Mengubah Takdir Part II

Mengubah Takdir Part II
Episode 9 : Kembali Ke Kerajaan


__ADS_3

Aku menebus masuk ke dalam pikiran Candra, aku melakukan ini karena aku tahu kalau Candra tidak mungkin memberiku jawaban yang pasti untuk cara memindahkan jiwaku ke dalam tubuh asliku.


Tapi saat aku memasukin pikiran Candra, aku melihat Candra yang menatap matahari terbenam dan seorang laki - laki yang sepertinya bawahan Candra


"Mohon ampun yang mulia, Dewi Sani telah tiada"


"Kenapa bisa?"


"Karena dia memberikan kekuatan dan sarahnya kepada kaisar langit"


"Apa? Kamu tidak bohong kan soal ini?"


"Tidak yang mulia"


"Hmm baiklah kamu boleh keluar" desah Candra dan bawahannya keluar dari ruangan itu


Baaaaammmm


Aku terkejut saat melihat Candra memukul meja besat yang ada di depannya, aku bingung kenapa dia seperti sangat marah seperti itu


"Sani, telah tiada ya? Pantas saja rasanya dunia mulai goyah saat ini karena dewi penyeimbang telah tiada. Tapi pastinya dua dewa itu tidak akan membiarkan kamu mati dengan tenang" gumam Candra pelan


"Apa maksudnya?" gumamku bingung


"Walaupun kamu berinkarnasi kembali, hanya aku dewa kebangkitan yang bisa membangkitkanmu kembali. Meskipun kamu memohon kepadaku untuk menukarkan tubuh lemahmu itu ke tubuhmu yang aslimu, aku tidak akan melakukannya" gumam Candra yang membuatku sangat terkejut ternyata Candra adalah Dewa Kebangkitan lalu kenapa mereka menyebut Candra Dewa pembawa rejeki?


Aku mengamati sisa pikiran Candra disaat hari kematianku itu, aku hanya ingin tahu apa yang Candra sembunyikan dariku, apalagi di masa lalu Candra selalu ada saat aku membutuhkan bahkan melindungiku


"Walaupun kamu hidup di tubuhmu yang lemah aku akan menganugerahkan kamu kekuatanmu sehingga kekuatanmu masih bersama denganmu, semoga kamu tidak melakukan kesalahanmu lagi di kemudian hari " desah Candra menatap sebuah foto, aku berjalan ke arah foto itu dan terkejut melihat fotoku ada di tangannya.


"Aku bisa menukarkan jiwamu ke tubuh aslimu tapi maaf aku tidak bisa melakukannya untukmu karena kamu begitu kejam kepadaku Sani, Untuk membangkitkan kekuatanmu, kamu harus menciumku itu bisa membangkitkan kekuatanmu tapi aku tidak akan melakukannya untukmu juga... Hahaha aku terlalu kejam bagimu?" gumam Candra terus memandangi fotoku


"Jadi kekuatanku masih ada itu karena berkat Candra yang tidak kehilangan kekuatanku, jadi kalau aku bisa mendapatkan ciuman Candra dan menguasai tubuh ini seutuhnya aku bisa melakukan seluruh kekuatanku"


"Kenapa kamu bisa tega melakukan itu hanya untuk kaisar langit, aku memberimu tempat untuk betapa dan tempat untuk hidup agar kamu kuat tapi kamu malah melakukan hal yang tidak aku inginkan... Apa kamu tahu aku sangat mencintaimu Sani" gumam Candra pelan


"Apa? Can.. Candra mencintaiku?" gumamku terkejut, aku melepaskan telunjukku dan menundukkan kepalaku


"Kamu melihat isi pikiranku ya?" gumam Candra pelan


"Candra... Kenapa kamu mencintaiku?" tanyaku pelan


"Itu hal yang tidak penting"


"Tidak penting ya?... Lalu kenapa kamu bilang kamu mencintaiku? Apa yang membuatmu cinta kepadaku? Apa karena aku seorang dewi?"


"Kamu tahu dirimu yang sesungguhnya?" tanya Candra terkejut


"Ya aku sudah tahu dari awal aku berinkarnasi, kamu serius tidak mau membantuku Candra?" gumamku pelan

__ADS_1


"Tidak" gumam Candra dingin


"Baiklah, memang aku bersalah kepada semua orang termasuk kepadamu. Jadi..." desahku mencium bibir Candra dan membuat Candra sangat terkejut


Ciumanku dengan Candra membuat kekuatanku kembali, bahkan aku merasa lima kali lipat dari kekuatanku dimasa lalu. Dengan kembalinya kekuatanku aku bisa melatih tubuh ini walaupun tubuh ini sangat lemah tapi apa salahnya kalau aku kuat, mungkin saja nanti aku bisa menukarkan jiwaku sendiri. Tapi mungkin saja aku akan lenyap apalagi aku membangkitkan kekuatan besar di dalam tubuh manusia yang lemah ini. Aku melepaskan ciumanku dan menatap wajah Candra yang memerah karena malu


"Ka.. Kamu menciumku?" tanya Candra terkejut


"Terimakasih Candra atas bantuanmu, lain kali aku akan memenuhi keinginanmu untuk tetap hidup dan tidak melakukan kesalahan apapun..." gumamku beranjak dari sofa itu


"Dan mungkin ini adalah hari terakhirku bertemu denganmu ataupun bertemu dengan dewa - dewa lainnya" gumamku pelan, Candra langsung memegang tanganku dan menatap wajahku


"Apa maksudmu?"


"Tidak ada, tenang saja aku tidak akan melakukan hal bodoh lagi. Tolong jaga dua raja menyebalkan itu ya..."


"Kamu mau kemana?"


