Mengubah Takdir Part II

Mengubah Takdir Part II
Episode 45 : Merencanakan


__ADS_3

Pertemuan kali ini membahas banyak permasalahan, banyak perdebatan yang menyebalkan terjadi disini. Kaum yang satu dengan kaum yang lain terus saling menyalahkan dan selalu hampir saling menyerang. Aku yang dari tadi hanya terdiam sambil memikirkan sesuatu di kepalaku, tubuh yang memiliki nyawa setengah membuatku tidak bisa melakukan sesuatu hal yang bersifat berat bahkan untuk berpikir saja sudah membuatku pusing


"Baiklah, kami para dewa hanya ingin mengetahui kenapa kekacauan di alam lain bisa membuat alam dewa juga menjadi kacau" desah Roy pelan


"Kami harap kalian para raja bisa sedikit menjaga kerukunan walaupun itu hal yang cukup sulit" gumam Han serius


"Dan Sani, Steven, Dan Candra... Setelah ini aku ingin berbicara dengan kalian bertiga" gumam Han mengagetkanku


"Ba...Baiklah..." desahku pelan


"Kalian bisa membubarkan diri sekarang.." gumam Roy dan semua kaum pergi meninggalkan ruangan, aku berjalan kearah Han.


"Ada apa Han?" gumamku menatap Han


"Tidak ada sih cuma ingin bilang, jaga dirimu baik - baik. Masalah anak - anak aku saja yang mengurusnya, mungkin aku akan meminjam jiwamu untuk mengawasi dan mengurus anak - anak"


"Gak apa, lakukan sesukamu"


"Hmmm watak Sunny yang menyebalkan langsung muncul ya setelah jiwa Sain seluruhnya kamu berikan kepadaku"


"Benarkah? Padahal menurutku biasa saja loh"


"Ya kamu berbeda sayang, tapi gak apalah... Kamu tetap istriku..." desah Han membelai rambutku pelan


"Lalu kenapa kamu memanggil kami berdua?"


"Aku hanya ingin mengatakan untuk menjaga istriku ini, apalagi aku akan meninggalkannya dengan sangat lama" gumam Han pelan


"Tidak masalah, tapi dia pasti akan berubah Han kalau jiwanya adalah jiwa Sunny"


"Tidak apa, aku tidak keberatan"


"Tapi dia pasti akan meninggalkanmu dan menikah dengan Huan atau Tio"


"Ya aku tahu, aku sebenarnya tidak masalah. Tapi Sani terus mengotot untuk memberikan jiwanya kepadaku" desah Han pelan


"Apa kamu tidak masalah istrimu menikah dengan laki lain?"


"Tidak terima sih, tapi mau bagaimana lagi. Itu sudah takdir, yang terpenting jaga istriku saja" desah Han menatapku sedih


"Sayang, jaga dirimu ya. Aku tidak mau kamu terluka dengan setengah jiwamu seperti itu" gumam Han mengusap lembut rambutku


"Hmmm Han... Aku tidak apa, tapi aku meminta tolong satu hal boleh?"


"Apa itu sayang?"


"Kalau aku nanti benar - benar menikah dengan Huan atau Tio. Tolong lenyapkan jiwa ini ya" gumamku serius


"Apa kamu bercanda!!" protes Candra dan Steven kesal


"Apa kamu yakin?" tanya Han serius


"Ya, aku memberikanmu jiwaku karena alasan itu jadi tolong lakukan ya mumpung jiwa dewaku sadar" gumamku tersenyum ke arah Han


"Baiklah... Akan aku lakukan kalau itu permintaanmu sayang"


"Kenapa kamu menyetujuinya?" protes Candra kesal


"Aku menyutujuinya karena aku memiliki satu setengah jiwa yang berbeda dan juga tubuh lama milik Sani jadi aku bisa memintamu menghidupkan kembali istriku" gumam Han menatap Candra serius


"Jadi itu rencanamu?"


