Mengubah Takdir Part II

Mengubah Takdir Part II
Episode 47 : Survival Lembah Kematian


__ADS_3

Aku menikmati pesta dengan Huan, walaupun sering kali Huan protes karena kesadaran tubuh ini berganti tapi Huan hanya bisa terdiam dan terus beradaptasi dengan siapa lawan bicaranya, Sani atau Sunny. Walaupun dengan nama yang berbeda tapi pemikiranku dengan Sunny benar - benar mirip hanya saja Sunny yang lebih paham kejadian dimasa lalu yang pernah dia alami saja


Di tengah - tengah pesta saat Huan sedang berbincang dengan seorang bawahannya, aku diam - diam pergi meninggalkan pesta. Aku melangkahkan kaki melewati pemukiman kaum vampir. Dan menghentikan langkah kakiku di pinggir danau darah, aku duduk di pinggir danau dan melihat bulan merah di atasku


"Kenapa kamu mengajakku kemari?"


"Ya hanya ingin menikmati tempat saat aku terbunuh"


"Disini tempatnya?"


"Ya dewa, dulu danau ini danau suci kaum vampir, danau ini menjadi tempat sumber air para vampir masa lalu. Tapi saat perang dulu, Tio menusukku dan saat Han tahu aku kritis Han melukai Huan dan Tio yang membuat mereka harus tidur panjang"


"Kenapa Han melukai Huan dan Tio?"


"Kan sudah aku katakan, apa yang disukai salah satu pasti ada yang menyukainya juga. Han, Huan dan Tio dulu menyukaiku, tapi karena aku mencintai Huan jadi aku menikahi Huan..."gumam Sunny pelan


"Tapi saat aku terluka Han sangat marah, dia menyerang Huan dan Tio dengan membabi buta sehingga banyak yang terluka saat kejadian itu, dia diangkat menjadi dewa agung karena kekuatannya yang besar dan bisa membuat dua raja terkuat terluka parah"


"Oh benarkah? Lalu kenapa air di danau ini berubah menjadi darah? " desahku pelan


"Ini darah orang yang mati karena peperangan, darah mereka bercampur dengan air suci dan berubah menjadi darah"


"Berarti di dasar danau ada mayat?"


"Tidak dewa, hal itu sudah beratus ribu terjadi jadi mayat - mayat itu sudah lenyap"


"Oh ...." desahku mengerti


"Kamu ngapain berada disini?" gumam Huan mengagetkanku


"Aku... Hanya ingin terduduk saja disini"


"Apa kamu mengingat kejadian masa lalu Sunny?"


"Tidak, hanya memberitahukan Sani saja"


"Buat apa kamu susah - susah memberitahukannya?"


"Dia penerusku Huan jadi aku harus memberitahukannya"


"Sejak kapan kau jadi baik Sunny?"


"Emang kamu kira aku baik Huan!!" gerutuku kesal


"Aku hanya bertanya saja, oh ya nanti ada survival"


"Survival apa?"


"Biasalah survival seluruh raja dan raja sebelumnya"


"Survival untuk apa?"


"Tidak tahu, seluruh tetua yang mengusulkan itu"


"Jadi kapan survival itu dimulai?"


"Sekarang di lembah kematian, aku mengusulkan agar kamu tidak ikut tapi tetua berkata kamu harus ikut"


"Aku tidak masalah"


"Emang Sani tidak keberatan?"


"Tidak... Dia seorang raja pasti dia tidak menolak" gumamku beranjak dari tempat dudukku


"Kamu juga ikut Huan?"


"Ya, aku raja tertinggi pastilah ikut"


"Hilih kau tetap saja sombong"


"Biarlah aku kuat kenapa juga aku tidak boleh sombong"


"Ntar kau terluka ku ketawain Huan" desahku berjalan meninggalkan Huan


"Heeiii tunggu aku!!" teriak Huan berlari mengejarku


"Kau bisa teleportasi kenapa berlari? Emang Huan tetap saja bodoh"


"Kau selalu memanggilku bodoh Sunny!! Kalau kamu bukan istriku udah ku bunuh kamu... !!" gerutu Huan kesal


"Bunuhlah, kau membunuhku sama saja kau membunuh Sani dan kau pasti tahu endingnya seperti apa"


"Kalau bukan karena ada auramu udah ku bunuh Sani"

