
Walaupun Han menyuruhku untuk masuk ke dalam tapi aku masih ingin berada di balkon, aku masih ingin menikmati sore di alam dewa ini. Memang alam dewa sangat indah yang membuat jiwa menjadi sangat tenang ketika memandanginya.
Perkataan Wan dan Han masih terngiang di kepalaku, mereka berdua tidak mengatakan seutuhnya dan membuatku menjadi bingung apa yang sebenarnya terjadi.
Aku masih penasaran bagaimana kalau aku benar-benar melakukan mengembalikan alam ke bentuk semula apa yang akan terjadi? Apa wujud alam akan berubah menjadi yang seharusnya?
"Ayah...ibu...kakak apa yang harus aku lakukan? Tugas seperti ini...sangat berat bagiku." desahku pelan.
"Apa yang akan terjadi kalau aku mengembalikan bentuk alam ke bentuk semula ya?" gumamku penasaran.
"Kenapa kamu ingin tau dewa penyeimbang?" tanya seorang pria di belakangku, aku menoleh ke belakang dan melihat Al dewa alam semesta berjalan ke arahku.
"Ee... mmm hormat dewa."
"Kenapa kamu ingin tahu?" tanya Al serius.
"Mmm ya hanya penasaran dewa." gumamku menundukkan badanku.
"Apa yang membuatmu penasaran dewa penyeimbang?" guman Al serius.
"Kenapa bisa terbentuk tiga alam dewa? Dan apa akibatnya kalau aku mengubah bentuk alam ke bentuk aslinya." gumamku pelan sambil terus menundukkan badanku.
"Bangunlah, santai saja kalau hanya berdua bersamaku." gumam Al pelan dan aku menegakkan kembali tubuhku.
"Aku akan menceritakan yang sebenarnya kepadamu dewa penyeimbang, kalau ada pertanyaan kamu bisa langsung bertanya apa kamu paham?" tanya Al serius dan aku menganggukkan kepalaku pelan.
"Ya sebenarnya alam ini hanya ada alam manusia saja, tapi berratus juta tahun yang lalu lahirlah dua manusia kembar yang memiliki kekuatan dan manusia menyebut mereka dewa karena bisa mengetahui masa depan dan bisa bertemu malaikat..." desah Al berjalan di sampingku.
"...lalu setelah dewasa mereka berselisih ingin menguasai dunia, mereka berdua membunuh seluruh malaikat dan melakukan uji kekuatan di perbatasan antara alam manusia, alam lain, dan alam dewa yang sekarang kerajaanmu itu. Karena ulah dua manusia itu Tuhan murka karena mereka membunuh seluruh malaikat dan Tuhan memberikannya hukuman yang satu menjadi leluhur alam lain dan yang satu menjadi dewa alam semesta..."
"Setelah kerajaanmu berdiri, tiga alam terbentuk jadi yang menjadi leluhur alam lain tidak bisa ke alam dewa dan dewa alam semesta tidak bisa ke alam lain. Ya itulah awal mula terbentuknya tiga alam....Dewa penyeimbang ada agar bisa mengatur dua alam yang berselisih dan sekaligus alam manusia juga. Tapi selain itu, tugas Dewa penyeimbang sebenarnya adalah... mengembalikan bentuk alam ke bentuk semula agar tidak terjadi perselisihan kembali. Tapi sebelum melakukannya dewa penyeimbang mati dahulu, jadi setiap dewa penyimbang mati pasti akan ada yang menggantikannya. Dan kamu adalah dewa penyeimbang yang terakhir Sani." jelas Al menatapku serius.
"Jadi manusia yang berselisih itu..."
"Ya itu aku dan kembaranku, kembaranku perempuan."
__ADS_1
"Lalu kenapa bisa alam lain dan alam dewa memiliki penghuni, dewa?" tanyaku penasaran.
"Mmm ya karena hubungan terlarang kami berdua, jadi karena hubungan terlarang kami yang membuat tiga alam selalu mengalami kehancuran, dikarenakan banyak malaikat murni yang mati dan banyak terjadi kehancuran maka pembatas itu terbentuk untuk mencegah kami berdua bertemu."
"Tapi dewa leluhur yang anda sebutkan sudah..."
"Ya aku tahu, dia sudah lama mati karena tidak kuat menahan hukuman dari Tuhan. Ya karena dia tiada akhirnya raja terdahulu yang kalian sebut itulah yang menjadi pengganti kembaranku."
"Raja terdahulu? Jangan-jangan mereka?"
