
Bulan purnama yang berwarna merah darah dan langit pun berwarna merah. Aku berjalan menyusuri jalanan pemukiman vampir level D dan level E, di jalanan ini aku melihat banyak vampir yang bersembunyi di dalam rumah sambil mengintipku dari dalam rumah.
Aku ingin bertanya apa yang terjadi di tempat ini tapi aku hanya bisa terdiam dan melangkahkan kakiku. Di depanku aku melihat sesosok vampir yang udah tua berdiri di depanku sambil tersenyum
"Hormat saya yang mulia" ucap vampir tua itu membungkukkan sedikit badannya
"Oh iya nenek..." gumamku tersenyum
"Saya Linsa penunggu wilayah ini, kalau boleh tau kenapa yang mulia berjalan sendirian di wilayah ini?"
"Oohh mmm tidak ada, aku hanya ingin melihat situasi di pemukiman sekitar kerajaan saja"
"Oh saya kira yang mulia sedang mencari vampir yang berulah lagi?"
"Tidak ada, aku hanya ingin berjalan - jalan saja. Oh ya aku mau tanya, kenapa para vampir bersembunyi?"
"Beberapa hari ini sedang bulan merah darah yang mulia, semua takut untuk bepergian yang mulia"
"Kenapa semua takut?" gumamku bingung
"Ya raja terdahulu kembali hidup yang mulia, takutnya yang mulai raja terdahulu murka dan menghapuskan kami semua para vampir level D dan E"
"Selama kalian tidak mengganggu wilayah kerajaan raja terdahulu pasti tidak akan marah..."
"Ya yang mulia, raja terdahulu setelah hidup lagi dia sangat marah jadi para vampir sangat ketakutan yang mulia"
"Selama raja terdahulu marah kalian jangan membuat masalah.." desahku melangkahkan kakiku kembali
"Sekalian tolong bilang ke pada penunggu yang lain nenek" gumamku tersenyum dan berjalan pergi
"Baik yang mulia"
Aku melangkahkan kembali langkahku menuju ke kerajaan vampir. Di depan kerajaan aku melihat banyak vampir yang bertingkah aneh seperti ketakutan, walaupun aku juga merasakan aura menakutkan tapi mau tidak mau aku harus bertemu dengan raja terdahulu itu dewa sifat yang menyebalkan itu
"Se... Selamat datang yang mulia" gumam seorang bawahanku dengan tingkah sedikit ketakutan
"Ya..." desahku pelan
"Mmm yang mulia, raja Huan beberapa hari ini emosinya memuncak yang mulia"
"Emosi? Kenapa?" tanyaku bingung
"Gara - gara ada beberapa vampir junior yang membuat raja Huan marah yang mulia"
"Oh... Mmm dimana raja Huan" gumamku serius
"Ada di dalam kerajaan yang mulia"
"Oh baiklah" desahku berjalan memasuki kerajaan
Di dalam kerajaan aku melihat banyak vampir yang membungkukkan badanku sambil sedikit bergemetar. Di dalam sebuah ruangan aku mendengar suara seorang laki - laki berteriak dengan nada keras
"Dimana raja vampir senior?"
"Dimana? Panggil dia!!!" teriak laki - laki itu keras
Aku masuk ke dalam ruangan itu dan melihat ada beberapa vampir dan satu vampir yang serlihat muda dan sangat tampan duduk di tempat dudukku. Vampir laki - laki itu sepertinya raja terdahulu, wajah yang putih, tampan, bermata merah darah, memakai jubah hitam dan membawa pedang yang sangat tajam
"Apa apa yang mulia mencariku?" gumamku sedikit menundukkan badanku dan tersenyum dingin
Laki - laki itu menatapku terkejut dan berjalan ke arahku dengan mata yang tidak berkedip sama sekali. Laki - laki itu mengangkat daguku dan menatap mataku dengan mata merah darahnya
"Kamu raja vampir senior?" gumam Huan menatapku dingin
"Ya... "
"Oohh jadi kamu raja vampir satu - satunya yang perempuan"
"Raja vampir perempuan? Satu - satunya? Benarkah? Apa hanya laki - laki saja?" tanyaku terkejut
"Ya benar, hanya kamu raja vampir senior yang perempuan"
"Oh benarkah? Aku baru tahu"
"Ya begitulah..." desah Huan menatapku dengan lama
"Wajahmu mengingatkanku kepada istriku dulu" desah Huan melepaskan daguku dan membelakangiku
"Istri?" gumamku terkejut
"Mmm... Tidak ada" desah Huan pelan
__ADS_1
"Oh ya.. Dengar - dengar yang mulia baru kembali hidup... Selamat datang kembali yang mulia" gumamku menundukkan badanku mengalihkan pembicaraan
"Ya terimakasih... Aku ingin istirahat, tolong urus semua masalah itu... Kepalaku pusing" desah Huan berjalan keluar dari ruangan
"Masalah apa yang mulia raja?"
