Mengubah Takdir Part II

Mengubah Takdir Part II
Episode 18 : Jatuh Cinta Kepada Han


__ADS_3

Selama survival berlangsung yang ada di dalam pesta ini hanya ada aku, Moi dan Han. Moi sedang asik makan sedangkan aku tidak tahu harus berbuat apa apalagi aku berbicara dengan kaisar langit juga sedikit canggung


"Mmm nama kamu Sani ya?" gumam Han menatapku


"I... Iya dewa agung"


"Jangan panggil aku dewa agung, panggil aku Han saja"


"Tapi kan itu tidak sopan"


"Kamu sederajat denganku jadi hanya kamu yang boleh memanggilku Han"


"Oh mmm baiklah Han"


"Nah kalau itu kan bagus kalau di dengar" gumam Han tersenyum kepadaku


"Han, kalau misalnya kaisar langit atau raja kegelapan dalam keadaan darurat apa aku boleh membantunya?"


"Boleh, itu keputusanmu sendiri jadi itu hakmu. Kalau kamu ingin melenyapkan mereka aku bisa saja melenyapkan mereka"


"Oh begitu, terimakasih Han"


"Tidak perlu berterimakasih... Tanpa adanya kamu aku juga tidak melakukan tugasku dengan baik, kamu tahu itu kan?"


"Ya Candra yang memberitahukanku"


"Ya begitulah jadi kalian berdua jangan bertarung mulu" gumam Han menatap Moi yang sedang makan


"Kenapa dewa agung menatapku?" gumam Moi menikmati makannya


"Yang aku maksud kamu dan Sani, jangan bertarung mulu"


"Ya mau bagaimana lagi, sudah takdir... benar kan Sani" gumam Moi melanjutkan makannya


"Yaaah bisa dibilang seperti itu" desahku pelan


"Ngomong - ngomong kamu jadi rakus ya Moi" sindirku menatap Moi


"Ya namanya orang laper, kamu tidak lapar apa?"


"Tidak... Aku sudah makan keripik tadi" gumamku santai


"Tapi kan cantik juga ya sekarang, sepertinya kemampuanmu bertambah" gumam Moi serius


"Tidak juga, aku sama seperti dulu kok. Bukannya kamu yang bertambah kuat ya?"


"Ya pastilah, kamu bukan tandinganku" tawa Moi sombong


"Heeh dasar sombong" gerutuku kesal


"Moi kamu akan menjadi juri kali ini" gumam Han menatap Moi


"Apa? Aku? Aku hanya ingin makan" protes Moi kesal


"Sani akan mengawasi jalur berbahaya, sedangkan kamu dan aku mengawasi jalur biasa"


"Tidak tidak, aku tidak mau" gerutu Moi kesal


"Kalau begitu, aku lenyapkan ya?" gumam Han mengangkat tangannya


"Eeeh jangan lah, aku belum betarung dengan Sani jadi aku tidak boleh mati dulu" gumam Moi terkejut


"Jadi mau ikut tidak?"


"Ya baiklah aku ikut" desah Moi pelan


"Baguslah" gumam Han menjentikkan tangannya dan aku berpindah di jalur berbahaya sendirian


Di bawahku aku melihat mereka sedang bertarung dengan iblis - iblis tingkat tinggi, mereka bertiga masih bisa menghadapinya. Tapi lawan mereka bukanlah iblis - iblis itu saja, akan tetapi musuh utama mereka iblis sempurna yang kemampuannya lebih tinggi dari mereka bertiga tapi bukan tandinganku


Diatas sini aku bisa mendengar apa yang mereka katakan dan mereka lakukan jadi aku tidak perlu susah payah turun untuk mengikuti mereka bertiga secara langsung


"Apa sih wanita itu menyebalkan  masa aku diikutkan jalur berbahaya kayak gini!!!" protes Sasha kesal


"Padahal kan yang berulah dua orang itu kenapa aku ikut juga" protes Sasha kesal


"Aku menyebalkan ya? Padahal aku berbaik hati masih memberimu hidup setelah kamu mengejekku dewa rendahan" gerutuku kesal, disisi lain aku mendengar ucapan Sony dari sini