"Ya raja terdahulu adalah anakku dan Han juga termasuk anakku."
"Ti...tidak mungkin.." gumamku terkejut.
"Ya, itu kenyataannya tapi mereka tidak mengetahui akan hal itu." gumam Al pelan.
"Kenapa dewa tidak ingin memberitahukan mereka?"
"Tidak, keinginan mereka sama sepertiku dan kembaranku di masa itu sedangkan aku yang saat ini...ingin dunia kembali ke wujud semula, aku sudah tua walaupun aku dewa tapi aku memiliki jiwa manusia juga jadi aku akan mati seperti manusia biasa, apalagi pada dasarnya kita semua manusia yang memiliki kekuatan. Mendapatkan hukuman yang berat mengatur alam sangat melelahkan Sani, aku ingin mengakhiri ini semua." gumam Al pelan.
"Tapi dewa apa akibat yang sebenarnya kalau aku mengembalikan bentuk alam dari awal?" tanyaku pelan.
"Jadi akankah aku bisa bertemu dengan Han?" tanyaku pelan.
"Ya, kalian berdua bisa bertemu bahkan kamu akan bertemu dengan kedua anak kalian. Menjadi manusia tidak akan merubah ingatan kalian tapi akan mengubah keadaan saja. Dan kamu akan kembali ke awal kisah hidupmu menjadi manusia biasa di saat sekolah."
"Jadi keluargaku akan hidup?" tanyaku terkejut.
"Tidak, mereka sudah berinkarnasi jadi tidak bisa."
"Bahkan kembaranku?" tanyaku terkejut.
"Ya dia dari awal adalah dewa jadi walaupun dia berinkarnasi di tubuh vampir dia akan menghilang juga."
"Kalau Han?" tanyaku penasaran.
__ADS_1
"Kalau Han...aku tidak bisa memprediksinya karena dia dan raja terdahulu dari lahir bukan manusia, tapi karena jiwamu dipakai olehnya jadi dia memiliki kesempatan menjadi manusia."
"Kalau tidak memilikinya?"
"Dia akan lenyap...bersamaku."
"Lenyap? Bukannya anda juga..."
"Mengubah bentuk alam menjadi awal harus mengorbankan jiwaku karena kuncinya ada padaku." gumam Al serius.
"Tapi dewa... Han tidak ingin aku melakukan itu." gumamku pelan.
"Ya itu tergantung padamu, apa kamu masih ingin mengurusi tiga alam yang melelahkan itu atau berhenti menjadi manusia biasa dan hidup bahagia bersama Han dan kedua anakmu." gumam Al memberikanku sebuah lencana.
"Kalau kamu ingin melakukannya, panggillah aku dengan lencana itu. Nanti kita akan mengubah alam ke bentuk yang semestinya Sani, yang terpenting...jangan sampai aku mati dahulu karena kalau aku mati kita tidak bisa mengubah alam ke bentuk yang seharusnya dan tugasmu menjadi lebih berat. Oh ya jangan katakan hal ini kepada siapapun, cukup kita berdua saja dewa penyeimbang." gumam Al berjalan meninggalkanku.
"Ba...baik dewa." gumamku menundukkan badanku dan menyembunyikan lencana itu.
"Jadi itu awal mulanya ya.." desahku pelan.
"Astaga, kenapa aku menjadi bimbang seperti ini." desahku pelan.
"Ada apa sayang?" guman Han berjalan ke arahku.
"Eee...mmm ti...tidak ada apa-apa."
"Apa yang tetua katakan kepadamu?" tanya Han penasaran.
"Aku...tidak bisa memberitahukanmu."
"Kenapa?"
"Itu perintah dewa, aku tidak bisa melakukannya." gumamku pelan.
"Oh mmm baiklah, mari sayang masuk...sudah malam, besok ada pertemuan jadi kamu harus istirahat sayang." gumam Han menarik tanganku.
__ADS_1
"Mmm ba..baiklah." desahku pelan dan mengikuti Han.
Biasanya aku akan mengajak Han atau Nana berdiskusi tapi dewa alam semesta melarang aku melakukannya. Sekarang...aku bingung harus apa dan harus berbuat apa, apalagi, ini keputusan yang sangat berat. Memang mengembalikan bentuk alam rencanaku terakhir tapi, kalau aku melakukannya sekarang dan ingatan dewa Han masih ada pasti dia akan marah kepadaku, aku tidak mau itu terjadi dan sekarang aku bingung akan melakukan apa.