"Ya benar, itu rencana kami berdua. Aku tahu aku akan kehilangan setengah arwah istriku tapi aku tidak akan rela harus kehilangan istriku seutuhnya dan juga ibu kedua anakku. Apalagi tubuh vampir itu tidak akan lama bertahan dengan arwah setengah" gumam Han santai


"Paling tidak cukup untuk menyelesaikan permasalahan di alam lain selama beberapa tahun kedepan"


"Ya benar juga..." desah Candra pelan


"Istriku, mungkin aku akan meminta bantuan Candra untuk menghidupkan tubuh lamamu untuk menjaga anak - anak. Dan mungkin konsekuensinya, jika tubuhmu ini terluka tubuhmu yang lain juga ikut terluka"


"Tapi kalau tubuh ini lenyap?"


"Ya tubuhmu yang lama akan kembali menjadi istriku seutuhnya"


"Oh ya aku mengerti"


"Baiklah aku akan pergi bertapa dulu, jaga diri kalian baik- baik" desah Han tersenyum kearahku dan menghilang dari hadapanku


"Aku akan ikut dengan Han untuk membangkitkan tubuhmu Sani, mungkin setelah bangkit dirimu yang sekarang akan berubah menjadi Sunny seutuhnya"

__ADS_1


"Ya tidak apa sudah seharusnya seperti itu" gumamku santai dan Candra menghilang di depanku


"Baiklah, mari kita kembali" desah Steven membaca mantranya dan berpindah ke depan kerajaan


Di depan kerajaan aku melihat Huan yang menatapku dingin dan tanpa berkedip sama sekali. Aku berpikir kalau aku benar - benar akan menjadi Sani seutuhnya dan tubuh lamaku bangkit apa kesadaranku di tubuh ini terhapus atau akan tetap seperti ini, ya kalau aku memang benar - benar lenyap kalau tidak bagaimana?


"Apa yang kamu pikirkan?" gumam Steven menatapku


"Apa aku akan benar - benar lenyap?"


"Tidak,..."


"Tapi kata Han..."


"Walaupun kemungkinan kamu lenyap tapi itu hanya kemungkinan kecil. Dan kalau tubuh lamamu dibangkitkan kembali bisa jadi kakakmu akan kembali tersadar dan menjadi istri Han"


"Ta... Tapi Han milikku..." desahku pelan


"Ya itu tidak tahu nantinya seperti apa, yang jelas arwah yang di bawa Han sebagian besar milik kakakmu Sain sedangkan arwahmu sendiri hanya setengah"


"Tapi bisa juga tubuh yang dibangkitkan oleh Han adalah dirimu yang di kendalikan oleh Han, apalagi Han tadi berkata dia meminjam arwahmu untuk mengurusi dan menjaga anak - anak saat bertapa. Jadi kemungkinan akan menggunakan kesadaran Han, Han dewa tertinggi apa yang tidak bisa dilakukan olehnya"


"Apa bertapa membutuhkan kesadaran?"


"Tidak, ya kemungkinan besar itu. Tubuh lamamu akan dikendalikan oleh Han, apalagi dewa bisa membuat bayangan tubuhnya kan saat bertapa"


"Ooohh... Mmm ya benar juga sih"


"Jadi jangan khawatir, mungkin kesadaran Sanimu di tubuh ini akan sedikit demi sedikit lenyap dan digantikan dengan kesadaran Sunny, mmm tapi enggak juga sih ... Aah aku gak tau, yang aku tahu aku dewa neraka udah itu aja," gerutu Steven bingung


"Kalau bingung gak usah jelasin panjang lebar, aku mengerti apa maksudmu" gumamku berjalan masuk ke dalam kerajaan


Aku berjalan masuk ke dalam perpustakaan kerajaan, aku ingin tahu seperti apa permasalahan dua raja terdahulu itu muncul, pasti karena sesuatu hal bukan hanya karena adanya perebutan Sunny