"Apa Sani marah ya? Apa yang telah aku lakukan? Kenapa aku begitu bodoh sih, dia kan istriku tapi malah aku sakiti hatinya" gerutu Sony menyalahkan dirinya sendiri


"Aku harus segera menyelesaikan ini dan meminta maaf kepada Sani secara langsung" gumam Sony menyerang iblis yang ada di depannya sedangkan Steven tidak mengatakan apapun hanya terus menyerang iblis yang ada di depannya


"Seru juga ya mengerjain dua dewa yang menyebalkan itu" gumamku tertawa geli


Survival ini berlangsung sampai mereka mengalahkan iblis sempurna. Jadi dari awal pertandingan dimulai aku terus mengawasi ketiga orang itu sampai berbulan - bulan lamanya, mengawasi seperti ini tidak membosankan sih tapi lebih tepatnya menyenangkan.


Sekali - kali aku datang ke jalur biasa dan kadang Han juga datang ke jalur berbahaya untuk melihat para peserta ini. Karena ketiga orang itu sedang tertidur lelap akupun memutuskan untuk pergi ke jalur biasa untuk bertemu dengan Han


"Kamu kesini Sani?" gumam Han menatapku


"Ya, di sana mereka sedang tidur jadi dari pada melihat mereka tertidur mending aku kesini" gumamku terduduk di awan milik Han


"Bagaimana progres mereka?"


"Kalau dua dewa itu aman cuma yang dewa kesialan setiap hari ngeluh mulu" gerutuku kesal

__ADS_1


"Ya hal itu wajar dia dulu seorang manusia"


"Tapi kan aku juga sama"


"Tidak, kamu adalah tiga darah campuran tapi semakin lama kamu menjadi empat darah campuran jadi itulah kamu menjadi dewa karena darah dewa secara ajaib mengalir di tubuhmu"


"Oh benarkah? Bukan karena kembaranku?"


"Ya benar karena kembaranmu jadi kamu memiliki empat darah campuran makanya kamu berbeda dengan Sasha"


"Oh begitu ya..." desahku mengerti


"Kalau masalah Sasha aku yang menanganinya, kamu menangani masalah dua dewa itu"


"Tapi kan kau yang memilihkan jalur untuknya!"


"Jalur apapun itu sama saja, dia dewa baru jadi harus mengikuti survival ini untuk dilihat kekuatannya. Kalau dia lemah dia akan diganti dengan yang lain"


"Tapi kenapa aku baru pertama kali mendengar adanya survival ini?"


"Karena kamu istimewa dan sederajat denganku jadi kamu tidak melakukannya. Ujian hidupmu sudah berat" gumam Han mengelus lembut rambutku


"Yaps benar sekali" desahku pelan


"Ngomong - ngomong ada berapa dewa yang sudah kamu lenyapkan?" gumamku mengangkat kepalaku menatap wajah Han


"Mmmm mungkin ada beberapa orang, mereka terlalu takut untuk lenyap jadi mereka tidak ingin berakhir begitu saja"


"Mmmm ya sepertinya sih" desahku pelan


"Oh ya Han, kenyataan kalau aku itu jodohnya kaisar langit apa itu kamu yang mengaturnya?"


"Aku tidak mengaturnya"


"Lalu kenapa aku bisa berjodoh dengan dewa lemah seperti dia!!!" protesku kesal


"Itu keputusan dewa penyeimbang terdahulu Sani"


"Dewa penyeimbang? Terdahulu?"


"Ya benar, dulu jauh sebelum kamu ada seorang dewa penyeimbang perempuan yang sangat cantik. Dulu aku dan kaisar langit terdahulu sama - sama menyukai dewa penyeimbang. Tapi saat kami sama - sama melamarnya dewa penyeimbang itu lebih memilih kaisar langit menjadi suaminya dan hal itu berlaku sampai sekarang. Padahal takdir dewa penyeimbang itu berjodoh dengan dewa agung karena tanpa dewa penyeimbang aku sebagai dewa agung tidak bisa melakukan apapun, seperti saat dewa kehancuran menghancurkan tiga alam dan dewa penyeimbang mati aku tidak bisa melakukan apapun bahkan aku hanya bisa terdiam menyaksikan semua itu terjadi jadinya kaisar langit dan raja kegelapan yang membantuku menyelamatkan tiga alam. Tapi setelah kelahiranmu kekuatanku kembali dan aku bisa mengatur tiga alam kembali" gumam Han tersenyum kearahku