__ADS_1


"Hilih kau dengan Han saja kalah mau membunuh istrinya" gumamku dingin


"Udah gak usah bacot!!" gerutu Huan kesal


"Biarlah aku punya mulut kok"


"Mulut itu milik Sani"


"Bodo amat yang penting kesadarannya milikku Sunny!!" gerutuku kesal


Aku berjalan santai menuju ke lembah kematian, letaknya hanya beberapa kilometer dari danau darah. Selama kami berjalan Huan terus saja berbicara hal yang tidak penting membuat telingaku capek mendengarnya


Beberapa jam berjalan akhirnya kami sampai di sebuah lembah kematian, aku tidak bisa melakukan teleportasi karena lembah kematian ini berada di alam bawah wilayah kekuasaan dewa alam bawah Alex Huan dan hanya dewa yang bisa berteleportasi disini sedangkan aku hanya memiliki sedikit jiwa dewaku sehingga aku tidak mungkin bisa melakukannya


Di depan aku melihat banyak raja dan mantan raja yang berkumpul di pintu masuk lembah kematian. Tidak tahu kenapa Sunny menghentikan tubuhku dan menatap raja - raja itu


"Ada apa Sunny?" tanyaku bingung


"Tidak ada, tapi seperti ada yang aneh saja"


"Aneh apa maksudmu?"


"Kamu memiliki setengah jiwaku dewa, kamu pasti merasakannya"


"Ya tapi aku tidak menyadari apapun"


"Hmmm kalau ramalanku benar Huan pasti akan terluka"


"Terluka? Siapa yang membuatnya terluka?" tanyaku terkejut


"Tio yang melakukannya tapi pada akhirnya Tio akan terluka"


"Terluka juga? Kenapa?"


"Dia di lukai oleh kaum aneh"


"Kaum aneh? Apa maksudmu?" gumamku bingung


"Kaum yang tersembunyi dan tidak ada pada daftar kaum alam lain"


"Tunggu? Benarkah? Kenapa selama aku menjadi dewa penyeimbang aku tidak mengetahui apapun..."


"Dewa, kaum ini saja tidak terdaftar di kaum alam lain bagaimana anda sebagai dewa penyeimbang mengetahui hal itu"


"Kenapa kamu bisa mengetahuinya?"


"Terkutuk?"


"Ya menurut legenda hanya ada satu cara menghilangkan kutukannya yaitu dengan campuran darah seluruh raja terdahulu tapi hal itu tidak mungkin terjadi apalagi hanya kaum vampir dan kaum peri saja raja terdahulunya yang masih hidup jadi tidak akan mungkin bisa menghilangkan kutukan itu"


"Maksudnya terkutuk itu terkutuk seperti apa? Apa tubuh mereka menjadi aneh? Apa mereka memiliki wajah yang menakutkan?" gumamku bingung


"Tidak, mereka sangat tampan dan cantik bahkan lebih indah dipandang dari pada kaum peri"


"Lalu maksudnya terkutuk itu bagaimana?"


"Mereka tidak terlihat dan hanya beberapa kaum yang bisa melihatnya bahkan kalau dewa hanya Han dan dewan pengawas tertinggi yang bisa melihatnya"


"Apa kamu bisa melihatnya?"


"Dulu bisa tapi sekarang tidak tahu"


"Oohhh..." desahku pelan


"Apa yang kamu pikirkan Sunny?" gumam Huan menatapku


"Eee.. Mmm tidak ada..." gumamku pelan


"Apa kamu sedang berbicara dengan Sani?"


"Ya bisa dibilang begitu"


"Emang kalian berdua berbicara tentang apa?"


"Masalah wanita saja, kenapa kamu begitu kepo Huan!" gerutuku kesal


"Aku hanya penasaran aja!" gerutu Huan kesal


Di perkumpulan para raja itu aku melihat sembilan tetua dimasing kerajaan berdiri di depan kami, mereka berdiri sambil menatap kami dengan tatapan dingin.


"Dewa di lembah kematian saya tidak bisa menguasai tubuh anda dengan baik mungkin saya hanya bisa membantu anda jika anda sudah benar - benar lelah" gumam Sunny pelan


"Baiklah, biarkan aku mengambil alih. Apalagi disini ada dewa yang mengenalku" gumamku dan mengambil alih kesadaran tubuhku

__ADS_1


"Sani?" gumam Candra dan Steven pelan


"Ohh hay"


"Kamu ikut juga?"