Aku membaca setiap buku sejarah kerajaan dengan serius, ya walaupun sebagian besar perdebatan Tio. Han, dan Huan sama seperti yang tertulis si buku ini tapi hanya ada satu buah buku yang menjelaskan dengan rinci kejadian yang terjadi di masa lalu


"Perdebatan raja peri dan raja vampir terjadi karena perebutan seorang wanita cantik yang bernama Sunny dan juga salah sangka antara kaum peri dan kaum vampir. Kisah cinta dari seorang petinggi kerajaan vampir dan peri yang awalnya aman tentram menjadi peperangan diantara dua kaum. Tuan muda dari kerajaan peri dan tuan putri dari kerajaan vampir" gumamku membaca buku itu


" Di suatu hari tuan muda terbunuh oleh seorang vampir yang tidak menerima kehadirannya dengan cara menghisap darahnya sampai kering, raja peri yang mengetahui adiknya tewas terbunuh menyalahkan raja vampir sebagai dalang dari kejadian itu padahal yang salah adalah rakyat biasa yang menginginkan tuan putri yang juga mantan pacarnya kembali ke pelukannya. Mengetahui pelakunya seorang rakyat biasa, sang raja murka sebab karena pria itu raja peri membenci kaum vampir dan menyalahkan dirinya. Karena marah raja vampir menggigit pria itu dan muncullah tingkatan level suatu vampir untuk melihat seberapa rendahnya harga diri seorang vampir..."


"Jadi karena salah sangka itu ya.." desahku menutup buku itu dan mengembalikan buku itu


"Apa yang kamu lakukan disini?" gumam Huan muncul di kursi


"Bukan urusanmu" gumamku berjalan melewatinya, Huan memegang tanganku dan menatapku dingin


"Jawab pertanyaanku"


"Aku bilang bukan... Uuukkhhh" rintihku pelan, aku merasa rasa sakit di dadaku. "Apa mereka sudah berhasil?" gumamku dalam hati


"Kamu kenapa?"


"Tidak apa, aku baik - baik saja" gumamku melepaskan tangan Huan dan berjalan meninggalkan perpustakaan


Aku berjalan menuju ke kamarku, aku menatap kedua mataku di cermin ternyata warna kedua mataku yang berubah warna menjadi warna sangat merah dan juga tatapanku juga bukan seperti tatapanku sebelumnya


"Apa ini yang di sebut bangkit?" gumamku pelan, tiba - tiba muncul Huan berdiri di belakangku dengan tatapan dinginnya


"Kenapa kamu ada disini?" gumamku pelan


"Hanya mengkhawatirkanmu"


"Aku tidak kenapa - napa"


"Ooh benarkah?" gumam Huan mengendus leherku


"Kenapa juga aku berbohong?" gumamku pelan


"Oohhh..." desah Huan menjilat leherku


"Jangan seperti itulah... Geli tahu!!" Protesku keras, aku berusaha melawan tapi Huan memelukku erat


"Diam kenapa!"


"Apa yang akan kamu lakukan?"


"Aku hanya ingin darahmu..." gumam Huan memanjangkan taringnya dan menggigit leherku kuat


"Uukkhhh..." rintihku pelan

__ADS_1


"Tidak aku sangka darahmu sungguh lezat" desah Huan terus menghisap darahku


"A... Apa kamu ingin aku turun sebagai raja?" gumamku pelan


"Tidak..."


"Lalu kenapa kamu menggigitku?" gumamku pelan


"Menggigitmu tidak mengurangi levelmu. Kamu tetap raja dan juga... Istriku" gumam Huan kembali menggigitku


"Apa kamu ingin menghisapku sampai mati?"


