
Malam ini aku, Bi, Steven dan para petinggi vampir sedang melakukan rapat bersama Huan di ruang pertemuan kerajaan. Kami sedang membahas tentang situasi yang ada di alam lain, pada pembahasan ini aku baru tahu kalau sedang ada sedikit perselisihan antara seluruh kaum setelah para petinggi terbebas dari siluman air beberapa waktu yang lalu
Aku menatap Huan yang sedang bersedih selama rapat berlangsung, saat aku menatapnya Huan hanya menundukkan wajahnya tapi saat aku tidak menatapnya dia terus menatapku dengan tatapan sedih.
"Saat ini banyak peperangan di alam lain, apalagi permasalahan di zaman dulu antara yang mulia raja vampir dan yang mulia raja peri membuat suasana lebih keruh" gumam tetua vampir senior
"Ya, tapi selain itu juga perselisihan antara kerajaan seluruh siluman dengan kerajaan peri" gumam salah satu petinggi
"Perselisihan? Perselisihan apa?" tanyaku penasaran
"Apa kamu tidak tahu permasalahan itu?" tanya Huan terkejut
"Eem... Saya tahu yang mulia raja cuma saya tidak mengerti akar permasalahan yang terjadi itu" gumamku pelan. Aku menatap Huan di sampingku, tatapannya sangat dingin dan menakutkan
"Ma... Maafkan saya, saya tidak pantas menjadi raja vampir senior. yang mulia raja bisa menurunkan jabatan saya..." gumamku pelan, tangan Huan memegang lembut tanganku dan tersenyum kearahku
"Tidak apa, pasti kamu sangat sibuk jadi kamu tidak mendengar berita itu. Berita itu juga tidak harus kamu ketahui kok" gumam Huan pelan
"Tapi yang mulia raja, saya... Saya tidak pantas menjadi raja vampir senior" gumamku pelan
"Kamu pantas kok, tanpa bantuanmu mungkin kerajaan vampir akan kalah jadi kamu sudah pantas menjadi raja vampir senior"
"Ya benar, kalau tidak ada Sani pasti kita akan kalah telak" gumam tetua vampir junior serius
"Ya itu benar!!" teriak petinggi vampir dengan semangat
"Ta... Tapi kan.."
"Udah gak perlu dipikirkan" gumam Huan menatapku dengan dingin. "Astaga tatapan yang menakutkan..." desahku dalam hati
"Baiklah untuk pasukan bisa di bagi rata, ada yang berjaga di perbatasan, ada yang berjaga di sekitar rumah penduduk dan ada yang berjaga di sekitar kerajaan. Jangan sampai lengah seperti kemarin!! Apa kalian paham!!" gumam Huan dingin
"Paham yang mulia..." gumam seluruh petinggi serius
Toookkk... Tookk... Toookkk
Tiba - tiba pintu ruang rapat terketuk keras, seorang bawahanku masuk ke dalam ruangan dan berjalan kearahku
"Permisi yang mulia, ingin mengabarkan kalau anda diundang ke pertemuan dengan dewa di perbatasan alam lain.." bisik bawahanku di telingaku
"Oh baiklah, kamu boleh pergi" desahku pelan
"Baik yang mulia" gumam bawahanku dan pergi meninggalkan ruang rapat
"Ada apa?" bisik Steven di sebelahku
"Cuma menjadi tamu saja" gumamku pelan
"Oh..." desah Steven mengerti"
"Baiklah kalian bisa pergi..." desah Huan pelan
"Baik yang mulia raja" gumam seluruh petinggi meninggalkan ruangan. Saat aku beranjak pergi Huan memegang tanganku kuat
"Kamu mau pergi kemana?"
"Aku ada acara di perbatasan alam lain" gumamku pelan
"Pertemuan itu?"
"Ya..."
"Kalau begitu aku ikut sekalian"
"Kenapa?" tanyaku terkejut
"Disana ada seluruh raja dan juga dewa, kalau terjadi perselisihan nanti kamu tidak ada yang menjaga"
"Ta... Tapi..." desahku pelan
"Tapi kenapa?" tanya Huan dingin
"Aku tidak mau yang mulia raja tahu aku yang sebenarnya" gumamku pelan
"Kenapa emang?"