"Aku raja bagaimana aku tidak ikut"


"Tapi dengan kondisimu sekarang hal itu akan sulit"


"Tenang saja, aku tidak akan terluka, ngomong - ngomong untuk apa ada survival ini?" gumamku serius


"Baiklah jaga dirimu baik - baik, survival ini untuk mengetahui kelayakan seorang kaum apakah masih pantas menjadi anggota kerajaan atau tidak" jelas Steven serius


"Lalu? Yang tidak cocok?"


"Ada dua kemungkinan, mamu akan di usjr atau tubuhmu akan dimakan hewan suci milik dewa binatang"


"Ohh..." desahku pelan


"Sepertinya tadi aku merasakan aura Sunny?" gumam Candra menatapku


"Ya, aku baru saja bertukar dengan Sunny" gumamku pelan


"Oh pantas tadi aku merasakannya.." desah Candra pelan


Di depan aku melihat para tetua yang berdiri dengan tatapan dinginnya, aku menatap satu persatu tetua yang belum pernah aku temui sebelumnya dan hanya kakekku dan nenekku saja yang aku kenal


"Baiklah terimakasih kalian bersedia mengikuti survival ini. Survival ini bertujuan untuk melihat apakah kalian masih bisa di sebut sebagai anggota kerajaan atau hanya sampah kerajaan" gumam tetua silumandingin


"Pada survival ini kalian harus berhati - hati dengan kaum terkutuk kalau kalian bertemu dengan mereka lawanlah dengan sekuat tenaga kalian, tapi kalau kalian tidak sanggup larilah meminta pertolongan"


"Apakah kaum terkutuk itu jahat?" tanya seorang kaum bingung


"Tidak semua jahat, kalau kalian beruntung kalian akan bertemu dengan kaum terkutuk yang baik dan memberikan kalian jalan keluar dari lembah kematian ini..." gumam tetua vampir serius


"Sebenarnya survival ini dilakukan sendiri - sendiri tapi karena keamanan bersama peraturan di ubah menjadi perkelompok, setiap kelompok terdapat empat anggota"


"Em... Empat?" gumamku bingung


"Sunny kamu mau dengan siapa saja?"


"Sunny? Dia sedang tertidur..." gumamku pelan


"Ooh kamu Sani ya..." desah Huan kecewa


"Ya, kenapa wajah yang mulia raja seperti kecewa?" gumamku polos


"Tidak ada..."


"Sani kita sekelompok saja ya, dengan kondisimu seperti ini tidak mungkin kamu bisa melakukannya dengan baik" gumam Candra serius


"Ya baiklah" desahku pelan


"Lalu siapa satu lagi?" tanya Steven bingung


"Entahlah..."


"Mmm yang mulia raja mau bergabung?" gumamku menatap Huan


"Bergabung? Heeh aku bisa sendiri" ucap Huan sombong


"Siapapun yang tidak memiliki pasangan akan dijadikan satu kelompok!!" teriak tetua agung kencang


"Tunggu tetua agung ada juga disini astaga!!" gerutu Huan kesal


"Siapa yang belum memiliki kelompok?" tanya tetua agung dingin dan hanya Tio dan beberapa kaum yang terlihat lemah yang mengangkat tangannya


"Yang mulia raja tidak angkat tangan?" gumamku polos


"Apa kamu kira aku benar - benar mau sekelompok dengan Tio dan orang - orang lemah itu!!" gerutu Huan dingin


"Lalu?"


"Aku bergabung denganmu..." desah Huan pelan


"Oh baiklah kita ada empat anggota" gumam Steven santai


"Kalian bertiga jangan menyusahkanku!!"


"Yang mulia raja itu yang jangan menyusahkan kami" tawa Candra keras


"Heeeh beraninya kamu!!" protes Huan kesal tapi Candra hanya tertawa keras

__ADS_1


"Baiklah karena semua sudah memiliki kelompok maka survival ini akan dimulai...Sekarang!!" teriak tetua agung dan kami seluruh kaum berlari masuk ke dalam sebuah lembah yang gelap dan sangat menakutkan itu


Kaum terkutuk? Aku jadi sangat penasaran dengan wujud mereka dan kekuatan mereka dan juga aku ingin bertemu dengan raja mereka agar bisa terpantai di kerajaanku


__ADS_2