalam hati


"Sudah dewa. kristal itu milik raja siluman air dewa, dia berada di perbatasan alam lain dan alam manusia, tidak ada yang tahu akan kehadirannya dan kerajaannya itulah sebabnya tidak ada yang tahu kehadirannya dewa dan ini juga akalnya si dewa iri dengki itu dewa" gumam Wan di telingaku

__ADS_1


"Oh baiklah..." desahku pelan


"Ada apa Sani?" tanya Steven menatapku


"Kristal ungu itu milik kerajaan siluman air..."


"Oh benarkah? Aku belum pernah mendengarnya sama sekali"


"Karena dia berada di laut perbatasan alam lain dan alam manusia bisa dibilang wilayah kekuasaan Samuel dewa lautan" desahku pelan


"Steven, dimana posisi terakhir mereka?" gumamku menatap Steven


"Di sekitar laut yang kamu bilang"


"Oh begitu ya.." desahku mengerti


"Bagaimana caramu memberitahukan kepada orang - orang ini?"


"Aku ada caraku sendiri" gumamku membaca kertas di tanganku


"Bagaimana apakah ada usulan untuk pelaksanaan pencarian para petinggi kita?" gumam laki - laki itu serius


"Sebelum mengusulkan, aku ingin bertanya suatu hal..." gumamku dingin


"Silahkan yang mulia"


"Kenapa lingkup area pencarian hanya di sekitar sini saja? Padahal kan dia hilang di sekitar laut..." gumamku dingin


"Kenapa anda bisa tahu padahal anda baru ada di alam lain?" gumam Nia dingin


"Kenapa kamu bisa tahu aku baru saja datang di alam lain" gumamku menatap Nia dingin


"E... Emmm anu..."


"Kenapa gak bisa menjawab, kenapa kamu bisa tahu kalau aku baru datang di alam lain?" gumamku dingin


"Aku yang memberitahukannya" gumam Gio membela


"Oh benarkah?" gumamku berjalan ke arah Gio itu dan berdiri di depannya


"Bagaimana kamu bisa tahu aku tidak ada di kerajaan, tampan?" gumamku sedikit manja. "Ya ampun memalukan sekali aku ini!!" desahku kesal dalam hati


"Aku raja apa yang tidak aku ketahui!"


"Oh benarkah? Padahal kerajaan vampir senior sangat tertutup dan raja lain tidak ada yang tahu tentang apapun kecuali kerajaan iblis, benarkan Leo?" gumamku menatap Leo


"Ya benar... Tidak ada yang tahu apapun tentang masalah di kerajaan vampir senior, bahkan vampir junior yang masih satu kerabat saja tidak tahu" gumam Leo dingin


"Benarkan.... Jadi siapa mata - mata dari kerajaan peri yang datang ke kerajaan vampir senior disaat aku tidak ada di kerajaan?" gumamku mengangkat dagu Gio dan menatap dengan dingin itu


"Mana ada mata - mata dari kerajaan peri!!" protes Gio kesal


"Oh benarkah? Lalu dia siapa?" gumamku menjentikkan tanganku dan muncul Sandy yang terikat di kedua tangannya


"Sandy?" teriak Gio terkejut


"Kalau dia bukan mata - mata, lalu kenapa dia bisa tertangkap oleh penjagaku saat dia berusaha mencuri kristal milik kerajaan vampir?" gumamku dingin


"Raja vampir tolong maafkan adikku" gumam Gio memelas


"Maafkan ya? Aku akan memikirkannya lagi" gumamku menjentikkan tanganku dan Sandy menghilang dari ruangan


"Padahal kamu tahu siapapun yang berurusan dengan kerajaan vampir senior tidak akan diampuni..." gumamku dingin


"Jangan mentang - mentang kalian berada di kedudukan atas kalian melakukan seenaknya!!" protes Nia kesal


"Siapa kamu? Aku tidak ada urusannya dengan kamu yang bukan dari kaum peri" gumamku dingin


"Ka... Kamu!!" gumam Nia terkejut


"Yang mulia raja vampir, tolong maafkan adikku" gumam Gio memegang tanganku dengan erat


"Sudahlah Sani, hal itu bisa di bahas nanti..." gumam tetua vampir menatapku


"Sani? Aku pernah mendengar nama itu dan mengenal pemilik nama itu" gumam Nia pelan


"Oh benarkah? Tapi aku tidak mengenalmu makhluk asing" sindirku dingin


"Kamu berani - beraninya!!" teriak Nia kesal


"Diamlah kamu!!" protes Gio menatap Nia kesal dan Nia hanya tertunduk


"Yang mulia aku mohon" gumam Gio memegang erat tanganku


"Aku ada beberapa syarat untukmu"


"Apa itu?"


"Nanti aku akan memberitahukanmu kalau hatiku ingin memberitahukanmu" gumamku melepaskan genggaman Gio dan duduk kembali di tempatku


"Mmmm baiklah yang mulia raja vampir apa usulan anda?"


"Kita perlu pencarian kita sampai ke laut... Bisa jadi mereka ada di sekitar situ"


"Mmm benar juga, ide yang bagus. Nanti kita bagi saja sesuai dengan rencana di awal saja hanya di perluas area kita saja" gumam laki - laki itu serius


"Mmmm ya benar juga, jadi kapan kita akan melakukan pencarian?"


"Besok saja. Hari ini sudah malam dan kalian bisa beristirahat untuk hari ini" gumam laki - laki itu meninggalkan ruangan dan kami semua meninggalkan ruangan itu


"Rapat hanya segitu doang. Ya ampun!!" desahku kesal


"Ya biasalah Sani.. Mending kita istirahat saja" gumam Steven berjalan mendahuluiku


"Hmmm dimana kamarku?" gumamku menatap steven


"Tuh disitu" gumam Steven menunjuk salah satu kamar


"Oh baiklah makasih..." desahku segera masuk ke dalam kamar mewah yang disediakan untukku

__ADS_1


Aku merebahkan tubuhku dan menatap langit - langit kamar sambil memikirkan cara agar aku menyelesaikan semua ini


__ADS_2