Mengubah Takdir Part II

Mengubah Takdir Part II
Episode 16 : Mulai Bertapa


__ADS_3

"Sani kamu pasti belum makan kan? Mari makan" gumam Samuel melepaskan pelukannya


"Tidak perlu Samuel, aku tidak mau merepotkanmu lagi"


"Tidak apa, bawahanku sudah memasakkan untukmu" gumam Samuel menarik tanganku lembut


"Hmmm baiklah" desahku mengikuti langkah kaki Samuel keluar dari kamar


Kerajaan Lautan di bawah laut ini sangat megah dan juga besar, air laut saja bisa masuk ke dalam kerajaan ini bahkan banyak ikan - ikan yang berenang dengan riang seperti sedang menari di atasku


"Apa yang kamu lihat?"


"Cuma melihat ikan - ikan itu" gumamku pelan


"Oh mereka pelayanku..." gumam Samuel membuka sebuah pintu di depan kami


Di balik pintu itu aku bisa melihat banyak sekali makanan enak di atas meja bahkan anehnya air laut tidak membasahi sama sekali ruangan ini jadi hampir mirip ruangan biasa di daratan


"Makanlah" gumam Samuel duduk di depanku


"Mmm kenapa ruangan ini tidak di penuhi air?"


"Ya karena ini tempat makan khusus untukku, jadi semua tempat khusus untukku tidak dipenuhi air laut"


"Kenapa bisa begitu?"


"Ya walaupun aku dewa laut tapi aku tidak suka saja tempat pribadiku terpenuhi air, kalau dipenuhi air pelayan - pelayanku bisa masuk seenaknya mereka. Kalau aku mandi atau tidur tiba - tiba ada pelayan masuk tanpa izinku kan tidak lucu" gumam Samuel memakan makanannya


"Hmmm alasan yang masuk akal" desahku pelan


"Ya kita para dewa juga memiliki privasi, benarkan?"


"Mmm ya benar juga" desahku memakan steak daging di piringku


"Apa lukamu masih sakit?"


"Ya mendingan sih dari pada yang sebelumnya" desahku pelan


"Oh syukurlah, kamu jangan sampai lengah lagi Sani"


"Ya aku akan melakukannya"


"Aku tidak ingin kamu terluka lagi Sani"


"Tenang saja aku akan baik - baik, kalau aku mati mungkin sudah selesai jabatanku menjadi dewa"


"Tidak Sani, jabatan dewa itu kekal"


"Ya untuk kalian tidak untukku, kaisar langit dan dewa kegelapan. Itulah sebabnya orang yang menjabat jabatan kami terus berubah"


"Hmmm tapi Sani aku sangat berharap dewa penyeimbang tetaplah kamu"

__ADS_1


"Kenapa?" tanyaku terkejut


"Karena semenjak kamu lahir di dunia manusia, tiga alam yang awalnya goyah menjadi seimbang lagi"


"Oh benarkah? Memang kamu tahu kapan aku lahir?"


"Tahulah, kelahiran dewi penyeimbang semua dewa pasti tahu dan sangat bahagia apalagi kamu dulu sangat cantik sampai sekarang pun tetap cantik jadi itulah kenapa banyak dewa yang hormat denganmu dan menyukaimu bahkan ingin menjadi istrimu"


"Oh begitu ya" desahku pelan


"Kamu tidak senang banyak dewa yang menyukaimu?" tanya Samuel menatapku


"Tidak, aku tidak senang"


"Kenapa? Padahal dewi - dewi yang lain berharap mereka disukai para dewa, kenapa kamu tidak?"


"Aku hanya jadi beban orang - orang sekitarku dan juga seluruh dewa bahkan dengan kaisar langit aku hanya beban untuknya. Buat apa aku senang kalau kehadiranku membebani orang lain" gumamku pelan


"Kenapa kamu berpikir kamu membebani seluruh dewa?"


"Ya aku darah tiga campuran dulunya. Sebelum aku tahu aku dewa, aku sering melukai banyak orang bahkan dewa juga dan karena pikiranku yang polos aku mati sekali dan merepotkan kaisar langit dan dewa kegelapan sampai kekuatan mereka sangat lemah. Walaupun mereka bilang kekuatan mereka telah selesai setelah bertapa berabad - abad tapi aku akan menjamin kalau kekuatan mereka tidak sebesar dulu"


"Kenapa kamu bisa tahu hal itu?"