"Memangnya tanpa dewa penyeimbang kamu gak punya kekuatan ya?" gumamku pelan


"Yups benar, seperti sekarang... Kekuatanmu sangat luar biasa jadi kekuatanku juga luar biasa bahkan semua dewa saja tertunduk kepadamu juga karena kamu semakin kuat. Ya bisa dibilang separuh diriku itu adalah di dewi penyeimbang"


"Tapi kenapa apapun yang aku lakukan dan aku pikirkan kaisar langit tahu?"


"Karena dia memang punya kemampuan itu"


"Ya, diseluruh dewa hanya aku, kamu dan kaisar langit yang bisa melakukan itu" gumam Han terduduk di sampingku


"Oh benarkah? Aku kira karena dia jodohku saja"


"Tidak juga, jodoh atau tidaknya itu tergantung kamu. Kamu ingin menikah dengan siapa itu hak kamu. Seperti dewa penyeimbang terdahulu, kalau dewa penyeimbang ingin menikah denganku aku bersyukur tapi kalau ingin menikah dengan kaisar langit ya silahkan, aku tidak melarang atau marah" gumam Han menatap di area survival di bawah kami


"Kenapa dewa penyeimbang dahulu tidak mau menikah denganmu?"


"Karena aku dewa terkejam itu menurut dewa lainnya ya"


"Dewa terkejam? Menurutku tidak?"


"Benarkah? Kamu dewa pertama yang bilang aku tidak kejam loh"


"Oh ya? Tapi kenyataan yang aku lihat seperti itu. Kenapa mereka menilaimu dewa terkejam?" tanyaku bingung


"Ya karena aku hakim agung para dewa, jadi apapun keputusanku mutlak dan aku sering melenyapkan para dewa. Itulah alasannya"


"Hanya karena melenyapkan bukan berarti jahat. Aku juga sering membunuh orang - orang yang aku anggap jahat" gumamku santai


"Ya kalau demi kebaikan tidak masalah bagiku, karena ada dasarnya kita sepemikiran tapi tidak tahu kenapa dewa penyeimbang terdahulu sangat berbeda pemikirannya denganku. Tapi mungkin karena kamu benar - benar dewa murni jadi kamu sepemikiran denganku" desah Han pelan


"Tunggu... Dewa murni maksudmu?" tanyaku terkejut


"Kamu memiliki darah dewa di dalam darahmu, walaupun aku memberimu kesempatan hidup lagi kamu yang seharusnya hanya seorang manusia biasa tapi kamu masih punya kemampuan dewa dan itu tidak pernah terjadi"


"Tunggu jadi kamu yang memberiku kesempatan kedua?"


"Ya, karena dua dewa itu terus memohon kepadaku dan memberikan setengah kekuatan dewanya untuk membangkitkanmu kembali. Seharusnya walaupun kamu seorang dewa penyeimbang kalau kamu terlahir kembali kamu akan menjadi manusia biasa yang tidak ingat apapun, tapi kamu berbeda kamu mengingat masa lalumu dan kamu masih memiliki kekuatan dewamu. Makanya kamu datang ke acara ulang tahunku adalah kado terindah untukku" gumam Han tersenyum


"Oh begitu ya.." desahku menundukkan kepalaku


"Tapi kenapa kamu mengabulkan permohonan mereka?" tanyaku serius


"Kan aku sudah bilang tadi, kamu separuh dariku jadi kalau kamu lenyap aku tidak bisa melakukan tugasku dengan baik bahkan setengah kekuatanku juga menghilang, makanya aku tetap menghidupkanmu kembali dan berharap kamu bisa menjadi dewa penyeimbang lagi atau kalau tidak ada dewa penyeimbang lainnya, dan ternyata harapanku terkabulkan kamu tetap menjadi dewa penyeimbang"