"Tuh vampir junior sama kaum peri, aku baru hidup kembali sudah membuatku pusing"
"Oh baik yang mulia raja..." gumamku pelan
"Oh ya,raja vampir junior si Bi The itu?" gumam Huan menghentikan langkahnya
"Iya yang mulia raja"
"Oh pantas dia tidak punya tata krama yang baik" desah Huan pelan
"Ajarin dia menjadi raja yang baik... Dan namamu sekarang bukan Sani Shin tapi Sani Huan"
"Tapi yang mulia raja!!"
"Kamu raja vampir senior... Nama Huan itu identik bangsawan vampir senior, kalau kamu tidak bersedia tambahkan saja nama Huan di belakang nama Shin. Kalau masih tidak bersedia, aku akan membunuhmu" gumam Huan berjalan pergi
"Ba... Baik yang mulia raja" desahku membungkukkan badanku dan pergi dari ruangan itu. Aku kesal namaku diganti - ganti seperti itu, aku tidak mau jadi raja tapi tetap saja di paksa menjadi raja dan sekarang namaku di rubah - rubah
"Kenapa wajahmu kesal Sani?" gumam Steven menatapku
"Namaku diganti"
"Ditambah Huan di belakangnya?"
"Ya.."
"Kalau itu memang seperti itu, kenapa juga kamu kesal?"
"Gimana aku gak kesal namaku diganti - ganti dan aku harus mengurusi vampir junior, mana aku tahu masalah apa mereka dengan yang mulia raja" gerutuku kesal
"Oh masalah itu ya? Ya pas yang mulia raja hidup lagi disitu hanya ada raja vampir junior dan bawahannya, bukannya menghormati malah dia mengatakan yang dibenci yang mulia raja dan juga para bawahan raja peri datang kemari membuat keributan... Tuh di luar rame para peri datang" gumam Steven santai
"Kenapa mereka datang kemari?" tanyaku bingung
"Sandy masih kamu bawa yang mulia, apa kamu lupa?"
"Oh..." desahku berjalan menuju ke depan kerajaan, aku baru tahu kalau ada para peri berdiri di depan kerajaan vampir. Aku tadi lewat belakang kerajaan jadi aku tidak melihat ada banyak para peri disekitar kerajaan
"Yang mulia, bantu aku!!" terik Bi yang sedang terdesak
"Astaga... Kamu juga raja jangan panggil aku yang mulia..." gumamku menggelengkan kepalaku
Aku membaca mantraku agar para peri itu pergi dari tempat ini, Belum sempat aku menyelesaikan mantraku. Aku di serang oleh seorang peri tampan dan menatapku dingin tapi tatapannya tidak semenakutkan raja vampir terdahulu. Untung aku bisa sedikit menghindar saat laki - laki itu menyerang jadi aku tidak terlalu terluka parah
"Uukkhhh..." rintihku menahan rasa sakit di tanganku
"Kita bertemu lagi Sunny Huan" gumam laki - laki itu terus menyerangku dengan kekuatannya, walaupun tanganku terasa sangat sakit tapi aku tahan dan terus menyerang laki - laki itu. Aku menatap di sekitarku dan melihat Huan sedang berdiri di atas balkon sambil meminum segelas darah segar
"Astaga dengan santainya dia menikmati situasi yamg memanas seperti ini!!" gerutuku kesal dalam hati
"Jawab kamu Sunny Huan kan?" teriak laki - laki itu kesal
"Namaku bukan Sunny lah!!" protesku kesal, laki - laki itu mengembangkan sayapnya yang indah dan terbang ke arahku
"Kamu Sunny... Kamu tidak bisa membohongiku!!" gumam laki - laki itu mengangkat daguku. Tatapan yang dingin itu membuat tubuhku tidak bisa bergerak sama sekali padahal tatapannya tidak setajam Huan ataupun laki - laki lainnya
"Aku bilang bukan ya bukan!! Namaku Sani bukan Sunny!!" protesku kesal
"Beraninya kamu membentakku Sunny!!" teriak laki - laki itu menyerangku dengan kekuatannya yang membuatku hampir terjatuh tapi aku merasa ada seseorang yang menahan tubuhku dari belakang sehingga aku tidak terjatuh
"Kamu tidak apa?" gumam Huan di belakangku
"Eehh mmm maaf yang mulia raja" gumamku mencoba menghindar tapi rasa sakit di tangan kiriku terasa sangat sakit
"Tidak apa, lawanmu bukan dia" gumam Huan menatap peri itu dengan tatapan dingin
"Siapa dia yang mulia raja?"
"Dia Tio raja peri terdahulu, ya bisa di bilang musuh bebuyutan kaum vampir"
"Heeeh kamu itu yang musuh bebuyutan kaum peri!!!" gerutu Tio kesal
"Heeeh dasar si tukang cerewet!!" protes Huan kesal
"Kau tuh si kepala batu!!" gerutu Tio kesal
__ADS_1
"Ngomong sama si tukang cerewet tuh gak ada habisnya" desah Huan membantuku berdiri
"Hei Huan Huan si keras kepala, kembalikan Sunny kepadaku!!"