"Itu bisa dilihat dari betapa payahnya kaisar langit yang tidak bisa melawan dewa kehancuran bahkanuntu menebus dinding buatan Moi saja tidak bisa... Padahal hanya aku, kaisar langit, dan dewa kegelapan yang bisa mematahkan seluruh mantra dewa apalagi mantra dari dewa kehancuran" gumamku meletakkan alat makanku di atas piring


"Itulah alasanku kenapa aku tidak senang, aku selalu menjadi beban apalagi aku baru saja merepotkanmu karena aku terluka... Dan memang kenyataannya aku dewa penyeimbang yang sangat lemah"


"Kamu jangan pesimis seperti itu Sani" desah Samuel menatapku


"Kamu sepertinya harus bertapa lagi deh Sani" gumam Samuel menatapku


"Ya sepertinya sih, aku belum pernah bertapa dengan tubuhku yang ini"


"Mungkin itu yang menyebabkan kamu masih kalah kekuatannya dengan dewa kehancuran" gumam Samuel menatapku, "Benar juga sih, aku sudah lama tidak bertapa... Sepertinya aku harus menemui Candra dulu" desahku pelan


"Oh ya Samuel terimakasih ya sudah mengobatiku, aku harus pergi sekarang" gumamku berjalan kearah Samuel


"Oh baiklah, kamu harus hati - hati ya" gumam Samuel pelan dan aku langsung mencium bibir Samuel


"Maaf sudah merepotkanmu dewa laut" bisikku lalu melangkahkan kakiku


Aku berpindah ke kelasku, kalau aku tidak kembali dulu ke kelas pasti Sony akan mencurigaiku nanti. Aku terduduk di tempat dudukku untuk mengikuti pelajaran yang sedang diajarkan wali kelasku. Sony menatapku dengan tatapan dinginnya


"Kamu kemana saja?" gumam Sony menatapku


"Hanya mengobati tubuhku saja"


"Dimana?"


"Itu tidak penting" gumamku pelan

__ADS_1


"Katakan Sani!!!" teriak Sony menatapku dengan kesal yang membuat seluruh kelas menatapku


"Kenapa kamu ingin tahu" gumamku dingin


"Aku suamimu aku wajib tahu"


"Sedang pelajaran, jangan mengganggu yang lain" gumamku dingin


"Huummppp .." desah Sony terduduk di tempatnya


"Kamu tidak perlu tahu aku pergi kemana Sony, oh ya aku mungkin akan bertapa jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku" gumamku pelan


"Kenapa kamu harus bertapa?"


"Tidak ada alasannya"


"Tidak perlu"


"Tidak perlu ya? Kamu ingin aku terus bergantung kepadamu sedangkan kamu sendiri tidak bisa menghadapi dewa kehancuran, menerobos dinding penghalangnya saja kamu tidak mampu apalagi mengalahkannya" gumamku menatap Sony dingin


"Tapi Sani..."


"Tenang saja aku tidak melakukan hal aneh - aneh" gumamku santai


"Memang kamu mau bertapa dimana?"


"Tidak tahu, liat aja nanti" gumamku santai, aku menatap Candra yang sedang menatapku dengan tatapan dingin


"Mungkin kita harus berbicara ... Candra" gumamku menatap Candra serius


"Boleh.." desah Candra menghilang dari tempat duduknya


"Baiklah" desahku pelan dan berpindah di kerajaan siluman


"Apa yang ingin kamu biacarakan denganku?" bisik Candra di belakangku


"Aku hanya ingin meminjam tempatmu untukku bertapa apakah boleh?"


"Itu aja?"


"Ya itu aja"


"Kamu kenapa ingin bertapa?"


"Ya aku ingin aja emang gak boleh"


"Terserah kamu, pakai aja" gumam Candra dingin dan meninggalkanku sendirian


"Langsung pergi aja?" gerutuku kesal


"Ya udah deh" desahku berpindah di gubuk yang berada di wilayah kerajaan siluman dan masuk ke dalam gubuk itu untuk bertapa

__ADS_1


"Tempat yang tetap saja seperti dulu" desahku duduk bersila dan memejamkan mataku


Kalau betapa seperti ini aku tidak boleh sampai terganggu atau aku tidak boleh sampai kehilangan fokusku sampai aku selesai bertapa, kalau tidak aku harus mengulanginya dari awal. Makanya aku memilih tempat ini karena hanya Candra yang mungkin menjadi penggangguku


__ADS_2