"Tidak, tapi darahmu benar - benar menggodaku, darah campuran spesial sangat lezat"


"Campuran spesial?" gumamku terkejut


"Ya, kamu adalah campuran darah spesial. Walaupun kamu berinkarnasi beberapa kalipun, darah Sunny masih ada di dalam tubuhmu" gumam Huan memelukku erat


"Ohh aku sudah pernah mendengarnya" gumamku pelan, seberapa besar usahaku melepaskan diri. Huan tidak akan melepaskan gigitannya dan yang bisa aku lakukan hanya pasrah


"Sani.." desah Huan melepaskan gigitannya dan menatapku dari cermin


"Ada apa?" gumamku dingin, Huan memutar badanku dan kami berdua saling bertatapan


"Jadilah Sunny walaupun itu hanya sekedar bohongan..." desah Huan pelan


"Kenapa kamu menginginkanku menjadi Sunny?"


"Karena kalian sangat mirip dan juga istriku satu - satunya bahkan sampai sekarang"


"Aku..."


"Ku mohon..." gumam Huan pelan


"Tapi..." gumamku bingung, aku bingung mau menjawab apa


Di luar jendela aku melihat bayangan Han yang sedang menatapku, "Tunggu... Han, ngapain dia disini?"


"Kamu Han?" gumamku dalam hati dan bayangan itu hanya mengangguk dengan senyum manisnya


"Aku harus apa Han?" gumamku dalam hati


"Lakukan saja, tidak apa. Aku sudah membangkitkan tubuh lamamu dengan kontrol kesadaranku. Setelah aku selesai bertapa secara otomatis tubuh itu diambil alih arwah Sunny dan kamu akan mengambil alih tubuh lamamu"


"Apa ini semua sudah kamu rencanakan?"


"Ya aku dan Candra yang merencanakannya, percuma melenyapkan tubuhmu itu yang ada nanti akan ada peperangan dengan dewa. Jadi lakukan tugasmu dengan baik istriku tercinta nikmatilah menjadi vampir seutuhnya sebelum kamu menjadi dewa seutuhnya" gumam Han tersenyum dan bayangannya menghilang


"Dasar Han awas saja nanti..." gerutuku dalam hati


"Sani, kenapa kamu melamun?" gumam Huan mengagetkanku


"Eee.. Mmm baiklah, aku akan menjadi Sunny untukmu" desahku pelan.


"Benarkah?"


"Ya. tapi ada syaratnya..."


"Apa syaratnya?"


"Beri tahu aku bagaimana cara agar kamu dan Tio bisa akur kembali"


"Akur ya? Aku tidak bisa menjamin itu"


"Kenapa?"


"Dendam kaum peri tidak bisa di sepelekan, padahal yang salah itu rakyatku bukannya aku bahkan sampai sekarang apapun yang menjadi milikku Tio ingin merebutnya dariku sebagai bentuk balas dendam, makanya saat Sunny tidak ingin menerima Tio tanpa pikir panjang Tio membunuh Sunnyku. Dan kemungkinan besar dia akan melakukannya kepadamu" desah Huan melepaskan pelukannya dan berjalan ke arah jendela


"Membunuhku ya? Itu tidak akan terjadi..." gumamku memeluk Huan dari belakang


"Kenapa kamu bisa percaya diri seperti itu?" Ucap Huan serius


"Apa kamu mengkhawatirkan aku?" gumamku memgalihkan pembicaraannya.


"Ya, aku sangat mengkhawatirkanmu"


"Tenang saja, aku tidak akan meninggalkanmu lagi apalagi aku seorang raja vampir senior sekarang. Tidak akan mudah membunuhku, kamu tenang saja" gumamku serius


"Hmmm baiklah, kamu harus berjanji kepadaku Sunnyku" desah Huan membalikkan badannya dan menciumku dengan tiba - tiba. Ciuman Huan membuat kepalaku terasa sangat pusing, badanku terasa sangat lemas dan pandanganku mulai kabur. Aku menutup mataku dan akhirnya aku tidak tersadar di pelukan Huan

__ADS_1


__ADS_2