"Sunny? Dia sudah lama mati" desah Huan dingin
"Ma... Mati? Apa yang kamu katakan!!!" protes Tio kesal
"Apa kau tidak ingat siapa yang membunuhnya?" gerutu Huan kesal
"Tidak... Tidak mungkin!!!"
"Kau yang membunuh istriku!!!" gerutu Huan kesal
"Membunuhnya? Heeh kamu mau membodohiku apa!! Wanita itu Sunny kan?" gerutu Tio kesal
"Bukan... Dia raja vampir senior"
"Heeh raja vampir senior? Apa kau bergurau? Aura dia sudah jelas Sunny!!"
"Ya kalau dilihat lagi memang aura dia seperti Sunny, walaupun wanita ini inkarnasi Sunny aku tidak akan mau memberikannya kepadamu!!" gerutu Huan dingin
"Beraninya kamu Huan!! Berikan wanita itu kepadaku!!"
"Heeeh tidak akan!!" gerutu Huan membelakangiku dan menyerang Tio dengan kekuatannya
Aku melihat Tio dan Huan yang sedang saling menyerang, kekuatan mereka sangat besar dan terlihat mereka berdua saling dendam
Aku yang seorang raja dan juga seorang dewa tidak bisa melakukan apapun, aku hanya terdiam dan melihat semua sedang bertarung di depanku. Tangan kiriku terasa sangat sakit, kalau aku merubah wujudku menjadi dewa akan membuat semua kaum vampir dan kaum peri terkejut melihatku apalagi kedua raja terdahulu itu tidak tahu kalau aku seorang dewa.
Tiba - tiba aku melihat Gio yang sedang berlari dari arah belakang raja peri terdahulu itu, dengan nafas tidak beraturan dia mencoba memanggil Tio
"Ya... Yang mulia raja... Gawat!!" teriak Gio keras
"Gawat? Kenapa?" gumam Tio terus melawan Huan
"Kerajaan peri senior dan junior sedang diserang kerajaan siluman bahkan kerajaan kita hampir luluh lantah"
"APA??? Baiklah, kita mundur!!" teriak Tio dan semua pasukan peri mundur meninggalkan wilayah kerajaan vampir
"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumamku bingung
"Yang mulia apa kamu tidak apa - apa?" gumam Bi khawatir
"Astaga, panggil saja aku Sani!!" gerutuku kesal
"Oh mmm kamu tidak apa Sani?" gumam Bi menatapku
"Tidak apa, hanya sedikit sakit di tangan" gumamku pelan
"Biar tabib yang menyembuhkanmu..." gumam Huan berjalan meninggalkanku, aku dan Bi saling bertatap muka dan menatap Huan kembali
"Kenapa yang mulia raja sama sekali tidak peduli sih!!" gerutu Bi kesal
"Sudahlah, aku tidak ingin di pedulikan" gumamku pelan dan berjalan masuk ke dalam kerajaan vampirku
Di dalam kerajaan, tabib vampir mengajakku ke ruang perawatan kerajaan untuk mengobatiku. Tabib itu mengobati lukaku dan membalut luka terbukaku dengan hati - hati
"Sudah selesai yang mulia" gumam tabib itu membungkukkan badannya
"Oh mmm... Terimakasih" desahku pelan
"Saya permisi dahulu yang mulia"
"Eeh tunggu, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu"
"Silahkan yang mulia..."
"Siapa Sunny Huan?"
"Nyonya Sunny adalah keturunan dua darah yaitu vampir dan peri, saat remaja yang mulia raja Huan dan Tio saling berebut menjadi suami Nyonya Sunny. Tapi Nyonya Sunny memilih menikahi yang mulia Huan. Mengetahui hal itu yang mulia Tio marah besar dan kedua raja itu akhirnya sering bertarung. Karena Nyonya Sunny tetap tidak bersedia menikahi yang mulia Tio akhirnya beliau membunuh Nyonya Sunny yang mulia" jelas tabib pelan
"Lalu kenapa dua raja itu bisa tertidur lama?"
"Karena kedua raja itu terluka parah dan akhirnya tidur panjang yang mulia"
"Oh begitu ya..." desahku beranjak dari tempat dudukku
"Terimakasih ya, kamu bisa pergi..." gumamku tersenyum
"Baik yang mulia" gumam tabib pergi dari ruang perawatan
__ADS_1
"Hmmm" desahku berjalan meninggalkan ruang perawatan. Di balkon lantai atas ini aku melihat Huan yang sedang berdiri sendiri sambil menatap gelas darahnya dengan tatapan sedih. Aku masih bingung apa yang dikatakan Huan dan Tio benar kalau aku inkarnasi Sunny Huan apalagi nama kita hampir sama dan marga kita sama, aku harus mendapatkan jawabannya segera!