"Hmmm Han kalau misal aku menikah dengan Sony bagaimana?" gumamku pelan


"Itu hak kamu, apapun pilihan dewa penyeimbang aku akan hormati itu. Yang terpenting kamu tetap hidup menjadi seorang dewa jadi aku bisa membantumu menyeimbangkan seluruh alam" ucap Han tersenyum tapi dari mata Han dia terlihat sedih aku mengatakan itu


"Bohongmu terlihat banget Han" tawaku dingin


"Bohong? Aku tidak berbohong kepadamu, apa yang aku katakan emang benar adanya" ucap Han terkejut


"Ya semua benar kecuali perkataanmu yang bilang kalau kamu akan menghormati apapun keputusan dewa penyeimbang tapi kenyataannya kamu sangat bersedih tidak dipilih oleh dewa penyeimbang, benar kan?" gumamku pelan

__ADS_1


"Hmm kamu bisa membaca diriku juga ya" desah Han mengalah


"Ya benar, aku sangat sedih. Berpuluh - puluh abad setiap dewa penyeimbang yang baru tidak ada yang memilihku dan mengatakan aku sangat kejam seperti dewa kehancuran, padahal aku tidak seperti itu. Itulah yang membuatku sedikit sedih" desah Han pelan, aku memeluk hangat Han dari samping


"Aku tahu perasaanmu, tapi aku sama sekali tidak berfikir kamu kejam kok" gumamku pelan


"Benarkah? Terimakasih Sani..." Desah Han mengusap lembut rambutku


"Sani apa kamu juga akan memilih kaisar langit untuk menjadi suamimu?" tanya Han pelan


"Aku belum befikir sejauh itu" gumamku pelan


"Haah serius? Kenapa?"


"Karena aku memang belum siap untuk menikah, apalagi urusanku belum selesai... Banyak dewa yang menyukaiku tapi tidak tahu aku sama sekali tidak punya rasa apapun"


"Serius? Dengan kaisar langit juga?"


"Ya benar, makanya kenapa aku terlihat kejam kan kepada kaisar langit"


"Oh aku kira karena kamu cemburu?"


"Cemburu? Memang aku cemburu dan marah tapi tidak tahu dari kejadian menyebalkan dimasa laluku saat menjadi manusia aku sangat benci dengan laki - laki sampai sekarang"


"Hmmm aku tahu kok Sani, makanya aku bilang kamu saja punya masalah hidup yang berat jadi kamu tidak perlu ikut survival apapun dariku"


"Itu alasannya?"


"Ya benar, aku tahu dirimu sejak awal kamu lahir. Aku yang selalu menyelamatkan kamu yang hampir mati karena bunuh diri di saat kamu masih manusia" gumam Han pelan


"Tunggu jadi bayangan putih itu? Kamu?" teriakku terkejut


"Menurutmu? Siapa lagi dewa tertinggi di alam dewa. Hanya aku yang bisa melakukannya, kaisar langitpun tidak bisa melakukannya"


"Oh begitu ya, terimakasih Han sudah berulang kali menyelamatkanku disaat aku putus asa" gumamku memeluk Han erat


"Tidak masalah, aku hanya tidak ingin kehilangan dewa penyeimbangku saja"


"Oh benarkah? Tapi kenapa saat aku menjadi vampir dan dewa kamu tidak pernah membantuku lagi?"


"Karena aku sudah menganggap kamu kuat apalagi kalau kamu sudah bukan manusia biasa kamu bisa melihat kaisar langit dengan mata kepalamu sendiri dan aku sudah menebak pasti kamu akan memilih kaisar langit dari pada aku, jadi aku hanya mengawasimu saja tapi ya aku bersyukur saja kaisar langit bisa melindungimu"


"Menurutmu aku terlindungi apa?" gumamku pelan


"Ya pastilah, buktinya kamu sekarang tumbuh cantik dan kuat seperti ini"


"Aku kuat karena kerja kerasku sendiri, apa pernah kaisar langit dan raja kegelapan atau raja - raja lain membantuku? Tidak, mereka terus melarangku. apapun yang aku lakukan mereka selalu melarangku dan itu membuatku kesal" gerutuku kesal