"Tidak... Tidak ada... Yang mulia tidak perlu ikut"
"Beritahu aku Sani!!"
"Hmmm aku selain vampir juga dewa" desahku pelan
"Oh udah biasa kayak gitu..." desah Huan beranjak berdiri dari kursinya
"Yang mulia raja tidak kaget?"
__ADS_1
"Tidak..."
"Ya sudah kita pergi sekarang" desah Huan berjalan mendahuluiku keluar dari ruang rapat
"Sani kamu mau kemana?" tanya Bi di belakangku
"Mau mengikuti pertemuan itu"
"Aku mau ikut Sani!!"
"Bagaimana yang mulia raja"
"Ya tidak apa, ikutlah..." desah Huan pelan dan Bi senang
"Mmm yang mulia raja ingin kesana menggunakan apa?"
"Dengan cara mudah" desah Huan menggenggam tanganku dan kami berdua pindah ke gedung perbatasan.
Di area gedung ini aku melihat banyak sekali kaum dari alam lain dan juga dewa yang sedang berlalu lalang di taman gedung itu
"Mmm ramai juga" desah Huan pelan
"Ibuuuu .." teriak Alan memelukku
"Kalian kenapa kemari?" tanyaku terkejut saat melihat Lyla dan Alan
"Ayah yang mengajak kami ibu"
"Ayah?" gumamku terkejut
"Siapa mereka Sani?" gumam Huan dingin
"Mereka anakku"
"Kamu sudah menikah?" tanya Huan terkejut
"Ya..."
"Dengan siapa?"
"Dengan dewa agung" gumamku pelan dan Han berdiri di depan kami dengan tatapan dingin
"Ohh... Tidak aku sangka bisa bertemu denganmu si sombong" gumam Han dingin
"Tidak aku sangka juga bisa bertemu denganmu Han si tukang mandi"
"Apa yang tidak aku ingat!!" gumam Huan dingin
"Tunggu kalian saling mengenal?" tanyaku terkejut
"Ya, dulu saat aku baru pertama kali diangkat menjadi dewa agung si sombong ini juga diangkat menjadi raja vampir" gumam Han dingin
"Dan dialah yang membuatku harus tidur panjang yang membuat hidupku terbuang sia - sia" gerutu Huan kesal
"Jadi Han yang melukai yang mulia raja Huan dengan Tio?"
"Ya benar, mereka berdua membuatku sakit kepala apalagi saat itu wanita pujaanku terbunuh yang membuatku sangat kesal dan marah!!"
"Tunggu emang dulu ada dewa agung sebelummu?"
"Ada, tapi dia lenyap saat istrinya juga meninggal. Dulu diantara kami bertiga tidak punya istri sampai ketika Sunny lahir yang membuat kami bertiga berebut untuk memperebutkannya. Tapi karena Sunny memilihku yang membuat Han dan Tio yang tidak mempunyai istri sampai sekarang" gumam Huan dingin
"Eehh maaf ya aku sudah punya istri dan kamu tahu dia siapa?" ucap Han dingin
"Siapa?"tanya Huan terkejut
"Sani... Inkarnasi Sunny"
"A... Apa!!" teriak Huan terkejut
"Ya begitulah yang sebenarnya.."
"Tunggu dulu, kalau dia inkarnasi Sunny.. Kenapa dia punya wujud dewa?" tanya Huan terkejut
"Sani dulu mempunyai kembaran bernama Sain, seharusnya Sainlah istriku karena dia adalah dewa tapi karena dulu Sani mengamuk dengan wujud vampirnya maka kekuatan Sani disegel dengan mengorbankan Sain jadi walaupun sain mati tubuh, arwah dan kekuatan dewa ada di tubuh Sani" jelas Han dingin
"Kalau begitu inkarnasi Sain ada di mana?"
"Sebenarnya Sain tidak berinkarnasi karena dia telah memberikan seluruh jiwanya kepada istriku. Tapi karena rasa terimakasihku jadi aku memberikannya kehidupan yang baru di tubuh Can Huan"
"Heei kenapa kamu berikan kesempatan itu di tubuh laki - laki!!!" protes Huan kesal
"Ya mau bagaimana lagi jiwanya hanya sedikit dan tidak mungkin aku berikan kepada tubuh perempuan yang lemah"
"Jadi aura Sunny di tubuh Sani itu benar adanya?"