"Tidak kemana - mana, aku hanya ingin menghilang dari hadapan kalian dalam beberapa tahun atau mungkin selamanya" gumamku tersenyum dan melepaskan genggaman tangan Candra


"Jangan bilang kamu akan melakukannya?"


"Melakukan apa? Aku tidak mungkin melakukan hal yang pernah aku lakukan kepada kaisar langit di masa lalu apa lagi dengan tubuh manusiaku ini"


"Jadi apa yang kamu lakukan?"


"Aku hanya tidak ingin aku menjadi beban semua orang apalagi musuhku yang sebenarnya adalah dewa kehancuran, kamu dewa kebangkitan tidak mungkin bisa melakukan apapun. Dan kalau aku benar - benar lenyap jangan membangkitkan aku ke tubuh manusia yang lemah lagi ya..." desahku tersenyum dan melangkahkan kakiku


"Gua apa ini?" gumamku pelan


Aku menyusuri gua itu dan saat aku berjalan masuk ke dalam gua itu aku melihat sebuah cahaya biru yang sangat menyilaukanku, aku mencoba mendekati cahaya itu dan aku sedikit terkejut saat melihat sebuah kerajaan yang besar dan megah di depanku


"Yang mulia Tuan putri, akhirnya anda kembali" gumam seorang laki - laki tampan menunduk ke arahku


"Tuan putri? Siapa? Aku?" tanyaku bingung


"Iya benar, anda adalah penerus dewa penyeimbang, ini adalah kerajaan anda"


"Oh benarkan? Kenapa aku baru menyadarinya?" gumamku bingung


"Karena kekuatan anda telah bangkit seutuhnya jadi anda bisa menemukan kerajaan ini, hanya anda dan kaisar langit yang bisa memasukinya"


"Kaisar Langit? Maksudmu Sony?"


"Anda benar tuan putri, Kaisar langit sering datang kemari untuk melihat kerajaan anda apakah baik - baik saja atau tidak"


"Kenapa kerajaan ini tersembunyi?"


"Karena ini kerajaan penyeimbang seluruh alam kalau karajaan ini hancur dan anda tiada seluruh alam akan porak poranda tuan putri"

__ADS_1


"Oh begitu ya, mmm ngomong - ngomong siapa kamu?"


"Aku Wan, penasehat anda tuan putri"


"Oh begitu, apa kamu sendiri?"


"Tidak, di dalam masih banyak yang lain. Tapi karena saya dan San yang akan selalu menjaga anda agar anda baik - baik saja jadi kami yang akan sellau berada disisi tuan putri"


"San? Siapa itu?" gumamku dan muncul seorang laki - laki tampan lainnya di depanku


"Mohon maaf atas keterlambatan saya yang mulia, saya San, pelindung anda yang mulia"


"Oh aku Sani" gumamku tersenyum


"Selamat datang yang mulia ratu, mari silahkan masuk yang mulia" gumam Wan dan San bersamaan


"Baiklah" desahku dan melangkah masuk ke sebuah gerbang di depanku, saat aku memasuki gerbang itu wujudku berubah ke wujud seorang dewa bahkan kekuatanku bertambah seratus kali lipat dari yang tadi


"Kekuatanku pulih?" gumamku terkejut


"Ya benar, yang mulia berada di alam dewa jadi kekuatan yang mulia juga pulih bahkan tubuh manusia yang mulia telah lenyap. Jadi yang mulia sekarang seorang dewi sejati bukanlah manusia lagi"


"Haah? Serius?"


"Ya benar yang mulia"


"Tapi kan.. Tubuh asliku ada di kerajaan alam bawah" gumamku bingung


"Ya itu hanya tubuh pengganti saja, dan saat anda kembali ke tubuh dewi anda. Apabila tubuh pengganti anda tidak bisa anda isi dengan jiwa anda maka tubuh pengganti anda juga ikut lenyap, jadi anda akan kekal selamanya"


"Kekal selamanya? Bukannya aku bisa mati dan lenyap ya?"


"Ya benar jika anda terluka dan kerajaan anda hancur anda akan lenyap seperti yang mulia Rong"


"Yang mulia Rong? Kakeknya kaisar langit?"


"Ya benar yang mulia, jadi yang mulia harus menjaga diri anda baik - baik. Karena kalau yang mulia tidak memiliki tubuh pengganti, wujud anda akan selamannya adalah dewa dan itu tidak baik yang mulia" gumam Wan membuka pintu kerajaanku


"Tidak baik apa maksudnya?"


"Yang mulia tuan putri istirahat saja dulu nanti kami akan menjelaskannya kepada tuan putri"


Di dalam kerajaan ini aku melihat sebuah kerajaan yang amat besar dan megah bahkan lebih megah dari kerajaan - kerajaan lain yang pernah aku lihat bahkan istana langit tidak semegah ini


"Silahkan yang mulia tuan putri" gumam Wan membuka sebuah kamar yang megah dan mewah, aku masih tidak percaya kalau ini adalah kerajaanku


"Kalau yang mulia membutuhkan sesuatu yang mulia bisa memanggil kami" gumam Wan dan San menatapku


"Ya baiklah, kalian bisa pergi sekarang" gumamku pelan

__ADS_1


"Baik yang mulia" gumam Wan dan San tersenyum kepadaku dan meninggalkan kamarku


Aku melihat disekeliling kamarku yang nampak megah ini bahkan gua yang aku lewati tadi berubah menjadi pemandangan yang sangat indah dan juga banyak rumah - rumah penduduk yang ada di sekitar kerajaan ini. Aku jadi penasaran dengan tugas dewi penyeimbang dari penjelasan Wang dan San tapi nampaknya memang aku harus istirahat dulu, jadi mau gak mau aku haus istirahat dulu saat ini


__ADS_2