"Ya aku tahu, tapi mereka kan melindungimu dari segala kesusahan"


"Ya dulu saat aku lemah tapi saat aku bertarung dengan Moi kaisar langit apa membantuku, kekuatannya sangat lemah menembus dinding Moi saja tidak becus. Malah dewa lautan yang mengobatiku" gumamku kesal


"Dan saat aku bertapa mereka berdua malah asik saling memperebutkan dewa kesialan itu!! Dan dua dewa itu pernah bercumbu dengan dewa kesialan itu, bagaimana aku tidak marah!!" teriakku kesal dan petir merah kembali bergelegar di atas jalur biasa dan jalur berbahaya hutan iblis di bawah kami


"Kamu tahu?" tanya Han terkejut


"Menurutmu, aku bertapa tidak bisa melihat seluruh tiga alam apa? Apapun yang terjadi di tiga alam aku tahu, aku penjaga tiga alam kerajaanku ada di antara tiga alam bagaimana aku tidak tahu" teriakku kesal


"Walaupun Candra tidak mengatakannya kepadaku, aku juga tetap tahu. Aku marah tapi aku mencoba untuk berfokus ke bertapaku, apalagi aku tidak melihatnya secara langsung jadi aku biasa saja selama berpuluh - puluh tahun bertapa"


"Menjadi manusia, menjadi vampir, menjadi dewa aku tetap di sakiti laki - laki, itu sangat menyakitkan Han. Makanya aku memberikan hukuman itu untuk menunjukkan kalau aku marah, aku sebenarnya sangat marah ingin sekali membunuh tiga orang itu tapi aku berusaha untuk tidak mengacaukan pesta orang makanya aku memberikan hukuman itu"


"Kalau kamu mau aku akan melenyapkannya" gumam Han mengelus rambutku lembut


"Tidak perlu, ini urusan pribadiku" gumamku melepaskan pelukanku dan mengusap air mataku


"Kamu menangis?" tanya Han terkejut


"Tidak, aku hanya kelilipan" gumamku pelan, tangan Han mengangkat daguku dengan lembut


"Kamu menangis Sani, aku tidak ingin kamu menangis" gumam Han mencium bibirku dengan lembut


Ciuman Han yang tiba - tiba itu membuatku terkejut, kenapa dia peduli kepadaku padahal ini urusanku sendiri


"Aku akan menjagamu Sani, aku berjanji kepadamu... Siapapun yang menyakitimu akan aku musnahkan, Aku tidak ingin kamu menangis lagi" gumam Han memelukku erat


"Haah? Ti... Tidak perlu Han... Kamu.."


"Tidak apa, walaupun kamu memilih menikah dengan siapapun aku akan menjagamu itulah janjiku kepadamu. Walaupun dewa kehancuran sekalipun" gumam Han dingin


"Hei kenapa aku diikut - ikutkan!!!" protes Moi yang mendengar suara Han


"Kamu juga termasuk, siapapun yang melukai wanitaku tidak akan aku maafkan" ucap Han dengan nada dingin


Kata - katanya terlihat serius bahkan awan di sekitar kami dan awan yang kami duduki berubah menjadi hitam dan petir biru menyambar dengan keras. "Kenapa dia kalau berkata serius sama sepertiku?" gumamku dalam hati bingung


"Ya karena kita sepemikiran dan sejiwa Sani, jadi kalau aku sepertimu jika aku berkata yang sebenarnya aku bisa merubah cuaca sepertimu" gumam Han pelan di telingaku


"Kamu bisa membaca pikiranku?"


"Tentu, itulah yang aku katakan tadi. Hanya aku, kamu dan kasiar langit yang bisa melakukannya"


"Oh begitu ya, terimakasih Han" gumamku senang dan memeluk Han erat


Tidak tahu kenapa saat aku memeluk Han, aku terasa nyaman dan juga aman bahkan dia seperti sinar matahari yang melelehkan hatiku yang beku terhadap laki - laki. Apa aku saat ini jatuh cinta dengan Han? Tapi apa yang akan terjadi kalau aku benar - benar jatuh cinta kepada Han? Aku juga tidak tahu

__ADS_1


__ADS_2