__ADS_1
"Ya benar, karena Sani adalah Sunny"
"Kembalikan Sunny kepadaku Han!!!" protes Huan kesal
"Maaf tidak bisa, kita sudah terikat dan aku melakukan perjanjian nikah seperti yang dilakukan dewa agung terdahulu..." gumam Han merangkulku erat
"Hmmm sudah ku duga kamu akan melakukan hal yang bodoh Han.."
"Emang aku bodoh sangat bodoh karena cinta, walaupun dia bukan inkarnasi Sunny aku tetap mencintainya"
"Hmmm sudah kuduga..." desah huan berjalan masuk ke dalam gedung yang tinggi itu bersama dengan Bi
"Han kamu kenal Huan?" gumamku menatap Han
"Ya, saat masih menjadi raja siluman air..."
"Kamu dulu raja?"
"Ya tapi saat jadi dewa, adikku Didi yang menggantikan aku"
"Ooohh pantas saja" desahku pelan
"Mmm istriku mungkin nanti aku dan dewan pengawas akan bertapa lama. Jadi mungkin anak - anak bersamamu saja karena tidak mungkin aku bisa sering menengoknya"
"Tapi Han, di alam lain sedang ada masalah darurat kalau anak - anak ikut aku... Aku takut tidak bisa melindunginya Han apalagi raja peri terdahulu lebih kuat dari pada aku..." desahku pelan
"Ya udah biar mereka di kerajaanku saja ya... Kamu fokus saja di alam lain"
"Ohh mmm baik Han" desahku pelan
"Tenang saja sayang, aku tidak akan melakukan apapun kok hanya bertapa saja untuk menyempurnakan arwahku dan semua dewa pengawas sayang. Jadi jangan khawatir ya"
"Hmmm iya aku tahu..."
"Aku tahu kok konsekuensi aku meninggalkanmu bertapa, tapi ya aku harus merelakan hal itu terjadi" desah Han pelan
"Konsekuensi apa? Apa yang akan terjadi padaku?" tanyaku terkejut
"Ya kamu akan tahu sendiri sayang"
"Han beritahu aku, aku gak mau sampai aku melakukan kesalahan yang membuat hatimu terluka" gumamku pelan
"Tidak apa sayang, aku tidak akan menyalahkanmu kok. Itu tidak terlalu menyakitkan hatiku" gumam Han tersenyum manis
"Han jangan seperti itu lah... Beritahu aku!! Apa karena si Huan itu?" tanyaku terkejut
"Ya... Seperti itulah"
"Oohh...Kalau separuh jiwaku ku berikan kepadamu gimana?" gumamku pelan
"Tidak perlu, aku tidak apa sayang"
"Gau mau!!! Aku tidak mau menyakitimu Han"
"Tidak kok sayang"
"Gak mau, kamu suamiku dan aku gak mau menyakiti suamiku!!"
"Lalu apa yang akan kamu rencanakan?"
"Jiwa Sain kuberikan kepadamu biar jiwa asliku di tubuh ini saja jadi aku tidak menyakitimu sayang"
"Tapi bagaimana kamu melakukan tugasmu?"
"Tidak masalah sayang, aku bisa melakukannya"
"Kamu tidak boleh melakukan itu!!"
"Tidak apa sayang, kamu mencintai Sani atau Sain?" gumamku pelan
"Kenapa kamu bertanya hal bodoh seperti itu?"
"Aku hanya bertanya saja"
"Aku mencintai kamu"
"Aku yang mana? Yang Sani atau Sain?"
"Aku mencintai Sani dan Sain"
"Mana bisa seperti itu, kamu harus memilih!!"
"Ya udah separuh separuh bagaimana? Separuh Sani separuh Sain?"
"Mmm ya sudah selesai acara ini ku berikan jiwa dan arwahku untukmu agar aku bisa menjagamu"
__ADS_1
"Hmmm baiklah, mari kita masuk dulu sayang" gumam Han menggandengku masuk ke dalam gedung itu
Aku tidak tahu apa aku bisa melakukan tugasku sebagai dewa penyeimbang dengan dua arwah yang berbeda nantinya, tapi kalau aku tidak melakukannya aku akan menyakiti hati Han dan aku tidak mau hal itu terjadi